Mengenal Sistem Klasifikasi 5 Kingdom: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh
Pernah nggak sih kalian bertanya-tanya, kenapa jamur (mushroom) itu nggak masuk golongan tumbuhan? Padahal kan sama-sama tumbuh di tanah dan nggak bisa jalan-jalan? Jawabannya ada di Sistem Klasifikasi. Di dunia Biologi, mengelompokkan makhluk hidup itu nggak bisa sembarangan. Kita butuh aturan main biar nggak bingung menamai jutaan spesies yang ada di bumi.
Flashback Dikit: Kenalan sama Bapak Taksonomi (Carolus Linnaeus)
Sebelum kita bedah 5 Kingdom-nya Whittaker, kita wajib “sungkem” dulu sama tokoh legendaris bernama Carolus Linnaeus (lahir 23 Mei 1707 di Råshult, Småland, Swedia / meninggal 10 Januari 1778 di Uppsala, Swedia) adalah seorang naturalis dan penjelajah Swedia yang merupakan orang pertama yang merumuskan prinsip-prinsip untuk mendefinisikan genus dan spesies alami organisme, serta menciptakan sistem penamaan seragam bagi organisme tersebut (tata nama binomial).

Kenapa beliau penting? Karena Linnaeus lah yang pertama kali merapikan sistem penamaan makhluk hidup yang tadinya amburadul.
Sistem 2 Kingdom (Versi Klasik)
Dulu, teknologi belum canggih-canggih amat. Belum ada mikroskop elektron yang super zoom. Jadi, Linnaeus awalnya cuma membagi makhluk hidup jadi dua kubu besar :
- Kingdom Plantae (Tumbuhan) : Segala sesuatu yang diam di tempat dan kaku.
- Kingdom Animalia (Hewan) : Segala sesuatu yang bisa bergerak bebas.
Simpel banget, kan? Pokoknya kalau nggak gerak ya tumbuhan, kalau gerak ya hewan.
Warisan Abadi: Binomial Nomenclature
Selain membagi kingdom, Linnaeus juga mewariskan sistem tata nama ganda atau Binomial Nomenclature (Tata Nama Binomial). Ini aturan main pemberian nama ilmiah yang dipakai seluruh dunia sampai detik ini. Tata Nama Binomial adalah sistem pemberian nama ilmiah pada makhluk hidup menggunakan dua kata dalam bahasa Latin atau yang dilatinkan.
Kata pertama dalam nama tersebut menunjukkan genus organisme, ditulis dengan huruf kapital di awal, sementara kata kedua menunjukkan spesiesnya, ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. Seluruh nama ilmiah ini harus ditulis miring atau digarisbawahi jika ditulis tangan. Sebagai contoh, manusia memiliki nama ilmiah Homo sapiens, di mana Homo merujuk pada genusnya dan sapiens merujuk pada spesiesnya.
Tujuannya apa? Biar orang di Indonesia, Inggris, atau Jepang punya satu nama standar dan nggak salah paham saat ngomongin satu spesies.
Tapi… ada masalah baru! Seiring ditemukannya mikroskop canggih, para ilmuwan mulai pusing. “Loh, ini ada makhluk kecil (bakteri) yang bisa gerak kayak hewan tapi bisa fotosintesis kayak tumbuhan. Masuk mana dong?” “Jamur kok nggak punya klorofil? Masa dipaksa masuk tumbuhan?”
Nah, karena sistem 2 Kingdom Linnaeus dirasa sudah nggak cukup menampung “keanehan” makhluk hidup baru, akhirnya sistem klasifikasi terus berevolusi. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, tokoh-tokoh besar seperti Ernst Haeckel, Robert Whittaker, dan Carl Woese mencoba merumuskan sistem klasifikasi yang lebih luas dan inklusif.

Sistem yang paling populer dan sering banget dipakai di sekolah sampai kuliah adalah Sistem 5 Kingdom yang dicetuskan oleh Robert H. Whittaker pada tahun 1969. Whittaker membagi makhluk hidup berdasarkan tipe sel, cara makan, dan struktur tubuhnya.
Yuk, kita bedah satu per satu kelima kingdom ini biar kalian makin paham dan nggak ketuker lagi!

Kingdom Monera
Kelompok organisme ini memiliki identitas yang sangat jelas: mereka adalah makhluk prokariotik dan uniseluler (bersel tunggal). Apa maksudnya? Secara struktural, mereka sangat sederhana karena tidak memiliki inti sel (nukleus) yang terbungkus membran, dan juga tidak memiliki organel sel yang kompleks seperti makhluk hidup tingkat tinggi.

Variasi Cara Hidup
Meskipun terlihat sederhana, kelompok ini memiliki keragaman yang unik :
- Struktur : Beberapa jenis memiliki dinding sel yang kokoh, sementara yang lainnya tidak memilikinya sama sekali.
- Nutrisi : Akibat perbedaan struktur tersebut, cara mereka bertahan hidup pun berbeda. Ada yang autotrof (mampu membuat makanannya sendiri), namun ada pula yang heterotrof (harus mengambil nutrisi dari lingkungan atau organisme lain).
Contoh Organisme
Siapa saja yang masuk dalam kategori ini? Contoh yang paling umum meliputi Bakteri, Cyanobacteria (bakteri fotosintetik/ganggang biru-hijau), dan Mycoplasma.
Kingdom Protista
Berbeda dengan Monera, organisme yang masuk dalam Kingdom Protista sudah satu tingkat lebih maju. Mereka semua adalah organisme uniseluler (bersel tunggal), namun sudah berstatus eukariotik (memiliki membran inti). Bisa dibilang, mereka adalah bentuk eukariota yang paling sederhana.
Cara Hidup & Bergerak
Fleksibilitas adalah kunci dari kingdom ini. Dalam hal nutrisi, beberapa anggotanya bersifat autotrof (bisa “memasak” makanan sendiri), sementara yang lain bersifat heterotrof. Yang paling menarik adalah cara mereka bepergian. Beberapa organisme dilengkapi dengan alat gerak khusus yang unik, seperti :
- Silia (rambut getar)
- Flagela (bulu cambuk)
- Pseudopodia (kaki semu)
Contoh Organisme
Contoh populer dari kelompok ini meliputi Diatom, serta jenis-jenis Protozoa yang sering kita lihat di mikroskop seperti Amoeba dan Paramecium.
Kingdom Fungi
Organisme dalam kelompok ini memiliki karakteristik yang sangat spesifik, mereka adalah makhluk Eukariotik, Multiseluler, dan bersifat Heterotrof. Karena tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan, mereka tidak bisa membuat makanan sendiri. Lantas, bagaimana mereka bertahan hidup?
1. Gaya Hidup Saprofit
Fungi adalah “pasukan pembersih” alami. Mereka menerapkan pola nutrisi Saprofit, artinya mereka mendapatkan makanan dengan cara menyerap nutrisi dari bahan-bahan organik yang sudah membusuk atau mati.
2. Dinding Sel dari Kitin
Berbeda dengan tumbuhan yang dinding selnya terbuat dari selulosa, dinding sel Fungi tersusun dari zat kuat yang disebut Kitin. Zat ini mirip dengan bahan yang membentuk cangkang kepiting atau serangga!
3. Kemampuan Simbiosis
Fungi bukanlah makhluk yang anti-sosial. Beberapa jenis Fungi diketahui membentuk hubungan simbiosis (kerja sama saling menguntungkan) dengan alga biru-hijau (salah satu contoh hasilnya adalah lumut kerak).
Contoh Organisme
Keluarga Fungi sangat beragam, mulai dari yang mikroskopis hingga yang bisa kita makan, seperti: Yeast (Ragi/Khamir); Mushroom (Jamur makroskopis); Aspergillus (Jamur mikroskopis); Kapang.
Kingdom Plantae
Kingdom ini dihuni oleh organisme yang memiliki identitas” kuat, Plantae adalah makhluk Eukariotik dan Multiseluler yang sel-selnya dilindungi oleh dinding kokoh berbahan selulosa.
Mandiri dengan Fotosintesis
Berbeda dengan Fungi atau Animalia, anggota Kingdom Plantae adalah organisme Autotrof sejati. Mereka adalah koki bagi diri mereka sendiri (dan bagi dunia), mampu mensintesis makanan lewat proses fotosintesis. Singkatnya, semua jenis tumbuhan adalah anggota kingdom ini.
Pembagian Divisi : dari yang Sederhana hingga Kompleks
Dunia tumbuhan sangat beragam. Para ahli membaginya berdasarkan perbedaan struktur tubuh dan ada tidaknya jaringan pembuluh (jaringan pengangkut air/nutrisi). Berikut adalah divisinya :
- Thallophyta (Tumbuhan talus/belum memiliki akar, batang, daun sejati)
- Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
- Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
- Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka)
- Angiospermae (Tumbuhan berbiji tertutup)
Contoh Organisme
Contohnya ada di sekitar kita setiap hari, mulai dari Spirogyra (ganggang hijau), aneka tumbuhan Paku (Ferns), pohon Pinus, hingga pohon Mangga di halaman rumah.
Kingdom Animalia
Kita sampai pada kerajaan terakhir dan yang paling dinamis : Kingdom Animalia. Kelompok ini dihuni oleh organisme Multiseluler dan Eukariotik dengan ciri khas utama: mereka tidak memiliki dinding sel. Karena ketiadaan dinding sel inilah, hewan memiliki fleksibilitas tubuh yang luar biasa dibandingkan tumbuhan.

Para ahli membagi kerajaan ini menjadi banyak Filum. Beberapa di antaranya yang populer adalah: Porifera (Hewan berpori); Coelenterata (Hewan berongga); Arthropoda (Hewan berbuku-buku); Echinodermata (Hewan berkulit duri); Chordata (Hewan bertulang belakang)
Konsumen Sejati
Semua anggota Kingdom Animalia bersifat Heterotrof. Artinya, mereka bergantung sepenuhnya pada organisme lain untuk mendapatkan nutrisi.
Dua Kubu Besar Dunia Hewan: Ada atau Tanpa Tulang Belakang?
Cara paling mudah untuk memetakan Kingdom Animalia adalah dengan melihat satu fitur kunci di punggung mereka yaitu Tulang Belakang. Berdasarkan fitur ini, kerajaan hewan terbelah menjadi dua kelompok besar :
Avertebrata (Invertebrata)
Ini adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Faktanya, sebagian besar hewan di bumi ini masuk dalam kategori ini, lohhh! Tubuh mereka biasanya lunak atau dilindungi oleh rangka luar (eksoskeleton).
Contoh :
- Serangga : Semut, Kupu-kupu, Lebah.
- Hewan Laut Lunak : Ubur-ubur, Cumi-cumi, Gurita.
- Cacing : Cacing tanah, Lintah.
- Hewan Berkulit Duri : Bintang laut, Bulu babi.
Vertebrata
Kelompok ini adalah hewan yang memiliki tulang belakang (kolumna vertebralis). Tulang belakang ini berfungsi sebagai penopang tubuh utama dan pelindung saraf. Hewan-hewan ini biasanya memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks dan ukuran yang lebih besar.
Contoh :
- Mamalia : Gajah Sumatera, Kucing, Orangutan, Manusia.
- Aves (Burung) : Elang, Ayam, Merpati.
- Reptil : Buaya, Ular, Komodo.
- Amfibi : Katak, Salamander.
- Pisces (Ikan) : Ikan Mas, Hiu, Ikan Pari.
Kasus Khusus: Di Mana Posisi Virus?
Mungkin kalian bertanya, “Kenapa Virus tidak dibahas?”
Jawabannya sederhana: Virus tidak termasuk dalam Sistem 5 Kingdom. Alasannya, virus dianggap aseluler (bukan sel hidup). Mereka tidak memiliki struktur sel standar seperti organisme lain dalam sistem ini.
Kesimpulan
Karakteristik Monera Protista Fungi (Jamur) Plantae (Tumbuhan) Animalia (Hewan) Inti Sel (Nukleus) Tidak Ada (Prokariotik) Ada (Eukariotik) Ada (Eukariotik) Ada (Eukariotik) Ada (Eukariotik) Organisasi Sel Uniseluler (kebanyakan) Uniseluler (kebanyakan) Uniseluler dan Multiseluler Multiseluler (kebanyakan) Multiseluler (kebanyakan) Dinding Sel Ada (Peptidoglikan) Terkadang Ada Ada (Kitin) Ada (Selulosa) Tidak Ada Tipe Nutrisi Autotrof; Heterotrof Autotrof; Heterotrof Heterotrof Autotrof Heterotrof Cara Makan Absorpsi (Penyerapan) Absorpsi; Ingesti (Menelan) Absorpsi (Penyerapan) Absorpsi (kebanyakan) Ingesti (kebanyakan) Contoh Archaea; Eubacteria (Bakteri) Protozoa; Alga (Ganggang) Ragi (Khamir); Kapang; Jamur Lumut; Paku; Tumbuhan Berbunga Serangga; Ikan; Burung; Komodo; Orangutan.
Nah, gimana? Udah dapet pencerahan soal pembagian 5 kingdom-nya Whittaker? Sekarang pasti udah kebayang dong bedanya ciri-ciri Animalia, Plantae, Monera, Protista, dan Fungi. Namun, perlu diingat bahwa sistem klasifikasi bersifat dinamis. Pada tahun 1977, ilmuwan Carl Woese menyempurnakan sistem ini menjadi 6 Kingdom dengan memisahkan Monera menjadi dua kelompok berbeda: Archaebacteria dan Eubacteria. Penemuan ini juga melahirkan sistem klasifikasi 3 Domain yang kita kenal sekarang, yaitu Domain Archaea, Domain Bacteria, dan Domain Eukarya. Ternyata, dunia mikroskopis itu jauh lebih kompleks dari yang kita duga lohh…