Jenis, Sumber, Struktur, dan Format Data Biologi

E-Modul Pertemuan 3 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)

Data Punya Bentuk, Wadah, dan Keterangan

Jenis, Sumber, Struktur, dan Format Data Biologi untuk Riset dan Sekolah

BiologiPendidikan Biologi

Jurusan Biologi · FMIPA Universitas Negeri Medan · Semester Ganjil 2026/2027
Penyusun: Eko Prasetya, S.Pd., M.Sc.

Pengantar

Isi, Amplop, dan Alamat

Ba­yang­kan Anda me­ngi­rim surat pen­ting lewat pos. Isinya bisa sangat ber­harga, tetapi surat itu tetap butuh amplop yang tidak robek dan alamat yang di­tu­lis dengan urutan yang benar. Amplop yang salah mem­buat isinya rusak di jalan, se­dang­kan alamat yang ter­ba­lik mem­buat surat tiba di kota lain. Data bio­logi be­kerja dengan cara yang sama. Ada isi (pe­nga­ma­tan, se­kuens, foto), ada wadah (format berkas), dan ada ke­te­ra­ngan yang men­je­las­kan dari mana isi itu be­ra­sal (me­ta­data).

Per­te­muan 1 mem­ba­has hie­rarki data, in­for­masi, dan pe­nge­ta­huan. Di per­te­muan ini per­ha­tian kita ber­ge­ser ke data itu sen­diri: ben­tuk­nya, wa­dah­nya, dan ke­te­ra­ngan­nya. Anda akan be­la­jar me­nge­nali ting­kat struk­tur data, mem­baca format yang paling sering di­pa­kai di bio­logi, me­nu­lis me­ta­data, dan me­mi­lih sumber data yang tepat. Ke­te­ram­pi­lan ini di­pa­kai oleh dua prodi dengan tujuan yang se­di­kit ber­beda, jadi modul ini selalu me­nyan­ding­kan ke­dua­nya.

Riset · Biologi

Anda akan mengumpulkan, menyimpan, dan membagikan data penelitian

Oku­rensi spe­sies, se­kuens, dan citra pre­pa­rat. Fo­kus­nya format yang benar, me­ta­data, li­sensi, dan sitasi.

Sekolah · Pendidikan Biologi

Anda akan mengajarkan siswa mengolah data, sekaligus mengelola data siswa

Data prak­ti­kum, angket, dan nilai. Format dan me­ta­da­ta­nya sama, di­tam­bah izin dan pe­lin­du­ngan data anak.

Bagi calon guru, ala­san­nya ter­tu­lis di ku­ri­ku­lum. Ca­paian Pem­be­la­ja­ran Bio­logi Fase F me­minta siswa “me­ngum­pul­kan serta men­ca­tat data secara sis­te­ma­tis dan akurat” (Ke­men­dik­bu­dris­tek, 2022). Guru perlu me­ngua­sai lebih dulu apa yang akan ia ajar­kan, ter­ma­suk cara me­nyim­pan dan men­je­las­kan data yang di­ca­tat sis­wa­nya.

Catatan: CP terbaru ditetapkan dalam Keputusan Kepala BSKAP 046/H/KR/2025. Cocokkan bunyi kutipan di atas dengan lampiran keputusan itu sebelum dipakai dalam perangkat ajar.

Apersepsi: mana yang bisa langsung dihitung?

Per­ha­ti­kan tiga berkas di bawah ini. Ke­ti­ga­nya be­ra­sal dari ke­gia­tan bio­logi yang biasa, tetapi tidak se­mua­nya bisa lang­sung Anda olah dengan rumus. Tebak dulu se­be­lum mem­buka pem­ba­ha­san.

daun.jpg
IMG_0421 · lapangan
Data visual / gambar
Foto daun hasil pengamatan lapangan.
praktikum.xlsx
ABC
1SpesimenPanjang (cm)Lebar (cm)
2Spesimen 11.71.0
3Spesimen 22.31.3
4Spesimen 33.81.4
5Spesimen 44.41.5
6Spesimen 52.21.9
7Spesimen 63.51.3
8Spesimen 74.81.2
9Spesimen 81.71.3
Data kuantitatif
Tabel Excel hasil praktikum, satu baris per pengamatan.
sampel_COI.fasta
>UNIMED_S01_COI
ATGGCATCAACTTTATACTT
CATCTTCGGTGCTTGAGCAG
GAATAGTAGGAACTTCTTTA
…
Bioinformatika
Data sekuens DNA (gen COI) dalam format FASTA.
Gambar 1. Tiga berkas untuk apersepsi. Nilai tabel dan sekuens ilustratif, bukan data GenBank.
Lihat pembahasan

Tabel Excel bisa lang­sung di­hi­tung karena baris dan ko­lom­nya tetap (ter­struk­tur). Berkas FASTA punya pe­nanda, yaitu tanda > di baris judul, tetapi bukan tabel (semi-ter­struk­tur). Foto daun tidak punya skema sama sekali dan perlu diberi ano­tasi atau me­ta­data dulu (tidak ter­struk­tur). Ketiga is­ti­lah ini di­ba­has di Bab 1.

Studi Kasus Mini · Aga dan Unduhan yang BerantakanKisah rekaan untuk ilustrasi

Aga, ma­ha­siswa Bio­logi se­mes­ter tiga, me­ngun­duh data oku­rensi ikan Ras­bora di Su­ma­tera Utara dari GBIF untuk tugas ke­lom­pok. Ia meng­klik dua kali berkas yang be­ra­khi­ran .csv itu, dan Excel me­nam­pil­kan isian yang me­num­puk tidak be­ra­tu­ran. Nama be­be­rapa pen­ca­tat yang me­ma­kai huruf se­perti ö juga be­ru­bah men­jadi simbol aneh. Aga me­ra­pi­kan­nya dengan tangan, me­nyim­pan ha­sil­nya se­ba­gai .xlsx, lalu meng­ha­pus berkas .zip asli karena merasa sudah tidak perlu. Dua minggu ke­mu­dian do­sen­nya ber­ta­nya, “DOI un­du­hanmu apa?”, dan Aga tidak bisa men­ja­wab.

Di kelas se­be­lah, Melfi dari Pen­di­di­kan Bio­logi sedang PLP. Ia me­ngum­pul­kan data tinggi ke­cam­bah dari tiga kelas lewat Google Forms, leng­kap dengan nama siswa, lalu be­ren­cana mem­ba­gi­kan ta­bel­nya ke grup chat ke­lom­pok prak­ti­kum agar semua bisa mem­bantu me­ngo­lah.

Apa saja yang perlu di­per­baiki Aga dan Melfi? Simpan dulu ja­wa­ban Anda. Kita kem­bali ke mereka di Pojok Re­fleksi, se­te­lah Anda punya alat­nya.

“Isi yang benar dalam amplop yang salah tetap bisa tiba dalam keadaan rusak.”
Poin Penting
  • Per­te­muan 3 ber­fo­kus pada bentuk, wadah, dan ke­te­ra­ngan data, bukan lagi hie­rarki data dan pe­nge­ta­huan.
  • Konsep yang sama di­pa­kai dua prodi: ma­ha­siswa Bio­logi untuk data pe­ne­li­tian, ma­ha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi untuk data pem­be­la­ja­ran dan data siswa.
  • Lima topik modul ini: jenis dan struk­tur data, format berkas, me­ta­data dan etika data, sumber data, serta prak­tik mem­buka dan mem­baca berkas.
Bab 1

Jenis dan Struktur Data: Dari Skema Kaku sampai Tanpa Skema

1.1 Data sebagai bukti ilmiah

Chap­man (2005) me­ngi­ngat­kan satu hal yang mudah ter­lupa: ca­ta­tan ke­be­ra­daan spe­sies bisa men­jadi satu-sa­tu­nya bukti bahwa spe­sies itu pernah hidup di ha­bi­tat yang kini sudah hilang. Hutan bisa be­ru­bah men­jadi kebun, sungai bisa di­lu­rus­kan, tetapi baris data yang di­ca­tat dengan baik tetap ber­ce­rita. Karena itu, cara data di­sim­pan dan di­je­las­kan sama pen­ting­nya dengan cara data di­kum­pul­kan. Pe­nga­ma­tan yang di­ker­ja­kan dengan teliti di la­pa­ngan bisa ke­hi­la­ngan ni­lai­nya hanya karena ber­kas­nya rusak atau tidak ada yang tahu arti ko­lom­nya.

1.2 Tiga tingkat struktur

Data bisa di­tem­pat­kan pada sebuah ren­tang, dari yang ber­skema kaku sampai yang tidak ber­skema sama sekali. Data ter­struk­tur ter­su­sun dalam baris dan kolom tetap, dengan satu jenis nilai per kolom, se­hingga bisa lang­sung di­hi­tung di spread­sheet. Data semi-ter­struk­tur punya pe­nanda se­perti tag, kunci, atau simbol, tetapi tidak ber­ben­tuk tabel kaku. Data tidak ter­struk­tur tidak punya skema dan perlu ano­tasi atau me­ta­data se­be­lum dia­na­li­sis.

Terstruktur
IDSpesimenPL
S01Spesimen 11.71.0
S02Spesimen 22.31.3
S03Spesimen 33.81.4
S04Spesimen 44.41.5
S05Spesimen 52.21.9
Baris dan kolom tetap, satu jenis nilai per kolom. Langsung bisa dihitung di spreadsheet.
Contoh: tabel hasil praktikum, unduhan GBIF format Simple (50 kolom tetap), data BPS.
Semi-terstruktur
{“kunci”: “nilai”}
JSON
<tag>isi</tag>
XML
>judul_sekuens
FASTA
Punya penanda (tag, kunci, simbol), tetapi tidak berbentuk tabel kaku.
Contoh: JSON dari API GBIF, XML metadata, berkas FASTA dan FASTQ, GeoJSON.
Tidak terstruktur
Foto preparat
Rekaman suara
Catatan lapangan
Video perilaku
Tidak punya skema. Perlu anotasi atau metadata sebelum dianalisis.
Contoh: foto preparat mikroskop, rekaman suara burung, catatan lapangan bebas, video perilaku.
Skema kaku
Tanpa skema
Gambar 2. Tiga tingkat struktur data sebagai rentang. Diringkas dari modul TILDA P3; nilai tabel ilustratif.

Ketiga ting­kat ini muncul di la­bo­ra­to­rium riset maupun di kelas. Tabel di bawah me­nyan­ding­kan con­toh­nya. Per­ha­ti­kan bahwa ekspor dari apli­kasi yang di­pa­kai guru setiap hari pun bisa di­go­long­kan dengan cara yang sama.

TingkatContoh riset (Biologi)Contoh sekolah (Pendidikan Biologi)
TerstrukturTabel Darwin Core unduhan GBIF; tabel hitungan genRespons Google Forms (.csv); nilai Google Classroom (.csv)
Semi-terstrukturMetadata EML (XML); berkas FASTA dan FASTQEkspor buku nilai Moodle dalam format XML
Tidak terstrukturCatatan lapangan bebas; foto preparat mikroskopJawaban esai “jelaskan pengamatanmu”; foto kegiatan praktikum
Sumber: modul TILDA P3; halaman bantuan resmi Google Forms, Google Classroom, dan MoodleDocs.

Satu berkas bahkan bisa memuat dua ting­kat se­ka­li­gus. Kolom isian bebas di Google Forms adalah teks tidak ter­struk­tur yang ter­sim­pan di dalam tabel CSV yang ter­struk­tur. Saat me­nga­na­li­sis angket, kolom se­perti itu perlu dibaca dan di­ko­de­kan dulu se­be­lum bisa di­hi­tung.

1.3 Struktur bergantung pada tahap pengolahan

Ting­kat struk­tur bukan sifat yang me­le­kat se­la­ma­nya pada data. Satu berkas FASTQ ber­si­fat semi-ter­struk­tur karena berisi bacaan se­kuens mentah dengan pe­nanda di setiap re­ka­man. Se­te­lah bacaan se­kuens di­hi­tung per gen, ha­sil­nya men­jadi tabel ter­struk­tur yang bisa dibuka di Excel. Dengan kata lain, data yang sama bisa ber­pin­dah ting­kat, dan tujuan akhir­nya hampir selalu tabel yang rapi dan siap di­hi­tung.

1Semi-terstruktur@UNIMED_read001
ACGTTAGCCATG
+
IIIIIHHG?5#!
Berkas FASTQ: bacaan sekuens mentah.
2Hitung bacaan per genSetiap bacaan dipetakan ke gen asalnya, lalu dijumlahkan per sampel.
3Terstrukturgen, sampel_1, sampel_2
gen_A, n, n
gen_B, n, n
Tabel hitungan gen; n = jumlah bacaan.
Gambar 3. Data yang sama berpindah tingkat struktur. Isi tabel ditulis n karena ini contoh bentuk, bukan data sungguhan.

1.4 Bentuk tabel yang ideal: tidy data

Wic­kham (2014) me­na­mai bentuk tabel yang paling mudah diolah se­ba­gai tidy data. Atu­ran­nya tiga: setiap va­ria­bel satu kolom, setiap pe­nga­ma­tan satu baris, dan setiap jenis unit pe­nga­ma­tan satu tabel. Aturan ini ter­de­ngar sepele, tetapi banyak tabel yang kita temui sehari-hari me­lang­gar­nya karena di­su­sun untuk enak dibaca, bukan untuk di­hi­tung.

Contoh yang paling sering adalah tabel sta­tis­tik ber­ben­tuk lebar, mi­sal­nya tabel BPS yang men­ja­di­kan tahun se­ba­gai judul kolom. Pada bentuk lebar, nilai tahun (2023, 2024) ter­sim­pan se­ba­gai nama kolom, pa­da­hal tahun adalah va­ria­bel. Bentuk tidy me­min­dah­kan­nya men­jadi satu kolom Tahun se­hingga setiap baris be­rarti satu ka­bu­pa­ten pada satu tahun.

Bentuk lebar

Kabupaten20232024
Langkatab
Deli Serdangcd

Bentuk tidy

KabupatenTahunLuas hutan
Langkat2023a
Langkat2024b
Deli Serdang2023c
Deli Serdang2024d
Gambar 4. Tahun “turun” dari judul kolom menjadi satu kolom. Huruf a sampai d mewakili nilai, bukan data sungguhan. Aturan tidy dari Wickham (2014).
Biologi

Tabel lapangan

Jangan mem­buat kolom ter­pi­sah untuk setiap sta­siun pe­nga­ma­tan. Buat kolom sta­siun, lalu satu baris untuk setiap in­di­vidu atau setiap pe­ngu­ku­ran.

Pendidikan Biologi

Tabel praktikum siswa

Saat me­ran­cang LKPD, se­dia­kan kolom per­la­kuan dan kolom hari pe­nga­ma­tan, bukan kolom “Hari 1”, “Hari 2”, “Hari 3” yang ber­ja­jar ke kanan.

1.5 Data khusus dalam biologi

Selain tabel biasa, bio­logi punya be­be­rapa jenis data khusus dengan format ba­ku­nya sen­diri. Oku­rensi bio­di­ver­si­tas adalah jenis yang paling sering di­pa­kai ma­ha­siswa bio­logi la­pa­ngan, dan stan­dar­nya, Darwin Core, akan di­ba­has lagi di Bab 3.

JenisPenjelasanFormat umum
Spasial vektorTitik, garis, poligon. Cocok untuk lokasi temuan, batas kawasan, jalur transek.Shapefile (minimal .shp, .shx, .dbf, ditambah .prj untuk proyeksi), GeoJSON
Spasial rasterGrid sel bernilai. Cocok untuk tutupan lahan, NDVI, data iklim.GeoTIFF
Citra digitalFoto spesimen, preparat, gel elektroforesis. TIFF dipilih karena kompresinya tidak merusak data dan kedalaman bitnya tinggi.TIFF, OME-TIFF (menyimpan metadata mikroskop), JPEG untuk dokumentasi
OmicsGenomik (DNA), transkriptomik (RNA), proteomik (protein). Volumenya besar.FASTQ (bacaan mentah), FASTA (sekuens), tabel hitungan gen (CSV/TSV), mzML (proteomik)
Okurensi biodiversitasCatatan “spesies X ditemukan di Y pada tanggal Z oleh W, dengan bukti B”.Tabel Darwin Core, Darwin Core Archive
Sumber: modul TILDA P3.

1.6 Kesalahan GeoJSON yang paling sering: koordinat terbalik

Data spa­sial punya je­ba­kan kecil yang aki­bat­nya besar. Stan­dar GeoJSON (RFC 7946) me­nu­lis koor­di­nat dengan urutan [bujur, lin­tang], sama se­perti me­nu­lis titik (x, y) pada grafik: sumbu men­da­tar dulu, baru sumbu tegak. Kota Medan berada di se­ki­tar 3,59° LU dan 98,67° BT, jadi pe­nu­li­san yang benar adalah [98.67, 3.59].

Benar

“coordinates”: [98.67, 3.59]

Bujur 98,67 (x) lalu lintang 3,59 (y).

Salah

“coordinates”: [3.59, 98.67]

Terbaca lintang 98,67°, padahal lintang hanya berkisar -90 sampai 90.

Gambar 5. Urutan koordinat GeoJSON menurut RFC 7946. Di tabel Darwin Core, kolomnya terpisah: decimalLatitude = 3.59 dan decimalLongitude = 98.67.
Perhatian

Se­be­lum mem­ba­gi­kan berkas GeoJSON, buka di peta dan pas­ti­kan ti­tik­nya jatuh di tempat yang benar. Titik Medan yang muncul di luar ren­tang lin­tang yang mung­kin atau di tengah sa­mu­dra adalah tanda urutan koor­di­nat ter­tu­kar.

Tips dan Trik
  • Ingat sumbu grafik: x (bujur) dulu, baru y (lin­tang).
  • Saat me­nya­lin tabel dari la­po­ran atau buku, pe­riksa apakah ada nilai yang di­sim­pan se­ba­gai judul kolom. Jika ada, ubah dulu ke bentuk tidy.
  • Kolom isian bebas di angket perlu di­ko­de­kan dulu se­be­lum di­hi­tung. Catat aturan pe­ngo­dean­nya agar orang lain bisa me­ngu­la­ngi­nya.
Poin Penting
  • Ca­ta­tan ke­be­ra­daan spe­sies bisa men­jadi satu-sa­tu­nya bukti bahwa spe­sies itu pernah hidup di ha­bi­tat yang kini hilang, jadi pe­nyim­pa­nan dan ke­te­ra­ngan­nya sama pen­ting­nya dengan pe­ngum­pu­lan­nya (Chap­man, 2005).
  • Struk­tur data adalah ren­tang: ter­struk­tur, semi-ter­struk­tur, dan tidak ter­struk­tur. Satu berkas bisa memuat lebih dari satu ting­kat.
  • Struk­tur be­ru­bah sesuai tahap pe­ngo­la­han; tar­get­nya tabel tidy (Wic­kham, 2014).
  • GeoJSON me­nu­lis [bujur, lin­tang].
Jeda Sejenak

Ambil satu tabel dari la­po­ran prak­ti­kum Anda sen­diri. Apakah tabel itu tidy? Jika belum, kolom mana yang se­be­nar­nya me­nyim­pan nilai sebuah va­ria­bel?

Bab 2

Format Berkas: Setiap Wadah Punya Aturan

Setiap format berkas punya spe­si­fi­kasi, se­ma­cam tata bahasa yang me­nen­tu­kan ba­gai­mana isi harus di­tu­lis dan dibaca. Pro­gram yang mem­buka berkas me­ngi­kuti tata bahasa itu. Jika kita tidak tahu atu­ran­nya, kita bisa salah mem­baca isi berkas, atau lebih buruk lagi, me­ru­sak­nya tanpa sadar saat mem­buka dan me­nyim­pan ulang. Bab ini mem­ba­has format yang paling sering Anda temui: CSV dan TSV, XLSX, JSON, XML, FASTA, dan FASTQ, di­tam­bah format data dari kelas sen­diri.

2.1 CSV dan TSV: teks polos berpemisah

CSV (comma-separated values) adalah teks polos dengan koma se­ba­gai pe­mi­sah kolom. Spe­si­fi­ka­si­nya, RFC 4180, me­nga­tur tiga hal pokok: satu re­ka­man per baris, baris judul boleh ada, dan isian yang me­ngan­dung koma atau tanda kutip harus diapit tanda kutip ganda. Tanda kutip yang muncul di dalam isian di­tu­lis dua kali. Karena berupa teks polos, CSV bisa dibuka dengan No­te­pad, Excel, R, atau pro­gram lain tanpa pe­rang­kat lunak khusus.

occurrenceID,scientificName,decimalLatitude,decimalLongitude,eventDate,locality
UNIMED-BIO-0001,Rasbora sumatrana,3.5652,98.6560,2026-03-14,"Sungai Deli, Medan"
UNIMED-BIO-0002,Barbodes binotatus,3.5701,98.6612,2026-03-14,"Sungai Deli, ""titik 2"""

1 · Satu baris

Satu rekaman per baris. Baris judul (kuning) boleh ada.

2 · Kutip ganda

“Sungai Deli, Medan” diapit tanda kutip karena berisi koma.

3 · Kutip di dalam isian

Ditulis dua kali: “”titik 2″”.

Gambar 6. Contoh 3.1, CSV yang valid. Data ilustratif. Aturan dari RFC 4180 (Shafranovich, 2005).

TSV me­ma­kai tab se­ba­gai pe­mi­sah, se­hingga aman untuk nama lokasi yang me­ngan­dung koma. Ada satu hal yang sering me­nge­coh: un­du­han GBIF format “Simple” se­be­nar­nya ber­pe­mi­sah tab wa­lau­pun nama ber­kas­nya be­ra­khi­ran .csv. Inilah se­bab­nya berkas itu tampak be­ran­ta­kan bila dibuka dengan klik dua kali, dan cara mem­bu­ka­nya yang benar di­ba­has di Prak­tik C1.

2.2 XLSX: praktis, tetapi bisa mengubah isi

XLSX adalah paket zip berisi berkas-berkas XML (stan­dar ECMA-376). For­mat­nya men­du­kung banyak sheet, rumus, dan va­li­dasi, dengan batas 1.048.576 baris per sheet. Ke­le­ma­han­nya ada pada ke­bia­saan Excel me­ngu­bah isian secara oto­ma­tis. Zie­mann, Eren, dan El-Osta (2016) me­ne­mu­kan nama gen se­perti SEPT2 dan MARCH1 be­ru­bah men­jadi tang­gal di berkas lam­pi­ran pada se­ki­tar se­per­lima ar­ti­kel yang memuat daftar gen.

Yang diketik

SEPT2
MARCH1

Yang disimpan Excel

2-Sep
1-Mar

Nama gen berubah menjadi nilai tanggal.

Artikel berdaftar gen dengan lampiran rusak± 1 dari 5
0semua artikel
Gambar 7. Konversi otomatis di Excel. Proporsi “sekitar seperlima” dari Ziemann dkk. (2016). Tampilan tanggal (2-Sep, 1-Mar) bisa berbeda menurut pengaturan regional.

Ma­sa­lah ini begitu luas se­hingga komite no­men­kla­tur gen ma­nu­sia akhir­nya meng­ganti nama be­be­rapa gen, mi­sal­nya SEPT1 men­jadi SEPTIN1 (Bru­ford dkk., 2020). Ketika sebuah komite in­ter­na­sio­nal me­ngu­bah nama gen demi me­nye­suai­kan diri dengan pe­ri­laku spread­sheet, pe­san­nya jelas bagi kita: simpan data mentah juga dalam CSV, dan jangan ja­di­kan XLSX satu-sa­tu­nya sa­li­nan.

2.3 JSON dan XML: data sama, wadah berbeda

JSON (RFC 8259) ter­su­sun dari objek { } yang berisi pa­sa­ngan nama dan nilai, serta larik [ ] untuk daftar. For­mat­nya di­pa­kai luas oleh API, ter­ma­suk API GBIF dan NCBI. XML me­ma­kai elemen ber­sa­rang dengan tag pem­buka dan pe­nu­tup, dan di­pa­kai untuk me­ta­data EML serta re­ka­man PubMed. Ban­ding­kan kedua contoh di bawah dengan baris CSV di Gambar 6: da­ta­nya sama, wa­dah­nya ber­beda.

JSON

{
  "occurrenceID": "UNIMED-BIO-0001",
  "scientificName": "Rasbora sumatrana",
  "decimalLatitude": 3.5652,
  "decimalLongitude": 98.6560,
  "eventDate": "2026-03-14",
  "basisOfRecord": "HumanObservation",
  "individualCount": 12
}

XML

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<occurrence id="UNIMED-BIO-0001">
  <scientificName>Rasbora sumatrana</scientificName>
  <eventDate>2026-03-14</eventDate>
  <basisOfRecord>HumanObservation</basisOfRecord>
</occurrence>
Gambar 8. Contoh 3.2 dan 3.3. Kuning menandai bagian struktur: nama kunci di JSON, tag di XML. Data ilustratif.

2.4 FASTA: baris judul, lalu sekuens

Satu re­ka­man FASTA ter­diri atas baris judul yang dia­wali tanda >, lalu satu atau lebih baris se­kuens. Se­kuen­snya boleh me­nyam­bung di be­be­rapa baris. For­mat­nya se­der­hana dan mudah dibaca dengan editor teks biasa, tetapi FASTA tidak me­nyim­pan in­for­masi kua­li­tas. Karena itu, data mentah yang keluar lang­sung dari mesin se­kuen­sing me­ma­kai format lain, yaitu FASTQ.

>UNIMED_S01_COI_ilustratif Rasbora sp. fragmen COI (contoh mengajar)
ATGGCACACCCTACAATAGGAACCCTATACTTTATTTTCGGAGCATGAGCCGGAATAGTA
GGAACCGCCCTAAGCCTACTTATTCGAGCAGAACTCAGCCAGCCAGGAGCCCTGCTAGG
Contoh 3.4. Baris kuning = baris judul. Sekuens ilustratif, bukan data GenBank.

2.5 FASTQ dan skor kualitas Phred

FASTQ adalah format baku ke­lua­ran mesin se­kuen­sing (Cock dkk., 2010). Setiap re­ka­man ter­diri atas empat baris: judul yang dia­wali @, se­kuens, baris +, dan string kua­li­tas. Pan­jang string kua­li­tas wajib sama dengan pan­jang se­kuens, karena setiap basa punya tepat satu ka­rak­ter kua­li­tas. Pada contoh di bawah, ke­dua­nya sama-sama 12 ka­rak­ter.

@UNIMED_read001 contoh ilustratif   baris 1 · judul
ACGTTAGCCATG                        baris 2 · sekuens
+                                   baris 3 · pemisah
IIIIIHHG?5#!                        baris 4 · kualitas
Posisi123456789101112
BasaACGTTAGCCATG
KualitasIIIIIHHG?5#!
Gambar 9. Contoh 3.5, satu rekaman FASTQ. Setiap basa sejajar dengan satu karakter kualitas (12 = 12). Data ilustratif.

Setiap ka­rak­ter kua­li­tas me­wa­kili skor Phred Q, dengan rumus Q = -10 log10(P), dan P adalah pe­luang basa itu salah baca. Pada pe­ngo­dean Sanger atau Phred+33, yang juga di­pa­kai Il­lu­mina 1.8 ke atas, Q sama dengan kode ASCII ka­rak­ter di­ku­ra­ngi 33. Ambil ka­rak­ter I se­ba­gai contoh: kode ASCII-nya 73, jadi Q = 73 – 33 = 40, dan P = 10-40/10 = 0,0001.

KarakterASCIIQPeluang salah baca
I73400,0001 (1 dari 10.000)
?63300,001 (1 dari 1.000)
553200,01 (1 dari 100)
#352sekitar 0,63
!3301 (pasti salah)
Sumber: modul TILDA P3; Cock dkk. (2010). Setiap naik 10 poin Q, peluang salah turun 10 kali.

Pola pada contoh ini, kua­li­tas tinggi di awal lalu turun di ujung 3′, adalah pola khas bacaan se­kuen­sing. Itulah se­bab­nya ujung bacaan bia­sa­nya di­pang­kas se­be­lum ana­li­sis. Anda akan meng­hi­tung sen­diri skor Q se­lu­ruh string ini di Prak­tik C4.

2.6 Format data dari kelas sendiri

Se­ko­lah · Pen­di­di­kan Bio­logi Guru juga be­ru­ru­san dengan format berkas setiap minggu, hanya saja wa­dah­nya datang dari apli­kasi kelas. Me­nge­nali for­mat­nya mem­bantu calon guru me­mi­lih cara me­ngo­lah dan me­nyim­pan data siswa.

AplikasiFormat eksporYang perlu diketahui
Google Forms.csv, atau ditautkan ke Google SheetsBaris CSV tidak diurutkan menurut waktu pengisian.
Google Classroom.csv, atau Google SheetsNilai satu tugas atau seluruh kelas. Unduhan CSV hanya tersedia di versi komputer.
MoodleExcel, ODS, teks, XMLBuku nilai bisa diekspor ke empat format. Ekspor XML adalah contoh data semi-terstruktur.
Sumber: Google Docs Editors Help, Google Classroom Help, MoodleDocs (Grade export). Jika LMS kampus atau sekolah Anda bukan Moodle, periksa menu ekspornya sendiri.
Perhatian

Semua ekspor di atas masih memuat nama siswa. Ban­ding­kan dengan data PISA dan TIMSS: data per siswa di­ri­lis se­te­lah dia­no­nim­kan, dalam format SPSS dan SAS (TIMSS 2023 juga R), leng­kap dengan codebook yang men­je­las­kan setiap va­ria­bel. Cara me­nya­mar­kan data siswa di­ba­has di Bab 3.

Tips dan Trik
  • Buka CSV di No­te­pad dulu bila ragu. Anda akan me­li­hat pe­mi­sah yang se­be­nar­nya (koma, titik koma, atau tab) se­be­lum Excel me­naf­sir­kan­nya.
  • Kolom berisi kode se­perti nama gen, NIS, atau kode sta­siun se­baik­nya diatur se­ba­gai teks se­be­lum data diim­por, agar tidak diubah men­jadi tang­gal atau angka.
  • Simpan satu sa­li­nan mentah dalam CSV, lalu ker­ja­kan pe­ngo­la­han di sa­li­nan lain.
Poin Penting
  • CSV: kutip ganda untuk isian yang berisi koma; TSV aman untuk nama ber­koma. Un­du­han GBIF Simple ber­pe­mi­sah tab walau be­ra­khi­ran .csv.
  • XLSX bisa me­ngu­bah isi, mi­sal­nya nama gen men­jadi tang­gal (Zie­mann dkk., 2016). Simpan data mentah juga dalam CSV.
  • JSON dan XML mem­bawa data yang sama dengan pe­nanda ber­beda.
  • FASTA tidak me­nyim­pan kua­li­tas; FASTQ me­nyim­pan­nya dengan satu ka­rak­ter per basa. Q = ASCII – 33 pada Phred+33.
Jeda Sejenak

Berkas apa saja yang Anda simpan dalam XLSX tanpa sa­li­nan CSV? Adakah kolom di da­lam­nya yang berisi kode yang bisa diubah Excel men­jadi tang­gal?

Bab 3

Metadata, Lisensi, dan Etika Data

Kem­bali ke surat di Pe­ngan­tar. Isi dan amplop sudah kita bahas, se­ka­rang gi­li­ran alamat dan pe­rangko. Me­ta­data adalah ke­te­ra­ngan yang mem­buat data bisa di­te­mu­kan dan di­pa­kai ulang. Li­sensi men­ja­wab siapa boleh me­ma­kai data itu dan dengan syarat apa. Etika data me­ngi­ngat­kan bahwa di balik se­ba­gian data ada pihak yang bisa di­ru­gi­kan bila da­ta­nya ter­se­bar: spe­sies yang diburu, atau siswa yang iden­ti­tas­nya ter­buka.

3.1 Metadata: data tentang data

Me­ta­data men­ja­wab enam per­ta­nyaan ten­tang sebuah da­ta­set: siapa yang me­ngum­pul­kan, apa yang di­kum­pul­kan, di mana, kapan, ba­gai­mana ca­ra­nya, dan dengan li­sensi apa. Tanpa me­ta­data, angka di tabel tidak bisa di­pa­kai ulang karena tidak ada yang tahu cara angka itu di­pe­ro­leh. Ba­yang­kan me­ne­mu­kan tabel berisi kolom “t1, t2, t3” di folder lama: tanpa ke­te­ra­ngan, Anda tidak tahu apakah itu tinggi ta­na­man, suhu, atau waktu.

Siapa

Pengumpul dan kontaknya.

Apa

Variabel, satuan, dan arti setiap kolom.

Di mana

Lokasi dan koordinat pengambilan data.

Kapan

Tanggal atau rentang waktu, sebaiknya format ISO 8601.

Bagaimana

Metode, alat, dan prosedur.

Lisensi apa

Hak pakai ulang dan syaratnya.

Gambar 10. Enam pertanyaan yang dijawab metadata. Diringkas dari modul TILDA P3.

3.2 Standar metadata dalam biologi

Agar ke­te­ra­ngan bisa dibaca mesin dan di­pa­hami pe­ne­liti lain, bio­logi me­ma­kai be­be­rapa stan­dar me­ta­data. Masing-masing dibuat untuk jenis data yang ber­beda. Stan­dar yang paling dekat dengan Anda adalah baris te­ra­khir, yaitu README dan kamus data untuk proyek sen­diri.

StandarMenjelaskanContoh isi
Darwin Core (TDWG)Setiap rekaman okurensiscientificName, eventDate, decimalLatitude, decimalLongitude, basisOfRecord, countryCode, recordedBy
Dublin CoreSumber daya umum (dokumen, dataset)15 elemen: title, creator, subject, description, publisher, contributor, date, type, format, identifier, source, language, relation, coverage, rights
EMLDataset ekologi secara keseluruhanJudul, abstrak, cakupan geografis, waktu, dan taksonomi, metode, lisensi, deskripsi kolom
MIxSSampel sekuens genom, metagenom, gen penandaTanggal koleksi, lokasi geografis, koordinat, deskripsi lingkungan
README + kamus dataProyek mahasiswaJudul, kontak, metode, daftar berkas, satuan, kode nilai kosong, lisensi
Sumber: modul TILDA P3; Wieczorek dkk. (2012) untuk Darwin Core.

3.3 Istilah Darwin Core yang wajib dikenal

Darwin Core di­pa­kai pada data GBIF yang akan Anda unduh di Prak­tik C1, jadi be­be­rapa is­ti­lah­nya perlu di­ke­nali sejak se­ka­rang. Coba hu­bung­kan dengan contoh JSON di Bab 2: basisOfRecord = HumanObservation, eventDate = 2026-03-14, decimalLatitude = 3.5652, dan decimalLongitude = 98.6560.

IstilahMakna dan aturan
basisOfRecordJenis bukti. Kosakata terkendali: PreservedSpecimen, HumanObservation, MachineObservation, MaterialSample, LivingSpecimen, FossilSpecimen.
eventDateTanggal kejadian, disarankan ISO 8601: 2026-03-14 atau rentang 2026-03-14/2026-03-16.
decimalLatitudeLintang dalam derajat desimal, -90 sampai 90, positif ke utara.
decimalLongitudeBujur dalam derajat desimal, -180 sampai 180, positif ke timur.
coordinateUncertaintyInMetersJari-jari lingkaran terkecil yang mencakup lokasi, dalam meter. Nilai nol tidak sah.
countryCodeKode ISO 3166-1 alpha-2. Indonesia = ID.
stateProvinceWilayah administratif di bawah negara, misalnya Sumatera Utara.
scientificNameNama ilmiah lengkap, termasuk author dan tahun jika diketahui.
recordedByNama pencatat. Lebih dari satu nama dipisah tanda | (garis tegak).
Sumber: TDWG Darwin Core list of terms (dwc.tdwg.org/terms) dan dokumentasi format unduhan GBIF.

3.4 Padanan Darwin Core di sisi pendidikan

Se­ko­lah · Pen­di­di­kan Bio­logi Dunia pen­di­di­kan punya “sau­dara” Darwin Core. Sumber be­la­jar se­perti LKPD, video, dan modul ajar bisa di­je­las­kan dengan LRMI, yang di­ke­lola DCMI dan me­ma­kai ko­sa­kata schema.org. Data pe­ne­li­tian pen­di­di­kan, mi­sal­nya data PTK, angket, dan nilai, di­je­las­kan dengan codebook dan README. Co­de­book memuat nama va­ria­bel, teks per­ta­nyaan, kode nilai, dan kode data hilang.

Riset · Biologi

Darwin Core

Rekaman okurensi.

EML

Dataset ekologi.

Sekolah · Pend. Biologi

LRMI / schema.org

Sumber belajar: LKPD, video, modul ajar.

Codebook + README

Data PTK, angket, nilai.

Contoh metadata sebuah LKPD

"@type": "LearningResource",
"name": "LKPD Ekosistem Halaman Sekolah",
"learningResourceType": "activity plan",
"educationalLevel": "Fase E, Kelas X",
"teaches": "[tujuan pembelajaran]",
"timeRequired": "PT90M",
"inLanguage": "id",
"license": "CC BY 4.0"
Gambar 11. Darwin Core dan EML di sisi riset, LRMI dan codebook di sisi pendidikan. Contoh pengisian LKPD ilustratif; PT90M = 90 menit dalam format durasi ISO 8601. Pemetaan LKPD ke “activity plan” adalah contoh, bukan profil resmi Kemendikdasmen.

3.5 Cek lisensi sebelum memakai ulang

Data dan bahan ajar yang mudah diun­duh belum tentu boleh di­pa­kai ulang sesuka hati. Se­be­lum me­ma­kai se­suatu, ajukan tiga per­ta­nyaan: siapa pe­me­gang haknya, apa li­sen­si­nya, dan apa sya­rat­nya. Contoh dari dua prodi di bawah me­nun­juk­kan bahwa li­sensi me­nen­tu­kan data mana yang bisa me­nga­lir ke re­po­si­tori dan bahan mana yang boleh diubah.

Riset · Biologi

Dari iNaturalist ke GBIF

Hanya pe­nga­ma­tan Re­search Grade dengan li­sensi CC0, CC BY, atau CC BY-NC yang di­ba­gi­kan ke GBIF. Pe­nga­ma­tan ber­li­sensi CC BY-SA atau CC BY-ND tidak ikut ter­ki­rim.

Sekolah · Pendidikan Biologi

Buku teks dan LKPD

Buku Bio­logi Kelas XI (Ku­ri­ku­lum Mer­deka, 2022) bebas diun­duh, tetapi ha­la­man hak cip­ta­nya me­nya­ta­kan “Hak Cipta pada Ke­men­te­rian Pen­di­di­kan, Ke­bu­da­yaan, Riset, dan Tek­no­logi Re­pu­blik In­do­ne­sia … Di­lin­du­ngi Undang-Undang.” Bebas diun­duh tidak sama dengan ber­li­sensi ter­buka.

Untuk LKPD buatan sen­diri, tulis li­sen­si­nya secara jelas, mi­sal­nya CC BY 4.0, supaya guru lain tahu bahwa mereka boleh me­ma­kai dan me­ngu­bah­nya asal­kan men­can­tum­kan nama Anda. Ma­ha­siswa Bio­logi me­la­ku­kan hal yang sama untuk da­ta­set: li­sensi di­tu­lis di README dan di ha­la­man re­po­si­tori.

3.6 Data sensitif di dua konteks

Dua prodi meng­ha­dapi ma­sa­lah yang se­be­nar­nya sama: ba­gai­mana mem­ba­gi­kan data tanpa me­ru­gi­kan pihak yang te­re­kam di da­lam­nya. Di riset, pihak itu adalah spe­sies yang te­ran­cam. Di se­ko­lah, pihak itu adalah siswa.

Riset · Biologi

Lokasi spesies terancam disamarkan

iNaturalist me­na­ruh titik publik secara acak dalam sel 0,2° × 0,2°. GBIF me­ngan­jur­kan pem­bu­la­tan ke grid (0,1°, 0,01°, atau 0,001°) dan men­ca­tat­nya di kolom informationWithheld dan dataGeneralizations (Chap­man, 2020).

Sekolah · Pendidikan Biologi

Data anak adalah data pribadi spesifik

UU 27/2022 ten­tang Pe­lin­du­ngan Data Pri­badi, Pasal 4 ayat (2): data anak ter­ma­suk data pri­badi spe­si­fik, ber­sama data ke­se­ha­tan, bio­me­trik, dan ge­ne­tika. Pasal 25: pem­ro­se­san­nya wajib dengan per­se­tu­juan orang tua dan/atau wali. Pasal 22: per­se­tu­juan dibuat ter­tu­lis atau te­re­kam.

Bunyi pasal diringkas; cocokkan dengan naskah resmi UU sebelum dikutip.

Aturan ini juga ber­laku di prak­ti­kum kampus. Sidik jari pada prak­ti­kum der­ma­to­glifi adalah data bio­me­trik, meski pe­ser­ta­nya ma­ha­siswa dewasa. Jadi ma­ha­siswa Bio­logi pun perlu ber­hati-hati ketika prak­ti­kum­nya me­li­bat­kan data tubuh ma­nu­sia.

3.7 Enam langkah mengumpulkan data siswa dengan aman

Se­ko­lah · Pen­di­di­kan Bio­logi Saat PLP, PTK, atau skripsi, Anda mung­kin perlu me­ngum­pul­kan data dari siswa. In­do­ne­sia belum punya pe­do­man teknis ano­ni­mi­sasi, se­hingga lang­kah di bawah me­ma­du­kan UU PDP dengan pe­do­man in­ter­na­sio­nal dari ICO Ing­gris (2025).

1 · Minta izin

Izin sekolah, persetujuan tertulis orang tua/wali, dan kesediaan siswa. Siswa yang menolak tidak boleh dirugikan nilainya.

2 · Kumpulkan seperlunya

Jangan minta NIK, NISN, nomor KK, alamat, atau nomor telepon untuk instrumen penelitian.

3 · Ganti nama dengan kode

S01, S02, dan seterusnya. Simpan tabel kunci nama dan kode di berkas terpisah yang terkunci.

4 · Laporkan agregat

Rerata kelas atau kelompok, bukan nilai per nama. Gabungkan kelompok yang terlalu kecil.

5 · Foto tanpa wajah

Foto tangan, spesimen, atau hasil kerja. Buramkan wajah bila tidak bisa dihindari.

6 · Simpan aman, lalu hapus

Bukan di tautan Drive publik atau grup chat. Hapus data mentah setelah tidak diperlukan.

Gambar 12. Dasar: UU 27/2022 Pasal 16, 22, dan 25; Siaran Pers Kemendikdasmen 5 Agustus 2026 (jangan bagikan NIK, KK, alamat, telepon); pedoman anonimisasi ICO Inggris (2025).
Perhatian

Me­nu­rut ICO, data yang sudah diberi kode tetap data pri­badi bagi siapa pun yang me­me­gang tabel kunci. Data yang di­kum­pul­kan untuk pem­be­la­ja­ran rutin lalu di­pa­kai untuk skripsi atau pu­bli­kasi be­rarti di­pa­kai untuk tujuan baru, se­hingga perlu per­se­tu­juan baru atau mi­ni­mal di­la­por­kan dalam bentuk te­ra­no­nim­kan. Pe­riksa juga ke­ten­tuan Komisi Etik Pe­ne­li­tian di UNIMED.

“Bebas diunduh tidak sama dengan bebas dipakai, dan data yang diberi kode belum tentu data anonim.”
Tips dan Trik
  • Buat README sejak hari per­tama proyek, bukan di malam se­be­lum pe­ngum­pu­lan. Isi mi­ni­mal: judul, kontak, metode, daftar berkas, satuan, kode nilai kosong, dan li­sensi.
  • Tulis tang­gal dalam format ISO 8601 (2026-03-14) di semua tabel, agar tidak ter­tu­kar antara format hari-bulan dan bulan-hari.
  • Untuk angket, siap­kan co­de­book se­be­lum angket di­se­bar: nama va­ria­bel, teks per­ta­nyaan persis, kode setiap ja­wa­ban, dan kode data hilang.
Poin Penting
  • Me­ta­data men­ja­wab siapa, apa, di mana, kapan, ba­gai­mana, dan li­sensi apa.
  • Riset me­ma­kai Darwin Core, EML, dan MIxS; pen­di­di­kan me­ma­kai LRMI dan co­de­book. Proyek ma­ha­siswa me­ma­kai README dan kamus data.
  • Cek pe­me­gang hak, li­sensi, dan sya­rat­nya se­be­lum me­ma­kai ulang data atau bahan ajar.
  • Lokasi spe­sies te­ran­cam di­sa­mar­kan; data anak adalah data pri­badi spe­si­fik yang butuh per­se­tu­juan orang tua/wali.
Jeda Sejenak

Jika da­ta­set prak­ti­kum Anda di­te­mu­kan orang lain lima tahun lagi, berapa dari enam per­ta­nyaan me­ta­data yang bisa ia jawab tanpa ber­ta­nya kepada Anda?

Bab 4

Sumber Data Biologi: Nasional, Internasional, Rekaman, dan Agregat

Tidak semua data harus Anda kum­pul­kan sen­diri. Banyak lem­baga sudah me­nye­dia­kan data oku­rensi, se­kuens, dan sta­tis­tik yang bisa diun­duh. Tan­ta­ngan­nya adalah me­mi­lih sumber yang sesuai dengan per­ta­nyaan, lalu me­ma­hami ting­kat da­ta­nya. Se­perti ber­be­lanja bahan ma­sa­kan, Anda perlu tahu apakah yang dijual itu bahan mentah per butir atau ma­sa­kan jadi dalam satu porsi.

4.1 Lima sumber data biologi

SumberCakupanJenis dataCatatan pemakaian
GBIF (gbif.org)InternasionalOkurensi dan daftar spesies, tingkat rekamanPerlu akun gratis untuk mengunduh. Setiap unduhan punya DOI yang wajib disitasi.
NCBI (ncbi.nlm.nih.gov)InternasionalSekuens (GenBank), BLAST, taksonomi, artikel (PubMed)Sekuens dapat diunduh dalam format FASTA tanpa akun.
RIN BRIN (data.brin.go.id)NasionalDataset penelitian Indonesia, berbasis DataverseSetiap dataset punya halaman metadata dan sitasi.
Satu Data Indonesia (data.go.id)NasionalData agregat pemerintah, misalnya luas rehabilitasi hutan mangrove dari KKPKelengkapan metadata dan lisensi berbeda antardataset. Sebagian masih berproses memenuhi prinsip Satu Data.
BPS (bps.go.id, sumut.bps.go.id)NasionalStatistik agregat: luas kawasan hutan dan konservasi perairan, perikanan, pertanianTabel sering berbentuk lebar (tahun sebagai kolom), sehingga perlu diubah ke bentuk tidy.
Sumber: modul TILDA P3. GBIF dipakai di Praktik C1, NCBI di Praktik C2.

4.2 Tingkat rekaman atau agregat?

Data GBIF berada di ting­kat re­ka­man: satu baris be­rarti satu pe­nga­ma­tan dan satu titik di peta. Data BPS dan Satu Data ber­ben­tuk agre­gat: satu angka me­wa­kili satu pro­vinsi atau satu tahun. Dari re­ka­man kita bisa mem­buat agre­gat, mi­sal­nya meng­hi­tung jumlah temuan per ka­bu­pa­ten. Se­ba­lik­nya, agre­gat tidak bisa diurai kem­bali men­jadi re­ka­man. Per­be­daan ini me­nen­tu­kan ana­li­sis apa yang bisa di­la­ku­kan.

Rekaman GBIF

scientificNameLintangBujur
Rasbora sumatrana3.565298.6560
Barbodes binotatus3.570198.6612

1 baris = 1 pengamatan = 1 titik.

Agregat BPS, Satu Data

ProvinsiTahunNilai
Sumatera Utara2023n
Sumatera Utara2024n

1 angka mewakili 1 provinsi atau 1 tahun.

Gambar 13. Agregasi berjalan satu arah: rekaman bisa dijumlahkan menjadi agregat, tetapi agregat tidak bisa diurai kembali. Dua baris rekaman diambil dari Contoh 3.1 (ilustratif); nilai agregat ditulis n karena ini contoh bentuk, bukan data BPS.

4.3 Data pendidikan: satu sumber, empat tingkat

Se­ko­lah · Pen­di­di­kan Bio­logi Pola re­ka­man dan agre­gat juga ter­li­hat jelas pada data pen­di­di­kan. Data siswa di In­do­ne­sia me­nga­lir dari ting­kat re­ka­man yang ter­tu­tup sampai agre­gat yang ter­buka untuk umum.

1DapodikRekaman, tertutup. Data per siswa, guru, dan sekolah. Hanya sekolah yang mengisi lewat akun resmi.
2Data ReferensiPer sekolah. Rekaman ditandai valid atau residu: tidak lengkap, ganda, atau belum padan Dukcapil.
3DAPO dan BPS SumutAgregat. Jumlah sekolah, guru, dan siswa per kabupaten/kota.
4Rapor PendidikanAgregat, terbuka. Indikator sekolah dan daerah dari Dapodik, Asesmen Nasional, dan BPS. Terbuka untuk umum sejak Juli 2025.
Gambar 14. Satu sumber data pada empat tingkat. BPS di sini berperan sebagai penerbit ulang, jadi merupakan sumber sekunder.

Contoh di ting­kat in­ter­na­sio­nal adalah PISA. Skor sains In­do­ne­sia di PISA 2025 adalah 389, se­dang­kan pada PISA 2022 skor­nya 383 (OECD, 2026). Angka itu agre­gat, tetapi di balik angka se­perti itu bia­sa­nya ada mi­kro­data per siswa yang di­ba­gi­kan OECD se­te­lah iden­ti­tas­nya di­le­pas (ke­ter­se­diaan mi­kro­data PISA 2025 perlu dicek di situs OECD). Inilah yang mem­be­da­kan data riset pen­di­di­kan yang baik dari ekspor nilai di kelas: iden­ti­tas siswa sudah di­le­pas se­be­lum data di­ba­gi­kan.

Latihan Singkat

Buka tabel BPS Sumut ten­tang jumlah se­ko­lah, guru, dan murid SMA per ka­bu­pa­ten/kota. Siapa sumber as­li­nya, dan pada ting­kat mana da­ta­nya berada?

Lihat pembahasan

Sumber as­li­nya Ke­men­dik­bud me­la­lui Da­po­dik; BPS me­ner­bit­kan ulang, se­hingga tabel BPS adalah sumber se­kun­der. Ting­kat da­ta­nya agre­gat, karena satu angka me­wa­kili satu ka­bu­pa­ten/kota. Ambil sen­diri angka Su­ma­tera Utara ter­baru dari situs BPS saat ber­la­tih.

4.4 Dari halaman sekolah ke GBIF: sains warga

Data ting­kat re­ka­man tidak hanya di­ha­sil­kan pe­ne­liti. Pe­nga­ma­tan siswa di ha­la­man se­ko­lah pun bisa sampai ke GBIF lewat plat­form sains warga se­perti iNaturalist, asal­kan me­me­nuhi syarat mutu dan li­sen­si­nya.

1PengamatanFoto atau suara, tanggal, dan lokasi organisme liar.
2Research GradeLebih dari 2/3 identifikator sepakat di tingkat spesies.
3LisensiHanya CC0, CC BY, atau CC BY-NC yang dibagikan.
4GBIFTersedia untuk peneliti sebagai rekaman Darwin Core.
Gambar 15. Jalur pengamatan sains warga menuju GBIF. Sumber: iNaturalist Help dan Educator’s Guide (2025).
Pendidikan Biologi

Bioblitz halaman sekolah

Pakai akun kelas yang di­ke­lola guru. Siswa di bawah 13 tahun perlu izin orang tua. Jangan ja­di­kan Re­search Grade se­ba­gai syarat nilai.

Biologi

Mengolah hasil bioblitz

Ekspor CSV hasil bio­blitz, saring quality_grade = re­search, lalu co­cok­kan ko­lom­nya dengan is­ti­lah Darwin Core.

Me­ngapa ini re­le­van? Me­nu­rut la­po­ran ak­ti­vi­tas GBIF untuk In­do­ne­sia, da­ta­set eBird saja memuat 1.542.907 re­ka­man ten­tang In­do­ne­sia, hampir setara dengan se­lu­ruh 1.644.653 re­ka­man yang di­ter­bit­kan pe­ner­bit In­do­ne­sia (GBIF, 2026). Kelas yang men­ca­tat data dengan baik ikut me­nam­bah data kea­ne­ka­ra­ga­man hayati dari dalam negeri.

Dataset eBird, rekaman tentang Indonesia1,54 jt
Semua rekaman dari penerbit Indonesia1,64 jt
02 juta
Gambar 16. Batang dimulai dari nol pada skala 0 sampai 2 juta rekaman. Sumber: GBIF (2026), Activity report: Indonesia.
Cheat Sheet

Satu Halaman untuk Mengenali dan Merawat Data

Struktur

  • Terstruktur: baris dan kolom tetap
  • Semi-terstruktur: ada penanda
  • Tidak terstruktur: perlu anotasi
  • Target: tabel tidy

Aturan format

  • CSV: kutip ganda untuk isian berkoma
  • GeoJSON: [bujur, lintang]
  • FASTQ: panjang kualitas = panjang sekuens
  • Q = ASCII – 33 (Phred+33)

Membuka berkas

  • Pakai menu impor, bukan klik dua kali
  • Delimiter dan UTF-8 diatur dulu
  • Data mentah juga disimpan sebagai CSV

Metadata

  • Siapa, apa, di mana, kapan, bagaimana, lisensi
  • Riset: Darwin Core, EML, MIxS
  • Sekolah: LRMI, codebook
  • Proyek: README dan kamus data

Sumber

  • Rekaman: GBIF, NCBI
  • Agregat: BPS, Satu Data, Rapor Pendidikan
  • Sitasi DOI unduhan GBIF
  • Cek lisensi sebelum memakai

Data sensitif

  • Lokasi spesies terancam: samarkan
  • Data anak: izin orang tua/wali
  • Ganti nama dengan kode
  • Laporkan agregat
Poin Penting
  • GBIF dan NCBI me­nye­dia­kan data ting­kat re­ka­man; BPS, Satu Data, dan Rapor Pen­di­di­kan me­nye­dia­kan agre­gat.
  • Re­ka­man bisa dia­gre­gasi, tetapi agre­gat tidak bisa diurai kem­bali.
  • Setiap un­du­han GBIF punya DOI yang wajib di­si­tasi.
  • Pe­nga­ma­tan siswa bisa men­jadi re­ka­man GBIF lewat iNaturalist bila lolos Re­search Grade dan ber­li­sensi CC0, CC BY, atau CC BY-NC.
Jeda Sejenak

Untuk per­ta­nyaan pe­ne­li­tian atau pem­be­la­ja­ran yang sedang Anda pi­kir­kan, data ting­kat apa yang Anda bu­tuh­kan: re­ka­man atau agre­gat? Sumber mana yang me­nye­dia­kan­nya?

Praktik Berpasangan

Praktik C1 sampai C4: Mengunduh, Membuka, dan Membaca Berkas

Bagian ini me­ngu­bah teori men­jadi ke­bia­saan tangan. Anda be­kerja ber­pa­sa­ngan selama 30 menit dan me­ngisi LK-03 bagian 1 sampai 3. Pas­ti­kan laptop ter­hu­bung ke in­ter­net dan Excel ter­se­dia. Sambil me­nunggu email dari GBIF di C1, pa­sa­ngan Anda bisa lanjut ke C2.

C1Okurensi GBIFUnduh data format Simple, catat DOI, buka dengan benar di Excel.
C2Sekuens NCBIUnduh satu sekuens dalam format FASTA.
C3JSON API GBIFBaca pasangan nama dan nilai di browser.
C4Skor FASTQHitung skor Q per basa di Excel.
Gambar 17. Empat prosedur praktik pertemuan 3.

C1. Mengunduh dan membuka data okurensi GBIF

  1. Buat akun. Buka gbif.org, klik Login › Re­gis­ter. Akun gratis di­per­lu­kan untuk me­ngun­duh.
  2. Cari oku­rensi. Buka menu Get data › Oc­cur­ren­ces. Tam­bah­kan filter Scien­ti­fic name (mi­sal­nya Ras­bora), Country or area = In­do­ne­sia, dan Ad­mi­nis­tra­tive area = Su­ma­tera Utara.
  3. Amati tam­pi­lan. Buka tab Table dan Map. Catat jumlah re­ka­man, kolom yang muncul, dan se­ba­ran titik di peta.
  4. Unduh. Klik Dow­nload, pilih format Simple. Tunggu email dari GBIF, lalu unduh berkas .zip.
  5. Catat DOI. Salin DOI dari ha­la­man un­du­han ke LK-03. DOI ini wajib di­si­tasi bila data di­pa­kai, dan ter­ma­suk kri­te­ria pe­ni­laian LK-03.
  6. Buka dengan benar di Excel. Lihat lang­kah rinci di bawah.
Perhatian: jangan klik dua kali berkasnya

Un­du­han GBIF format Simple ber­pe­mi­sah tab wa­lau­pun be­ra­khi­ran .csv. Jika dibuka dengan klik dua kali, ko­lom­nya bisa tidak ter­pi­sah dengan benar dan huruf be­rak­sen pada nama orang atau tempat bisa rusak.

1Data › Get DataBuka menu impor data.
2From File › From Text/CSVPilih berkas hasil ekstrak .zip.
3File Origin65001: Unicode (UTF-8), agar huruf seperti ö atau é tetap terbaca benar.
4Delimiter = TabSesuai pemisah unduhan GBIF Simple.
5LoadData masuk ke sheet baru.
Gambar 18. Ringkasan pengaturan impor, bukan tangkapan layar Excel. Letak tombol bisa sedikit berbeda menurut versi Excel.

Tampilan GBIF dapat berubah. Jika nama menu berbeda, cari fitur yang setara: pencarian okurensi, filter, lalu unduh.

C2. Mengunduh sekuens dari NCBI dalam format FASTA

  1. Cari di Nu­cleo­tide. Buka ncbi.nlm.nih.gov, pilih basis data Nu­cleo­tide, ketik mi­sal­nya Ras­bora COI.
  2. Buka satu re­ka­man. Klik salah satu hasil. Per­ha­ti­kan nomor aksesi, or­ga­nisme, pan­jang se­kuens, dan re­fe­ren­si­nya.
  3. Unduh FASTA. Klik Send to › File › Format: FASTA › Create File.
  4. Buka di editor teks. Buka berkas dengan No­te­pad. Tun­juk­kan baris judul yang dia­wali > dan baris se­kuen­snya.

C3. Melihat JSON dari API GBIF

  1. Ketik alamat API di brow­ser:
https://api.gbif.org/v1/species/match?name=Rasbora%20sumatrana
  1. Iden­ti­fi­kasi struk­tur. Tandai pa­sa­ngan nama dan nilai, mi­sal­nya “scientificName”, “rank”, “status”, dan “matchType”. Ban­ding­kan dengan tabel CSV dari C1: data yang sama, wadah ber­beda.

C4. Membaca skor kualitas FASTQ di Excel

Di pro­se­dur ini Anda meng­hi­tung sen­diri skor Q dari string kua­li­tas Contoh 3.5, IIIIIHHG?5#!. Susun sheet se­perti tabel di bawah. Tabel hanya me­nam­pil­kan rumus, bukan ha­sil­nya, supaya Anda meng­hi­tung­nya sen­diri untuk LK-03 bagian 3.

ABC…MIsi baris
112…12posisi
2IIIIIHHG?5#!=MID($A$2;B$1;1)…karakter
3=CODE(B2)-33…skor Q
4=10^(-B3/10)…peluang salah
  1. Ketik string kua­li­tas. Di sel A2 ketik IIIIIHHG?5#!.
  2. Pecah per ka­rak­ter. Ketik angka 1 sampai 12 di B1:M1, lalu di B2 ketik =MID($A$2;B$1;1).
  3. Hitung skor Q. Di B3 ketik =CODE(B2)-33.
  4. Hitung pe­luang salah baca. Di B4 ketik =10^(-B3/10).
  5. Salin ke kanan dan buat grafik. Salin B2:B4 sampai kolom M. Buat grafik garis dari baris Q untuk me­li­hat pe­nu­ru­nan kua­li­tas di ujung bacaan.
Catatan Pengaturan Regional

Rumus me­ma­kai pe­mi­sah ; (pe­nga­tu­ran re­gio­nal In­do­ne­sia). Ganti dengan , bila Excel Anda me­ma­kai pe­nga­tu­ran Eng­lish (United States).

Lihat pembahasan C4 (buka setelah LK-03 bagian 3 terisi)

Skor Q per posisi adalah 40, 40, 40, 40, 40, 39, 39, 38, 30, 20, 2, 0. Posisi 10 tepat Q20, se­dang­kan posisi 11 dan 12 berada di bawah Q20. Ar­ti­nya bagi ana­li­sis: ujung 3′ bacaan ini se­baik­nya di­pang­kas se­be­lum di­pa­kai.

Posisi 1 · IQ40
Posisi 2 · IQ40
Posisi 3 · IQ40
Posisi 4 · IQ40
Posisi 5 · IQ40
Posisi 6 · HQ39
Posisi 7 · HQ39
Posisi 8 · GQ38
Posisi 9 · ?Q30
Posisi 10 · 5 (batas Q20)Q20
Posisi 11 · # (di bawah Q20)Q2
Posisi 12 · ! (di bawah Q20)Q0
Q0Q20Q40
Gambar 19. Skor Q per posisi basa, batang dimulai dari nol. Kuning = tepat Q20 (1 salah dari 100), merah = di bawah Q20. Data: Contoh 3.5 (ilustratif), pengodean Phred+33.
Poin Penting
  • Un­du­han GBIF dibuka lewat menu impor dengan De­li­mi­ter = Tab dan File Origin = UTF-8, bukan dengan klik dua kali.
  • DOI un­du­han GBIF di­ca­tat sejak awal karena wajib di­si­tasi.
  • Se­kuens NCBI bisa diun­duh dalam FASTA tanpa akun; API GBIF me­ngem­ba­li­kan JSON.
  • Skor Q di­hi­tung dari kode ASCII di­ku­ra­ngi 33; ujung bacaan dengan Q di bawah 20 bia­sa­nya di­pang­kas.
Aktivitas dan Penugasan

Dari Mengenali ke Mendokumentasikan: Aktivitas dan Tugas Pertemuan 3

Semua alat di modul ini di­pa­kai di kelas dan di tugas. Di tatap muka, Anda meng­kla­si­fi­ka­si­kan kartu data, me­me­riksa ja­wa­ban AI ter­ha­dap sumber, dan me­nyu­sun ren­cana Cri­ti­cal Book Review (CBR). Di luar kelas, kedua prodi me­nger­ja­kan tugas ter­struk­tur yang ber­beda: ma­ha­siswa Bio­logi men­do­ku­men­ta­si­kan da­ta­set, ma­ha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi me­ran­cang me­ta­data bahan ajar dan ren­cana data siswa. Rang­kaian ini me­la­tih ke­ju­ju­ran, ke­te­ku­nan, ke­man­di­rian, ke­be­ri­ni­sia­ti­fan, dan tang­gung jawab.

A. Alur kegiatan tatap muka (2 × 50 menit)

Buka10′
Teori25′
Praktik30′
Kelompok15′
CBR15′
Tutup5′
0 menit30 menit
Gambar 20. Panjang batang sebanding dengan durasi; praktik adalah porsi terbesar. Total 100 menit.
TahapWaktuKegiatan
Buka10 menitApersepsi: foto daun, tabel Excel, berkas FASTA. Mana yang bisa langsung dihitung?
Teori25 menitCeramah interaktif dan demonstrasi membuka CSV, JSON, dan FASTA di editor teks
Praktik30 menitProsedur C1 sampai C4 secara berpasangan, mengisi LK-03 bagian 1 sampai 3
Kelompok15 menitKlasifikasi kartu data (LK-03 bagian 1) dan verifikasi jawaban AI (bagian 4)
CBR15 menitPenjelasan CBR, kriteria buku, pembagian topik, mengisi LK-03 bagian 5
Tutup5 menitRangkuman dan penegasan tenggat CBR tahap 1
Mandiridi luar kelasTugas terstruktur LK-03 bagian 6, berbeda untuk prodi Biologi dan Pendidikan Biologi

B. Lembar Kerja LK-03: Mengenali Jenis, Format, dan Metadata Data Biologi

Tujuan LK-03: meng­kla­si­fi­ka­si­kan data bio­logi me­nu­rut struk­tur, format, dan sumber; mem­baca berkas FASTA, FASTQ, JSON, dan CSV dengan benar; me­nge­nali is­ti­lah Darwin Core pada data oku­rensi GBIF; dan me­nyu­sun ren­cana CBR tahap 1. LK di­ker­ja­kan in­di­vidu atau ke­lom­pok sesuai arahan dosen.

Bagian 1. Klasifikasi delapan kartu data

Ten­tu­kan struk­tur (T = ter­struk­tur, S = semi-ter­struk­tur, TT = tidak ter­struk­tur), format, dan sumber yang mung­kin untuk setiap kartu. Ja­wa­ban di­ba­has ber­sama di kelas; siap­kan alasan Anda, te­ru­tama untuk kartu yang ja­wa­ban­nya ber­beda an­tar­ke­lom­pok.

#DataStrukturFormatSumber yang mungkin
1Foto preparat mitosis ujung akar bawang
2Tabel tinggi kecambah per perlakuan cahaya
3Hasil bacaan MinION dari sampel air laut
4Peta tutupan mangrove Langkat tahun 2024
5Respons API GBIF untuk pencocokan nama spesies
6Rekaman suara kicau burung di Tahura Bukit Barisan
7Tabel BPS luas kawasan hutan per kabupaten
8Sekuens gen 16S rRNA bakteri tanah

Bagian 2. Hasil unduhan GBIF (Praktik C1)

Catat filter yang di­pa­kai, jumlah re­ka­man, DOI un­du­han, tiga nilai basisOfRecord yang muncul, kolom yang paling banyak kosong, dan pe­mi­sah kolom yang di­pa­kai berkas.

Bagian 3. Skor kualitas FASTQ (Praktik C4)

Isi ka­rak­ter, Q, dan pe­luang salah untuk posisi 1 sampai 12. Lalu jawab: mulai posisi berapa kua­li­tas turun di bawah Q20, dan apa ar­ti­nya bagi ana­li­sis?

Bagian 4. Log verifikasi AI

Ajukan prompt be­ri­kut ke asis­ten AI pi­li­han Anda: “Jelaskan perbedaan format FASTA dan FASTQ serta kegunaannya dalam penelitian biologi.” Ja­wa­ban AI di­per­la­ku­kan se­ba­gai klaim yang harus dicek, bukan se­ba­gai sumber. Pe­riksa setiap klaim dengan Cock dkk. (2010) atau do­ku­men­tasi NCBI, lalu isi log satu klaim per baris.

#promptklaim_aisumber_cekstatus
1Pertanyaan yang Anda ajukan ke AISatu pernyataan dari jawaban AICock dkk. (2010) atau dokumentasi NCBIHasil cek klaim terhadap sumber
2

Bagian 5. Rencana CBR tahap 1

Isi judul buku; pe­nu­lis, tahun, pe­ner­bit, dan ISBN; alasan me­mi­lih (re­le­vansi dengan bio­logi); bab yang akan di­ring­kas; dan lima konsep pen­ting.

C. Tugas terstruktur: LK-03 bagian 6

Bagian 6 di­ker­ja­kan di luar kelas dan ber­beda untuk setiap prodi. Ke­dua­nya me­ma­kai ke­te­ram­pi­lan yang sama, yaitu me­nu­lis me­ta­data, tetapi di­te­rap­kan pada jenis data yang akan Anda hadapi di dunia kerja masing-masing.

Riset · Biologi

README dan kamus data untuk unduhan GBIF dari C1

  • Judul, sumber, dan DOI un­du­han
  • Tang­gal unduh dan filter yang di­pa­kai
  • Kolom yang di­pa­kai, is­ti­lah Darwin Core-nya, dan sa­tuan­nya
  • Kode untuk nilai kosong
  • Li­sensi data
Sekolah · Pendidikan Biologi

Metadata LKPD dan rencana pengumpulan data siswa

  • Me­ta­data satu LKPD: judul, fase/kelas, tujuan pem­be­la­ja­ran, durasi, li­sensi
  • Data siswa yang akan di­kum­pul­kan dan ala­san­nya
  • Sistem kode siswa dan tempat me­nyim­pan tabel kunci
  • Draf surat per­se­tu­juan orang tua/wali

Rencana ini tidak perlu benar-benar mengumpulkan data siswa.

Bagian 6 adalah tambahan untuk LK-03 pada versi dua prodi; dosen dapat menyesuaikannya dengan RPS. Kumpulkan: [tenggat dan cara pengumpulan].

D. Critical Book Review (CBR), tugas individu

CBR di­ker­ja­kan dalam dua tahap. Tahap 1 di­kum­pul­kan di per­te­muan ini, se­dang­kan tahap final di­kum­pul­kan di per­te­muan 4. Buku yang di­pi­lih mem­ba­has tek­no­logi in­for­masi, li­te­rasi data, data science, bioin­for­ma­tika, atau in­for­ma­tika bio­logi, ber­ba­hasa In­do­ne­sia atau Ing­gris, dan se­baik­nya terbit dalam 10 tahun te­ra­khir.

Biologi

Saran fokus

Bioin­for­ma­tika, in­for­ma­tika bio­logi, data science.

Pendidikan Biologi

Saran fokus

Li­te­rasi data, tek­no­logi in­for­masi dalam pem­be­la­ja­ran bio­logi. Bagian re­le­vansi di tahap final bisa di­per­da­lam, mi­sal­nya kaitan dengan CP Bio­logi.

Fokus per prodi hanya saran; semua topik di atas tetap boleh dipilih kedua prodi.

TahapProduk
Tahap 1 (pertemuan 3)Identitas buku, alasan pemilihan, outline review, ringkasan Bab 1-3 (atau bagian yang ditentukan dosen), daftar konsep penting.
Final (pertemuan 4)Sampul, identitas buku, pendahuluan, ringkasan isi, analisis kelebihan, analisis kelemahan, perbandingan dengan minimal 3 artikel atau buku lain, relevansi terhadap pembelajaran biologi, kesimpulan, daftar pustaka APA 7.

E. Kriteria penilaian

ProdukKriteria utama
CBR tahap 1Kelengkapan identitas buku; alasan pemilihan yang relevan; outline yang logis; ringkasan Bab 1-3 dengan kata-kata sendiri; daftar konsep yang tepat. Bobot 5% dari nilai akhir.
LK-03Ketepatan klasifikasi; kelengkapan data unduhan GBIF termasuk DOI; ketepatan perhitungan skor Q.
LK-03 bagian 6, BiologiREADME lengkap dan istilah Darwin Core yang tepat.
LK-03 bagian 6, Pend. BiologiMetadata LKPD lengkap dan rencana data siswa yang sesuai UU PDP.
Kriteria LK-03 bagian 6 adalah usulan; bobotnya mengikuti RPS.
Poin Penting Pengumpulan
  • Teng­gat CBR tahap 1: [isi tang­gal dan cara pe­ngum­pu­lan].
  • Pas­ti­kan DOI un­du­han GBIF ter­can­tum di LK-03 bagian 2.
  • Jika me­ma­kai AI, lam­pir­kan log ve­ri­fi­kasi bagian 4 apa adanya, ter­ma­suk klaim yang ter­nyata salah.
Pojok Refleksi

Kembali ke Aga dan Melfi

Ingat Aga dan un­du­han GBIF-nya yang be­ran­ta­kan? Kini Anda tahu pe­nye­bab­nya. Berkas GBIF format Simple ber­pe­mi­sah tab walau be­ra­khi­ran .csv, se­hingga harus dibuka lewat menu impor dengan De­li­mi­ter = Tab dan File Origin = UTF-8. Aga juga ke­hi­la­ngan dua hal yang tidak bisa di­ganti dengan me­ra­pi­kan tabel: berkas men­tah­nya dan DOI un­du­han­nya. Lang­kah per­bai­kan­nya se­der­hana: me­ngun­duh ulang dengan filter yang sama, men­ca­tat DOI sejak awal, me­nyim­pan berkas mentah apa adanya, dan me­nu­lis README yang me­nye­but tang­gal unduh serta fil­ter­nya.

Melfi meng­ha­dapi per­soa­lan yang ber­beda tetapi se­je­nis. Data tinggi ke­cam­bah itu sen­diri tidak sen­si­tif, tetapi ta­bel­nya memuat nama siswa. Data pri­badi siswa perlu di­lin­du­ngi, dan bila sis­wa­nya ter­go­long anak, UU PDP me­ma­suk­kan data anak ke dalam data pri­badi spe­si­fik. Se­be­lum di­ba­gi­kan, nama perlu di­ganti kode (S01, S02, dan se­te­rus­nya), tabel kunci di­sim­pan ter­pi­sah, dan ber­kas­nya di­ba­gi­kan lewat tempat yang ak­ses­nya ter­ba­tas, bukan grup chat. Jika kelak data itu ingin di­pa­kai untuk skripsi, Melfi perlu per­se­tu­juan baru atau mi­ni­mal me­la­por­kan­nya dalam bentuk te­ra­no­nim­kan.

Pertanyaan untuk Direnungkan

1. Format apa yang paling sering Anda pakai untuk me­nyim­pan data, dan apakah Anda pernah ke­hi­la­ngan isi karena kon­versi oto­ma­tis?

2. Jika laptop Anda hilang hari ini, apakah ada orang lain yang bisa me­ma­hami data prak­ti­kum Anda dari README-nya saja?

3. Kapan te­ra­khir kali Anda me­ma­kai gambar, data, atau bahan ajar tanpa me­me­riksa li­sen­si­nya?

4. Data apa ten­tang orang lain (teman, siswa, res­pon­den) yang saat ini ter­sim­pan di ponsel atau grup chat Anda?

Janji kecil untuk data saya

  • Saya mem­buka berkas lewat menu impor dan me­me­riksa pe­mi­sah serta pe­ngo­dean­nya.
  • Saya me­nyim­pan data mentah apa adanya, ter­ma­suk sa­li­nan CSV.
  • Saya men­ca­tat sumber dan DOI setiap data yang saya unduh.
  • Saya me­nu­lis README sejak awal proyek.
  • Saya me­me­riksa li­sensi se­be­lum me­ma­kai ulang data atau bahan ajar.
  • Saya meng­ganti nama dengan kode se­be­lum mem­ba­gi­kan data ten­tang orang lain.

Ja­wa­ban Anda tidak di­ni­lai; gu­na­kan untuk me­li­hat ke­bia­saan mana yang perlu diubah lebih dulu. Mu­lai­lah dari yang paling kecil: pe­riksa wadah berkas se­be­lum mem­bu­ka­nya, dan tulis ke­te­ra­ngan se­be­lum data ber­pin­dah tangan. Di per­te­muan 4, Anda akan me­ma­kai bekal ini untuk me­ni­lai kua­li­tas data dan me­nye­le­sai­kan CBR tahap final.

“Data yang dijelaskan dengan baik bisa dipakai orang lain tanpa harus bertanya kepada Anda.”
Rujukan

Glosarium dan Daftar Pustaka

Glosarium

IstilahArti sederhana
Data terstrukturData dalam baris dan kolom tetap, satu jenis nilai per kolom
Semi-terstrukturData dengan penanda (tag, kunci, simbol) tetapi tidak berbentuk tabel kaku
Tidak terstrukturData tanpa skema, misalnya foto atau rekaman suara
Tidy dataTabel dengan satu variabel per kolom, satu pengamatan per baris, dan satu jenis unit pengamatan per tabel
Pemisah (delimiter)Karakter yang memisahkan kolom dalam berkas teks, misalnya koma atau tab
UTF-8Pengodean karakter yang membuat huruf beraksen seperti ö dan é terbaca benar
APIAlamat yang bisa diminta data oleh program; API GBIF mengembalikan JSON
Skor Phred (Q)Ukuran kualitas basa; Q = -10 log10(P), P = peluang salah baca
OkurensiCatatan bahwa suatu spesies ditemukan di tempat dan waktu tertentu
MetadataData tentang data: siapa, apa, di mana, kapan, bagaimana, dan lisensi apa
Darwin CoreStandar istilah untuk rekaman okurensi biodiversitas (TDWG)
LRMIKosakata metadata untuk sumber belajar, berbasis schema.org
CodebookDokumen yang menjelaskan nama variabel, teks pertanyaan, kode nilai, dan kode data hilang
DOIKode pengenal digital permanen untuk artikel atau dataset, termasuk unduhan GBIF
Rekaman dan agregatRekaman: satu baris satu pengamatan. Agregat: satu angka mewakili satu wilayah atau satu periode
Data pribadi spesifikKategori data pribadi dalam UU 27/2022, termasuk data anak, kesehatan, biometrik, dan genetika

Daftar Pustaka

Bruford, E. A., Braschi, B., Denny, P., et al. (2020). Guidelines for human gene nomenclature. Nature Genetics, 52, 754-758. https://doi.org/10.1038/s41588-020-0669-3

Butler, H., Daly, M., Doyle, A., Gillies, S., Hagen, S., & Schaub, T. (2016). The GeoJSON format (RFC 7946). IETF. https://doi.org/10.17487/RFC7946

Chapman, A. D. (2005). Principles of data quality. Global Biodiversity Information Facility. https://doi.org/10.15468/doc.jrgg-a190

Chapman, A. D. (2020). Current best practices for generalizing sensitive species occurrence data. GBIF Secretariat. https://docs.gbif.org/sensitive-species-best-practices/master/

Cock, P. J. A., Fields, C. J., Goto, N., Heuer, M. L., & Rice, P. M. (2010). The Sanger FASTQ file format for sequences with quality scores, and the Solexa/Illumina FASTQ variants. Nucleic Acids Research, 38(6), 1767-1771. https://doi.org/10.1093/nar/gkp1137

DCMI LRMI Working Group. (t.t.). Learning Resource Metadata Initiative. Dublin Core Metadata Initiative. https://www.dublincore.org/specifications/lrmi/

GBIF. (2026). Activity report: Indonesia [Laporan negara, Januari 2026]. https://analytics-files.gbif.org/country/ID/GBIF_CountryReport_ID.pdf

GBIF Secretariat. (t.t.). Occurrence download formats. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://techdocs.gbif.org/en/data-use/download-formats

iNaturalist. (2025). iNaturalist educator’s guide. https://help.inaturalist.org/en/support/solutions/articles/151000170805-inaturalist-educator-s-guide

Information Commissioner’s Office. (2025). Anonymisation: Pseudonymisation. https://cy.ico.org.uk/for-organisations/uk-gdpr-guidance-and-resources/data-sharing/anonymisation/pseudonymisation/

Kemendikbudristek. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran Biologi. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/file/cp/dasmen/17.%20CP%20Biologi.pdf

Kemendikdasmen. (2026, 5 Agustus). Kemendikdasmen telusuri dugaan penyalahgunaan Dapodik, tegaskan komitmen lindungi data peserta didik [Siaran pers]. https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15940-kemendikdasmen-telusuri-dugaan-penyalahgunaan-dapodik-tegaskan-komitmen-lindungi-data-peserta-didik

OECD. (2026). PISA 2025 results (Volume I): Country notes, Indonesia. OECD Publishing. https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2025-results-volume-i-country-notes_2d4ff9ea-en/indonesia_9c880f8a-en.html

Shafranovich, Y. (2005). Common format and MIME type for comma-separated values (CSV) files (RFC 4180). IETF. https://doi.org/10.17487/RFC4180

TDWG Darwin Core Maintenance Group. (t.t.). Darwin Core list of terms. Biodiversity Information Standards (TDWG). Diakses 15 Oktober 2026 dari https://dwc.tdwg.org/terms/

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. https://peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022

Wickham, H. (2014). Tidy data. Journal of Statistical Software, 59(10), 1-23. https://doi.org/10.18637/jss.v059.i10

Wieczorek, J., Bloom, D., Guralnick, R., Blum, S., Döring, M., Giovanni, R., Robertson, T., & Vieglais, D. (2012). Darwin Core: An evolving community-developed biodiversity data standard. PLoS ONE, 7(1), e29715. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0029715

Ziemann, M., Eren, Y., & El-Osta, A. (2016). Gene name errors are widespread in the scientific literature. Genome Biology, 17, 177. https://doi.org/10.1186/s13059-016-1044-7

Halaman bantuan Google Forms, Google Classroom, MoodleDocs, iNaturalist Help, dan konsolidasi teks UU 27/2022 dipakai untuk contoh konteks sekolah. Bunyi pasal UU 27/2022 di modul ini adalah ringkasan; cocokkan dengan naskah resmi sebelum mengutipnya. Rentang halaman ditulis dengan tanda hubung mengikuti gaya modul.

Beranda

Selamat Datang di Pertemuan 3

Se­la­mat datang di per­te­muan ketiga. Di per­te­muan per­tama Anda sudah me­nge­nal hie­rarki data, in­for­masi, dan pe­nge­ta­huan. Kali ini kita mem­bong­kar data itu sen­diri: ba­gai­mana ben­tuk­nya, dalam wadah apa ia di­sim­pan, ke­te­ra­ngan apa yang mem­buat­nya bisa di­pa­kai ulang, dan dari mana data bio­logi bisa di­pe­ro­leh. Modul ini di­su­sun untuk ma­ha­siswa Bio­logi dan Pen­di­di­kan Bio­logi se­ka­li­gus, dengan contoh dari la­bo­ra­to­rium riset dan dari ruang kelas. Ba­ca­lah bab demi bab secara be­ru­ru­tan, karena is­ti­lah di bab awal di­pa­kai lagi di prak­tik dan tugas.

Identitas Modul
Mata kuliahTeknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)
PertemuanKe-3: Jenis, Sumber, Struktur, dan Format Data Biologi
SasaranMahasiswa Prodi Biologi dan Prodi Pendidikan Biologi
Sub-CPMKMenganalisis jenis data biologi, sumber data, struktur data, format data, metadata, serta aspek kualitas data untuk mendukung kegiatan ilmiah.
IndikatorMengklasifikasikan jenis, sumber, dan karakteristik data biologi (terstruktur, tidak terstruktur, spasial, citra, omics).
MetodeCase method, diskusi kelompok, demonstrasi, inquiry learning
MediaLaptop/PC, proyektor, LMS, Google Scholar, GBIF, NCBI, RIN BRIN, Satu Data Indonesia, ChatGPT/Copilot/Gemini, Microsoft Excel, Notepad atau editor teks
Nilai karakterKejujuran, ketekunan, kemandirian, keberinisiatifan, tanggung jawab
TagihanCritical Book Review (CBR) tahap 1 (individu): identitas buku, alasan pemilihan, outline review, ringkasan Bab 1-3, daftar konsep penting
Bobot penilaianCBR tahap 1: 5% dari nilai akhir
Alokasi waktu2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri

Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:

  1. Meng­kla­si­fi­ka­si­kan data bio­logi me­nu­rut struk­tur, format, dan sumber.
  2. Mem­baca berkas FASTA, FASTQ, JSON, dan CSV dengan benar, ter­ma­suk meng­hi­tung skor kua­li­tas Phred.
  3. Me­nge­nali is­ti­lah Darwin Core pada data oku­rensi GBIF dan me­nu­lis me­ta­data (README, kamus data, atau me­ta­data LKPD).
  4. Mem­be­da­kan data ting­kat re­ka­man dan agre­gat, serta me­me­riksa li­sensi se­be­lum me­ma­kai ulang data.
  5. Me­ne­rap­kan lang­kah pe­lin­du­ngan data pada data spe­sies sen­si­tif dan data siswa.
  6. Me­nyu­sun ren­cana Cri­ti­cal Book Review tahap 1.
1Jenis dan strukturTerstruktur sampai tidak terstruktur, tidy data, data khusus.
2Format berkasCSV, XLSX, JSON, XML, FASTA, FASTQ, ekspor kelas.
3Metadata dan etikaDarwin Core, LRMI, lisensi, data sensitif.
4Sumber dataGBIF, NCBI, RIN, BPS, data pendidikan, sains warga.
5Praktik dan tugasC1 sampai C4, LK-03, CBR tahap 1.
Peta modul. Setiap bab menyiapkan istilah yang dipakai di praktik dan tugas.
Cara Memakai E-Modul Ini

Gu­na­kan menu di atas untuk ber­pin­dah bagian, atau tombol di bawah setiap ha­la­man untuk me­lan­jut­kan. Setiap bagian punya alamat sen­diri, jadi Anda bisa me­nyim­pan atau mem­ba­gi­kan tautan ke bab ter­tentu, dan tombol Back di brow­ser mem­bawa Anda ke bagian se­be­lum­nya.

Kotak ber­warna punya fungsi ber­beda. Kotak dengan garis tepi hijau tua berisi Poin Pen­ting, garis tepi kuning berisi Tips, kotak ber­ga­ris putus-putus berisi Studi Kasus, kotak hijau tua penuh berisi Jeda Se­je­nak untuk me­re­nung, dan kotak merah muda berisi Per­ha­tian. Label hijau tua me­nan­dai contoh untuk prodi Bio­logi (riset), label kuning me­nan­dai contoh untuk prodi Pen­di­di­kan Bio­logi (se­ko­lah). Pem­ba­ha­san soal ter­sem­bu­nyi di balik tombol “Lihat pem­ba­ha­san”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Animasi Mitosis pada Sel Tumbuhan
Next post Kualitas Data, Metadata, dan Prinsip FAIR