Mikropipet dalam Biologi Molekuler: Panduan Lengkap untuk Praktikan Laboratorium
Dalam biologi molekuler, keberhasilan PCR, preparasi DNA/RNA, enzim restriksi, dan elektroforesis sangat ditentukan oleh ketepatan volume cairan dalam skala mikroliter. Deviasi kecil saja dapat mengubah konsentrasi reagen dan menyebabkan kegagalan reaksi. Oleh karena itu, mikropipet menjadi instrumen presisi yang paling krusial di laboratorium biomolekuler [1], [2].
Bagian-Bagian Mikropipet dan Fungsinya

Mikropipet memiliki beberapa komponen penting seperti plunger, volume display, control button, finger support, tip ejector, dan tip cone. Plunger bekerja dalam dua tahap tekanan untuk mengatur aspirasi dan dispensing. Volume display menunjukkan nilai mikroliter yang diatur. Tip ejector mencegah kontaminasi silang. Pemahaman anatomi ini penting karena sebagian besar kesalahan pemipetan terjadi akibat tidak memahami fungsi mekanis tiap bagian [2], [3].
Jenis Tip Mikropipet dan Kesesuaiannya dengan Volume

Tip adalah komponen sekali pakai tempat cairan masuk. Ukurannya harus sesuai dengan mikropipet. Tip kecil untuk P10/P20, tip kuning untuk P200, dan tip biru untuk P1000. Ketidaksesuaian tip menyebabkan kebocoran udara mikro yang mengganggu akurasi volume [2], [3].
Rentang Mikropipet yang Umum Digunakan
| Jenis | Rentang Volume | Tip |
|---|---|---|
| P10 | 0.5–10 µL | Bening kecil |
| P20 | 2–20 µL | Kuning kecil |
| P200 | 20–200 µL | Kuning |
| P1000 | 100–1000 µL | Biru |
Gunakan mikropipet sesuai rentangnya untuk menjaga akurasi [2].
Prinsip Kerja Mikropipet: Air Displacement dan Dua Tahap Tekanan
Sebagian besar mikropipet bekerja dengan prinsip air displacement. Perpindahan udara di dalam silinder mengontrol volume cairan yang masuk ke tip. Plunger memiliki dua tahap, stop pertama untuk aspirasi sesuai volume dan stop kedua untuk blow out sisa cairan [1], [2].
Prosedur Penggunaan Mikropipet yang Benar
- Pengaturan Volume.
- Atur volume dalam rentang kerja. Melebihi batas dapat merusak pegas internal [1], [2].
- Pemasangan Tip
- Pasang tip sesuai ukuran dan pastikan rapat untuk mencegah kebocoran udara [2], [3].
- Aspirasi
- Tekan plunger ke stop pertama, celupkan tip 2–5 mm secara vertikal, lepaskan perlahan, tunggu 2–3 detik sebelum diangkat [1], [3].
- Dispensing
- Tempelkan tip pada dinding wadah, tekan ke stop pertama lalu kedua, lepaskan plunger setelah tip keluar [2], [3].
- Pelepasan Tip
- Gunakan ejector tanpa menyentuh tip [2].
Kesalahan Umum yang Menyebabkan Kegagalan PCR
- Tidak mengganti tip antar sampel
- Plunger dilepas terlalu cepat
- Pipet dimiringkan saat aspirasi
- Menggunakan pipet di luar rentang
- Membalik pipet berisi cairan
Kesalahan ini sering menyebabkan kontaminasi silang pada PCR [4].
Peran Mikropipet dalam Prosedur Biomolekuler
Digunakan pada pembuatan master mix PCR, pengenceran DNA/RNA, loading gel, dan penanganan enzim. Akurasi volume menentukan konsentrasi reaksi [1], [4].
Kalibrasi dan Perawatan
Kalibrasi berkala diperlukan karena pegas dapat melemah. Simpan vertikal, jangan tanpa tip setelah digunakan, dan hindari cairan masuk ke shaft [2], [3].
Best Practices untuk Praktikan
- Pegang vertikal saat aspirasi
- Lepas plunger perlahan
- Ganti tip setiap larutan
- Jangan memutar volume saat ada cairan di tip
- Gunakan ritme pipetting konsisten
Daftar Pustaka
- [1] J. Sambrook and D. W. Russell, Molecular Cloning: A Laboratory Manual, 3rd ed. Cold Spring Harbor Laboratory Press, 2001.
- [2] Eppendorf AG, “Good Pipetting Practice,” Application Note, 2019.
- [3] Gilson Inc., “Pipetting Guide,” Technical Guide, 2018.
- [4] K. C. Nicolaides et al., “Contamination in PCR: causes and prevention,” Methods in Molecular Biology, vol. 226, 2003.