OMI Kemenag 2026: Panggung Sains dan Riset Siswa Madrasah, Siapa Bakal Melaju ke Nasional?

Inovasi Biologi: Bayangkan seorang siswa madrasah yang tahun ini masih duduk di bangku sekolah, tapi proposal risetnya sudah dipresentasikan di depan tim juri nasional dan dipamerkan dalam sebuah expo. Bukan mimpi, itulah yang menanti para peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kemenag 2026, ajang tahunan Kementerian Agama yang kembali digelar untuk menjaring bibit-bibit unggul di bidang sains dan riset dari seluruh Indonesia.
Yang menarik, OMI tahun ini tidak cuma soal adu cepat mengerjakan soal. Ada jalur riset yang menantang siswa MTs dan MA untuk benar-benar meneliti, lengkap dengan proposal, bimbingan, hingga sidang presentasi hasil. Penasaran seperti apa perjalanannya? Berikut rangkumannya.
Dua Jalur, Dua Tantangan Berbeda
OMI Kemenag 2026 dibagi menjadi dua bidang besar:
1. Bidang Sains: kompetisi berjenjang mulai dari satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, sampai nasional. Mata lomba disesuaikan dengan jenjang:
- MI/SD sederajat: Matematika Terintegrasi, IPAS Terintegrasi
- MTs/SMP sederajat: Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, IPS Terintegrasi
- MA/SMA sederajat: Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, Geografi Terintegrasi
Menariknya, di jenjang MA inilah Biologi Terintegrasi jadi salah satu mata lomba andalan, kesempatan bagi siswa yang senang mengaitkan konsep makhluk hidup dengan isu-isu lintas disiplin.
2. Bidang Riset: khusus siswa MTs dan MA, jalur ini lebih menantang karena peserta harus benar-benar meneliti dari nol. Ada tiga ruang lingkup riset yang bisa dipilih:
- Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
- Sustainable Development Goals (SDGs)
- Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Dua dari tiga ruang lingkup ini, yaitu Ekoteologi dan SDGs, sangat terbuka untuk tema-tema seputar lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, ladang subur bagi anak muda yang punya rasa ingin tahu di bidang biologi dan alam sekitarnya.
Jadwal: Dari Sosialisasi Sampai Panggung Nasional
Bidang Sains bergulir cepat:
- Sosialisasi: 21 Agustus 2026
- Seleksi satuan pendidikan: 22–26 Agustus 2026
- Pendaftaran kabupaten/kota: 27 Agustus–2 September 2026
- Pelaksanaan kabupaten/kota: 7–8 September 2026, pengumuman 12 September 2026
- Pelaksanaan provinsi: 5–6 Oktober 2026, pengumuman 10 Oktober 2026
- Kedatangan peserta nasional & pembukaan: 8–9 November 2026
- Pelaksanaan tingkat nasional: 10–11 November 2026
- Pengumuman & penutupan: 12 November 2026
Bidang Riset punya ritme yang berbeda karena melibatkan proses penelitian sungguhan:
- Pendaftaran & unggah proposal: 22 Agustus–2 September 2026
- Pengumuman hasil penilaian proposal: 7 September 2026
- Presentasi proposal: 9–11 September 2026
- Pembimbingan & pelaksanaan riset: 12 September–20 Oktober 2026
- Presentasi hasil riset: 21–23 Oktober 2026
- Pengumpulan hasil riset & draf artikel: 29–31 Oktober 2026
- Final (presentasi) dan expo: 10–12 November 2026
Siapa yang Boleh Ikut?
Untuk Bidang Sains, syaratnya cukup lugas: WNI, terdaftar di madrasah/sekolah dengan NISN aktif, sesuai jenjang kelas tahun ajaran 2026/2027, dan hanya boleh mengikuti satu bidang kompetisi. Peserta yang melanggar ketentuan otomatis didiskualifikasi oleh sistem.
Untuk Bidang Riset, aturannya lebih ketat, dan ini yang bikin penasaran banyak orang. Peserta:
- Harus siswa MTs kelas VII–VIII atau MA kelas X–XI tahun ajaran 2026/2027
- Belum pernah menjadi juara I OMI pada bidang dan jenjang yang sama
- Wajib melampirkan surat pernyataan keaslian karya dan surat pengantar kepala madrasah
- Bisa mengikuti secara perorangan atau tim (maksimal 3 orang: 1 ketua, 2 anggota) dari madrasah yang sama
- Setiap madrasah dibatasi maksimal lima proposal per ruang lingkup
Yang paling tegas: jika terbukti plagiasi, madrasah asal peserta dilarang mengikuti OMI Riset selama tiga tahun berturut-turut. Sanksi ini menunjukkan betapa seriusnya panitia menjaga orisinalitas karya siswa. Pembimbing pun dibatasi perannya hanya sebagai mentor dan konsultan, dilarang mendikte atau mengintervensi hasil riset siswa.
Jalan Menuju Nasional
Di bidang sains, seleksi berjenjang membuat persaingan makin ketat di setiap level: tiga siswa terbaik satuan pendidikan maju ke kabupaten/kota, tiga terbaik kabupaten/kota maju ke provinsi, dan akhirnya satu peserta terbaik tiap provinsi plus sepuluh peserta terbaik nasional per bidang studi bertarung di panggung puncak. Semua tes dilaksanakan serentak secara daring di titik lokasi yang ditentukan, dengan penilaian oleh tim juri yang ditetapkan Komite OMI Nasional.
Di bidang riset, jalannya lebih menyerupai kompetisi ilmiah sungguhan: proposal disaring, yang lolos dibimbing selama sekitar sebulan, lalu hasilnya dipresentasikan dan diadu di babak final sekaligus dipamerkan dalam expo nasional pada 10–12 November 2026, bertepatan dengan puncak bidang sains.
Bagi siswa madrasah yang gemar riset dan penasaran dengan fenomena di sekitarnya, baik soal keanekaragaman hayati, lingkungan, maupun isu keislaman dan keberlanjutan, OMI Kemenag 2026 bisa jadi panggung pertama untuk membuktikan rasa ingin tahu itu punya nilai. Tinggal soal keberanian: mau ikut atau menonton dari pinggir lapangan?