Kualitas Data, Metadata, dan Prinsip FAIR

E-Modul Pertemuan 4 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)

Data yang Layak Dipercaya

Kualitas Data, Metadata, dan Prinsip FAIR untuk Riset Biologi dan Kelas Biologi

BiologiPendidikan Biologi

Jurusan Biologi · FMIPA Universitas Negeri Medan · Semester Ganjil 2026/2027
Penyusun: Eko Prasetya, S.Pd., M.Sc.

Pengantar

Satu Baris yang Menggeser Peta

Ba­yang­kan Anda mem­beli beras se­pu­luh karung, lalu pe­da­gang­nya ber­kata bahwa satu karung berisi pasir. Sem­bi­lan karung lain tetap beras, tetapi Anda tidak lagi bisa me­nim­bang total be­lan­jaan dengan tenang se­be­lum tahu karung mana yang ber­ma­sa­lah. Data pe­ne­li­tian be­kerja dengan cara yang mirip. Satu baris yang salah jarang ber­te­riak minta di­per­ha­ti­kan, tetapi ia diam-diam ikut masuk ke setiap rerata, peta, dan grafik yang Anda buat.

Di per­te­muan 3 Anda sudah me­nge­nal jenis, sumber, struk­tur, dan format data bio­logi. Per­te­muan 4 ini me­nga­ju­kan per­ta­nyaan be­ri­kut­nya: se­te­lah data ada di tangan, apakah data itu layak di­pa­kai? Untuk men­ja­wab­nya, Anda akan be­la­jar me­ni­lai kua­li­tas data dari enam di­mensi, me­ra­pi­kan data tanpa meng­hi­lang­kan jejak, me­nu­lis kamus data dan README, lalu me­ni­lai se­be­rapa FAIR sebuah da­ta­set.

Apersepsi: masih percaya peta sebarannya?

Mi­sal­kan sebuah tabel memuat 13 titik temuan ikan. Dua belas titik berada di se­ki­tar Medan, kira-kira pada bujur 98,6° BT. Satu titik lagi ter­ca­tat di koor­di­nat 0°, 0°, yaitu di Sa­mu­dra Atlan­tik, karena sel koor­di­nat­nya kosong lalu terisi angka nol. Jika Anda meng­hi­tung rerata bujur ketiga belas titik itu, ha­sil­nya 91,0°. Pusat se­ba­ran ber­ge­ser se­ki­tar 840 km ke barat hanya karena satu baris.

12 titik di sekitar Medan98,6°
1 titik di 0°, 0°0°
Rerata 13 titik91,0°
0° BT110° BT
Gambar 1. Posisi bujur pada garis 0 sampai 110° BT. Perhitungan: (12 × 98,6 + 0) / 13 = 91,0. Selisih 7,6° bujur di sekitar khatulistiwa kira-kira 840 km. Data ilustratif.

Titik 0°, 0° bia­sa­nya be­ra­sal dari sel kosong yang terisi nol, dan GBIF me­nan­dai­nya dengan ZERO_COORDINATE. Calon guru meng­ha­dapi versi yang sama di daftar nilai: satu nilai 1000 yang se­ha­rus­nya 100 cukup untuk mem­buat rerata kelas tampak jauh lebih tinggi da­ri­pada ke­nya­taan­nya. Po­la­nya sama, hanya me­dan­nya yang ber­beda.

Biologi

Satu koordinat salah bisa menggeser peta sebaran

Anda akan me­me­riksa, mem­ber­sih­kan, dan men­do­ku­men­ta­si­kan da­ta­set se­be­lum dia­na­li­sis atau di­ba­gi­kan, se­hingga orang lain dapat me­ne­lu­suri setiap ke­pu­tu­san Anda.

Pendidikan Biologi

Satu nilai salah ketik bisa mengubah rerata kelas

Anda akan me­ran­cang lembar kerja dan for­mu­lir yang men­ce­gah ke­sa­la­han sejak siswa men­ca­tat data, lalu me­nge­lola data kelas dengan rapi dan aman.

Studi Kasus Mini · Daffa dan Peta Ikan Sungai DeliKisah rekaan untuk ilustrasi

Daffa, ma­ha­siswa Bio­logi, meng­ga­bung­kan ca­ta­tan la­pa­ngan ke­lom­pok­nya dengan un­du­han GBIF untuk mem­buat peta se­ba­ran ikan di Sungai Deli. Tabel ga­bu­ngan­nya be­ran­ta­kan: ada “ras­bora su­ma­trana”, “R. su­ma­trana”, dan “Ras­bora su­ma­trana” di kolom yang sama, be­be­rapa tang­gal ter­tu­lis “14/03/26”, dan dua baris tidak punya koor­di­nat. Karena teng­gat sudah dekat, Daffa me­ngisi koor­di­nat kosong dengan titik tengah Kota Medan dan meng­ha­pus baris yang me­nu­rut­nya aneh. Pe­ta­nya tampak rapi, tetapi tidak ada ca­ta­tan ten­tang apa yang ia ubah.

Apakah peta Daffa bisa di­per­caya? Simpan dulu ja­wa­ban Anda. Kita akan kem­bali ke Daffa di Pojok Re­fleksi, se­te­lah Anda punya alat untuk me­ni­lai­nya.

Poin Penting
  • Per­te­muan 3 me­nge­nal­kan apa data bio­logi itu. Per­te­muan 4 me­ni­lai apakah data itu layak di­pa­kai.
  • Satu nilai yang salah dapat meng­ge­ser hasil ana­li­sis sejauh ra­tu­san ki­lo­me­ter (contoh aper­sepsi), atau meng­ge­ser rerata nilai kelas.
  • Topik per­te­muan ini: konsep kua­li­tas data, enam di­mensi kua­li­tas, pe­nanda GBIF, menata data dan do­ku­men­ta­si­nya, serta prin­sip FAIR.
Bab 1

Kualitas Data: Layak untuk Tujuan Tertentu

1.1 Tidak ada data yang “bagus” secara mutlak

Sebuah pisau dapur yang tajam sangat baik untuk me­ngi­ris bawang, tetapi tidak cocok untuk me­mo­tong kayu bakar. Kita tidak me­nye­but pisau itu buruk; kita hanya tahu bahwa ia layak untuk satu pe­ker­jaan dan tidak layak untuk pe­ker­jaan lain. Chap­man (2005), dalam pan­duan kua­li­tas data yang di­ter­bit­kan GBIF, me­ma­kai ga­ga­san serupa untuk data. Data ber­kua­li­tas be­rarti data yang layak untuk tujuan pe­ma­kaian ter­tentu, atau fitness for use.

Ambil satu re­ka­man oku­rensi dengan ke­ti­dak­pas­tian koor­di­nat 10 km. Untuk peta se­ba­ran ting­kat pro­vinsi, re­ka­man itu sudah cukup, karena ling­ka­ran ke­ti­dak­pas­tian 10 km tetap berada di dalam pro­vinsi. Untuk model ha­bi­tat dengan re­so­lusi 1 km, re­ka­man yang sama tidak layak. Ling­ka­ran ber­jari-jari 10 km men­ca­kup se­ki­tar 314 km per­segi, ar­ti­nya titik se­be­nar­nya bisa berada di salah satu dari se­ki­tar 314 sel peta.

Peta sebaran tingkat provinsi

Lingkaran ketidakpastian 10 km tetap berada di dalam batas provinsi.

Kesimpulan: layak.

Model habitat resolusi 1 km

Luas lingkaran sekitar 3,14 × 10² = 314 km persegi, jadi titik bisa jatuh di sekitar 314 sel berukuran 1 × 1 km.

Kesimpulan: tidak layak.

Gambar 2. Rekaman dengan ketidakpastian koordinat 10 km dinilai untuk dua tujuan. Gagasan dari Chapman (2005); perhitungan luas adalah ilustrasi.

Ga­ga­san ini juga ber­laku di kelas. Angket minat be­la­jar dari 30 siswa yang lima ja­wa­ban­nya kosong mung­kin masih cukup untuk meng­gam­bar­kan sua­sana kelas secara umum. Namun data yang sama tidak cukup untuk me­ni­lai kelima siswa yang tidak men­ja­wab itu. Per­ta­nyaan kua­li­tas data karena itu selalu di­mu­lai dengan per­ta­nyaan lain: data ini mau di­pa­kai untuk apa?

Riset · Biologi

Tanyakan skala analisisnya

Se­be­lum mem­buang atau me­ma­kai re­ka­man, catat skala peta atau re­so­lusi model yang Anda ren­ca­na­kan. Ke­ti­dak­pas­tian koor­di­nat di­ni­lai ter­ha­dap skala itu, bukan ter­ha­dap angka ideal.

Sekolah · Pendidikan Biologi

Tanyakan keputusan yang akan diambil

Data untuk re­fleksi pem­be­la­ja­ran kelas boleh lebih long­gar da­ri­pada data untuk me­ni­lai siswa pe­ro­ra­ngan. Ke­pu­tu­san yang me­nyang­kut satu siswa me­nun­tut data yang leng­kap untuk siswa itu.

1.2 Mencegah lebih murah daripada memperbaiki

Pesan kedua dari Chap­man (2005) se­der­hana tetapi sering ter­lupa: men­ce­gah ke­sa­la­han lebih murah da­ri­pada mem­per­bai­ki­nya. Setiap ke­sa­la­han yang lolos saat pen­ca­ta­tan harus dicari, di­pa­hami, lalu di­per­baiki atau di­tan­dai di tahap pem­ber­si­han. Karena itu desain lembar pen­ca­ta­tan sama pen­ting­nya dengan pem­ber­si­han data.

Pesan ini men­jadi benang merah bagi kedua prodi. Pe­ne­liti me­ran­cang lembar pen­ca­ta­tan la­pa­ngan yang me­maksa format tang­gal se­ra­gam dan satuan yang jelas. Calon guru me­ran­cang LKPD dan for­mu­lir siswa yang mem­buat ke­sa­la­han sulit ter­jadi sejak awal, mi­sal­nya dengan pi­li­han baku dan batas nilai. Di bab-bab be­ri­kut­nya Anda akan me­li­hat bahwa hampir setiap ma­sa­lah kua­li­tas punya dua jalan keluar: di­per­baiki be­la­ka­ngan, atau di­ce­gah di for­mu­lir.

1
Rancang formulir
Format tanggal, satuan, pilihan baku, batas nilai.
Langkah termurah
2
Catat data
Kesalahan yang tercegah tidak perlu dicari.
3
Periksa
Enam dimensi kualitas, rumus bantu, penanda GBIF.
4
Perbaiki dan catat
Yang pasti diperbaiki, yang ragu diberi NA, semua masuk log.
5
Dokumentasikan
Kamus data dan README agar data bisa dipakai ulang.
Gambar 3. Alur kerja kualitas data dalam pertemuan ini. Langkah 1 adalah yang termurah.
“Mencegah kesalahan lebih murah daripada memperbaikinya.”Diringkas dari Chapman (2005), Principles of data quality
Tips dan Trik
  • Tulis tujuan pe­ma­kaian data di baris per­tama README Anda. Ka­li­mat se­der­hana se­perti “untuk peta se­ba­ran ting­kat ka­bu­pa­ten” mem­bantu Anda me­mu­tus­kan re­ka­man mana yang layak.
  • Saat me­ne­mu­kan ke­sa­la­han be­ru­lang, jangan hanya mem­per­baiki da­ta­nya. Ta­nya­kan juga bagian for­mu­lir mana yang mem­buat ke­sa­la­han itu mung­kin ter­jadi.
Poin Penting
  • Kua­li­tas data tidak mutlak: data ber­kua­li­tas be­rarti layak untuk tujuan ter­tentu (fitness for use, Chap­man 2005).
  • Re­ka­man yang sama bisa layak untuk peta pro­vinsi dan tidak layak untuk model ha­bi­tat 1 km.
  • Men­ce­gah ke­sa­la­han lewat desain lembar pen­ca­ta­tan lebih murah da­ri­pada mem­ber­sih­kan­nya be­la­ka­ngan.
Jeda Sejenak

Pi­kir­kan satu data yang pernah Anda kum­pul­kan, mi­sal­nya data prak­ti­kum atau angket. Untuk tujuan apa data itu layak, dan untuk tujuan apa data itu tidak layak?

Bab 2

Enam Dimensi Kualitas Data

2.1 Enam pertanyaan untuk setiap dataset

Dokter tidak me­ni­lai ke­se­ha­tan pasien dari satu angka. Ia me­me­riksa suhu, te­ka­nan darah, denyut nadi, dan be­be­rapa tanda lain, karena setiap tanda me­nang­kap ma­sa­lah yang ber­beda. Kua­li­tas data juga di­pe­riksa dari be­be­rapa sisi. DAMA UK (2013) me­ru­mus­kan enam di­mensi utama kua­li­tas data, yang ke­mu­dian dia­dopsi oleh Go­ver­nment Data Qua­lity Hub Ing­gris (2021).

Ada ke­rangka yang lebih rinci, yaitu stan­dar ISO/IEC 25012:2008 dengan 15 ka­rak­te­ris­tik. Untuk data pe­ne­li­tian ma­ha­siswa, enam di­mensi be­ri­kut sudah cukup. Setiap di­mensi pada da­sar­nya adalah satu per­ta­nyaan yang Anda ajukan kepada da­ta­set.

Akurasi
Apakah data mencerminkan kenyataan?
Pelanggaran: koordinat 0,0 untuk temuan di Danau Toba.
Kelengkapan
Apakah semua data yang dibutuhkan tersedia?
Pelanggaran: kolom koordinat, tanggal, atau nama pencatat kosong.
Keunikan
Apakah setiap entitas hanya muncul sekali?
Pelanggaran: spesimen yang sama dientri dua kali dengan nomor katalog sama.
Konsistensi
Apakah nilai tidak saling bertentangan?
Pelanggaran: Rasbora sumatrana dan R. sumatrana dalam satu kolom.
Ketepatan waktu
Apakah data mutakhir saat dibutuhkan?
Pelanggaran: memakai nama sinonim lama yang sudah tidak diterima.
Validitas
Apakah data sesuai format, tipe, dan rentang?
Pelanggaran: tanggal 14/03/26 alih-alih ISO 8601; lintang 98,6.
Gambar 4. Enam dimensi kualitas data sebagai enam pertanyaan, masing-masing dengan contoh pelanggaran pada data biodiversitas. Diringkas dari Government Data Quality Hub (2021), yang mengutip DAMA UK (2013).
DimensiDefinisiContoh pelanggaran pada data biodiversitas
AkurasiData mencerminkan kenyataan.Koordinat 0,0 untuk temuan di Danau Toba; lintang dan bujur tertukar; spesies salah identifikasi.
KelengkapanSemua data yang dibutuhkan untuk suatu pemakaian tersedia.Kolom koordinat, tanggal, atau nama pencatat kosong.
KeunikanSetiap entitas hanya muncul sekali.Spesimen yang sama dientri dua kali dengan nomor katalog sama.
KonsistensiNilai tidak saling bertentangan di dalam satu rekaman atau antarrekaman.“Rasbora sumatrana”, “rasbora sumatrana”, dan “R. sumatrana” di satu kolom; countryCode = MY untuk lokasi di Medan.
Ketepatan waktuData tersedia dan mutakhir saat dibutuhkan.Memakai nama sinonim lama yang sudah tidak diterima; memakai data puluhan tahun lalu untuk menilai status populasi sekarang.
ValiditasData sesuai format, tipe, dan rentang yang diharapkan.Tanggal “14/03/26” atau “Maret 2026” alih-alih ISO 8601; lintang 98,6 (di luar -90 sampai 90); jumlah individu negatif.
Sumber: definisi diringkas dari Government Data Quality Hub (2021) yang mengutip DAMA UK (2013); contoh dari modul TILDA P4.

Ka­te­gori ini dapat be­ri­ri­san. Nama tak­so­nomi yang sudah usang, mi­sal­nya, kadang di­go­long­kan ke aku­rasi dan kadang ke ke­te­pa­tan waktu. Yang pen­ting bukan me­mi­lih kotak yang “benar”, me­lain­kan me­mas­ti­kan ma­sa­lah­nya ter­tang­kap oleh salah satu per­ta­nyaan. Per­ha­ti­kan juga contoh lin­tang 98,6: angka itu se­be­nar­nya bujur Medan yang masuk ke kolom lin­tang, se­hingga satu ke­sa­la­han se­ka­li­gus me­lang­gar va­li­di­tas dan aku­rasi.

2.2 Enam dimensi di data kelas

Ma­ha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi akan me­nge­lola jenis data yang ber­beda: nilai prak­ti­kum, angket, dan rekap ke­ha­di­ran. Di­men­si­nya tetap sama, dan kabar baik­nya, banyak ma­sa­lah di data kelas bisa di­ce­gah dengan fitur yang sudah ter­se­dia di Google Forms. Tabel be­ri­kut me­ma­sang­kan setiap di­mensi dengan contoh ma­sa­lah dan cara men­ce­gah­nya sejak for­mu­lir.

DimensiContoh masalah di kelasCegah sejak formulir
AkurasiNilai praktikum dua siswa tertukar saat disalin dari kertasSiswa mengisi sendiri, tidak disalin ulang
KelengkapanKolom kelas atau tanggal praktikum kosongJadikan pertanyaan wajib (Required)
KeunikanSiswa yang sama mengirim formulir dua kaliBatasi satu respons per akun (Limit to 1 response; siswa masuk dengan akun Google)
KonsistensiKelas ditulis “X-1”, “X 1”, dan “10-1”Pakai pilihan ganda atau dropdown
Ketepatan waktuNilai semester lalu dipakai untuk membagi kelompok sekarangCantumkan tanggal data di nama berkas
ValiditasNilai 105 pada skala 0 sampai 100; jumlah diisi “sepuluh”Validasi respons: angka antara 0 dan 100
Contoh masalah adalah ilustrasi untuk kelas. Kolom kanan memakai fitur Google Forms.

Lem­baga pen­di­di­kan pun meng­ha­dapi ma­sa­lah yang sama dalam skala besar. Data Re­fe­rensi Ke­men­dik­das­men me­mi­sah­kan re­ka­man yang valid dari re­ka­man residu, yaitu re­ka­man yang tidak leng­kap, ganda, atau belum padan dengan data Duk­ca­pil. Ka­te­gori itu bisa Anda pe­ta­kan sen­diri ke enam di­mensi: tidak leng­kap dekat dengan ke­leng­ka­pan, ganda dengan keu­ni­kan, dan belum padan dengan aku­rasi atau kon­sis­tensi. Pe­me­taan ini alat bantu be­la­jar, bukan is­ti­lah resmi Ke­men­dik­das­men, tetapi me­nun­juk­kan bahwa ma­sa­lah yang sama muncul di data se­ko­lah.

Studi Kasus Mini · Rerata Kelas yang Terlalu BagusKisah rekaan untuk ilustrasi

Sari, ma­ha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi yang sedang prak­tik me­nga­jar, me­re­kap nilai prak­ti­kum pe­nga­ma­tan sel dari dua kelas di satu lembar kerja. Rerata kelas X-2 ter­nyata jauh di atas X-1, pa­da­hal guru pa­mong­nya merasa kedua kelas setara. Se­te­lah di­pe­riksa, ada satu nilai 1000 yang se­ha­rus­nya 100, dua siswa yang ter­ca­tat dua kali karena me­ngi­rim for­mu­lir ulang, dan nama kelas yang di­tu­lis dengan tiga cara ber­beda se­hingga be­be­rapa siswa X-1 ter­hi­tung di X-2. Tidak satu pun ke­sa­la­han itu di­se­ngaja.

Pe­ta­kan setiap ke­sa­la­han Sari ke enam di­mensi. Fitur for­mu­lir apa yang bisa men­ce­gah masing-masing ke­sa­la­han itu?

Lihat pembahasan

Nilai 1000 adalah ma­sa­lah va­li­di­tas (di luar ren­tang 0 sampai 100) dan dapat di­ce­gah dengan va­li­dasi res­pons. Siswa yang ter­ca­tat dua kali adalah ma­sa­lah keu­ni­kan, di­ce­gah dengan mem­ba­tasi satu res­pons per akun. Nama kelas yang be­ra­gam adalah ma­sa­lah kon­sis­tensi, di­ce­gah dengan drop­down. Siswa X-1 yang ter­hi­tung di X-2 akhir­nya men­jadi ma­sa­lah aku­rasi, karena data tidak lagi men­cer­min­kan kelas yang se­be­nar­nya.

2.3 Penanda kualitas di GBIF

GBIF meng­him­pun re­ka­man dari banyak lem­baga pe­ner­bit data. Saat me­ne­rima data, GBIF me­me­riksa setiap re­ka­man secara oto­ma­tis dan me­nem­pel­kan pe­nanda (issues and flags) di kolom issue pada un­du­han format Simple. Pe­nanda ini mem­bantu peng­guna me­nya­ring data. Hal yang sering di­sa­lah­pa­hami: GBIF tidak meng­ha­pus re­ka­man secara oto­ma­tis. Ke­pu­tu­san me­ma­kai atau mem­buang re­ka­man tetap ada di tangan pe­ne­liti.

PenandaArtiDimensi terdekat
ZERO_COORDINATEKoordinat tepat 0,0; biasanya nilai kosong yang terisi nolAkurasi
COUNTRY_COORDINATE_MISMATCHKoordinat jatuh di luar negara yang dicantumkanKonsistensi
PRESUMED_SWAPPED_COORDINATELintang dan bujur tampaknya tertukarAkurasi
COORDINATE_OUT_OF_RANGEKoordinat di luar rentang derajat desimal yang sahValiditas
RECORDED_DATE_INVALIDTanggal tidak dapat ditafsirkan, misalnya tanggal yang tidak adaValiditas
TAXON_MATCH_FUZZYNama hanya cocok dengan daftar acuan lewat pencocokan tidak persis, sering karena salah ketikKonsistensi
TAXON_MATCH_HIGHERRANKNama hanya cocok pada tingkat lebih tinggi, misalnya genusKelengkapan
BASIS_OF_RECORD_INVALIDNilai basisOfRecord tidak sesuai kosakataValiditas
Sumber: penanda dan artinya dari GBIF Secretariat (2026), Occurrence issues and flags. Kolom dimensi terdekat adalah pemetaan untuk belajar, bukan klasifikasi resmi GBIF; beberapa penanda dapat masuk lebih dari satu dimensi.

Ingat kem­bali aper­sepsi di awal modul. Titik di 0°, 0° pada peta ikan Medan akan me­ne­rima pe­nanda ZERO_COORDINATE, dan pe­ne­liti yang mem­baca kolom issue bisa me­nya­ring­nya se­be­lum meng­hi­tung rerata. Ma­ha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi punya pa­da­nan­nya di lembar nilai: pem­for­ma­tan ber­sya­rat yang me­war­nai nilai di luar 0 sampai 100 ber­fungsi se­perti pe­nanda, karena ia me­nun­juk­kan ma­sa­lah tanpa me­ngu­bah da­ta­nya.

Tips dan Trik
  • Saat mem­buka un­du­han GBIF format Simple, saring kolom issue lebih dulu dan hitung jumlah re­ka­man per pe­nanda se­be­lum me­la­ku­kan ana­li­sis apa pun.
  • Pe­nanda adalah alasan untuk me­me­riksa, bukan pe­rin­tah untuk meng­ha­pus. Tulis ke­pu­tu­san Anda be­serta ala­san­nya, mi­sal­nya “di­buang karena ZERO_COORDINATE; peta butuh koor­di­nat”.
  • Di Google Forms, ak­tif­kan va­li­dasi res­pons untuk setiap isian angka. Satu pe­nga­tu­ran kecil itu me­nu­tup jalan bagi nilai 1000.
Poin Penting
  • Enam di­mensi kua­li­tas data: aku­rasi, ke­leng­ka­pan, keu­ni­kan, kon­sis­tensi, ke­te­pa­tan waktu, va­li­di­tas (DAMA UK, 2013; Go­ver­nment Data Qua­lity Hub, 2021).
  • Di­mensi yang sama ber­laku untuk data kelas, dan banyak ma­sa­lah­nya bisa di­ce­gah dengan per­ta­nyaan wajib, drop­down, batas satu res­pons, dan va­li­dasi res­pons.
  • GBIF me­nan­dai, tidak meng­ha­pus. Ke­pu­tu­san me­ma­kai re­ka­man ada di tangan pe­ne­liti.
Jeda Sejenak

Dari enam di­mensi, mana yang paling sering Anda lang­gar tanpa sadar saat me­ngisi tabel prak­ti­kum? Apa ke­bia­saan kecil yang bisa men­ce­gah­nya?

Bab 3

Menata Data dan Mendokumentasikannya

3.1 Dua belas aturan menata data di spreadsheet

Dapur res­to­ran yang rapi bukan dapur yang indah di­pan­dang, me­lain­kan dapur tempat setiap koki tahu letak pisau, garam, dan wajan tanpa ber­ta­nya. Spread­sheet yang ter­tata juga begitu: orang lain, ter­ma­suk Anda sen­diri be­be­rapa bulan ke­mu­dian, bisa lang­sung be­kerja tanpa me­ne­bak maksud pe­nyu­sun­nya. Broman dan Woo (2018) me­rang­kum prak­tik menata data di spread­sheet yang men­ce­gah se­ba­gian besar ke­sa­la­han. Aturan ini men­jadi acuan pem­ber­si­han data di per­te­muan ini dan di per­te­muan 7.

1
Konsisten
tinggi_cm
tinggi_cm
tinggi_cm
Kode, nama variabel, satuan, dan nama berkas sama sepanjang proyek.
2
Nama yang baik
tinggi_cm_h7
tinggi (cm) h7
Tanpa spasi; pakai _ atau –, misalnya tinggi_cm_h7.
3
Tanggal ISO
2026-03-14
14/03/26
Format YYYY-MM-DD sesuai ISO 8601, misalnya 2026-03-14.
4
Kosong bermakna
12
NA
8
kamus data
Data hilang diberi kode tetap, misalnya NA, dan dijelaskan di kamus data.
5
Satu sel satu hal
12 ekor
jumlah_ekor
12
Angka dan satuan dipisah: 12 di sel, satuan “ekor” di nama kolom.
6
Persegi panjang
Satu baris judul, tanpa sel gabungan (merge).
7
Kamus data
variabel
arti
satuan
tinggi_cm
tinggi kecambah
cm
Satu baris per variabel: nama, arti, satuan, tipe, nilai yang diizinkan, kode data hilang.
8
Tanpa rumus
=B2*2
24
Data mentah bebas rumus; perhitungan di sheet atau berkas lain.
9
Warna bukan data
keterangan
identifikasi ragu
Jangan menandai data dengan warna; buat kolom keterangan.
10
Nama berkas
…_okurensi_v01.csv
data final revisi FIX2.xlsx
20260314_ikan_sungai_deli_okurensi_v01.csv, bukan “data final revisi FIX2.xlsx”.
11
Cadangan
data mentah
salinan kerja
Data mentah disimpan terpisah dan tidak disunting.
12
Validasi dan teks polos
Gelap
.csv
Pakai Data Validation saat entri; simpan salinan CSV.
Jembatan ke praktik C3
Gambar 5. Dua belas aturan menata data. Aturan 12 menjadi jembatan ke praktik C3. Diringkas dari Broman dan Woo (2018).

Aturan ini ber­laku sama untuk kedua prodi. Data la­pa­ngan ma­ha­siswa Bio­logi dan daftar nilai atau data prak­ti­kum siswa yang di­ke­lola ma­ha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi sama-sama rusak oleh sel ga­bu­ngan, warna tanpa ke­te­ra­ngan, dan angka yang me­nem­pel dengan sa­tuan­nya. Contoh se­der­hana di daftar nilai: “85 (re­me­dial)” di satu sel se­baik­nya di­pi­sah men­jadi kolom nilai berisi 85 dan kolom ke­te­ra­ngan berisi “re­me­dial”.

3.2 Sebelum dan sesudah ditata

Per­ha­ti­kan lima ma­sa­lah yang di­tan­dai angka pada tabel “Se­be­lum”, lalu lihat cara mem­per­bai­ki­nya pada tabel “Se­su­dah”. Baris ber­warna kuning pada tabel asli di­mak­sud­kan se­ba­gai tanda se­suatu, tetapi tidak ada yang tahu ar­ti­nya.

Sebelum
data tidak teratur dan tidak baku
1tanpa ID
Spesies Tanggal Jumlah Lokasi
rasbora sumatrana2
14/03/263
12 ekor4
Deli
5 R. sumatrana Maret 2026 Deli
Puntius binotatus 14/03/26 -3
dibersihkan di sheet kerja, setiap perubahan dicatat di log
Sesudah
bersih dan memakai istilah Darwin Core
1occurrenceID
2scientificName
3eventDate
4individualCount
locality
5occurrenceRemarks
UNIMED-0101 Rasbora sumatrana 2026-03-14 12 Deli NA
UNIMED-0102 Rasbora sumatrana 2026-03 NA Deli identifikasi perlu dicek
UNIMED-0103 Barbodes binotatus 2026-03-14 NA NA lokasi tidak tercatat
Lima perbaikan
1
Tidak ada ID rekaman. Setiap baris diberi occurrenceID unik.
2
Huruf kecil, singkatan R., nama lama. Nama ditulis baku, dan Puntius binotatus diperbarui menjadi Barbodes binotatus.
3
Format tanggal campur. Semua ditulis ISO 8601; yang hanya diketahui bulannya menjadi 2026-03.
4
Satuan di sel, sel kosong, angka minus. “12 ekor” menjadi 12; kosong dan −3 menjadi NA.
5
Warna dipakai sebagai keterangan. Maknanya pindah ke occurrenceRemarks; lokasi kosong diisi NA.
Gambar 6. ID unik, nama baku, tanggal ISO, angka tanpa satuan, dan data hilang ditandai NA. Keterangan yang dulu berupa warna pindah ke kolom occurrenceRemarks; lokasi yang kosong juga diisi NA. Contoh ilustratif.
Lihat pembahasan pelanggaran aturan

Tabel “Se­be­lum” me­lang­gar aturan 2 (nama kolom tidak baku), 3 (tang­gal bukan ISO), 4 (sel kosong tanpa makna), 5 (“12 ekor” dalam satu sel), dan 9 (baris kuning tanpa ke­te­ra­ngan). Ke­pu­tu­san di tabel “Se­su­dah”: nama di­se­ra­gam­kan dengan huruf awal ka­pi­tal; “R. su­ma­trana” di­per­luas; Puntius binotatus di­ganti Barbodes binotatus se­te­lah dicek di gbif.org/spe­cies; “Maret 2026” di­tu­lis 2026-03 karena ISO 8601 boleh hanya sampai bulan; jumlah kosong dan ne­ga­tif men­jadi NA karena tidak dapat di­pas­ti­kan. Setiap pe­ru­ba­han di­ca­tat di log.

3.3 Kamus data, codebook, dan README

Data yang rapi masih bisa mem­bi­ngung­kan jika tidak ada yang men­je­las­kan arti setiap kolom. Kamus data me­ngisi ke­ko­so­ngan itu dengan satu baris untuk setiap va­ria­bel: nama va­ria­bel, arti, satuan, tipe, nilai yang dii­zin­kan, dan kode data hilang. Kolom-kolom ini juga yang akan Anda isi di LK-04 bagian 3.

variabelartisatuantipenilai_diizinkankode_hilang
individualCountJumlah individu teramatiekorbilangan bulat0 atau lebihNA
eventDateTanggal pengamatan(tanggal)teks ISO 8601YYYY-MM-DDNA
decimalLatitudeLintangderajat desimaldesimal-90 sampai 90NA
Contoh pengisian kamus data untuk data okurensi.
Riset · Biologi

Kamus data untuk okurensi

Nama va­ria­bel me­ngi­kuti is­ti­lah Darwin Core se­perti individualCount dan eventDate, se­hingga da­ta­set Anda mudah di­pa­du­kan dengan data GBIF.

Sekolah · Pendidikan Biologi

Codebook untuk angket

Untuk angket, kamus data biasa di­se­but co­de­book. Contoh: skor_minat, minat be­la­jar bio­logi, skala 1 sampai 5, 99 = tidak men­ja­wab. Kode untuk tidak men­ja­wab boleh ber­beda asal­kan di­je­las­kan.

README me­leng­kapi kamus data. Jika kamus data men­je­las­kan kolom, README men­je­las­kan da­ta­set secara ke­se­lu­ru­han: siapa yang me­nyu­sun­nya, kapan dan di mana data di­kum­pul­kan, dengan metode dan alat apa, berkas apa saja yang ada, lang­kah pe­ngo­la­han yang sudah di­la­ku­kan, li­sensi dan cara me­nyi­ta­si­nya, sing­ka­tan atau kode yang di­pa­kai, serta ke­ter­ba­ta­san data yang di­ke­ta­hui. Bagian te­ra­khir itu sering di­le­wat­kan, pa­da­hal ke­ter­ba­ta­san yang di­tu­lis jujur justru mem­buat data lebih di­per­caya.

Identitas

  • Judul dataset
  • Kontak penyusun
  • Lisensi dan cara sitasi

Asal data

  • Waktu dan lokasi pengumpulan
  • Metode dan alat
  • Daftar berkas

Cara membaca

  • Langkah pengolahan
  • Singkatan atau kode
  • Keterbatasan yang diketahui
Gambar 7. Sembilan unsur README menurut modul TILDA P4, dikelompokkan menjadi tiga.
Tips dan Trik
  • Tulis kamus data se­be­lum me­ngum­pul­kan data. Kamus data yang di­tu­lis lebih dulu ber­fungsi se­ba­gai ran­ca­ngan for­mu­lir.
  • Pakai tang­gal di awal nama berkas (YYYYMMDD) agar berkas oto­ma­tis te­ru­rut me­nu­rut waktu di folder.
  • Jika me­ma­kai kode 99 untuk “tidak men­ja­wab”, pas­ti­kan kode itu tidak ikut ter­hi­tung dalam rerata. Tu­lis­kan atu­ran­nya di co­de­book.
Poin Penting
  • Dua belas aturan Broman dan Woo (2018) men­ce­gah se­ba­gian besar ke­sa­la­han di spread­sheet, untuk data la­pa­ngan maupun data kelas.
  • Satu sel satu hal, tang­gal ISO, kosong diberi kode, dan warna di­ganti kolom ke­te­ra­ngan.
  • Kamus data men­je­las­kan setiap kolom; README men­je­las­kan da­ta­set secara utuh. Di angket, kamus data di­se­but co­de­book.
Jeda Sejenak

Buka satu berkas spread­sheet te­ra­khir yang Anda buat. Berapa dari dua belas aturan yang sudah ter­pe­nuhi? Aturan mana yang paling mudah Anda mulai minggu ini?

Bab 4

Prinsip FAIR: Data yang Bisa Ditemukan dan Dipakai Ulang

4.1 Empat huruf, lima belas prinsip

Buku yang ter­sim­pan di gudang tanpa ka­ta­log sama saja dengan buku yang hilang. Buku itu ada, tetapi tidak seo­rang pun bisa me­ne­mu­kan­nya, me­min­jam­nya, atau tahu apakah boleh me­nya­lin­nya. Data pe­ne­li­tian meng­ha­dapi nasib serupa jika hanya ter­sim­pan di laptop pe­nyu­sun­nya. Wil­kin­son dkk. (2016) me­ru­mus­kan 15 prin­sip agar data dapat di­te­mu­kan (Findable), diak­ses (Accessible), di­pa­du­kan (Interoperable), dan di­pa­kai ulang (Reusable), baik oleh ma­nu­sia maupun oleh mesin.

F · Findable

Dapat ditemukan. Prinsip F1 sampai F4.

A · Accessible

Dapat diakses. Prinsip A1, A1.1, A1.2, A2.

I · Interoperable

Dapat dipadukan. Prinsip I1 sampai I3.

R · Reusable

Dapat dipakai ulang. Prinsip R1, R1.1, R1.2, R1.3.

Gambar 8. Empat kelompok prinsip FAIR dan nomor prinsipnya. Diringkas dari Wilkinson dkk. (2016).

Satu salah paham perlu di­lu­rus­kan sejak awal: FAIR tidak sama dengan ter­buka. Prin­sip A1.2 justru me­ngi­zin­kan pro­se­dur au­ten­ti­kasi bila di­per­lu­kan. Data lokasi spe­sies te­ran­cam, mi­sal­nya, tetap bisa FAIR wa­lau­pun hanya dapat diun­duh oleh pihak yang berhak. Prin­sip yang sama ber­laku untuk data nilai siswa: data itu bisa ter­do­ku­men­tasi dengan baik dan dapat di­pa­kai ulang oleh guru yang ber­we­nang tanpa pernah dibuka ke publik.

4.2 FAIR di unduhan GBIF

Cara ter­mu­dah me­ma­hami prin­sip yang ab­strak adalah me­li­hat­nya be­kerja. Un­du­han GBIF yang Anda buat di prak­tik C1 per­te­muan 3 me­me­nuhi banyak prin­sip FAIR. DOI yang Anda catat adalah contoh F1, dan akun GBIF yang Anda buat untuk me­ngun­duh adalah contoh A1.2.

KodePrinsip (diringkas)Contoh pada unduhan GBIF
F1Data dan metadata punya pengenal unik dan persistenDOI setiap unduhan
F2Data dijelaskan dengan metadata yang kayaMetadata EML per dataset
F3Metadata mencantumkan pengenal data yang dijelaskannyadatasetKey di setiap rekaman
F4Terdaftar di sumber yang dapat dicariPencarian di gbif.org
A1Dapat diambil lewat pengenal dengan protokol bakuHTTPS dan API
A1.1Protokol terbuka, gratis, dapat diterapkan semua pihakHTTPS
A1.2Protokol mendukung autentikasi bila perluAkun GBIF untuk mengunduh
A2Metadata tetap ada walau data tidak tersedia lagiHalaman DOI unduhan
I1Memakai bahasa representasi pengetahuan yang formal dan umumDarwin Core Archive (tabel + XML)
I2Memakai kosakata yang juga FAIRIstilah Darwin Core
I3Memuat rujukan terkualifikasi ke data lainTautan ke dataset asal dan lembaga penerbit
R1Dijelaskan dengan atribut yang akurat dan relevan50 kolom terdefinisi
R1.1Lisensi pemakaian yang jelasCC0, CC BY, atau CC BY-NC per rekaman
R1.2Asal-usul (provenance) terperincipublishingOrgKey, institutionCode
R1.3Memenuhi standar komunitas bidangnyaStandar Darwin Core dari TDWG
Sumber: prinsip dari Wilkinson dkk. (2016); contoh pada unduhan GBIF dari modul TILDA P4.

Li­sensi per re­ka­man (R1.1) me­nyam­bung ke materi per­te­muan 3. Pe­nga­ma­tan iNaturalist hanya masuk ke GBIF jika ber­li­sensi CC0, CC BY, atau CC BY-NC. Ar­ti­nya, ke­pu­tu­san li­sensi yang diam­bil seo­rang pe­nga­mat di pon­sel­nya me­nen­tu­kan apakah da­ta­nya bisa di­pa­kai ulang oleh pe­ne­liti di se­lu­ruh dunia.

4.3 FAIR untuk bahan ajar dan data kelas

Prin­sip FAIR lahir dari dunia riset, tetapi lo­gi­ka­nya bisa dibawa ke se­ko­lah. Tabel be­ri­kut adalah contoh pe­ne­ra­pan di kon­teks se­ko­lah, bukan pe­do­man resmi. Per­ha­ti­kan bahwa kolom data kelas selalu memuat pem­ba­ta­san akses, karena nilai dan angket siswa adalah data pri­badi.

PrinsipBahan ajar (LKPD, modul)Data kelas (nilai, angket)
FJudul jelas dan metadata LRMI: fase, kelas, tujuan pembelajaranNama berkas baku, kamus data atau codebook
ATautan stabil di LMS atau repositori sekolah, bukan folder pribadiAkses terbatas untuk guru yang berhak (A1.2)
IFormat terbuka (PDF, ODT, CSV), bukan hanya foto halamanCSV dengan kode baku, misalnya kelas X-1 ditulis seragam
RLisensi jelas, misalnya CC BY 4.0, dan sumber gambar dicantumkanREADME: siapa, kapan, bagaimana data dikumpulkan; nama siswa diganti kode
Contoh penerapan di konteks sekolah. LRMI dan lisensi CC dibahas di pertemuan 3.
Riset · Biologi

Repositori nasional untuk data penelitian

Da­ta­set pe­ne­li­tian dapat di­sim­pan di Re­po­si­tori Ilmiah Na­sio­nal (RIN) BRIN yang ber­ba­sis Da­ta­verse. Ke­bi­ja­kan RIN me­nye­dia­kan CC0 dan li­sensi CC, tiga ting­kat akses (ter­buka, ter­ba­tas, ter­tu­tup), dan me­wa­jib­kan in­for­masi pe­rang­kat lunak di­can­tum­kan di me­ta­data atau README.

Sekolah · Pendidikan Biologi

LKPD yang bisa ditemukan dan dipakai ulang

LKPD buatan Anda men­jadi lebih FAIR jika diberi judul dan me­ta­data yang jelas, di­sim­pan di tautan stabil, ter­se­dia dalam format ter­buka, dan ber­li­sensi jelas dengan sumber gambar di­can­tum­kan.

Perhatian: data siswa tetap data pribadi

FAIR untuk data kelas be­rarti ter­do­ku­men­tasi dan dapat di­pa­kai ulang oleh pihak yang berhak, bukan dibuka ke publik. Se­perti di­ba­has di per­te­muan 3, data anak ter­ma­suk data pri­badi yang di­lin­du­ngi UU No. 27 Tahun 2022 ten­tang Pe­lin­du­ngan Data Pri­badi. Ke­bi­ja­kan RIN BRIN juga me­wa­jib­kan data pri­badi yang dapat me­ngi­den­ti­fi­kasi se­seo­rang di­tu­tup atau dia­no­nim­kan.

FAIR tidak sama dengan terbuka. Data yang dikunci dengan alasan jelas tetap bisa FAIR.Ringkasan penyusun dari prinsip A1.2 (Wilkinson dkk., 2016)
Cheat Sheet

Satu Halaman untuk Menilai dan Merawat Data

Tanya tujuannya dulu

  • Data layak untuk tujuan tertentu
  • Cek skala analisis atau keputusan
  • Cegah di formulir, bukan hanya bersihkan

Enam dimensi

  • Akurasi, kelengkapan, keunikan
  • Konsistensi, ketepatan waktu, validitas
  • GBIF menandai, Anda memutuskan

Perbaiki dengan jejak

  • Kerjakan di salinan, bukan data mentah
  • Yang pasti diperbaiki, yang ragu diberi NA
  • Setiap perubahan masuk log

Tata spreadsheet

  • Satu sel satu hal, tanggal YYYY-MM-DD
  • Tanpa sel gabungan dan warna sebagai data
  • Nama berkas: tanggal_lokasi_isi_v01

Dokumentasi

  • Kamus data atau codebook per variabel
  • README: siapa, kapan, bagaimana, lisensi
  • Tulis keterbatasan data dengan jujur

FAIR

  • Pengenal persisten dan metadata kaya
  • Format terbuka dan kosakata bersama
  • Lisensi jelas; akses terbatas untuk data pribadi
Poin Penting
  • FAIR memuat 15 prin­sip dalam empat ke­lom­pok: Fin­da­ble, Ac­ces­si­ble, In­te­ro­pe­ra­ble, Reu­sa­ble (Wil­kin­son dkk., 2016).
  • Un­du­han GBIF adalah contoh nyata: DOI (F1), akun untuk me­ngun­duh (A1.2), Darwin Core (I1, I2, R1.3), li­sensi per re­ka­man (R1.1).
  • FAIR tidak sama dengan ter­buka: data siswa dan lokasi spe­sies te­ran­cam bisa FAIR dengan akses ter­ba­tas.
Jeda Sejenak

Jika LKPD atau da­ta­set te­ra­khir Anda dicari orang lain lima tahun lagi, prin­sip FAIR mana yang paling mung­kin mem­buat­nya tidak bisa di­te­mu­kan atau di­pa­kai?

Praktik

Audit Kualitas Data Okurensi

Bagian ini me­mandu Anda me­nger­ja­kan pro­se­dur C1 sampai C5. Di kelas, prak­tik di­ker­ja­kan ber­ke­lom­pok 3 sampai 4 orang selama 40 menit untuk C1 sampai C4, di­tam­bah 10 menit untuk C5. Ha­sil­nya Anda tuang­kan ke LK-04 bagian 1 sampai 3 dan bagian 6. Ker­ja­kan be­ru­ru­tan, karena setiap lang­kah me­nyiap­kan lang­kah be­ri­kut­nya.

Dataset latihan

Berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx, sheet P04_okurensi: 30 baris, kolom A sampai J. Se­lu­ruh isinya data si­mu­lasi yang se­ngaja diberi ke­sa­la­han untuk la­ti­han. Berkas di­ba­gi­kan oleh dosen.

C1. Mengamankan data mentah

Aturan per­tama pem­ber­si­han data: jangan pernah me­nyun­ting data mentah. Anda akan mem­buat sa­li­nan berkas, men­du­pli­kasi sheet, dan me­nyiap­kan log se­be­lum me­ngu­bah satu sel pun.

01Simpan salinanNama baru NIM_P04_okurensi_v01.xlsx. Berkas asli tidak disunting.
02Duplikasi sheetKlik kanan tab P04_okurensi › Move or Copy › Create a copy. Ganti nama salinan menjadi kerja.
03Buat sheet logSheet log_perubahan dengan kolom occurrenceID, kolom, nilai_lama, nilai_baru, alasan.

Susunan sheet di akhir praktik:

P04_okurensikerjalog_perubahankamus_dataREADME
Gambar 9. Sheet asli tidak disunting; semua perbaikan dilakukan di sheet kerja (disorot); setiap perubahan dicatat di log; kamus data dan README dibuat di C4.

Pendidikan Biologi Pola yang sama (salinan, sheet kerja, log) berlaku saat Anda mengolah daftar nilai atau data angket kelas.

C2. Mendeteksi masalah per dimensi

Ketik rumus be­ri­kut di kolom bantu mulai kolom L pada sheet kerja, di baris 2, lalu salin ke bawah sampai baris 31. Pe­nge­cua­lian­nya adalah COUNTBLANK, yang cukup di­ke­tik sekali untuk setiap kolom D, G, dan H.

Kelengkapan

=COUNTBLANK(D2:D31)
=COUNTBLANK(G2:G31)
=COUNTBLANK(H2:H31)

Jumlah sel kosong per kolom. Ketik sekali, tidak disalin ke bawah.

Keunikan

=COUNTIF($A$2:$A$31;A2)>1

TRUE = ID muncul lebih dari sekali.

Validitas tanggal

Rumus panjang, lihat kotak di bawah.

FALSE = bukan ISO 8601 atau tanggal tidak ada.

Validitas jumlah

=AND(ISNUMBER(G2);G2>=0)

FALSE = teks, kosong, atau negatif.

Akurasi koordinat

=AND(D2>=3;D2<=4;E2>=98;E2<=99)

FALSE = di luar kotak wilayah Medan (lintang 3 sampai 4, bujur 98 sampai 99).

Konsistensi nama

=UNIQUE(B2:B31) di Excel 365, atau panah filter di kolom B.

Daftar nama berbeda; cari variasi penulisan.

Rumus va­li­di­tas tang­gal cukup pan­jang, jadi salin persis se­perti di bawah:

=IFERROR(AND(LEN(C2)=10;
  MID(C2;5;1)="-";MID(C2;8;1)="-";
  ISNUMBER(DATEVALUE(C2)));FALSE)
Pemisah rumus

Rumus di modul ini me­ma­kai pe­mi­sah titik koma (;) untuk pe­nga­tu­ran re­gio­nal In­do­ne­sia. Jika Excel Anda me­ma­kai Eng­lish (United States), ganti setiap ; dengan koma (,).

Se­te­lah semua kolom bantu terisi, lan­jut­kan tiga lang­kah be­ri­kut:

  1. Sorot baris ganda. Pilih kolom A, lalu Home › Con­di­tio­nal For­mat­ting › Hig­hlight Cells Rules › Du­pli­cate Values.
  2. Saring hasil. Ak­tif­kan Data › Filter, lalu saring setiap kolom bantu untuk me­nam­pil­kan nilai FALSE atau TRUE yang ber­ma­sa­lah.
  3. Catat temuan. Isi LK-04 bagian 1: di­mensi, alat atau rumus, jumlah temuan, dan occurrenceID yang ber­ma­sa­lah.

C3. Memperbaiki dan mencatat

Prin­sip C3 bisa di­ring­kas dalam satu ka­li­mat: per­baiki yang pasti, beri NA yang tidak pasti, dan catat se­mua­nya. Ke­sa­la­han yang po­la­nya jelas boleh di­per­baiki. Nilai yang tidak bisa di­pas­ti­kan tidak boleh di­te­bak, karena te­ba­kan yang masuk ke data akan ter­li­hat se­perti pe­nga­ma­tan sung­gu­han.

Nilai lamaNilai baruTindakanAlasan
rasbora sumatranaRasbora sumatranaPerbaikiHuruf awal kapital, spasi berlebih dibuang
R. sumatranaRasbora sumatranaPerbaikiSingkatan diperluas dengan Replace
ChanaChannaPerbaikiSalah ketik
Puntius binotatusBarbodes binotatusPerbaikiNama lama; cek dulu di gbif.org/species
12 ekor12PerbaikiSatu sel satu hal
lintang 98,65; bujur 3,57lintang 3,57; bujur 98,65PerbaikiTertukar, polanya jelas
2026-02-30NABeri NATanggal mustahil; jangan ditebak
0, 0NABeri NABukan diisi angka karangan
-3NABeri NANilai negatif tidak dapat dipastikan
Setiap baris di tabel ini menjadi satu baris di sheet log_perubahan. Contoh nilai ilustratif.

Lang­kah-lang­kah­nya di Excel:

  1. Se­ra­gam­kan pe­nu­li­san nama spe­sies. Di kolom bantu, rumus be­ri­kut mem­buang spasi ber­le­bih dan mem­buat huruf per­tama ka­pi­tal se­men­tara si­sa­nya kecil, sesuai kaidah nama ilmiah. Hin­dari PROPER karena ha­sil­nya men­jadi “Ras­bora Su­ma­trana”.
    =UPPER(LEFT(TRIM(B2);1))&LOWER(MID(TRIM(B2);2;100))
    Salin ha­sil­nya, lalu Paste Spe­cial › Values ke kolom B. Sing­ka­tan “R.” dan salah ketik “Chana” di­per­baiki dengan Home › Find & Select › Re­place.
  2. Per­ba­rui nama lama. Pe­riksa nama yang tidak cocok dengan acuan. Contoh: Puntius binotatus kini umum di­tu­lis Barbodes binotatus. Cek di gbif.org/spe­cies se­be­lum meng­ganti.
  3. Per­baiki tang­gal. Ubah ke format YYYY-MM-DD. Tang­gal yang mus­ta­hil, mi­sal­nya 30 Fe­bruari, jangan di­te­bak; ganti dengan NA dan catat di log.
  4. Per­baiki koor­di­nat. Koor­di­nat ter­tu­kar boleh di­ba­lik karena po­la­nya jelas. Koor­di­nat 0,0 dan sel kosong diisi NA, bukan angka ka­ra­ngan.
  5. Per­baiki jumlah in­di­vidu. “12 ekor” men­jadi 12. Nilai ne­ga­tif tidak dapat di­pas­ti­kan, maka di­ganti NA dan di­ca­tat.
  6. Hapus baris ganda. Pilih tabel, Data › Data Tools › Remove Du­pli­ca­tes, cen­tang semua kolom, lalu OK.
  7. Pasang va­li­dasi. Pilih kolom I, Data › Data Va­li­da­tion › Allow: List, lalu isi daftar be­ri­kut. Ini men­ce­gah ke­sa­la­han baru saat entri.
    HumanObservation;PreservedSpecimen;MachineObservation
  8. Isi log. Setiap pe­ru­ba­han di­ca­tat satu baris di log_perubahan.
Perhatian

Remove Du­pli­ca­tes meng­ha­pus baris secara per­ma­nen. Ker­ja­kan hanya di sheet kerja, jangan di sheet P04_okurensi. Jika ragu, salin dulu sheet kerja se­be­lum men­ja­lan­kan­nya.

Pendidikan Biologi Data Validation yang sama bisa dipakai di daftar nilai, misalnya Allow: Whole number antara 0 dan 100. Aturan “jangan menebak” juga berlaku: nilai yang tidak terbaca di lembar kertas siswa ditandai, bukan dikira-kira.

C4. Menyusun kamus data dan README

Sheet kamus_data

Kolom: variabel, arti, satuan, tipe, nilai_diizinkan, kode_hilang. Isi satu baris untuk setiap kolom A sampai J.

Sheet README, minimal

Judul dataset, penyusun, sumber (data simulasi latihan), daftar sheet, langkah pembersihan, kode NA, dan keterbatasan.

Salin mi­ni­mal lima baris kamus data ke LK-04 bagian 3. Gu­na­kan contoh di Bab 3.3 se­ba­gai acuan, tetapi isi ber­da­sar­kan kolom yang benar-benar ada di da­ta­set la­ti­han.

C5. AI sebagai asisten pemeriksa

AI ge­ne­ra­tif dapat mem­bantu me­ne­mu­kan ma­sa­lah kua­li­tas data, tetapi ha­sil­nya tetap harus Anda pe­riksa. Pro­se­dur ini se­ngaja di­ker­ja­kan se­te­lah Anda me­me­riksa data sen­diri, se­hingga Anda punya pem­ban­ding.

  1. Salin 10 baris per­tama se­ba­gai teks, bukan se­lu­ruh berkas.
  2. Ajukan prompt be­ri­kut ke ChatGPT, Co­pi­lot, atau Gemini:
    Berikut 10 baris data okurensi ikan dengan kolom Darwin Core.
    Identifikasi masalah kualitas data berdasarkan dimensi akurasi,
    kelengkapan, keunikan, konsistensi, ketepatan waktu, dan validitas.
  3. Ban­ding­kan dengan temuan ke­lom­pok, lalu isi log ve­ri­fi­kasi AI di LK-04 bagian 6 dengan kolom prompt, klaim_ai, sumber_cek, dan status.

Benar

Temuan AI cocok dengan temuan kelompok Anda.

Terlewat

Kelompok Anda menemukannya, AI tidak.

Salah

AI menyebut masalah yang sebenarnya tidak ada.

Gambar 10. Tiga kategori untuk menandai setiap klaim AI di log verifikasi.
Perhatian: etika memakai AI

Data la­ti­han ini boleh di­tem­pel ke AI karena si­mu­lasi. Data pe­ne­li­tian sung­gu­han yang belum terbit, data lokasi spe­sies di­lin­du­ngi, dan data pri­badi res­pon­den, ter­ma­suk nilai dan data siswa, tidak boleh di­tem­pel ke chat­bot publik.

Poin Penting
  • Aman­kan data mentah dulu: sa­li­nan berkas, sheet kerja, dan sheet log.
  • De­teksi dengan rumus per di­mensi, per­baiki yang pasti, beri NA yang tidak pasti, dan catat setiap pe­ru­ba­han.
  • Do­ku­men­ta­si­kan dengan kamus data dan README; pakai AI se­ba­gai pe­me­riksa kedua yang ha­sil­nya di­ve­ri­fi­kasi.
Aktivitas dan Penugasan

Dari Membaca ke Mengaudit: Aktivitas Pertemuan 4

Per­te­muan tatap muka ber­lang­sung 2 × 50 menit dan di­ran­cang dengan metode case method, col­la­bo­ra­tive lear­ning, pre­sen­tasi, dan peer review. Bagian ter­pan­jang adalah prak­tik (40 menit), di­tam­bah 10 menit untuk pro­se­dur C5 dengan AI. Se­te­lah kelas, Anda me­nye­le­sai­kan bagian LK-04 yang ter­sisa dan me­nye­rah­kan CBR final. Ka­rak­ter yang di­la­tih se­pan­jang rang­kaian ini adalah ke­ju­ju­ran, ke­te­ku­nan, tang­gung jawab, ke­man­di­rian, dan etika ber­ko­mu­ni­kasi.

A. Alur kegiatan tatap muka (100 menit)

Buka: apersepsi5′
Teori: Bab 1 sampai 420′
Praktik: C1 sampai C440′
AI: C510′
Peer review15′
Tutup10′
0 menit40 menit
Gambar 11. Durasi tiap tahap dalam menit, skala mulai dari 0. Praktik (kuning) mengambil 40 dari 100 menit.
TahapWaktuKegiatan
Buka5 menitApersepsi: “Jika satu baris data salah koordinat, apakah peta sebaran masih bisa dipercaya?”
Teori20 menitCeramah interaktif: kualitas data, penanda GBIF, menata data di spreadsheet, prinsip FAIR
Praktik40 menitKelompok 3 sampai 4 orang mengerjakan prosedur C1 sampai C4 pada sheet P04_okurensi; mengisi LK-04 bagian 1 sampai 3
AI10 menitProsedur C5: AI sebagai asisten pemeriksa, lalu diverifikasi manual
Peer review15 menitKelompok bertukar hasil dan menilai memakai rubrik LK-04 bagian 5
Tutup10 menitDua kelompok mempresentasikan rekomendasi perbaikan; pengingat unggah CBR final
Mandiridi luar kelasLK-04 bagian 4 (penilaian FAIR) dan bagian 8, yang berbeda untuk tiap prodi

B. Lembar Kerja LK-04: Audit Kualitas Data Okurensi

LK-04 ber­tu­juan agar Anda mampu men­de­teksi ma­sa­lah kua­li­tas data ber­da­sar­kan enam di­mensi, mem­per­baiki data secara ter­do­ku­men­tasi dan dapat di­te­lu­suri, serta me­nyu­sun kamus data dan me­ni­lai da­ta­set dengan prin­sip FAIR. Peta bagian-ba­gian­nya:

BagianIsiDikerjakan
1Hasil deteksi: dimensi, alat atau rumus, jumlah temuan, occurrenceID bermasalahPraktik C2
2Log perubahan: 5 baris terpenting (occurrenceID, kolom, nilai lama, nilai baru, alasan)Praktik C3
3Kamus data, minimal 5 variabelPraktik C4
4Penilaian FAIR pada unduhan GBIF dari pertemuan 3Mandiri
5Rubrik peer review, diisi kelompok penilaiPeer review
6Log verifikasi AI: prompt, klaim_ai, sumber_cek, statusPraktik C5
7Rekomendasi: tiga perubahan pada lembar pencatatan lapangan agar kesalahan yang sama tidak terulangKedua prodi
8Tugas terstruktur yang berbeda untuk tiap prodi (lihat bagian D)Mandiri

C. LK-04 bagian 4: seberapa FAIR unduhan GBIF Anda?

Buka kem­bali un­du­han GBIF dari prak­tik per­te­muan 3. Untuk setiap prin­sip, beri tanda bila ter­pe­nuhi, lalu tulis buk­ti­nya dari berkas atau ha­la­man un­du­han Anda. Kolom kanan hanya me­nun­juk­kan tempat men­cari bukti, bukan ja­wa­ban­nya. Jika Anda tidak me­nye­le­sai­kan un­du­han di per­te­muan 3, pakai un­du­han teman se­ke­lom­pok dan can­tum­kan DOI-nya.

PrinsipTerpenuhi?Tempat mencari bukti
F1 pengenal persistenya / tidakHalaman unduhan dan email dari GBIF
F2 metadata kayaya / tidakHalaman dataset asal rekaman
A1 protokol bakuya / tidakCara Anda mengunduh dan membuka berkas
I2 kosakata bersamaya / tidakNama-nama kolom di berkas unduhan
R1.1 lisensi jelasya / tidakKolom lisensi di setiap rekaman
R1.2 asal-usul dataya / tidakKolom lembaga atau penerbit data

D. Tugas terstruktur: LK-04 bagian 8 per prodi

Kedua prodi me­nger­ja­kan LK-04 bagian 7. Bagian 8 mem­bawa ke­te­ram­pi­lan yang sama ke kon­teks prodi masing-masing. Pilih kartu sesuai prodi Anda.

Riset · Biologi

Audit penanda kualitas pada unduhan GBIF dari pertemuan 3

  • Hitung re­ka­man per pe­nanda di kolom issue.
  • Pu­tus­kan re­ka­man yang layak untuk peta se­ba­ran ting­kat ka­bu­pa­ten.
  • Tulis ala­san­nya dengan ga­ga­san fit­ness for use.
  • Catat re­ka­man yang di­buang di log.
Sekolah · Pendidikan Biologi

Rancang lembar data praktikum siswa yang mencegah kesalahan

  • Pilih satu prak­ti­kum bio­logi SMA.
  • Buat for­mu­lir atau tabel LKPD: tang­gal ISO, satuan di nama kolom, pi­li­han baku, va­li­dasi ren­tang.
  • Ser­ta­kan co­de­book sing­kat.
  • Se­but­kan tiga ke­sa­la­han yang di­ce­gah desain Anda.

Tugas Pendidikan Biologi memperluas bagian 7 ke konteks lembar kerja siswa. Ikuti arahan dosen bila ada penyesuaian dengan RPS.

E. Rubrik peer review (LK-04 bagian 5)

Setiap ke­lom­pok me­ni­lai hasil ke­lom­pok lain, mi­sal­nya dengan rotasi A ke B, B ke C, C ke D, dan D ke A. Beri skor 1 sampai 4 untuk setiap kri­te­ria dan tulis ko­men­tar. Tabel be­ri­kut me­nun­juk­kan syarat skor 4.

KriteriaSkor 4 jika
Ketepatan deteksiMasalah di keenam dimensi ditemukan dengan rumus yang tepat
Ketepatan perbaikanPerbaikan masuk akal; nilai yang tidak pasti diberi NA, tidak ditebak
KeterlacakanSetiap perubahan tercatat di log
DokumentasiKamus data dan README lengkap dan jelas
Etika berkomunikasi saat peer review
  • Sebut occurrenceID re­ka­man yang Anda ko­men­tari, agar ke­lom­pok lain bisa lang­sung me­ne­mu­kan­nya.
  • Beri saran per­bai­kan, bukan se­ka­dar me­nye­but ke­sa­la­han.
  • Nilai hasil ker­ja­nya, bukan orang­nya.

F. CBR final

CBR final adalah tugas in­di­vidu yang di­kum­pul­kan ber­sama hasil ana­li­sis kua­li­tas da­ta­set, lembar eva­luasi, dan hasil peer review. Struk­tur­nya se­pu­luh bagian:

1

Sampul

2

Identitas buku

3

Pendahuluan

4

Ringkasan isi

5

Analisis kelebihan

6

Analisis kelemahan

7

Perbandingan dengan minimal 3 sumber lain

8

Relevansi bagi pembelajaran biologi

9

Kesimpulan

10

Daftar pustaka APA 7

Gambar 12. Struktur CBR final. Bagian 8 diarahkan sesuai prodi.
Biologi

Bagian 8

Dapat di­kait­kan dengan riset bio­logi, mi­sal­nya pe­ngo­la­han data pe­ne­li­tian.

Pendidikan Biologi

Bagian 8

Di­kait­kan dengan pem­be­la­ja­ran bio­logi di SMA dan CP Bio­logi.

G. Penilaian

ProdukKriteria utama
Analisis kualitas datasetDinilai dengan rubrik khusus tugas analisis data di RPS: kualitas data, data cleaning, pengolahan, analisis dan interpretasi, visualisasi, etika akademik.
CBR finalStruktur 10 bagian lengkap, analisis kelebihan dan kelemahan yang berdasar, perbandingan dengan minimal 3 sumber lain, daftar pustaka APA 7, presentasi.
LK-04 bagian 8Biologi: keputusan memakai atau membuang rekaman beralasan dan tercatat. Pendidikan Biologi: desain formulir mencegah kesalahan dan codebook lengkap.
Bobot tagihan pertemuan ini: 5% dari nilai akhir. Kriteria LK-04 bagian 8 mengikuti arahan dosen dan RPS.
Poin Penting Pengumpulan
  • Kum­pul­kan CBR final be­serta hasil ana­li­sis kua­li­tas da­ta­set, lembar eva­luasi (LK-04), dan hasil peer review.
  • Teng­gat dan cara pe­ngum­pu­lan: [teng­gat dan cara pe­ngum­pu­lan].
  • Pakai nama berkas yang ber­makna, mi­sal­nya NIM_P04_okurensi_v01.xlsx untuk berkas prak­tik.
Pojok Refleksi

Kembali ke Daffa, Kembali ke Data Anda

Ingat Daffa dan peta ikan Sungai Deli di awal modul? Kini Anda bisa me­ni­lai­nya dengan enam di­mensi. Va­riasi nama spe­sies adalah ma­sa­lah kon­sis­tensi yang boleh di­per­baiki, karena po­la­nya jelas. Tang­gal “14/03/26” adalah ma­sa­lah va­li­di­tas yang juga bisa di­per­baiki ke format ISO. Yang ber­ma­sa­lah adalah dua ke­pu­tu­san lain­nya: me­ngisi koor­di­nat kosong dengan titik tengah Kota Medan be­rarti me­nga­rang data, dan meng­ha­pus baris “aneh” tanpa ca­ta­tan be­rarti meng­hi­lang­kan jejak.

Lang­kah yang lebih tepat se­be­nar­nya tidak lebih lama. Daffa cukup me­nan­dai koor­di­nat kosong dengan NA, men­ca­tat baris yang ia buang be­serta ala­san­nya di log, dan me­nu­lis di README bahwa peta hanya me­ma­kai re­ka­man ber­koor­di­nat. Pe­ta­nya mung­kin memuat lebih se­di­kit titik, tetapi setiap ti­tik­nya bisa di­per­tang­gung­ja­wab­kan. Sari, ma­ha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi di Bab 2, meng­ha­dapi pe­la­ja­ran yang sama dari sisi lain: ke­sa­la­han paling murah adalah ke­sa­la­han yang di­ce­gah oleh for­mu­lir.

Pertanyaan untuk Direnungkan

1. Ke­sa­la­han data mana di modul ini yang paling mung­kin ter­jadi pada Anda, dan me­ngapa?

2. Jika data prak­ti­kum atau pe­ne­li­tian Anda di­pe­riksa orang lain besok pagi, apakah setiap pe­ru­ba­han­nya bisa di­te­lu­suri?

3. Kapan Anda ter­goda me­ngisi sel kosong dengan per­ki­raan? Apa yang akan Anda la­ku­kan ber­beda?

4. Prin­sip FAIR mana yang paling sulit di­te­rap­kan pada data Anda sen­diri?

Janji kecil untuk data saya

  • Saya akan be­kerja di sa­li­nan dan tidak me­nyun­ting data mentah.
  • Saya tidak akan me­ne­bak nilai yang tidak pasti; saya akan mem­be­ri­nya NA.
  • Saya akan men­ca­tat setiap pe­ru­ba­han data di log.
  • Saya akan me­nu­lis kamus data atau co­de­book se­be­lum me­ngum­pul­kan data.
  • Saya akan men­jaga data pri­badi, ter­ma­suk data siswa, tetap ter­ba­tas ak­ses­nya.

Ja­wa­ban Anda tidak di­ni­lai. Pilih satu ke­bia­saan yang paling mudah diubah minggu ini, mi­sal­nya me­mi­sah­kan angka dari satuan atau men­ca­tat setiap pe­ru­ba­han di log, supaya orang lain bisa me­me­riksa dan me­lan­jut­kan pe­ker­jaan Anda. Aturan menata data dari per­te­muan ini akan Anda pakai lagi di per­te­muan 7.

“Data yang bisa ditelusuri lebih berharga daripada data yang tampak rapi.”
Rujukan

Glosarium dan Daftar Pustaka

Glosarium

IstilahArti sederhana
Fitness for useKelayakan data untuk tujuan pemakaian tertentu
Dimensi kualitas dataSisi yang diperiksa untuk menilai kualitas: akurasi, kelengkapan, keunikan, konsistensi, ketepatan waktu, validitas
OkurensiCatatan keberadaan suatu organisme di tempat dan waktu tertentu
Penanda (flag)Tanda otomatis dari GBIF pada rekaman yang diduga bermasalah; rekaman tidak dihapus
NAKode tetap untuk data yang hilang atau tidak dapat dipastikan
Log perubahanCatatan setiap perubahan data: ID, kolom, nilai lama, nilai baru, alasan
ISO 8601Standar penulisan tanggal dari besar ke kecil: YYYY-MM-DD (2026-03-14), atau sampai bulan saja (2026-03)
Kamus dataTabel yang menjelaskan setiap variabel: arti, satuan, tipe, nilai yang diizinkan, kode data hilang
CodebookKamus data untuk angket atau survei, termasuk arti setiap kode jawaban
READMEBerkas yang menjelaskan dataset secara utuh: penyusun, asal data, langkah pengolahan, lisensi, keterbatasan
Darwin CoreKosakata baku untuk data keanekaragaman hayati, dipakai GBIF
DOIPengenal digital persisten untuk artikel, dataset, atau unduhan
FAIRPrinsip agar data dapat ditemukan, diakses, dipadukan, dan dipakai ulang
ProvenanceAsal-usul data: siapa yang menghasilkan dan menerbitkannya
Data ValidationFitur spreadsheet yang membatasi isian sel, misalnya daftar pilihan atau rentang angka

Daftar Pustaka

Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2023). Kebijakan pengelolaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN). https://rin.brin.go.id/upload/kebijakan_pengelolaan_rin_2023.pdf

Broman, K. W., & Woo, K. H. (2018). Data organization in spreadsheets. The American Statistician, 72(1), 2-10. https://doi.org/10.1080/00031305.2017.1375989

Chapman, A. D. (2005). Principles of data quality. Global Biodiversity Information Facility. https://doi.org/10.15468/doc.jrgg-a190

DAMA UK Working Group on Data Quality Dimensions. (2013). The six primary dimensions for data quality assessment. DAMA UK.

GBIF Secretariat. (2026). Occurrence issues and flags. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://techdocs.gbif.org/en/data-use/occurrence-issues-and-flags

Government Data Quality Hub. (2021, 24 Juni). Meet the data quality dimensions. GOV.UK. https://www.gov.uk/government/news/meet-the-data-quality-dimensions

Kemendikdasmen. (2026). Data Referensi [laman residu]. Diakses Oktober 2026 dari https://referensi.data.kemdikbud.go.id/residu

Microsoft. (t.t.). Filter for or remove duplicate values. Microsoft Support. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://support.microsoft.com/en-us/excel/filter-for-or-remove-duplicate-values

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. https://peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022

Wilkinson, M. D., Dumontier, M., Aalbersberg, I. J., et al. (2016). The FAIR Guiding Principles for scientific data management and stewardship. Scientific Data, 3, 160018. https://doi.org/10.1038/sdata.2016.18

Catatan: rentang halaman ditulis dengan tanda hubung (2-10) mengikuti ketentuan gaya modul.

Beranda

Selamat Datang di Pertemuan 4

Se­la­mat datang di per­te­muan keem­pat. Di per­te­muan 3 Anda sudah me­nge­nal jenis, sumber, struk­tur, dan format data bio­logi. Kini saat­nya ber­ta­nya apakah data itu layak di­pa­kai, ba­gai­mana me­ra­pi­kan­nya tanpa meng­hi­lang­kan jejak, dan se­be­rapa mudah data itu di­te­mu­kan dan di­pa­kai ulang orang lain. Modul ini me­la­yani dua prodi se­ka­li­gus: contoh riset untuk ma­ha­siswa Bio­logi dan contoh se­ko­lah untuk ma­ha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi, dengan konsep yang sama di ba­wah­nya. Ba­ca­lah bagian demi bagian secara be­ru­ru­tan, karena setiap bab me­nyiap­kan alat yang di­pa­kai di prak­tik.

KomponenKeterangan
Mata kuliahTeknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)
PertemuanKe-4: Kualitas Data, Metadata, dan Prinsip FAIR
Sub-CPMKMenganalisis jenis data biologi, sumber data, struktur data, format data, metadata, serta aspek kualitas data untuk mendukung kegiatan ilmiah.
IndikatorMenganalisis kualitas data berdasarkan aspek akurasi, kelengkapan, konsistensi, validitas, dan metadata.
MetodeCase method, collaborative learning, presentasi, peer review
MediaLaptop/PC, proyektor, LMS, Microsoft Excel/Google Sheets, ChatGPT/Copilot/Gemini, Google Scholar, buku referensi, berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx, rubrik peer review
Nilai karakterKejujuran, ketekunan, tanggung jawab, kemandirian, etika berkomunikasi
TagihanCBR final (individu) beserta hasil analisis kualitas dataset, lembar evaluasi, dan hasil peer review
Bobot penilaian5% dari nilai akhir
Alokasi waktu2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri

Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:

  1. Men­je­las­kan kua­li­tas data se­ba­gai ke­la­ya­kan untuk tujuan pe­ma­kaian ter­tentu.
  2. Men­de­teksi ma­sa­lah kua­li­tas data ber­da­sar­kan enam di­mensi, ter­ma­suk mem­baca pe­nanda kua­li­tas GBIF.
  3. Mem­per­baiki data secara ter­do­ku­men­tasi dan dapat di­te­lu­suri.
  4. Me­nyu­sun kamus data atau co­de­book dan README.
  5. Me­ni­lai sebuah da­ta­set dengan prin­sip FAIR.
  6. Me­ne­rap­kan semua ke­te­ram­pi­lan itu pada data riset bio­logi atau data kelas bio­logi sesuai prodi Anda.

Pengantar

Satu baris yang menggeser peta

Bab 1

Kualitas data: layak untuk tujuan tertentu

Bab 2

Enam dimensi, data kelas, penanda GBIF

Bab 3

Dua belas aturan, kamus data, README

Bab 4

Prinsip FAIR di GBIF dan di sekolah

Praktik

Audit data okurensi C1 sampai C5

Tugas

LK-04, peer review, CBR final

Refleksi

Kembali ke kasus Daffa

Gambar 13. Peta e-modul. Bab 1 sampai 4 menyiapkan alat yang dipakai di praktik dan tugas.
Cara Memakai E-Modul Ini

Gu­na­kan menu di bagian atas untuk ber­pin­dah bagian, atau tombol di bagian bawah setiap ha­la­man untuk me­lan­jut­kan. Setiap bagian punya alamat sen­diri, jadi Anda bisa me­nyim­pan atau mem­ba­gi­kan tautan ke satu bab.

  • Kotak ber­ga­ris tepi hijau tua berisi Poin Pen­ting.
  • Kotak ber­ga­ris tepi kuning berisi Tips.
  • Kotak ber­ga­ris putus-putus berisi Studi Kasus.
  • Kotak ber­la­tar hijau tua berisi Jeda Se­je­nak untuk me­re­nung.
  • Kotak ber­la­tar merah muda berisi Per­ha­tian.
  • Label hijau tua me­nan­dai contoh untuk prodi Bio­logi; label kuning me­nan­dai contoh untuk prodi Pen­di­di­kan Bio­logi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Jenis, Sumber, Struktur, dan Format Data Biologi
Next post Penelusuran Literatur Ilmiah dan Manajemen Referensi