Kualitas Data, Metadata, dan Prinsip FAIR
E-Modul Pertemuan 4 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)
Data yang Layak Dipercaya
Kualitas Data, Metadata, dan Prinsip FAIR untuk Riset Biologi dan Kelas Biologi
Satu Baris yang Menggeser Peta
Bayangkan Anda membeli beras sepuluh karung, lalu pedagangnya berkata bahwa satu karung berisi pasir. Sembilan karung lain tetap beras, tetapi Anda tidak lagi bisa menimbang total belanjaan dengan tenang sebelum tahu karung mana yang bermasalah. Data penelitian bekerja dengan cara yang mirip. Satu baris yang salah jarang berteriak minta diperhatikan, tetapi ia diam-diam ikut masuk ke setiap rerata, peta, dan grafik yang Anda buat.
Di pertemuan 3 Anda sudah mengenal jenis, sumber, struktur, dan format data biologi. Pertemuan 4 ini mengajukan pertanyaan berikutnya: setelah data ada di tangan, apakah data itu layak dipakai? Untuk menjawabnya, Anda akan belajar menilai kualitas data dari enam dimensi, merapikan data tanpa menghilangkan jejak, menulis kamus data dan README, lalu menilai seberapa FAIR sebuah dataset.
Apersepsi: masih percaya peta sebarannya?
Misalkan sebuah tabel memuat 13 titik temuan ikan. Dua belas titik berada di sekitar Medan, kira-kira pada bujur 98,6° BT. Satu titik lagi tercatat di koordinat 0°, 0°, yaitu di Samudra Atlantik, karena sel koordinatnya kosong lalu terisi angka nol. Jika Anda menghitung rerata bujur ketiga belas titik itu, hasilnya 91,0°. Pusat sebaran bergeser sekitar 840 km ke barat hanya karena satu baris.
Titik 0°, 0° biasanya berasal dari sel kosong yang terisi nol, dan GBIF menandainya dengan ZERO_COORDINATE. Calon guru menghadapi versi yang sama di daftar nilai: satu nilai 1000 yang seharusnya 100 cukup untuk membuat rerata kelas tampak jauh lebih tinggi daripada kenyataannya. Polanya sama, hanya medannya yang berbeda.
Satu koordinat salah bisa menggeser peta sebaran
Anda akan memeriksa, membersihkan, dan mendokumentasikan dataset sebelum dianalisis atau dibagikan, sehingga orang lain dapat menelusuri setiap keputusan Anda.
Satu nilai salah ketik bisa mengubah rerata kelas
Anda akan merancang lembar kerja dan formulir yang mencegah kesalahan sejak siswa mencatat data, lalu mengelola data kelas dengan rapi dan aman.
Daffa, mahasiswa Biologi, menggabungkan catatan lapangan kelompoknya dengan unduhan GBIF untuk membuat peta sebaran ikan di Sungai Deli. Tabel gabungannya berantakan: ada “rasbora sumatrana”, “R. sumatrana”, dan “Rasbora sumatrana” di kolom yang sama, beberapa tanggal tertulis “14/03/26”, dan dua baris tidak punya koordinat. Karena tenggat sudah dekat, Daffa mengisi koordinat kosong dengan titik tengah Kota Medan dan menghapus baris yang menurutnya aneh. Petanya tampak rapi, tetapi tidak ada catatan tentang apa yang ia ubah.
Apakah peta Daffa bisa dipercaya? Simpan dulu jawaban Anda. Kita akan kembali ke Daffa di Pojok Refleksi, setelah Anda punya alat untuk menilainya.
- Pertemuan 3 mengenalkan apa data biologi itu. Pertemuan 4 menilai apakah data itu layak dipakai.
- Satu nilai yang salah dapat menggeser hasil analisis sejauh ratusan kilometer (contoh apersepsi), atau menggeser rerata nilai kelas.
- Topik pertemuan ini: konsep kualitas data, enam dimensi kualitas, penanda GBIF, menata data dan dokumentasinya, serta prinsip FAIR.
Kualitas Data: Layak untuk Tujuan Tertentu
1.1 Tidak ada data yang “bagus” secara mutlak
Sebuah pisau dapur yang tajam sangat baik untuk mengiris bawang, tetapi tidak cocok untuk memotong kayu bakar. Kita tidak menyebut pisau itu buruk; kita hanya tahu bahwa ia layak untuk satu pekerjaan dan tidak layak untuk pekerjaan lain. Chapman (2005), dalam panduan kualitas data yang diterbitkan GBIF, memakai gagasan serupa untuk data. Data berkualitas berarti data yang layak untuk tujuan pemakaian tertentu, atau fitness for use.
Ambil satu rekaman okurensi dengan ketidakpastian koordinat 10 km. Untuk peta sebaran tingkat provinsi, rekaman itu sudah cukup, karena lingkaran ketidakpastian 10 km tetap berada di dalam provinsi. Untuk model habitat dengan resolusi 1 km, rekaman yang sama tidak layak. Lingkaran berjari-jari 10 km mencakup sekitar 314 km persegi, artinya titik sebenarnya bisa berada di salah satu dari sekitar 314 sel peta.
Peta sebaran tingkat provinsi
Lingkaran ketidakpastian 10 km tetap berada di dalam batas provinsi.
Kesimpulan: layak.
Model habitat resolusi 1 km
Luas lingkaran sekitar 3,14 × 10² = 314 km persegi, jadi titik bisa jatuh di sekitar 314 sel berukuran 1 × 1 km.
Kesimpulan: tidak layak.
Gagasan ini juga berlaku di kelas. Angket minat belajar dari 30 siswa yang lima jawabannya kosong mungkin masih cukup untuk menggambarkan suasana kelas secara umum. Namun data yang sama tidak cukup untuk menilai kelima siswa yang tidak menjawab itu. Pertanyaan kualitas data karena itu selalu dimulai dengan pertanyaan lain: data ini mau dipakai untuk apa?
Tanyakan skala analisisnya
Sebelum membuang atau memakai rekaman, catat skala peta atau resolusi model yang Anda rencanakan. Ketidakpastian koordinat dinilai terhadap skala itu, bukan terhadap angka ideal.
Tanyakan keputusan yang akan diambil
Data untuk refleksi pembelajaran kelas boleh lebih longgar daripada data untuk menilai siswa perorangan. Keputusan yang menyangkut satu siswa menuntut data yang lengkap untuk siswa itu.
1.2 Mencegah lebih murah daripada memperbaiki
Pesan kedua dari Chapman (2005) sederhana tetapi sering terlupa: mencegah kesalahan lebih murah daripada memperbaikinya. Setiap kesalahan yang lolos saat pencatatan harus dicari, dipahami, lalu diperbaiki atau ditandai di tahap pembersihan. Karena itu desain lembar pencatatan sama pentingnya dengan pembersihan data.
Pesan ini menjadi benang merah bagi kedua prodi. Peneliti merancang lembar pencatatan lapangan yang memaksa format tanggal seragam dan satuan yang jelas. Calon guru merancang LKPD dan formulir siswa yang membuat kesalahan sulit terjadi sejak awal, misalnya dengan pilihan baku dan batas nilai. Di bab-bab berikutnya Anda akan melihat bahwa hampir setiap masalah kualitas punya dua jalan keluar: diperbaiki belakangan, atau dicegah di formulir.
- Tulis tujuan pemakaian data di baris pertama README Anda. Kalimat sederhana seperti “untuk peta sebaran tingkat kabupaten” membantu Anda memutuskan rekaman mana yang layak.
- Saat menemukan kesalahan berulang, jangan hanya memperbaiki datanya. Tanyakan juga bagian formulir mana yang membuat kesalahan itu mungkin terjadi.
- Kualitas data tidak mutlak: data berkualitas berarti layak untuk tujuan tertentu (fitness for use, Chapman 2005).
- Rekaman yang sama bisa layak untuk peta provinsi dan tidak layak untuk model habitat 1 km.
- Mencegah kesalahan lewat desain lembar pencatatan lebih murah daripada membersihkannya belakangan.
Pikirkan satu data yang pernah Anda kumpulkan, misalnya data praktikum atau angket. Untuk tujuan apa data itu layak, dan untuk tujuan apa data itu tidak layak?
Enam Dimensi Kualitas Data
2.1 Enam pertanyaan untuk setiap dataset
Dokter tidak menilai kesehatan pasien dari satu angka. Ia memeriksa suhu, tekanan darah, denyut nadi, dan beberapa tanda lain, karena setiap tanda menangkap masalah yang berbeda. Kualitas data juga diperiksa dari beberapa sisi. DAMA UK (2013) merumuskan enam dimensi utama kualitas data, yang kemudian diadopsi oleh Government Data Quality Hub Inggris (2021).
Ada kerangka yang lebih rinci, yaitu standar ISO/IEC 25012:2008 dengan 15 karakteristik. Untuk data penelitian mahasiswa, enam dimensi berikut sudah cukup. Setiap dimensi pada dasarnya adalah satu pertanyaan yang Anda ajukan kepada dataset.
| Dimensi | Definisi | Contoh pelanggaran pada data biodiversitas |
|---|---|---|
| Akurasi | Data mencerminkan kenyataan. | Koordinat 0,0 untuk temuan di Danau Toba; lintang dan bujur tertukar; spesies salah identifikasi. |
| Kelengkapan | Semua data yang dibutuhkan untuk suatu pemakaian tersedia. | Kolom koordinat, tanggal, atau nama pencatat kosong. |
| Keunikan | Setiap entitas hanya muncul sekali. | Spesimen yang sama dientri dua kali dengan nomor katalog sama. |
| Konsistensi | Nilai tidak saling bertentangan di dalam satu rekaman atau antarrekaman. | “Rasbora sumatrana”, “rasbora sumatrana”, dan “R. sumatrana” di satu kolom; countryCode = MY untuk lokasi di Medan. |
| Ketepatan waktu | Data tersedia dan mutakhir saat dibutuhkan. | Memakai nama sinonim lama yang sudah tidak diterima; memakai data puluhan tahun lalu untuk menilai status populasi sekarang. |
| Validitas | Data sesuai format, tipe, dan rentang yang diharapkan. | Tanggal “14/03/26” atau “Maret 2026” alih-alih ISO 8601; lintang 98,6 (di luar -90 sampai 90); jumlah individu negatif. |
Kategori ini dapat beririsan. Nama taksonomi yang sudah usang, misalnya, kadang digolongkan ke akurasi dan kadang ke ketepatan waktu. Yang penting bukan memilih kotak yang “benar”, melainkan memastikan masalahnya tertangkap oleh salah satu pertanyaan. Perhatikan juga contoh lintang 98,6: angka itu sebenarnya bujur Medan yang masuk ke kolom lintang, sehingga satu kesalahan sekaligus melanggar validitas dan akurasi.
2.2 Enam dimensi di data kelas
Mahasiswa Pendidikan Biologi akan mengelola jenis data yang berbeda: nilai praktikum, angket, dan rekap kehadiran. Dimensinya tetap sama, dan kabar baiknya, banyak masalah di data kelas bisa dicegah dengan fitur yang sudah tersedia di Google Forms. Tabel berikut memasangkan setiap dimensi dengan contoh masalah dan cara mencegahnya sejak formulir.
| Dimensi | Contoh masalah di kelas | Cegah sejak formulir |
|---|---|---|
| Akurasi | Nilai praktikum dua siswa tertukar saat disalin dari kertas | Siswa mengisi sendiri, tidak disalin ulang |
| Kelengkapan | Kolom kelas atau tanggal praktikum kosong | Jadikan pertanyaan wajib (Required) |
| Keunikan | Siswa yang sama mengirim formulir dua kali | Batasi satu respons per akun (Limit to 1 response; siswa masuk dengan akun Google) |
| Konsistensi | Kelas ditulis “X-1”, “X 1”, dan “10-1” | Pakai pilihan ganda atau dropdown |
| Ketepatan waktu | Nilai semester lalu dipakai untuk membagi kelompok sekarang | Cantumkan tanggal data di nama berkas |
| Validitas | Nilai 105 pada skala 0 sampai 100; jumlah diisi “sepuluh” | Validasi respons: angka antara 0 dan 100 |
Lembaga pendidikan pun menghadapi masalah yang sama dalam skala besar. Data Referensi Kemendikdasmen memisahkan rekaman yang valid dari rekaman residu, yaitu rekaman yang tidak lengkap, ganda, atau belum padan dengan data Dukcapil. Kategori itu bisa Anda petakan sendiri ke enam dimensi: tidak lengkap dekat dengan kelengkapan, ganda dengan keunikan, dan belum padan dengan akurasi atau konsistensi. Pemetaan ini alat bantu belajar, bukan istilah resmi Kemendikdasmen, tetapi menunjukkan bahwa masalah yang sama muncul di data sekolah.
Sari, mahasiswa Pendidikan Biologi yang sedang praktik mengajar, merekap nilai praktikum pengamatan sel dari dua kelas di satu lembar kerja. Rerata kelas X-2 ternyata jauh di atas X-1, padahal guru pamongnya merasa kedua kelas setara. Setelah diperiksa, ada satu nilai 1000 yang seharusnya 100, dua siswa yang tercatat dua kali karena mengirim formulir ulang, dan nama kelas yang ditulis dengan tiga cara berbeda sehingga beberapa siswa X-1 terhitung di X-2. Tidak satu pun kesalahan itu disengaja.
Petakan setiap kesalahan Sari ke enam dimensi. Fitur formulir apa yang bisa mencegah masing-masing kesalahan itu?
Lihat pembahasan
Nilai 1000 adalah masalah validitas (di luar rentang 0 sampai 100) dan dapat dicegah dengan validasi respons. Siswa yang tercatat dua kali adalah masalah keunikan, dicegah dengan membatasi satu respons per akun. Nama kelas yang beragam adalah masalah konsistensi, dicegah dengan dropdown. Siswa X-1 yang terhitung di X-2 akhirnya menjadi masalah akurasi, karena data tidak lagi mencerminkan kelas yang sebenarnya.
2.3 Penanda kualitas di GBIF
GBIF menghimpun rekaman dari banyak lembaga penerbit data. Saat menerima data, GBIF memeriksa setiap rekaman secara otomatis dan menempelkan penanda (issues and flags) di kolom issue pada unduhan format Simple. Penanda ini membantu pengguna menyaring data. Hal yang sering disalahpahami: GBIF tidak menghapus rekaman secara otomatis. Keputusan memakai atau membuang rekaman tetap ada di tangan peneliti.
| Penanda | Arti | Dimensi terdekat |
|---|---|---|
| ZERO_COORDINATE | Koordinat tepat 0,0; biasanya nilai kosong yang terisi nol | Akurasi |
| COUNTRY_COORDINATE_MISMATCH | Koordinat jatuh di luar negara yang dicantumkan | Konsistensi |
| PRESUMED_SWAPPED_COORDINATE | Lintang dan bujur tampaknya tertukar | Akurasi |
| COORDINATE_OUT_OF_RANGE | Koordinat di luar rentang derajat desimal yang sah | Validitas |
| RECORDED_DATE_INVALID | Tanggal tidak dapat ditafsirkan, misalnya tanggal yang tidak ada | Validitas |
| TAXON_MATCH_FUZZY | Nama hanya cocok dengan daftar acuan lewat pencocokan tidak persis, sering karena salah ketik | Konsistensi |
| TAXON_MATCH_HIGHERRANK | Nama hanya cocok pada tingkat lebih tinggi, misalnya genus | Kelengkapan |
| BASIS_OF_RECORD_INVALID | Nilai basisOfRecord tidak sesuai kosakata | Validitas |
Ingat kembali apersepsi di awal modul. Titik di 0°, 0° pada peta ikan Medan akan menerima penanda ZERO_COORDINATE, dan peneliti yang membaca kolom issue bisa menyaringnya sebelum menghitung rerata. Mahasiswa Pendidikan Biologi punya padanannya di lembar nilai: pemformatan bersyarat yang mewarnai nilai di luar 0 sampai 100 berfungsi seperti penanda, karena ia menunjukkan masalah tanpa mengubah datanya.
- Saat membuka unduhan GBIF format Simple, saring kolom issue lebih dulu dan hitung jumlah rekaman per penanda sebelum melakukan analisis apa pun.
- Penanda adalah alasan untuk memeriksa, bukan perintah untuk menghapus. Tulis keputusan Anda beserta alasannya, misalnya “dibuang karena ZERO_COORDINATE; peta butuh koordinat”.
- Di Google Forms, aktifkan validasi respons untuk setiap isian angka. Satu pengaturan kecil itu menutup jalan bagi nilai 1000.
- Enam dimensi kualitas data: akurasi, kelengkapan, keunikan, konsistensi, ketepatan waktu, validitas (DAMA UK, 2013; Government Data Quality Hub, 2021).
- Dimensi yang sama berlaku untuk data kelas, dan banyak masalahnya bisa dicegah dengan pertanyaan wajib, dropdown, batas satu respons, dan validasi respons.
- GBIF menandai, tidak menghapus. Keputusan memakai rekaman ada di tangan peneliti.
Dari enam dimensi, mana yang paling sering Anda langgar tanpa sadar saat mengisi tabel praktikum? Apa kebiasaan kecil yang bisa mencegahnya?
Menata Data dan Mendokumentasikannya
3.1 Dua belas aturan menata data di spreadsheet
Dapur restoran yang rapi bukan dapur yang indah dipandang, melainkan dapur tempat setiap koki tahu letak pisau, garam, dan wajan tanpa bertanya. Spreadsheet yang tertata juga begitu: orang lain, termasuk Anda sendiri beberapa bulan kemudian, bisa langsung bekerja tanpa menebak maksud penyusunnya. Broman dan Woo (2018) merangkum praktik menata data di spreadsheet yang mencegah sebagian besar kesalahan. Aturan ini menjadi acuan pembersihan data di pertemuan ini dan di pertemuan 7.
Aturan ini berlaku sama untuk kedua prodi. Data lapangan mahasiswa Biologi dan daftar nilai atau data praktikum siswa yang dikelola mahasiswa Pendidikan Biologi sama-sama rusak oleh sel gabungan, warna tanpa keterangan, dan angka yang menempel dengan satuannya. Contoh sederhana di daftar nilai: “85 (remedial)” di satu sel sebaiknya dipisah menjadi kolom nilai berisi 85 dan kolom keterangan berisi “remedial”.
3.2 Sebelum dan sesudah ditata
Perhatikan lima masalah yang ditandai angka pada tabel “Sebelum”, lalu lihat cara memperbaikinya pada tabel “Sesudah”. Baris berwarna kuning pada tabel asli dimaksudkan sebagai tanda sesuatu, tetapi tidak ada yang tahu artinya.
|
1tanpa ID
|
Spesies | Tanggal | Jumlah | Lokasi |
|---|---|---|---|---|
rasbora sumatrana2 |
14/03/263 |
12 ekor4 |
Deli | |
| 5 | R. sumatrana | Maret 2026 | Deli | |
| Puntius binotatus | 14/03/26 | -3 |
1occurrenceID |
2scientificName |
3eventDate |
4individualCount |
locality | 5occurrenceRemarks |
|---|---|---|---|---|---|
| UNIMED-0101 | Rasbora sumatrana | 2026-03-14 | 12 | Deli | NA |
| UNIMED-0102 | Rasbora sumatrana | 2026-03 | NA | Deli | identifikasi perlu dicek |
| UNIMED-0103 | Barbodes binotatus | 2026-03-14 | NA | NA | lokasi tidak tercatat |
Lihat pembahasan pelanggaran aturan
Tabel “Sebelum” melanggar aturan 2 (nama kolom tidak baku), 3 (tanggal bukan ISO), 4 (sel kosong tanpa makna), 5 (“12 ekor” dalam satu sel), dan 9 (baris kuning tanpa keterangan). Keputusan di tabel “Sesudah”: nama diseragamkan dengan huruf awal kapital; “R. sumatrana” diperluas; Puntius binotatus diganti Barbodes binotatus setelah dicek di gbif.org/species; “Maret 2026” ditulis 2026-03 karena ISO 8601 boleh hanya sampai bulan; jumlah kosong dan negatif menjadi NA karena tidak dapat dipastikan. Setiap perubahan dicatat di log.
3.3 Kamus data, codebook, dan README
Data yang rapi masih bisa membingungkan jika tidak ada yang menjelaskan arti setiap kolom. Kamus data mengisi kekosongan itu dengan satu baris untuk setiap variabel: nama variabel, arti, satuan, tipe, nilai yang diizinkan, dan kode data hilang. Kolom-kolom ini juga yang akan Anda isi di LK-04 bagian 3.
| variabel | arti | satuan | tipe | nilai_diizinkan | kode_hilang |
|---|---|---|---|---|---|
| individualCount | Jumlah individu teramati | ekor | bilangan bulat | 0 atau lebih | NA |
| eventDate | Tanggal pengamatan | (tanggal) | teks ISO 8601 | YYYY-MM-DD | NA |
| decimalLatitude | Lintang | derajat desimal | desimal | -90 sampai 90 | NA |
Kamus data untuk okurensi
Nama variabel mengikuti istilah Darwin Core seperti individualCount dan eventDate, sehingga dataset Anda mudah dipadukan dengan data GBIF.
Codebook untuk angket
Untuk angket, kamus data biasa disebut codebook. Contoh: skor_minat, minat belajar biologi, skala 1 sampai 5, 99 = tidak menjawab. Kode untuk tidak menjawab boleh berbeda asalkan dijelaskan.
README melengkapi kamus data. Jika kamus data menjelaskan kolom, README menjelaskan dataset secara keseluruhan: siapa yang menyusunnya, kapan dan di mana data dikumpulkan, dengan metode dan alat apa, berkas apa saja yang ada, langkah pengolahan yang sudah dilakukan, lisensi dan cara menyitasinya, singkatan atau kode yang dipakai, serta keterbatasan data yang diketahui. Bagian terakhir itu sering dilewatkan, padahal keterbatasan yang ditulis jujur justru membuat data lebih dipercaya.
Identitas
- Judul dataset
- Kontak penyusun
- Lisensi dan cara sitasi
Asal data
- Waktu dan lokasi pengumpulan
- Metode dan alat
- Daftar berkas
Cara membaca
- Langkah pengolahan
- Singkatan atau kode
- Keterbatasan yang diketahui
- Tulis kamus data sebelum mengumpulkan data. Kamus data yang ditulis lebih dulu berfungsi sebagai rancangan formulir.
- Pakai tanggal di awal nama berkas (YYYYMMDD) agar berkas otomatis terurut menurut waktu di folder.
- Jika memakai kode 99 untuk “tidak menjawab”, pastikan kode itu tidak ikut terhitung dalam rerata. Tuliskan aturannya di codebook.
- Dua belas aturan Broman dan Woo (2018) mencegah sebagian besar kesalahan di spreadsheet, untuk data lapangan maupun data kelas.
- Satu sel satu hal, tanggal ISO, kosong diberi kode, dan warna diganti kolom keterangan.
- Kamus data menjelaskan setiap kolom; README menjelaskan dataset secara utuh. Di angket, kamus data disebut codebook.
Buka satu berkas spreadsheet terakhir yang Anda buat. Berapa dari dua belas aturan yang sudah terpenuhi? Aturan mana yang paling mudah Anda mulai minggu ini?
Prinsip FAIR: Data yang Bisa Ditemukan dan Dipakai Ulang
4.1 Empat huruf, lima belas prinsip
Buku yang tersimpan di gudang tanpa katalog sama saja dengan buku yang hilang. Buku itu ada, tetapi tidak seorang pun bisa menemukannya, meminjamnya, atau tahu apakah boleh menyalinnya. Data penelitian menghadapi nasib serupa jika hanya tersimpan di laptop penyusunnya. Wilkinson dkk. (2016) merumuskan 15 prinsip agar data dapat ditemukan (Findable), diakses (Accessible), dipadukan (Interoperable), dan dipakai ulang (Reusable), baik oleh manusia maupun oleh mesin.
F · Findable
Dapat ditemukan. Prinsip F1 sampai F4.
A · Accessible
Dapat diakses. Prinsip A1, A1.1, A1.2, A2.
I · Interoperable
Dapat dipadukan. Prinsip I1 sampai I3.
R · Reusable
Dapat dipakai ulang. Prinsip R1, R1.1, R1.2, R1.3.
Satu salah paham perlu diluruskan sejak awal: FAIR tidak sama dengan terbuka. Prinsip A1.2 justru mengizinkan prosedur autentikasi bila diperlukan. Data lokasi spesies terancam, misalnya, tetap bisa FAIR walaupun hanya dapat diunduh oleh pihak yang berhak. Prinsip yang sama berlaku untuk data nilai siswa: data itu bisa terdokumentasi dengan baik dan dapat dipakai ulang oleh guru yang berwenang tanpa pernah dibuka ke publik.
4.2 FAIR di unduhan GBIF
Cara termudah memahami prinsip yang abstrak adalah melihatnya bekerja. Unduhan GBIF yang Anda buat di praktik C1 pertemuan 3 memenuhi banyak prinsip FAIR. DOI yang Anda catat adalah contoh F1, dan akun GBIF yang Anda buat untuk mengunduh adalah contoh A1.2.
| Kode | Prinsip (diringkas) | Contoh pada unduhan GBIF |
|---|---|---|
| F1 | Data dan metadata punya pengenal unik dan persisten | DOI setiap unduhan |
| F2 | Data dijelaskan dengan metadata yang kaya | Metadata EML per dataset |
| F3 | Metadata mencantumkan pengenal data yang dijelaskannya | datasetKey di setiap rekaman |
| F4 | Terdaftar di sumber yang dapat dicari | Pencarian di gbif.org |
| A1 | Dapat diambil lewat pengenal dengan protokol baku | HTTPS dan API |
| A1.1 | Protokol terbuka, gratis, dapat diterapkan semua pihak | HTTPS |
| A1.2 | Protokol mendukung autentikasi bila perlu | Akun GBIF untuk mengunduh |
| A2 | Metadata tetap ada walau data tidak tersedia lagi | Halaman DOI unduhan |
| I1 | Memakai bahasa representasi pengetahuan yang formal dan umum | Darwin Core Archive (tabel + XML) |
| I2 | Memakai kosakata yang juga FAIR | Istilah Darwin Core |
| I3 | Memuat rujukan terkualifikasi ke data lain | Tautan ke dataset asal dan lembaga penerbit |
| R1 | Dijelaskan dengan atribut yang akurat dan relevan | 50 kolom terdefinisi |
| R1.1 | Lisensi pemakaian yang jelas | CC0, CC BY, atau CC BY-NC per rekaman |
| R1.2 | Asal-usul (provenance) terperinci | publishingOrgKey, institutionCode |
| R1.3 | Memenuhi standar komunitas bidangnya | Standar Darwin Core dari TDWG |
Lisensi per rekaman (R1.1) menyambung ke materi pertemuan 3. Pengamatan iNaturalist hanya masuk ke GBIF jika berlisensi CC0, CC BY, atau CC BY-NC. Artinya, keputusan lisensi yang diambil seorang pengamat di ponselnya menentukan apakah datanya bisa dipakai ulang oleh peneliti di seluruh dunia.
4.3 FAIR untuk bahan ajar dan data kelas
Prinsip FAIR lahir dari dunia riset, tetapi logikanya bisa dibawa ke sekolah. Tabel berikut adalah contoh penerapan di konteks sekolah, bukan pedoman resmi. Perhatikan bahwa kolom data kelas selalu memuat pembatasan akses, karena nilai dan angket siswa adalah data pribadi.
| Prinsip | Bahan ajar (LKPD, modul) | Data kelas (nilai, angket) |
|---|---|---|
| F | Judul jelas dan metadata LRMI: fase, kelas, tujuan pembelajaran | Nama berkas baku, kamus data atau codebook |
| A | Tautan stabil di LMS atau repositori sekolah, bukan folder pribadi | Akses terbatas untuk guru yang berhak (A1.2) |
| I | Format terbuka (PDF, ODT, CSV), bukan hanya foto halaman | CSV dengan kode baku, misalnya kelas X-1 ditulis seragam |
| R | Lisensi jelas, misalnya CC BY 4.0, dan sumber gambar dicantumkan | README: siapa, kapan, bagaimana data dikumpulkan; nama siswa diganti kode |
Repositori nasional untuk data penelitian
Dataset penelitian dapat disimpan di Repositori Ilmiah Nasional (RIN) BRIN yang berbasis Dataverse. Kebijakan RIN menyediakan CC0 dan lisensi CC, tiga tingkat akses (terbuka, terbatas, tertutup), dan mewajibkan informasi perangkat lunak dicantumkan di metadata atau README.
LKPD yang bisa ditemukan dan dipakai ulang
LKPD buatan Anda menjadi lebih FAIR jika diberi judul dan metadata yang jelas, disimpan di tautan stabil, tersedia dalam format terbuka, dan berlisensi jelas dengan sumber gambar dicantumkan.
FAIR untuk data kelas berarti terdokumentasi dan dapat dipakai ulang oleh pihak yang berhak, bukan dibuka ke publik. Seperti dibahas di pertemuan 3, data anak termasuk data pribadi yang dilindungi UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Kebijakan RIN BRIN juga mewajibkan data pribadi yang dapat mengidentifikasi seseorang ditutup atau dianonimkan.
Satu Halaman untuk Menilai dan Merawat Data
Tanya tujuannya dulu
- Data layak untuk tujuan tertentu
- Cek skala analisis atau keputusan
- Cegah di formulir, bukan hanya bersihkan
Enam dimensi
- Akurasi, kelengkapan, keunikan
- Konsistensi, ketepatan waktu, validitas
- GBIF menandai, Anda memutuskan
Perbaiki dengan jejak
- Kerjakan di salinan, bukan data mentah
- Yang pasti diperbaiki, yang ragu diberi NA
- Setiap perubahan masuk log
Tata spreadsheet
- Satu sel satu hal, tanggal YYYY-MM-DD
- Tanpa sel gabungan dan warna sebagai data
- Nama berkas: tanggal_lokasi_isi_v01
Dokumentasi
- Kamus data atau codebook per variabel
- README: siapa, kapan, bagaimana, lisensi
- Tulis keterbatasan data dengan jujur
FAIR
- Pengenal persisten dan metadata kaya
- Format terbuka dan kosakata bersama
- Lisensi jelas; akses terbatas untuk data pribadi
- FAIR memuat 15 prinsip dalam empat kelompok: Findable, Accessible, Interoperable, Reusable (Wilkinson dkk., 2016).
- Unduhan GBIF adalah contoh nyata: DOI (F1), akun untuk mengunduh (A1.2), Darwin Core (I1, I2, R1.3), lisensi per rekaman (R1.1).
- FAIR tidak sama dengan terbuka: data siswa dan lokasi spesies terancam bisa FAIR dengan akses terbatas.
Jika LKPD atau dataset terakhir Anda dicari orang lain lima tahun lagi, prinsip FAIR mana yang paling mungkin membuatnya tidak bisa ditemukan atau dipakai?
Audit Kualitas Data Okurensi
Bagian ini memandu Anda mengerjakan prosedur C1 sampai C5. Di kelas, praktik dikerjakan berkelompok 3 sampai 4 orang selama 40 menit untuk C1 sampai C4, ditambah 10 menit untuk C5. Hasilnya Anda tuangkan ke LK-04 bagian 1 sampai 3 dan bagian 6. Kerjakan berurutan, karena setiap langkah menyiapkan langkah berikutnya.
Berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx, sheet P04_okurensi: 30 baris, kolom A sampai J. Seluruh isinya data simulasi yang sengaja diberi kesalahan untuk latihan. Berkas dibagikan oleh dosen.
C1. Mengamankan data mentah
Aturan pertama pembersihan data: jangan pernah menyunting data mentah. Anda akan membuat salinan berkas, menduplikasi sheet, dan menyiapkan log sebelum mengubah satu sel pun.
NIM_P04_okurensi_v01.xlsx. Berkas asli tidak disunting.Susunan sheet di akhir praktik:
Pendidikan Biologi Pola yang sama (salinan, sheet kerja, log) berlaku saat Anda mengolah daftar nilai atau data angket kelas.
C2. Mendeteksi masalah per dimensi
Ketik rumus berikut di kolom bantu mulai kolom L pada sheet kerja, di baris 2, lalu salin ke bawah sampai baris 31. Pengecualiannya adalah COUNTBLANK, yang cukup diketik sekali untuk setiap kolom D, G, dan H.
Kelengkapan
=COUNTBLANK(D2:D31)=COUNTBLANK(G2:G31)=COUNTBLANK(H2:H31)
Jumlah sel kosong per kolom. Ketik sekali, tidak disalin ke bawah.
Keunikan
=COUNTIF($A$2:$A$31;A2)>1
TRUE = ID muncul lebih dari sekali.
Validitas tanggal
Rumus panjang, lihat kotak di bawah.
FALSE = bukan ISO 8601 atau tanggal tidak ada.
Validitas jumlah
=AND(ISNUMBER(G2);G2>=0)
FALSE = teks, kosong, atau negatif.
Akurasi koordinat
=AND(D2>=3;D2<=4;E2>=98;E2<=99)
FALSE = di luar kotak wilayah Medan (lintang 3 sampai 4, bujur 98 sampai 99).
Konsistensi nama
=UNIQUE(B2:B31) di Excel 365, atau panah filter di kolom B.
Daftar nama berbeda; cari variasi penulisan.
Rumus validitas tanggal cukup panjang, jadi salin persis seperti di bawah:
=IFERROR(AND(LEN(C2)=10; MID(C2;5;1)="-";MID(C2;8;1)="-"; ISNUMBER(DATEVALUE(C2)));FALSE)
Rumus di modul ini memakai pemisah titik koma (;) untuk pengaturan regional Indonesia. Jika Excel Anda memakai English (United States), ganti setiap ; dengan koma (,).
Setelah semua kolom bantu terisi, lanjutkan tiga langkah berikut:
- Sorot baris ganda. Pilih kolom A, lalu Home › Conditional Formatting › Highlight Cells Rules › Duplicate Values.
- Saring hasil. Aktifkan Data › Filter, lalu saring setiap kolom bantu untuk menampilkan nilai FALSE atau TRUE yang bermasalah.
- Catat temuan. Isi LK-04 bagian 1: dimensi, alat atau rumus, jumlah temuan, dan occurrenceID yang bermasalah.
C3. Memperbaiki dan mencatat
Prinsip C3 bisa diringkas dalam satu kalimat: perbaiki yang pasti, beri NA yang tidak pasti, dan catat semuanya. Kesalahan yang polanya jelas boleh diperbaiki. Nilai yang tidak bisa dipastikan tidak boleh ditebak, karena tebakan yang masuk ke data akan terlihat seperti pengamatan sungguhan.
| Nilai lama | Nilai baru | Tindakan | Alasan |
|---|---|---|---|
| rasbora sumatrana | Rasbora sumatrana | Perbaiki | Huruf awal kapital, spasi berlebih dibuang |
| R. sumatrana | Rasbora sumatrana | Perbaiki | Singkatan diperluas dengan Replace |
| Chana | Channa | Perbaiki | Salah ketik |
| Puntius binotatus | Barbodes binotatus | Perbaiki | Nama lama; cek dulu di gbif.org/species |
| 12 ekor | 12 | Perbaiki | Satu sel satu hal |
| lintang 98,65; bujur 3,57 | lintang 3,57; bujur 98,65 | Perbaiki | Tertukar, polanya jelas |
| 2026-02-30 | NA | Beri NA | Tanggal mustahil; jangan ditebak |
| 0, 0 | NA | Beri NA | Bukan diisi angka karangan |
| -3 | NA | Beri NA | Nilai negatif tidak dapat dipastikan |
Langkah-langkahnya di Excel:
- Seragamkan penulisan nama spesies. Di kolom bantu, rumus berikut membuang spasi berlebih dan membuat huruf pertama kapital sementara sisanya kecil, sesuai kaidah nama ilmiah. Hindari PROPER karena hasilnya menjadi “Rasbora Sumatrana”.
=UPPER(LEFT(TRIM(B2);1))&LOWER(MID(TRIM(B2);2;100))
Salin hasilnya, lalu Paste Special › Values ke kolom B. Singkatan “R.” dan salah ketik “Chana” diperbaiki dengan Home › Find & Select › Replace. - Perbarui nama lama. Periksa nama yang tidak cocok dengan acuan. Contoh: Puntius binotatus kini umum ditulis Barbodes binotatus. Cek di gbif.org/species sebelum mengganti.
- Perbaiki tanggal. Ubah ke format YYYY-MM-DD. Tanggal yang mustahil, misalnya 30 Februari, jangan ditebak; ganti dengan NA dan catat di log.
- Perbaiki koordinat. Koordinat tertukar boleh dibalik karena polanya jelas. Koordinat 0,0 dan sel kosong diisi NA, bukan angka karangan.
- Perbaiki jumlah individu. “12 ekor” menjadi 12. Nilai negatif tidak dapat dipastikan, maka diganti NA dan dicatat.
- Hapus baris ganda. Pilih tabel, Data › Data Tools › Remove Duplicates, centang semua kolom, lalu OK.
- Pasang validasi. Pilih kolom I, Data › Data Validation › Allow: List, lalu isi daftar berikut. Ini mencegah kesalahan baru saat entri.
HumanObservation;PreservedSpecimen;MachineObservation
- Isi log. Setiap perubahan dicatat satu baris di log_perubahan.
Remove Duplicates menghapus baris secara permanen. Kerjakan hanya di sheet kerja, jangan di sheet P04_okurensi. Jika ragu, salin dulu sheet kerja sebelum menjalankannya.
Pendidikan Biologi Data Validation yang sama bisa dipakai di daftar nilai, misalnya Allow: Whole number antara 0 dan 100. Aturan “jangan menebak” juga berlaku: nilai yang tidak terbaca di lembar kertas siswa ditandai, bukan dikira-kira.
C4. Menyusun kamus data dan README
Sheet kamus_data
Kolom: variabel, arti, satuan, tipe, nilai_diizinkan, kode_hilang. Isi satu baris untuk setiap kolom A sampai J.
Sheet README, minimal
Judul dataset, penyusun, sumber (data simulasi latihan), daftar sheet, langkah pembersihan, kode NA, dan keterbatasan.
Salin minimal lima baris kamus data ke LK-04 bagian 3. Gunakan contoh di Bab 3.3 sebagai acuan, tetapi isi berdasarkan kolom yang benar-benar ada di dataset latihan.
C5. AI sebagai asisten pemeriksa
AI generatif dapat membantu menemukan masalah kualitas data, tetapi hasilnya tetap harus Anda periksa. Prosedur ini sengaja dikerjakan setelah Anda memeriksa data sendiri, sehingga Anda punya pembanding.
- Salin 10 baris pertama sebagai teks, bukan seluruh berkas.
- Ajukan prompt berikut ke ChatGPT, Copilot, atau Gemini:
Berikut 10 baris data okurensi ikan dengan kolom Darwin Core. Identifikasi masalah kualitas data berdasarkan dimensi akurasi, kelengkapan, keunikan, konsistensi, ketepatan waktu, dan validitas.
- Bandingkan dengan temuan kelompok, lalu isi log verifikasi AI di LK-04 bagian 6 dengan kolom prompt, klaim_ai, sumber_cek, dan status.
Benar
Temuan AI cocok dengan temuan kelompok Anda.
Terlewat
Kelompok Anda menemukannya, AI tidak.
Salah
AI menyebut masalah yang sebenarnya tidak ada.
Data latihan ini boleh ditempel ke AI karena simulasi. Data penelitian sungguhan yang belum terbit, data lokasi spesies dilindungi, dan data pribadi responden, termasuk nilai dan data siswa, tidak boleh ditempel ke chatbot publik.
- Amankan data mentah dulu: salinan berkas, sheet kerja, dan sheet log.
- Deteksi dengan rumus per dimensi, perbaiki yang pasti, beri NA yang tidak pasti, dan catat setiap perubahan.
- Dokumentasikan dengan kamus data dan README; pakai AI sebagai pemeriksa kedua yang hasilnya diverifikasi.
Dari Membaca ke Mengaudit: Aktivitas Pertemuan 4
Pertemuan tatap muka berlangsung 2 × 50 menit dan dirancang dengan metode case method, collaborative learning, presentasi, dan peer review. Bagian terpanjang adalah praktik (40 menit), ditambah 10 menit untuk prosedur C5 dengan AI. Setelah kelas, Anda menyelesaikan bagian LK-04 yang tersisa dan menyerahkan CBR final. Karakter yang dilatih sepanjang rangkaian ini adalah kejujuran, ketekunan, tanggung jawab, kemandirian, dan etika berkomunikasi.
A. Alur kegiatan tatap muka (100 menit)
| Tahap | Waktu | Kegiatan |
|---|---|---|
| Buka | 5 menit | Apersepsi: “Jika satu baris data salah koordinat, apakah peta sebaran masih bisa dipercaya?” |
| Teori | 20 menit | Ceramah interaktif: kualitas data, penanda GBIF, menata data di spreadsheet, prinsip FAIR |
| Praktik | 40 menit | Kelompok 3 sampai 4 orang mengerjakan prosedur C1 sampai C4 pada sheet P04_okurensi; mengisi LK-04 bagian 1 sampai 3 |
| AI | 10 menit | Prosedur C5: AI sebagai asisten pemeriksa, lalu diverifikasi manual |
| Peer review | 15 menit | Kelompok bertukar hasil dan menilai memakai rubrik LK-04 bagian 5 |
| Tutup | 10 menit | Dua kelompok mempresentasikan rekomendasi perbaikan; pengingat unggah CBR final |
| Mandiri | di luar kelas | LK-04 bagian 4 (penilaian FAIR) dan bagian 8, yang berbeda untuk tiap prodi |
B. Lembar Kerja LK-04: Audit Kualitas Data Okurensi
LK-04 bertujuan agar Anda mampu mendeteksi masalah kualitas data berdasarkan enam dimensi, memperbaiki data secara terdokumentasi dan dapat ditelusuri, serta menyusun kamus data dan menilai dataset dengan prinsip FAIR. Peta bagian-bagiannya:
| Bagian | Isi | Dikerjakan |
|---|---|---|
| 1 | Hasil deteksi: dimensi, alat atau rumus, jumlah temuan, occurrenceID bermasalah | Praktik C2 |
| 2 | Log perubahan: 5 baris terpenting (occurrenceID, kolom, nilai lama, nilai baru, alasan) | Praktik C3 |
| 3 | Kamus data, minimal 5 variabel | Praktik C4 |
| 4 | Penilaian FAIR pada unduhan GBIF dari pertemuan 3 | Mandiri |
| 5 | Rubrik peer review, diisi kelompok penilai | Peer review |
| 6 | Log verifikasi AI: prompt, klaim_ai, sumber_cek, status | Praktik C5 |
| 7 | Rekomendasi: tiga perubahan pada lembar pencatatan lapangan agar kesalahan yang sama tidak terulang | Kedua prodi |
| 8 | Tugas terstruktur yang berbeda untuk tiap prodi (lihat bagian D) | Mandiri |
C. LK-04 bagian 4: seberapa FAIR unduhan GBIF Anda?
Buka kembali unduhan GBIF dari praktik pertemuan 3. Untuk setiap prinsip, beri tanda bila terpenuhi, lalu tulis buktinya dari berkas atau halaman unduhan Anda. Kolom kanan hanya menunjukkan tempat mencari bukti, bukan jawabannya. Jika Anda tidak menyelesaikan unduhan di pertemuan 3, pakai unduhan teman sekelompok dan cantumkan DOI-nya.
| Prinsip | Terpenuhi? | Tempat mencari bukti |
|---|---|---|
| F1 pengenal persisten | ya / tidak | Halaman unduhan dan email dari GBIF |
| F2 metadata kaya | ya / tidak | Halaman dataset asal rekaman |
| A1 protokol baku | ya / tidak | Cara Anda mengunduh dan membuka berkas |
| I2 kosakata bersama | ya / tidak | Nama-nama kolom di berkas unduhan |
| R1.1 lisensi jelas | ya / tidak | Kolom lisensi di setiap rekaman |
| R1.2 asal-usul data | ya / tidak | Kolom lembaga atau penerbit data |
D. Tugas terstruktur: LK-04 bagian 8 per prodi
Kedua prodi mengerjakan LK-04 bagian 7. Bagian 8 membawa keterampilan yang sama ke konteks prodi masing-masing. Pilih kartu sesuai prodi Anda.
Audit penanda kualitas pada unduhan GBIF dari pertemuan 3
- Hitung rekaman per penanda di kolom issue.
- Putuskan rekaman yang layak untuk peta sebaran tingkat kabupaten.
- Tulis alasannya dengan gagasan fitness for use.
- Catat rekaman yang dibuang di log.
Rancang lembar data praktikum siswa yang mencegah kesalahan
- Pilih satu praktikum biologi SMA.
- Buat formulir atau tabel LKPD: tanggal ISO, satuan di nama kolom, pilihan baku, validasi rentang.
- Sertakan codebook singkat.
- Sebutkan tiga kesalahan yang dicegah desain Anda.
Tugas Pendidikan Biologi memperluas bagian 7 ke konteks lembar kerja siswa. Ikuti arahan dosen bila ada penyesuaian dengan RPS.
E. Rubrik peer review (LK-04 bagian 5)
Setiap kelompok menilai hasil kelompok lain, misalnya dengan rotasi A ke B, B ke C, C ke D, dan D ke A. Beri skor 1 sampai 4 untuk setiap kriteria dan tulis komentar. Tabel berikut menunjukkan syarat skor 4.
| Kriteria | Skor 4 jika |
|---|---|
| Ketepatan deteksi | Masalah di keenam dimensi ditemukan dengan rumus yang tepat |
| Ketepatan perbaikan | Perbaikan masuk akal; nilai yang tidak pasti diberi NA, tidak ditebak |
| Keterlacakan | Setiap perubahan tercatat di log |
| Dokumentasi | Kamus data dan README lengkap dan jelas |
- Sebut occurrenceID rekaman yang Anda komentari, agar kelompok lain bisa langsung menemukannya.
- Beri saran perbaikan, bukan sekadar menyebut kesalahan.
- Nilai hasil kerjanya, bukan orangnya.
F. CBR final
CBR final adalah tugas individu yang dikumpulkan bersama hasil analisis kualitas dataset, lembar evaluasi, dan hasil peer review. Strukturnya sepuluh bagian:
1
Sampul
2
Identitas buku
3
Pendahuluan
4
Ringkasan isi
5
Analisis kelebihan
6
Analisis kelemahan
7
Perbandingan dengan minimal 3 sumber lain
8
Relevansi bagi pembelajaran biologi
9
Kesimpulan
10
Daftar pustaka APA 7
Bagian 8
Dapat dikaitkan dengan riset biologi, misalnya pengolahan data penelitian.
Bagian 8
Dikaitkan dengan pembelajaran biologi di SMA dan CP Biologi.
G. Penilaian
| Produk | Kriteria utama |
|---|---|
| Analisis kualitas dataset | Dinilai dengan rubrik khusus tugas analisis data di RPS: kualitas data, data cleaning, pengolahan, analisis dan interpretasi, visualisasi, etika akademik. |
| CBR final | Struktur 10 bagian lengkap, analisis kelebihan dan kelemahan yang berdasar, perbandingan dengan minimal 3 sumber lain, daftar pustaka APA 7, presentasi. |
| LK-04 bagian 8 | Biologi: keputusan memakai atau membuang rekaman beralasan dan tercatat. Pendidikan Biologi: desain formulir mencegah kesalahan dan codebook lengkap. |
- Kumpulkan CBR final beserta hasil analisis kualitas dataset, lembar evaluasi (LK-04), dan hasil peer review.
- Tenggat dan cara pengumpulan: [tenggat dan cara pengumpulan].
- Pakai nama berkas yang bermakna, misalnya
NIM_P04_okurensi_v01.xlsxuntuk berkas praktik.
Kembali ke Daffa, Kembali ke Data Anda
Ingat Daffa dan peta ikan Sungai Deli di awal modul? Kini Anda bisa menilainya dengan enam dimensi. Variasi nama spesies adalah masalah konsistensi yang boleh diperbaiki, karena polanya jelas. Tanggal “14/03/26” adalah masalah validitas yang juga bisa diperbaiki ke format ISO. Yang bermasalah adalah dua keputusan lainnya: mengisi koordinat kosong dengan titik tengah Kota Medan berarti mengarang data, dan menghapus baris “aneh” tanpa catatan berarti menghilangkan jejak.
Langkah yang lebih tepat sebenarnya tidak lebih lama. Daffa cukup menandai koordinat kosong dengan NA, mencatat baris yang ia buang beserta alasannya di log, dan menulis di README bahwa peta hanya memakai rekaman berkoordinat. Petanya mungkin memuat lebih sedikit titik, tetapi setiap titiknya bisa dipertanggungjawabkan. Sari, mahasiswa Pendidikan Biologi di Bab 2, menghadapi pelajaran yang sama dari sisi lain: kesalahan paling murah adalah kesalahan yang dicegah oleh formulir.
1. Kesalahan data mana di modul ini yang paling mungkin terjadi pada Anda, dan mengapa?
2. Jika data praktikum atau penelitian Anda diperiksa orang lain besok pagi, apakah setiap perubahannya bisa ditelusuri?
3. Kapan Anda tergoda mengisi sel kosong dengan perkiraan? Apa yang akan Anda lakukan berbeda?
4. Prinsip FAIR mana yang paling sulit diterapkan pada data Anda sendiri?
Janji kecil untuk data saya
- Saya akan bekerja di salinan dan tidak menyunting data mentah.
- Saya tidak akan menebak nilai yang tidak pasti; saya akan memberinya NA.
- Saya akan mencatat setiap perubahan data di log.
- Saya akan menulis kamus data atau codebook sebelum mengumpulkan data.
- Saya akan menjaga data pribadi, termasuk data siswa, tetap terbatas aksesnya.
Jawaban Anda tidak dinilai. Pilih satu kebiasaan yang paling mudah diubah minggu ini, misalnya memisahkan angka dari satuan atau mencatat setiap perubahan di log, supaya orang lain bisa memeriksa dan melanjutkan pekerjaan Anda. Aturan menata data dari pertemuan ini akan Anda pakai lagi di pertemuan 7.
Glosarium dan Daftar Pustaka
Glosarium
| Istilah | Arti sederhana |
|---|---|
| Fitness for use | Kelayakan data untuk tujuan pemakaian tertentu |
| Dimensi kualitas data | Sisi yang diperiksa untuk menilai kualitas: akurasi, kelengkapan, keunikan, konsistensi, ketepatan waktu, validitas |
| Okurensi | Catatan keberadaan suatu organisme di tempat dan waktu tertentu |
| Penanda (flag) | Tanda otomatis dari GBIF pada rekaman yang diduga bermasalah; rekaman tidak dihapus |
| NA | Kode tetap untuk data yang hilang atau tidak dapat dipastikan |
| Log perubahan | Catatan setiap perubahan data: ID, kolom, nilai lama, nilai baru, alasan |
| ISO 8601 | Standar penulisan tanggal dari besar ke kecil: YYYY-MM-DD (2026-03-14), atau sampai bulan saja (2026-03) |
| Kamus data | Tabel yang menjelaskan setiap variabel: arti, satuan, tipe, nilai yang diizinkan, kode data hilang |
| Codebook | Kamus data untuk angket atau survei, termasuk arti setiap kode jawaban |
| README | Berkas yang menjelaskan dataset secara utuh: penyusun, asal data, langkah pengolahan, lisensi, keterbatasan |
| Darwin Core | Kosakata baku untuk data keanekaragaman hayati, dipakai GBIF |
| DOI | Pengenal digital persisten untuk artikel, dataset, atau unduhan |
| FAIR | Prinsip agar data dapat ditemukan, diakses, dipadukan, dan dipakai ulang |
| Provenance | Asal-usul data: siapa yang menghasilkan dan menerbitkannya |
| Data Validation | Fitur spreadsheet yang membatasi isian sel, misalnya daftar pilihan atau rentang angka |
Daftar Pustaka
Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2023). Kebijakan pengelolaan Repositori Ilmiah Nasional (RIN). https://rin.brin.go.id/upload/kebijakan_pengelolaan_rin_2023.pdf
Broman, K. W., & Woo, K. H. (2018). Data organization in spreadsheets. The American Statistician, 72(1), 2-10. https://doi.org/10.1080/00031305.2017.1375989
Chapman, A. D. (2005). Principles of data quality. Global Biodiversity Information Facility. https://doi.org/10.15468/doc.jrgg-a190
DAMA UK Working Group on Data Quality Dimensions. (2013). The six primary dimensions for data quality assessment. DAMA UK.
GBIF Secretariat. (2026). Occurrence issues and flags. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://techdocs.gbif.org/en/data-use/occurrence-issues-and-flags
Government Data Quality Hub. (2021, 24 Juni). Meet the data quality dimensions. GOV.UK. https://www.gov.uk/government/news/meet-the-data-quality-dimensions
Kemendikdasmen. (2026). Data Referensi [laman residu]. Diakses Oktober 2026 dari https://referensi.data.kemdikbud.go.id/residu
Microsoft. (t.t.). Filter for or remove duplicate values. Microsoft Support. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://support.microsoft.com/en-us/excel/filter-for-or-remove-duplicate-values
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. https://peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022
Wilkinson, M. D., Dumontier, M., Aalbersberg, I. J., et al. (2016). The FAIR Guiding Principles for scientific data management and stewardship. Scientific Data, 3, 160018. https://doi.org/10.1038/sdata.2016.18
Catatan: rentang halaman ditulis dengan tanda hubung (2-10) mengikuti ketentuan gaya modul.
Selamat Datang di Pertemuan 4
Selamat datang di pertemuan keempat. Di pertemuan 3 Anda sudah mengenal jenis, sumber, struktur, dan format data biologi. Kini saatnya bertanya apakah data itu layak dipakai, bagaimana merapikannya tanpa menghilangkan jejak, dan seberapa mudah data itu ditemukan dan dipakai ulang orang lain. Modul ini melayani dua prodi sekaligus: contoh riset untuk mahasiswa Biologi dan contoh sekolah untuk mahasiswa Pendidikan Biologi, dengan konsep yang sama di bawahnya. Bacalah bagian demi bagian secara berurutan, karena setiap bab menyiapkan alat yang dipakai di praktik.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Mata kuliah | Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA) |
| Pertemuan | Ke-4: Kualitas Data, Metadata, dan Prinsip FAIR |
| Sub-CPMK | Menganalisis jenis data biologi, sumber data, struktur data, format data, metadata, serta aspek kualitas data untuk mendukung kegiatan ilmiah. |
| Indikator | Menganalisis kualitas data berdasarkan aspek akurasi, kelengkapan, konsistensi, validitas, dan metadata. |
| Metode | Case method, collaborative learning, presentasi, peer review |
| Media | Laptop/PC, proyektor, LMS, Microsoft Excel/Google Sheets, ChatGPT/Copilot/Gemini, Google Scholar, buku referensi, berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx, rubrik peer review |
| Nilai karakter | Kejujuran, ketekunan, tanggung jawab, kemandirian, etika berkomunikasi |
| Tagihan | CBR final (individu) beserta hasil analisis kualitas dataset, lembar evaluasi, dan hasil peer review |
| Bobot penilaian | 5% dari nilai akhir |
| Alokasi waktu | 2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri |
Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:
- Menjelaskan kualitas data sebagai kelayakan untuk tujuan pemakaian tertentu.
- Mendeteksi masalah kualitas data berdasarkan enam dimensi, termasuk membaca penanda kualitas GBIF.
- Memperbaiki data secara terdokumentasi dan dapat ditelusuri.
- Menyusun kamus data atau codebook dan README.
- Menilai sebuah dataset dengan prinsip FAIR.
- Menerapkan semua keterampilan itu pada data riset biologi atau data kelas biologi sesuai prodi Anda.
Pengantar
Satu baris yang menggeser peta
Bab 1
Kualitas data: layak untuk tujuan tertentu
Bab 2
Enam dimensi, data kelas, penanda GBIF
Bab 3
Dua belas aturan, kamus data, README
Bab 4
Prinsip FAIR di GBIF dan di sekolah
Praktik
Audit data okurensi C1 sampai C5
Tugas
LK-04, peer review, CBR final
Refleksi
Kembali ke kasus Daffa
Gunakan menu di bagian atas untuk berpindah bagian, atau tombol di bagian bawah setiap halaman untuk melanjutkan. Setiap bagian punya alamat sendiri, jadi Anda bisa menyimpan atau membagikan tautan ke satu bab.
- Kotak bergaris tepi hijau tua berisi Poin Penting.
- Kotak bergaris tepi kuning berisi Tips.
- Kotak bergaris putus-putus berisi Studi Kasus.
- Kotak berlatar hijau tua berisi Jeda Sejenak untuk merenung.
- Kotak berlatar merah muda berisi Perhatian.
- Label hijau tua menandai contoh untuk prodi Biologi; label kuning menandai contoh untuk prodi Pendidikan Biologi.