Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Tingkatan, dan Manfaatnya bagi Kehidupan

Bumi adalah planet yang unik karena keberadaan kehidupan di dalamnya. Dari bakteri mikroskopis di dasar laut hingga pohon raksasa di hutan hujan tropis, variasi kehidupan ini membentuk jaringan rumit yang kita sebut sebagai Keanekaragaman Hayati atau Biodiversitas.

Namun, apa sebenarnya pengertian keanekaragaman hayati? Mengapa ia terbagi menjadi beberapa tingkatan, dan seberapa penting perannya bagi kelangsungan hidup manusia? Artikel ini akan mengupas tuntas dasar-dasar biodiversitas yang wajib Anda ketahui.

Apa Itu Keanekaragaman Hayati?

Keanekaragaman hayati, atau sering disebut biodiversitas, merupakan istilah yang menggambarkan keseluruhan variasi bentuk kehidupan di Bumi. Konsep ini tidak hanya mencakup kekayaan jenis makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, jamur, dan mikroorganisme tetapi juga meliputi keragaman materi genetik yang mereka miliki serta interaksi kompleks dalam ekosistem tempat mereka hidup (Mokodompit et al., 2022).

Secara sederhana, keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah variasi organisme hidup pada berbagai tingkatan, mulai dari gen, spesies, hingga ekosistem, serta proses ekologis di mana mereka menjadi bagiannya. Istilah ini menerangkan kekayaan kehidupan di bumi. Semakin tinggi tingkat biodiversitas di suatu wilayah, semakin stabil dan sehat pula lingkungan tersebut. Indonesia sendiri dikenal sebagai negara megabiodiversitas karena memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa tinggi dibandingkan negara lain.

3 Tingkatan Keanekaragaman Hayati

Secara hierarkis, keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga tingkatan utama: gen, spesies, dan ekosistem. Ketiga tingkatan ini memegang peran krusial dalam menentukan kemampuan adaptasi suatu populasi serta dinamika interaksinya di alam. Dalam pengukurannya, struktur keanekaragaman hayati dibentuk oleh dua komponen dasar, yaitu kekayaan spesies (species richness) dan kemerataan (species evenness) (Mokodompit et al., 2022). Berikut penjelasannya :

Keanekaragaman Tingkat Gen (Genetic Diversity)

Keanekaragaman genetik adalah segala bentuk variasi materi genetik yang terjadi dalam satu jenis spesies. Apa itu Gen?. Perbedaan ini dapat diamati pada dua tingkatan yaitu perbedaan antar individu yang hidup dalam satu kelompok yang sama, serta perbedaan antar kelompok (populasi) yang tinggal di lokasi yang berjauhan (Nurichah et al., 2012).

Contoh : Pada spesies manusia, terdapat variasi warna kulit, bentuk rambut, dan warna mata. Pada tumbuhan, kita mengenal variasi mangga (mangga gadung, mangga manalagi, mangga arumanis) yang semuanya masih satu spesies Mangifera indica.

Gambar 1. Keanekaragaman tingkat Gen antara Mangga gadung, mangga manalagi, mangga arumanis yang masih satu spesies yaitu Mangifera indica

Keanekaragaman Tingkat Jenis (Species Diversity)

Keanekaragaman spesies merujuk pada keragaman berbagai jenis organisme yang hidup bersama dalam suatu lingkungan tertentu. Keanekaragaman tingkat jenis menggambarkan perbedaan-perbedaan yang mencolok antara berbagai spesies yang masih memiliki hubungan kekerabatan dekat (misalnya dalam satu genus atau famili). Perbedaan karakteristik antar-spesies ini muncul akibat adanya kombinasi materi genetik (rekombinasi) yang unik, sehingga menghasilkan variasi bentuk dan sifat yang beragam meskipun mereka berasal dari keluarga yang sama.

Contoh : Dalam keluarga Felidae (kucing-kucingan), terdapat singa, harimau, macan tutul, dan kucing rumahan. Di hutan Sumatera, kita bisa menemukan Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, dan Orangutan yang hidup berdampingan.

Gambar 2. Keanekaragaman tingkat Spesies yang berada dalam satu genus atau family namun berbeda jenis.

Keanekaragaman Tingkat Ekosistem (Ecosystem Diversity)

Keanekaragaman ekosistem adalah variasi bentuk interaksi yang terjadi antara komunitas makhluk hidup (faktor biotik) dengan lingkungan fisiknya (faktor abiotik). Kompleksitas ini mencakup berbagai peran yang dimainkan oleh makhluk hidup (relung), tingkatan dalam rantai makanan (trofik), serta proses-proses penting seperti jaring-jaring makanan dan perputaran materi di lingkungan tersebut.

Contoh: Ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem padang rumput, ekosistem terumbu karang, dan ekosistem gurun.

Gambar 3. Keanekaragaman tingkat Ekosistem

Manfaat Keanekaragaman Hayati bagi Kehidupan

Mengapa kita harus peduli? Keanekaragaman hayati menyediakan jasa ekosistem yang menopang kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

1. Sumber Pangan dan Sandang

Manusia bergantung pada hewan dan tumbuhan untuk makanan. Padi, jagung, gandum, daging sapi, dan ikan adalah produk biodiversitas. Selain itu, bahan pakaian seperti kapas dan sutra juga berasal dari alam.

2. Sumber Obat-obatan

Banyak obat modern berasal dari senyawa tumbuhan atau hewan. Misalnya, kina untuk obat malaria atau pemanfaatan bisa ular untuk penelitian medis. Hutan sering disebut sebagai “apotek hidup” terbesar di dunia.

3. Penyeimbang Lingkungan (Ekologis)

  • Hutan : Berfungsi sebagai paru-paru dunia (penghasil oksigen) dan penyerap karbon untuk mengurangi pemanasan global.
  • Mikroorganisme : Membantu menguraikan limbah organik dan menyuburkan tanah.
  • Mangrove : Mencegah abrasi pantai dan melindungi daratan dari gelombang tinggi.

4. Nilai Estetika dan Ekonomi

Keunikan bentang alam dan kekayaan makhluk hidup memiliki peran strategis dalam memajukan industri pariwisata berbasis alam (ekowisata). Sebagai contoh, tingginya keanekaragaman hayati di kawasan seperti Raja Ampat dan Taman Nasional Komodo menjadi daya tarik utama yang mampu menghasilkan pemasukan ekonomi (devisa) yang sangat besar bagi negara.

Ancaman dan Upaya Pelestarian

Sayangnya, aktivitas manusia seperti penebangan liar, pencemaran, dan perburuan hewan mengancam keberlangsungan biodiversitas. Hilangnya satu spesies kunci dapat menyebabkan runtuhnya keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, upaya pelestarian sangat diperlukan, baik melalui konservasi In Situ (di habitat aslinya, seperti Taman Nasional) maupun Ex Situ (di luar habitat aslinya, seperti Kebun Binatang atau Kebun Raya).

Referensi

  • Mokodompit, R., Kandowangko, N. Y., & Hamidun, M. S. (2022). Keanekaragaman Tumbuhan di Kampus Universitas Negeri Gorontalo Kecamatan Tilong Kabila Kabupaten Bone Bolango. BIOSFER: Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, 7(1), 75–80.
  • Nurichah, E. F., Susantini, E., & Wisanti. (2012). Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis pada Materi Keanekaragaman Hayati. Jurnal Biologi, 1(2), 45–49.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Memahami K3 di Laboratorium Biologi: Simbol Bahan Kimia yang Wajib Kamu Tahu!
Next post Mengenal Sistem Klasifikasi 5 Kingdom: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh