Teknologi Informasi, Transformasi Digital, dan Literasi Data

E-Modul Pertemuan 1 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)

Data, Teknologi, dan Cara Berpikir Biolog

Teknologi Informasi, Transformasi Digital, dan Literasi Data dalam Biologi untuk Riset dan Sekolah

BiologiPendidikan Biologi

Jurusan Biologi · FMIPA Universitas Negeri Medan · Semester Ganjil 2026/2027
Penyusun: Eko Prasetya, S.Pd., M.Sc.

Pengantar

Dari Hitungan Bakau ke Keputusan

Bayang­kan Anda ikut survei hutan bakau di pesi­sir timur Suma­tera Utara. Di buku lapa­ngan ter­tu­lis empat angka: 12, 15, 9, 14. Tanpa kete­ra­ngan, keem­pat angka itu tidak berarti apa-apa. Lain halnya bila Anda tahu bahwa angka itu jumlah pohon Rhizophora di empat petak, lalu meng­hi­tung rera­ta­nya dan meli­hat petak mana yang paling sedi­kit. Angka itu mulai ber­ce­rita. Ceri­ta­nya makin dalam ketika Anda mem­buka peta dan men­da­pati petak paling jarang itu ber­ba­ta­san dengan tambak.

Per­ja­la­nan dari angka mentah sampai kepu­tu­san seperti itu adalah inti mata kuliah Tek­no­logi Infor­masi dan Lite­rasi Data (TILDA). Per­te­muan per­tama ini mem­per­ke­nal­kan peta per­ja­la­nan satu semes­ter, arti tek­no­logi infor­masi, cara data naik nilai men­jadi infor­masi dan penge­ta­huan, makna trans­for­masi digi­tal dan lite­rasi data, serta aturan mema­kai AI gene­ra­tif dengan jujur.

Tangga data, informasi, pengetahuan, kebijaksanaanHitungan bakau dalam dua belas detik
051015petak 1petak 2petak 3petak 4jumlah pohonInformasirerata 12,5Rerata per petak12,5 pohonPetak 3 paling rendah: 9 pohonlautdaratPengetahuan1234tambakdugaan: tekanan konversi lahan1215914Kebijaksanaan: uji dulu dengan petak pembanding, baru usulkan perlindungan12, 15, 9, 14: angka apa ini?Diolah: rerata 12,5 pohon per petakDihubungkan: petak 3 berbatasan dengan tambakAngka yang sama, makna yang makin dalam
Geser gambar ke samping untuk melihat seluruhnya.
  1. DataAngka tanpa konteks
  2. InformasiDiolah dan diberi konteks
  3. PengetahuanDihubungkan dengan teori
  4. KebijaksanaanDipakai untuk memutuskan
Empat angka di awal adalah jumlah pohon Rhizophora di empat petak (Contoh 2 di Bab 2). Label di grafik, peta, dan pita bawah menunjukkan anak tangganya: informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan. Angka, peta, dan keputusan ini ilustrasi, bukan data lapangan. Animasi diputar setiap kali halaman ini dibuka.
Riset · Biologi

Anda akan belajar membaca data penelitian

Misal­nya hitu­ngan pohon bakau per petak, cata­tan kamera jebak, atau hasil seku­en­sing eDNA: dari mana data­nya, bagai­mana diolah, dan sebe­rapa jauh kesim­pu­lan­nya boleh dita­rik.

Sekolah · Pendidikan Biologi

Anda akan belajar membaca data pembelajaran

Misal­nya nilai ula­ngan, hasil prak­ti­kum siswa, atau simu­lasi inte­rak­tif di kelas: kapan angka itu seka­dar data, dan kapan ia men­jadi dasar kepu­tu­san menga­jar.

Apersepsi: mana yang termasuk teknologi informasi?

Beri­kut enam alat yang biasa dipa­kai maha­siswa bio­logi dalam seminggu kuliah. Mana yang ter­ma­suk tek­no­logi infor­masi? Ten­tu­kan pili­han Anda beserta ala­san­nya, baru buka pem­ba­ha­san.

Kamera ponselMemotret preparat dan daun saat praktikum.
SpreadsheetMerekap hasil pengamatan kelompok.
Grup percakapan kelasMembagikan jadwal dan pengumuman.
LMS kampusMengunduh RPS dan mengunggah tugas.
Google ScholarMencari artikel untuk laporan.
Chatbot AIMeminta penjelasan ulang konsep yang sulit.
Gambar 1. Enam alat untuk apersepsi. Pilih yang menurut Anda termasuk teknologi informasi.
Lihat pembahasan

Kee­nam­nya ter­ma­suk tek­no­logi infor­masi. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 men­de­fi­ni­si­kan tek­no­logi infor­masi seba­gai teknik untuk mengum­pul­kan, menyi­ap­kan, menyim­pan, mem­pro­ses, mengu­mum­kan, menga­na­li­sis, dan/atau menye­bar­kan infor­masi. Kamera mengum­pul­kan, spre­ads­heet mem­pro­ses dan menga­na­li­sis, grup per­ca­ka­pan mengu­mum­kan dan menye­bar­kan, LMS menyim­pan, Google Scho­lar mem­bantu mengum­pul­kan, dan chat­bot AI mem­pro­ses teks.

Yang mem­buat sesu­atu dise­but tek­no­logi infor­masi bukan ben­tuk­nya, melain­kan apa yang diker­ja­kan­nya ter­ha­dap infor­masi. Chat­bot AI perlu cata­tan khusus: ia mem­pro­ses teks ber­da­sar­kan pola bahasa, bukan men­cari fakta di basis data. Bab 4 mem­ba­has aki­bat­nya.

Studi Kasus Mini · Raka dan Nadira di Minggu PertamaKisah rekaan untuk ilustrasi
RN
Raka dan Nadiraminggu pertama kuliah TILDA
RakaNad, tugas pertama TILDA cuma mind map, kan? Definisi literasi datanya sudah kuminta dari chatbot, lengkap dengan tiga rujukan ber-DOI.
RakaLangsung kusalin ke mind map. Rapi sekali kelihatannya.
RakaTapi tadi satu DOI-nya iseng kubuka, yang muncul malah artikel ekonomi. Dua lagi belum kucek.
NadiraAku malah sudah pakai chatbot buat merekap nilai murid les biologiku.
NadiraDaftar nilainya kutempel utuh, lengkap dengan nama murid dan nomor HP orang tuanya, biar cepat dirangkum.
NadiraHasilnya rerata 72. Itu sudah pengetahuan, kan? Tinggal kumasukkan ke ringkasan diskusi.

Apa yang keliru pada langkah Raka dan Nadira? Catat dugaan Anda. Kita kembali ke mereka di Pojok Refleksi.

“Angka baru bermakna setelah diberi konteks; keputusan baru bijak setelah diuji.”
Poin Penting
  • Per­te­muan 1 mem­per­ke­nal­kan kon­trak per­ku­li­a­han, konsep tek­no­logi infor­masi, hie­rarki DIKW, trans­for­masi digi­tal, lite­rasi data, dan aturan mema­kai AI.
  • Maha­siswa Bio­logi mem­baca data pene­li­tian; maha­siswa Pen­di­di­kan Bio­logi mem­baca data pem­be­la­ja­ran. Kedu­a­nya mema­kai cara ber­pi­kir yang sama.
  • Produk per­te­muan ini adalah Tugas Rutin 1: mind map hubu­ngan TI, lite­rasi data, dan bio­logi.
Bab 1

Kontrak Perkuliahan dan Capaian Pembelajaran

Sebe­lum masuk ke konsep, kenali dulu medan per­ja­la­nan­nya: berapa per­te­muan, kapan ujian, tugas apa saja yang dini­lai, bagai­mana tugas itu dini­lai, dan kemam­puan apa yang hendak dica­pai. Penge­ta­huan ini mem­bantu Anda menga­tur tenaga sejak minggu per­tama.

Alur kerja Bab 1Memahami aturan main TILDA
  1. Langkah 1Baca RPS dan kontrakUnduh dari LMS; kenali 16 pertemuan dan bobotnya.
  2. Langkah 2Kenali rubrikLima aspek, termasuk integritas dan etika akademik.
  3. Langkah 3Pahami capaianCPMK 1 dan 2 menjadi fokus P1 sampai P7.
  4. Langkah 4Sepakati aturan kelasKeterlambatan, pengumpulan tugas, dan kebijakan AI.
  5. Langkah 5Siapkan folder kerjaSatu folder dan satu pola nama berkas sepanjang semester.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

1.1 TILDA dalam satu semester

TILDA ber­bo­bot 2 SKS dan ber­ja­lan 16 per­te­muan: 14 per­te­muan pem­be­la­ja­ran, UTS di per­te­muan 8, dan UAS di per­te­muan 16. Bobot peni­laian dibagi ke setiap per­te­muan, sehingga tugas kecil di awal semes­ter ikut menen­tu­kan nilai akhir. Tujuh per­te­muan per­tama saja sudah menyum­bang 47% nilai akhir.

P15%
P25%
P35%
P45%
P59%
P69%
P79%
P8UTS · 8%
P9setelah UTS
P10setelah UTS
P11setelah UTS
P12setelah UTS
P13setelah UTS
P14setelah UTS
P15setelah UTS
P16UAS
Pertemuan 1 sampai 7, sebelum UTSUjianSetelah UTS
Gambar 2. Enam belas pertemuan TILDA. Angka di setiap kotak adalah bobotnya terhadap nilai akhir; P1 sampai P7 berjumlah 47%. Bobot pertemuan setelah UTS dijelaskan dosen pada waktunya.
PFokusProduk yang dinilaiBobot
01Konsep TI, transformasi digital, literasi dataTugas Rutin 1: mind map5%
02Pemanfaatan TI dan literasi data di biologiTugas Rutin 2: mind map dan esai analitis5%
03Jenis, sumber, dan format data biologiCBR tahap 15%
04Kualitas data, metadata, prinsip FAIRCBR final dan analisis kualitas dataset5%
05Penelusuran literatur dan manajemen referensiCJR tahap 19%
06Kredibilitas sumber dan integritas akademikCJR final9%
07Pengolahan dan visualisasi dataMini Riset 19%
08UTSTes tertulis dan praktik melalui LMS8%
Tabel 1. Peta pertemuan 1 sampai 8. Sumber: modul TILDA; bobot mengikuti RPS. Total bobot 16 pertemuan adalah 100%.

1.2 Bagaimana tugas dinilai

Semua tugas dini­lai dengan rubrik umum RPS yang ter­diri atas lima aspek: pema­ha­man konsep, kete­pa­tan peng­gu­naan tek­no­logi, pengo­la­han dan ana­li­sis data, kua­li­tas produk, serta inte­gri­tas dan etika aka­de­mik. Aspek 1 sampai 4 bers­kor mak­si­mum 25, sedang­kan aspek inte­gri­tas bers­kor mak­si­mum 20. Pilih satu aspek pada Gambar 3 untuk meli­hat per­be­daan setiap ting­kat.

Aspek 1 · Pemahaman konsep

Seberapa tepat dan lengkap Anda menjelaskan konsep?

Sangat baik25

Penjelasan sangat tepat, lengkap, sistematis, memakai konsep yang relevan.

Baik20

Tepat dan cukup lengkap, dengan sedikit kekurangan.

Cukup15

Sebagian benar, masih ada kekeliruan konsep.

Kurang10

Tidak tepat, tidak lengkap, tidak menunjukkan penguasaan.

Aspek 2 · Ketepatan penggunaan teknologi

Apakah teknologi yang dipilih sesuai dan dipakai dengan benar?

Sangat baik25

Teknologi sangat sesuai dan efektif mendukung tujuan tugas.

Baik20

Sesuai dan dipakai dengan baik, tetapi belum optimal.

Cukup15

Kurang sesuai atau ada beberapa kesalahan pemakaian.

Kurang10

Tidak sesuai atau banyak kesalahan teknis.

Aspek 3 · Pengolahan dan analisis data

Apakah data lengkap, diolah tepat, dan ditafsirkan sesuai bukti?

Sangat baik25

Data lengkap dan valid; pengolahan tepat; analisis logis; interpretasi sesuai bukti.

Baik20

Cukup tepat; kesalahan kecil tidak memengaruhi kesimpulan utama.

Cukup15

Beberapa kesalahan; interpretasi terbatas.

Kurang10

Data tidak tertata, analisis tidak tepat, interpretasi tanpa bukti.

Aspek 4 · Kualitas produk

Apakah produk relevan, akurat, komunikatif, dan memenuhi ketentuan?

Sangat baik25

Sangat relevan, akurat, inovatif, komunikatif, memenuhi seluruh ketentuan.

Baik20

Relevan dan memenuhi sebagian besar ketentuan.

Cukup15

Cukup relevan, ada kekurangan isi, tampilan, atau ketepatan data.

Kurang10

Tidak sesuai tujuan dan tidak lengkap.

Aspek 5 · Integritas dan etika akademik

Apakah sumber, pemakaian AI, hak cipta, dan privasi dipertanggungjawabkan?

Sangat baik20

Semua sumber disitasi benar, tanpa plagiarisme, pemakaian AI transparan, hak cipta dan privasi dijaga.

Baik16

Sedikit kesalahan teknis sitasi atau pelaporan AI.

Cukup12

Sebagian sumber belum disitasi tepat atau etika digital kurang.

Kurang8

Tanpa sumber, indikasi plagiarisme, atau pemakaian data atau teknologi yang tidak etis.

Gambar 3. Rubrik umum tugas TILDA, diambil dari RPS. Kotak bergaris tebal adalah tingkat yang dituju.

Skor akhir mata kuliah dikon­versi ke huruf menu­rut Tabel 2.

SkorKategoriNilai
85-100Sangat baikA
80-84BaikA-
75-79BaikB+
70-74Cukup baikB
65-69CukupB-
60-64KurangC+
55-59KurangC
< 55Sangat kurangD/E
Tabel 2. Konversi skor ke nilai huruf. Sumber: RPS TILDA.

1.3 Capaian pembelajaran

Mata kuliah ini mem­bawa tiga capaian pem­be­la­ja­ran lulu­san prodi (CPL 2, CPL 4, dan CPL 8) dan menu­run­kan­nya men­jadi empat capaian pem­be­la­ja­ran mata kuliah (CPMK). Per­te­muan 1 sampai 7 teru­tama mela­tih CPMK 1 dan CPMK 2. CPMK 3 dan CPMK 4 baru men­jadi fokus sete­lah UTS, walau­pun sikap etis sudah dini­lai sejak per­te­muan per­tama mela­lui aspek inte­gri­tas di rubrik.

CPMK 1

Menganalisis konsep TI, literasi data, serta jenis, sumber, dan kualitas data biologi.

CPMK 2

Menerapkan TI dan sumber data digital untuk memperoleh, mengelola, menganalisis, dan menyajikan data biologi.

CPMK 3

Berkaitan dengan perancangan penelitian; menjadi fokus setelah UTS.

CPMK 4

Berkaitan dengan sikap profesional; menjadi fokus setelah UTS.

Per­te­muan ini sen­diri mela­tih Sub-CPMK 1: men­je­las­kan konsep dasar tek­no­logi infor­masi, lite­rasi data, trans­for­masi digi­tal, dan peran­nya dalam ilmu bio­logi.

1.4 Kesepakatan kelas

Di per­te­muan ini dosen mema­par­kan CPL, CPMK, jadwal, bobot, dan rubrik, lalu kelas menye­pa­kati aturan ber­sama: keter­lam­ba­tan, cara pengum­pu­lan tugas, dan kebi­ja­kan pema­kaian AI. Hasil kese­pa­ka­tan diung­gah dosen ke LMS. Satu kebi­a­saan kecil dise­pa­kati sejak awal, yaitu pola nama berkas yang sama sepan­jang semes­ter.

NIM_P01_TR1_Nama.pdf
     │   │    └─ nama mahasiswa
     │   └────── Tugas Rutin 1
     └────────── pertemuan ke-1
Contoh 1. Pola nama berkas tugas TILDA. Pola ini memudahkan pencarian dan penilaian.
Tips mengatur tenaga

Tugas P1 dan P2 hanya ber­bo­bot 5%, tetapi kedu­a­nya mela­tih kebi­a­saan yang dipa­kai di tugas ber­bo­bot 9%: menyi­tasi dengan APA 7, men­ca­tat pema­kaian AI, dan mena­mai berkas dengan rapi. Kebi­a­saan yang ter­ben­tuk di minggu per­tama jauh lebih murah dari­pada mem­per­bai­ki­nya men­je­lang UTS.

Cek Pemahaman · Bab 1Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Berapa bobot gabungan Pertemuan 1 sampai 7 terhadap nilai akhir TILDA?

Tepat. 5 + 5 + 5 + 5 + 9 + 9 + 9 = 47%. Tugas kecil di awal semester ikut menentukan nilai akhir.
Belum tepat. Jumlahkan bobot P1 sampai P7 pada Tabel 1.
2

Aspek rubrik umum mana yang berskor maksimum 20, bukan 25?

Tepat. Aspek 1 sampai 4 berskor maksimum 25; aspek integritas dan etika akademik berskor maksimum 20.
Belum tepat. Buka aspek 5 pada Gambar 3 dan lihat skor tingkat tertingginya.
3

Mind map Tugas Rutin 1 milik Andi akan diunggah. Nama berkas mana yang sesuai kesepakatan kelas?

Tepat. Pola NIM_P01_TR1_Nama memuat siapa, pertemuan berapa, dan tugas apa, sehingga mudah dicari dan dinilai.
Belum tepat. Pola nama berkas memuat NIM, nomor pertemuan, kode tugas, dan nama.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • TILDA ter­diri atas 16 per­te­muan; P1 sampai P7 menyum­bang 47% nilai akhir dan UTS 8%.
  • Semua tugas dini­lai dengan lima aspek rubrik umum, ter­ma­suk inte­gri­tas dan etika aka­de­mik.
  • Per­te­muan 1 sampai 7 mela­tih CPMK 1 dan CPMK 2.
Jeda Sejenak

Dari lima aspek rubrik, aspek mana yang menu­rut Anda paling sulit dica­pai di ting­kat sangat baik? Apa yang bisa Anda mulai laku­kan minggu ini?

Bab 2

Teknologi Informasi dan Hierarki DIKW

Bab ini men­ja­wab dua per­ta­nyaan dasar. Apa sebe­nar­nya tek­no­logi infor­masi itu? Lalu, apa yang ter­jadi pada data ketika ia diolah oleh tek­no­logi itu dan ditaf­sir­kan oleh manu­sia?

Alur kerja Bab 2Dari angka mentah ke keputusan
  1. Langkah 1Kumpulkan dataFakta mentah: angka, foto, atau sekuens.
  2. Langkah 2Olah dan beri konteksData menjadi informasi: siapa, apa, di mana, kapan.
  3. Langkah 3Hubungkan dengan teoriInformasi menjadi pengetahuan: mengapa dan bagaimana.
  4. Langkah 4Uji dugaanPengetahuan yang masih dugaan diuji dengan data baru.
  5. Langkah 5PutuskanKebijaksanaan: keputusan yang tepat berdasarkan bukti.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

2.1 Teknologi informasi menurut undang-undang

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 ten­tang Infor­masi dan Tran­saksi Elek­tro­nik (Pasal 1 angka 3) men­de­fi­ni­si­kan tek­no­logi infor­masi seba­gai suatu teknik untuk mengum­pul­kan, menyi­ap­kan, menyim­pan, mem­pro­ses, mengu­mum­kan, menga­na­li­sis, dan/atau menye­bar­kan infor­masi. Defi­nisi hukum ini ber­guna karena menye­but kata ker­ja­nya satu per satu, dan setiap kata kerja itu punya pada­nan dalam kerja bio­logi.

MengumpulkanMencatat data lapangan, memotret spesimen, merekam suara burung.
MenyiapkanMenata lembar pengamatan dan menamai berkas sebelum data diolah.
MenyimpanMenyimpan spesimen digital dan data mentah di folder atau repositori.
MemprosesMenghitung rerata dan merapikan tabel di spreadsheet.
MengumumkanMemajang hasil praktikum di LMS atau papan informasi kelas.
MenganalisisMenganalisis sekuens DNA atau membandingkan perlakuan.
MenyebarkanMenyebarkan hasil lewat publikasi, poster, atau seminar.
Gambar 4. Tujuh kata kerja dalam definisi teknologi informasi UU No. 11 Tahun 2008 beserta contoh padanannya dalam kerja biologi.

Isti­lah TIK (tek­no­logi infor­masi dan komu­ni­kasi) menam­bah­kan sisi komu­ni­kasi, yaitu jari­ngan, inter­net, dan perang­kat yang memung­kin­kan infor­masi ber­pin­dah anta­ro­rang. Dalam modul ini kedua isti­lah dipa­kai ber­gan­tian, dengan pene­ka­nan pada apa yang diker­ja­kan tek­no­logi itu ter­ha­dap data.

2.2 Lima komponen sistem TI

Secara prak­tis, sebuah sistem TI ter­su­sun atas lima kom­po­nen. Sistem baru ber­ja­lan bila keli­ma­nya hadir. Kamera jebak yang cang­gih tidak ber­guna tanpa orang yang tahu cara mema­sang dan mem­baca reka­man­nya.

KomponenPenjelasanContoh di biologi
Perangkat kerasKomponen fisik untuk menangkap, mengolah, dan menyimpan data.Mikroskop digital, sensor suhu dan pH, kamera jebak, sequencer DNA, laptop.
Perangkat lunakProgram yang mengolah data menjadi informasi.Microsoft Excel, ImageJ, MEGA, QGIS, R.
DataBahan mentah berupa angka, teks, gambar, atau sekuens.Jumlah individu per plot, foto daun, sekuens gen 16S rRNA.
JaringanInfrastruktur yang menghubungkan perangkat dan pengguna.Internet kampus, LMS, repositori data daring.
Manusia dan prosedurOrang yang memakai sistem beserta aturan kerjanya.Asisten laboratorium yang mengikuti SOP pencatatan data.
Tabel 3. Lima komponen sistem teknologi informasi. Sumber: modul TILDA P1.

Gambar 5 mem­per­li­hat­kan kelima kom­po­nen itu bekerja dalam dua situ­asi, satu di lapa­ngan pene­li­tian dan satu di kelas.

Situasi:
Perangkat kerasKamera jebak bersensor gerak, kartu memori, GPS genggam, dan laptop tim.
Perangkat lunakProgram pengelola foto untuk memberi label spesies dan spreadsheet rekap kejadian.
DataRibuan foto bertanggal dan berkoordinat, sebagian kosong karena terpicu daun bergerak.
JaringanFolder bersama di internet kampus untuk mengunggah foto dari setiap lokasi.
Manusia dan prosedurPetugas yang memasang kamera di ketinggian dan arah yang sama, serta aturan penamaan berkas per lokasi.
Perangkat kerasMikroskop dengan kamera digital, proyektor, dan ponsel siswa.
Perangkat lunakAplikasi kamera mikroskop, ImageJ untuk mengukur sel, dan formulir daring untuk lembar kerja.
DataFoto preparat bawang, ukuran sel, dan jawaban siswa di lembar kerja.
JaringanWi-Fi sekolah dan LMS kelas untuk mengumpulkan foto dan jawaban.
Manusia dan prosedurGuru yang memberi langkah kerja jelas dan siswa yang mengikuti tata tertib laboratorium.
Gambar 5. Lima komponen sistem TI dalam dua situasi. Contoh disusun untuk modul ini.

2.3 Data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan

Hie­rarki DIKW (data, information, knowledge, wisdom) yang dipo­pu­ler­kan Ackoff (1989) dan dikaji ulang oleh Rowley (2007) men­je­las­kan bagai­mana data naik nilai­nya. Data adalah fakta mentah tanpa kon­teks. Infor­masi adalah data yang sudah diolah dan diberi kon­teks sehingga men­ja­wab per­ta­nyaan siapa, apa, di mana, dan kapan. Penge­ta­huan muncul ketika infor­masi dihu­bung­kan dengan teori dan penga­la­man sehingga dapat men­je­las­kan mengapa dan bagai­mana. Kebi­jak­sa­naan adalah kemam­puan mema­kai penge­ta­huan untuk mengam­bil kepu­tu­san yang tepat.

data        : 12, 15, 9, 14 (jumlah individu Rhizophora di 4 plot)
informasi   : rata-rata 12,5 individu per plot; plot 3 paling rendah
pengetahuan : plot 3 berada di dekat tambak, kemungkinan ada tekanan
              konversi lahan yang perlu diuji lebih lanjut
Contoh 2. Satu set data yang sama berubah makna setelah diolah dan ditafsirkan. Angka di atas adalah ilustrasi, bukan data lapangan.

Naiki tangga itu satu per satu pada Gambar 6. Per­ha­ti­kan per­ta­nyaan apa yang dija­wab di setiap anak tangga.

Data · fakta mentah

12, 15, 9, 14

Biologi

Empat angka di buku lapangan. Tanpa keterangan, kita tidak tahu apakah itu jumlah pohon, suhu, atau nomor petak.

Pendidikan Biologi

Deretan nilai ulangan 68, 74, 81, 59 di daftar nilai, sebelum diketahui kelas dan materi apa.

Informasi · menjawab siapa, apa, di mana, kapan

Rata-rata 12,5 individu Rhizophora per plot; plot 3 paling rendah.

Biologi

Angka sudah diberi konteks (organisme, satuan, lokasi) dan diolah menjadi rerata serta peringkat.

Pendidikan Biologi

Rerata kelas XI-2 pada ulangan sistem pencernaan adalah 70,5; nilai terendah ada pada soal enzim.

Pengetahuan · menjawab mengapa dan bagaimana

Plot 3 berada di dekat tambak; kemungkinan ada tekanan konversi lahan yang perlu diuji lebih lanjut.

Biologi

Informasi dihubungkan dengan teori dan pengalaman: alih fungsi lahan dapat menekan tegakan mangrove. Perhatikan kata “kemungkinan”: pengetahuan ini masih dugaan.

Pendidikan Biologi

Soal enzim memerlukan pemahaman konsep abstrak; siswa yang belum pernah melihat percobaan enzim cenderung kesulitan.

Kebijaksanaan · memutuskan dengan tepat

Uji dugaan dengan petak pembanding sebelum mengusulkan perlindungan plot 3.

Biologi

Keputusan yang bijak tidak langsung menyalahkan tambak, tetapi merancang pengamatan yang bisa membuktikan atau membantah dugaan itu.

Pendidikan Biologi

Guru menambahkan praktikum sederhana uji enzim sebelum ulangan berikutnya, lalu membandingkan hasilnya.

Gambar 6. Empat anak tangga DIKW. Contoh Biologi mengikuti Contoh 2; contoh Pendidikan Biologi dan anak tangga kebijaksanaan disusun untuk modul ini sebagai ilustrasi.

Rowley (2007) mene­mu­kan bahwa buku teks umum­nya sepa­kat pada urutan jen­jang­nya, tetapi kurang sepa­kat ten­tang proses per­pin­da­han antar­jen­jang. Frické (2009) bahkan meng­kri­tik model ini seba­gai ter­lalu linear.

Bahan diskusi kritis

Apakah penge­ta­huan selalu lahir dari data? Seo­rang ahli tak­so­nomi bisa lang­sung menge­nali spe­sies dari penga­la­man ber­ta­hun-tahun, tanpa meng­hi­tung apa pun. Seba­lik­nya, data yang dikum­pul­kan tanpa per­ta­nyaan bisa menum­puk ber­ta­hun-tahun tanpa pernah men­jadi penge­ta­huan. Kritik Frické (2009) mengi­ngat­kan bahwa tangga DIKW adalah alat bantu ber­pi­kir, bukan hukum alam.

Cek Pemahaman · Bab 2Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Asisten laboratorium yang mengikuti SOP pencatatan data termasuk komponen sistem TI yang mana?

Tepat. Sistem TI tidak berjalan tanpa orang yang memakainya dan aturan kerjanya.
Belum tepat. Asisten adalah orang, dan SOP adalah aturan kerja. Komponen mana yang mencakup keduanya?
2

“Suhu rata-rata kolam budidaya pekan ini 27,5 °C.” Pernyataan ini termasuk jenjang apa?

Tepat. Angka suhu sudah diolah menjadi rerata dan diberi konteks: di mana dan kapan.
Belum tepat. Pernyataan ini sudah diolah dan diberi konteks, tetapi belum menjelaskan mengapa.
3

“Ikan nila tumbuh lebih lambat bila suhu air di bawah kisaran optimumnya, sehingga kolam perlu dipantau setiap pagi.” Termasuk jenjang apa?

Tepat. Pernyataan ini menghubungkan suhu dengan pertumbuhan, yaitu menjelaskan mengapa dan bagaimana.
Belum tepat. Pernyataan ini tidak menyebut angka hasil pengukuran, tetapi menjelaskan hubungan sebab dan akibat.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • Tek­no­logi infor­masi dide­fi­ni­si­kan oleh apa yang diker­ja­kan­nya ter­ha­dap infor­masi: mengum­pul­kan sampai menye­bar­kan.
  • Sistem TI ter­diri atas perang­kat keras, perang­kat lunak, data, jari­ngan, serta manu­sia dan pro­se­dur.
  • Data men­jadi infor­masi sete­lah diolah dan diberi kon­teks, men­jadi penge­ta­huan sete­lah dihu­bung­kan dengan teori, dan men­jadi dasar kepu­tu­san yang bijak sete­lah diuji.
Jeda Sejenak

Ingat lapo­ran prak­ti­kum tera­khir Anda. Bagian mana yang masih berupa data, dan bagian mana yang sudah men­jadi penge­ta­huan?

Bab 3

Transformasi Digital, Society 5.0, dan Literasi Data

Hampir semua hal kini dise­but “digi­tal”. Bab ini memi­sah­kan dua hal yang sering ter­tu­kar, yaitu digi­ta­li­sasi dan trans­for­masi digi­tal, lalu mem­ba­has Soci­ety 5.0 dan kemam­puan yang dibu­tuh­kan agar kita tidak seka­dar ikut arus: lite­rasi data.

Alur kerja Bab 3Dari digitalisasi ke literasi data
  1. Langkah 1DigitalisasiBentuk berubah menjadi digital, misalnya dipindai.
  2. Langkah 2Terstruktur dan terbukaData diberi keterangan dan dapat dicari orang lain.
  3. Langkah 3TransformasiSifat dan cara pakainya berubah; manfaatnya meluas.
  4. Langkah 4Baca dengan kritisLiterasi data: pahami, temukan, dan tafsirkan.
  5. Langkah 5Kelola dan gunakanSimpan rapi, sajikan jujur, dan sitasi sumbernya.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

3.1 Digitalisasi belum tentu transformasi

Trans­for­masi digi­tal lebih dari seka­dar memin­dah­kan doku­men kertas ke kom­pu­ter. Vial (2019), dari tin­jauan atas 282 karya, men­de­fi­ni­si­kan­nya seba­gai proses yang ber­tu­juan mem­per­baiki suatu enti­tas dengan memicu peru­ba­han berarti pada sifat-sifat­nya mela­lui kom­bi­nasi tek­no­logi infor­masi, kom­pu­tasi, komu­ni­kasi, dan konek­ti­vi­tas. Kata kun­ci­nya adalah perubahan sifat. Ban­ding­kan dua nasib lembar her­ba­rium pada Gambar 7.

Nasib herbarium:
  • Lembar herbarium dipindai satu per satu dan disimpan sebagai berkas gambar di komputer laboratorium.
  • Nama berkas berupa nomor urut pemindaian; keterangan spesies, lokasi, dan tanggal masih hanya tertulis di label kertas.
  • Peneliti dari kampus lain tetap harus datang dan meminta izin untuk melihatnya.
Bentuknya berubah, sifatnya tidak.Koleksi tetap hanya bisa dipakai di satu ruangan, oleh orang yang tahu letaknya.
  • Setiap spesimen diberi data terstruktur: nama ilmiah, koordinat, tanggal, dan pengumpul.
  • Datanya terbuka di GBIF dan dapat dicari menurut koordinat oleh siapa pun.
  • Peneliti lain memakainya untuk memodelkan sebaran spesies.
Sifat koleksi berubah.Dari koleksi yang hanya bisa dilihat di satu ruangan menjadi sumber data global.
Gambar 7. Digitalisasi dan transformasi digital pada koleksi herbarium, mengikuti contoh di modul TILDA P1 dan definisi Vial (2019).

3.2 Society 5.0

Soci­ety 5.0 adalah konsep kebi­ja­kan Peme­rin­tah Jepang yang per­tama kali dia­ju­kan dalam 5th Science and Technology Basic Plan tahun 2016. Kantor Kabi­net Jepang meng­gam­bar­kan­nya seba­gai masya­ra­kat yang ber­pu­sat pada manu­sia, tempat per­tum­bu­han eko­nomi dan penye­le­saian masa­lah sosial ber­ja­lan ber­sa­maan mela­lui sistem yang mema­du­kan ruang siber dan ruang fisik. Soci­ety 5.0 menyu­sul empat bentuk masya­ra­kat sebe­lum­nya.

1.0Masyarakat berburu
2.0Masyarakat agraris
3.0Masyarakat industri
4.0Masyarakat informasi
5.0Masyarakat yang berpusat pada manusia

Meka­nis­me­nya berupa puta­ran: data dari dunia nyata dimo­del­kan di ruang siber, dia­na­li­sis, lalu hasil­nya dikem­ba­li­kan ke dunia nyata dalam bentuk laya­nan atau kepu­tu­san. Gambar 8 mem­per­li­hat­kan puta­ran itu pada peman­tauan kua­li­tas air sungai.

RUANG FISIKRUANG SIBER 1 · Sensor di sungaisuhu, pH, oksigen terlarut 2 · Data dimodelkandibandingkan dengan pola normal 3 · Dianalisisnilai menyimpang ditandai 4 · Kembali ke wargaperingatan sebelum air dipakai
Geser gambar ke samping untuk melihat seluruhnya.
Gambar 8. Putaran Society 5.0: data dari ruang fisik dimodelkan dan dianalisis di ruang siber, lalu hasilnya kembali ke ruang fisik. Contoh pemantauan kualitas air sungai mengikuti Tabel 4; rincian sensornya ilustrasi.

Soci­ety 5.0 sering disa­ma­kan dengan Indus­tri 4.0. Tek­no­logi inti­nya memang sama, tetapi asal, fokus, dan tuju­an­nya ber­beda.

AspekIndustri 4.0Society 5.0
AsalInisiatif manufaktur Jerman, sekitar 2011Kebijakan Kantor Kabinet Jepang, 2016
FokusPabrik dan proses produksiSeluruh masyarakat: kesehatan, pangan, kebencanaan, lingkungan
TujuanProduktivitas dan efisiensiPenyelesaian masalah sosial dan kesejahteraan manusia
Teknologi intiSistem siber-fisik, IoT, AI, big dataSama, tetapi diarahkan ke kebutuhan manusia
Contoh biologiFermentor industri yang dipantau sensor otomatisPemantauan kualitas air sungai berbasis sensor yang memberi peringatan ke warga
Tabel 4. Perbandingan Industri 4.0 dan Society 5.0. Sumber: modul TILDA P1, merujuk Cabinet Office, Government of Japan (t.t.).

3.3 Literasi data

Rids­dale et al. (2015) mem­be­ri­kan defi­nisi yang paling ring­kas: lite­rasi data adalah kemam­puan mengum­pul­kan, menge­lola, menge­va­lu­asi, dan mene­rap­kan data secara kritis. Wolff et al. (2016) menam­bah­kan unsur inku­iri dan etika: kemam­puan menga­ju­kan dan men­ja­wab per­ta­nyaan dunia nyata dari kum­pu­lan data besar maupun kecil mela­lui proses inku­iri, dengan mem­per­ha­ti­kan peng­gu­naan data yang etis. Cal­zada Prado dan Marzal (2013) menem­pat­kan lite­rasi data seba­gai bagian dari lite­rasi infor­masi dan merinci lima kelom­pok kom­pe­tensi yang dipa­kai seba­gai kerangka di modul ini. Pilih setiap kelom­pok pada Gambar 9.

1 · Memahami data

Apa jenis data ini, dari mana asalnya, dan apa aturan pakainya?

Biologi

Membedakan data kuantitatif dan kualitatif, mengenali bahwa data punya siklus hidup dan lisensi.

Pendidikan Biologi

Membedakan skor tes (kuantitatif) dan catatan observasi sikap siswa (kualitatif), serta tahu bahwa data siswa tidak boleh disebarkan sembarangan.

2 · Menemukan dan memperoleh data

Haruskah saya mengambil data sendiri, atau sudah ada data yang tepat?

Biologi

Tahu kapan cukup memakai data GBIF atau BPS, dan kapan harus mengambil data sendiri di lapangan.

Pendidikan Biologi

Tahu kapan cukup memakai data rapor atau asesmen sekolah, dan kapan perlu menyusun tes atau angket sendiri.

3 · Membaca, menafsirkan, dan mengevaluasi data

Apakah kesimpulan ini benar-benar didukung datanya?

Biologi

Membaca grafik di artikel, memeriksa metode pengambilan sampel, menilai apakah kesimpulan didukung data.

Pendidikan Biologi

Memeriksa apakah klaim “metode baru meningkatkan hasil belajar” didukung kelas pembanding dan jumlah siswa yang memadai.

4 · Mengelola data

Bisakah saya, atau orang lain, menemukan dan memahami data ini setahun lagi?

Biologi

Menyimpan data dengan nama berkas yang konsisten, membuat metadata, memakai Zotero atau Mendeley.

Pendidikan Biologi

Menyimpan nilai dan hasil kerja siswa per kelas dan per pertemuan dengan nama berkas yang konsisten dan cadangan yang aman.

5 · Menggunakan data

Bagaimana data ini disajikan tanpa menyesatkan dan dengan menyebut sumbernya?

Biologi

Memilih analisis dan grafik yang tepat, menyajikan tanpa menyesatkan, menyitasi sumber data.

Pendidikan Biologi

Menyajikan perkembangan belajar siswa dengan grafik sederhana yang mudah dibaca orang tua, tanpa menampilkan nama siswa lain.

Gambar 9. Lima kelompok kompetensi literasi data menurut Calzada Prado dan Marzal (2013). Contoh Biologi dari modul TILDA P1; contoh Pendidikan Biologi disusun untuk modul ini.

Bio­logi modern meng­ha­sil­kan data dalam jumlah yang tidak lagi bisa dibaca satu per satu: seku­ens genom, citra sate­lit tutu­pan hutan, ribuan reka­man kamera jebak, dan cata­tan kebe­ra­daan spe­sies dari warga. Maha­siswa yang tidak lite­rat data akan ber­gan­tung pada kesim­pu­lan orang lain tanpa bisa meme­rik­sa­nya. Bagi calon pene­liti dan pen­di­dik bio­logi, lite­rasi data juga menen­tu­kan apakah skripsi mereka nanti diba­ngun di atas data yang dapat diper­tang­gung­ja­wab­kan.

Tips untuk calon guru

Lite­rasi data bukan hanya urusan pene­liti. Siswa SMA setiap hari mene­rima grafik, per­sen­tase, dan klaim kese­ha­tan di media sosial. Guru bio­logi yang lite­rat data bisa menga­jak siswa ber­ta­nya: data ini dari mana, diukur bagai­mana, dan apakah kesim­pu­lan­nya masuk akal?

Cek Pemahaman · Bab 3Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Sebuah kebun raya memindai seluruh lembar herbariumnya dan menyimpan gambarnya di komputer kantor. Belum ada data spesies dan lokasi yang dapat dicari. Ini contoh apa?

Tepat. Bentuknya berubah menjadi digital, tetapi sifat dan cara pakainya belum berubah.
Belum tepat. Apakah koleksi itu sudah bisa dicari dan dipakai peneliti di tempat lain?
2

Apa yang paling membedakan Society 5.0 dari Industri 4.0?

Tepat. Teknologi intinya sama (sistem siber-fisik, IoT, AI, big data), tetapi Society 5.0 mengarahkannya ke kebutuhan manusia.
Belum tepat. Lihat baris Teknologi inti dan Tujuan pada Tabel 4.
3

Mahasiswa memeriksa metode pengambilan sampel sebelum mempercayai grafik di sebuah artikel. Kelompok kompetensi literasi data mana yang dilatih?

Tepat. Menilai apakah kesimpulan didukung data termasuk kompetensi ketiga.
Belum tepat. Mahasiswa itu tidak menyimpan atau mencari data, tetapi menilai data orang lain.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • Digi­ta­li­sasi mengu­bah bentuk; trans­for­masi digi­tal mengu­bah sifat dan cara sesu­atu dipa­kai.
  • Soci­ety 5.0 mema­du­kan ruang fisik dan ruang siber untuk menye­le­sai­kan masa­lah sosial, dengan manu­sia seba­gai pusat­nya.
  • Lite­rasi data men­ca­kup lima kelom­pok kom­pe­tensi: mema­hami, mene­mu­kan, menaf­sir­kan, menge­lola, dan meng­gu­na­kan data.
Jeda Sejenak

Dari lima kelom­pok kom­pe­tensi lite­rasi data, mana yang paling sering Anda latih selama ini, dan mana yang paling jarang?

Bab 4

TI di Lima Ranah Biologi dan AI Generatif

Konsep di bab sebe­lum­nya kini dibawa ke lapa­ngan. Bab ini mem­beri satu contoh nyata pema­kaian TI untuk setiap ranah bio­logi, lalu mem­ba­has alat yang paling sering dipa­kai maha­siswa seka­rang, seka­li­gus paling sering disa­lah­pa­hami: AI gene­ra­tif.

Alur kerja Bab 4Memakai AI dengan jujur
  1. Langkah 1Ajukan promptAI boleh dipakai untuk mencari arah.
  2. Langkah 2Catat di logPrompt, alat dan tanggal, serta klaim inti.
  3. Langkah 3Cek setiap rujukanDOI di doi.org atau Crossref; judul dan penulis cocok?
  4. Langkah 4Bandingkan isiCocokkan klaim AI dengan sumber aslinya.
  5. Langkah 5Jaga data pribadiData pribadi dan data belum terbit tidak ditempel ke AI.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

4.1 Satu contoh nyata untuk setiap ranah

RPS TILDA menye­but lima ranah peman­fa­a­tan TI di bio­logi: pen­di­di­kan, pene­li­tian, labo­ra­to­rium, kon­ser­vasi, serta bioin­for­ma­tika dan bioin­dus­tri. Pilih ranah pada Gambar 10. Per­ha­ti­kan bahwa di setiap contoh, tek­no­logi baru ber­man­faat karena ada data yang dica­tat dengan baik dan orang yang mampu mem­ba­ca­nya.

Ranah:

Simulasi PhET

Simulasi interaktif dari University of Colorado Boulder, misalnya Natural Selection dan Gene Expression Essentials. Banyak simulasinya tersedia dalam bahasa Indonesia.

Fungsinya: memvisualisasikan proses yang sulit diamati langsung, seperti seleksi alam dari generasi ke generasi atau ekspresi gen di dalam sel.

Metabarcoding eDNA dengan sekuenser Oxford Nanopore MinION

Di Taman Nasional Karimunjawa, peneliti mengambil 1 L air laut per lokasi dan membaca DNA lingkungan (eDNA) di dalamnya (Al Malik et al., 2025).

147spesies ikan terdeteksi
±60%spesies hanya terdeteksi lewat eDNA, tidak lewat sensus visual

Fungsinya: mendeteksi keanekaragaman ikan tanpa harus melihat atau menangkap ikannya.

Laboratory Information Management System (LIMS)

Sistem perangkat lunak yang melacak sampel, uji, hasil, dan instrumen di laboratorium.

Fungsinya: memastikan setiap sampel dapat ditelusuri dari datang sampai hasil keluar. LIMS lazim dipakai laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025.

Patroli berbasis aplikasi SMART di Rimbang Baling, Riau

Data patroli hutan dicatat dengan aplikasi SMART sehingga temuan ancaman dapat dibandingkan per satuan upaya patroli (Fardilla et al., 2024).

209patroli, 2014-2018
0,381 → 0,191temuan ancaman per satuan upaya

Fungsinya: menilai apakah perlindungan kawasan berjalan efektif, berdasarkan data, bukan kesan.

AlphaFold dan basis data strukturnya di EMBL-EBI

AlphaFold memprediksi struktur protein tiga dimensi dari sekuens asam amino (Jumper et al., 2021). Pengembangnya ikut menerima Nobel Kimia 2024.

Fungsinya: mempercepat riset enzim dan obat, karena struktur protein yang dulu perlu bertahun-tahun ditentukan di laboratorium kini dapat diperkirakan lebih cepat.

Gambar 10. Satu contoh TI untuk setiap ranah biologi. Sumber: modul TILDA P1, Al Malik et al. (2025), Fardilla et al. (2024), dan Jumper et al. (2021).
Bahan Think-Pair-Share

Pene­liti di Taman Nasi­o­nal Kari­mun­jawa mengam­bil 1 liter air laut dari bebe­rapa lokasi di empat zona penge­lo­laan. DNA ling­ku­ngan di dalam air diper­ba­nyak dengan penanda 12S, lalu dise­ku­en­sing mema­kai MinION. Hasil seku­ens dico­cok­kan dengan basis data refe­rensi. Mereka mene­mu­kan 147 spe­sies ikan dari 31 famili, dan seki­tar 60% spe­sies itu tidak ter­ca­tat dalam sensus visual oleh penye­lam. Kera­ga­man ter­tinggi berada di zona pari­wi­sata (Al Malik et al., 2025).

Pikir­kan sen­diri lima menit, dis­ku­si­kan ber­pa­sa­ngan tujuh menit: bagian mana dari kasus ini yang meru­pa­kan data, infor­masi, dan penge­ta­huan? Tek­no­logi apa saja yang ter­li­bat? Apa risi­ko­nya bila seba­gian data salah catat?

4.2 AI generatif: alat bantu, bukan sumber

AI gene­ra­tif seperti ChatGPT, Copi­lot, dan Gemini menyu­sun teks ber­da­sar­kan pola bahasa, bukan dengan men­cari fakta di basis data. Aki­bat­nya, jawa­ban yang ter­de­ngar meya­kin­kan bisa salah. Wal­ters dan Wilder (2023) meme­riksa 636 sitasi yang diha­sil­kan ChatGPT. Hasil­nya pada Gambar 11.

Sitasi fiktifdari semua sitasi0%50%100%GPT-3.555%GPT-418%Memuat kesalahan substantifdari sitasi yang benar-benar ada0%50%100%GPT-3.543%GPT-424%Total yang diperiksa: 636 sitasi buatan ChatGPT (Walters & Wilder, 2023).
GPT-3.5GPT-4
Geser gambar ke samping untuk melihat seluruhnya.
Gambar 11. Temuan Walters dan Wilder (2023) atas 636 sitasi buatan ChatGPT. Panel kanan dihitung hanya dari sitasi yang benar-benar ada, sehingga kedua panel tidak boleh dijumlahkan.

GPT-4 memang lebih jarang menga­rang diban­ding GPT-3.5, tetapi hampir satu dari lima sita­si­nya tetap fiktif. UNESCO (Miao & Holmes, 2023) dan Kemen­dik­bu­dris­tek mela­lui Pan­duan Peng­gu­naan Gene­ra­tive AI pada Pem­be­la­ja­ran di Per­gu­ruan Tinggi (Direk­to­rat Jen­de­ral Pen­di­di­kan Tinggi, Riset, dan Tek­no­logi, 2024) sama-sama tidak mela­rang AI, tetapi mene­gas­kan bahwa AI adalah alat bantu dan peni­laian kritis tetap di tangan manu­sia.

Tiga aturan kelas TILDA tentang AI
  • Ung­kap­kan pema­kaian AI di setiap tugas mema­kai log veri­fi­kasi.
  • Periksa setiap ruju­kan yang dibe­ri­kan AI: kebe­ra­da­an­nya, keco­co­kan meta­da­ta­nya, dan apakah isinya benar-benar men­du­kung klaim.
  • Jangan menem­pel­kan data pri­badi, data kese­ha­tan atau gene­tik manu­sia, maupun data pene­li­tian yang belum terbit ke chat­bot publik. UU No. 27 Tahun 2022 ten­tang Pelin­du­ngan Data Pri­badi meng­go­long­kan data kese­ha­tan dan data gene­tika seba­gai data pri­badi yang ber­si­fat spe­si­fik.

4.3 Log verifikasi AI

Hampir setiap per­te­muan TILDA meminta Anda mema­kai AI lalu mem­ve­ri­fi­kasi hasil­nya. Agar lang­kah itu teru­kur, semua tugas mema­kai satu format log yang sama.

Kolom logYang ditulis
promptPerintah yang diketik ke AI, disalin utuh.
alat_aiNama alat dan tanggal akses, misalnya ChatGPT, 2 September 2026.
klaim_aiSatu sampai tiga klaim inti dari jawaban AI, diringkas dengan kata-kata sendiri.
sumber_cekBuku, artikel (dengan DOI), atau situs resmi yang dipakai untuk mengecek klaim.
statusSesuai, sebagian, atau keliru, ditambah satu kalimat alasan.
Tabel 5. Format log verifikasi AI yang dipakai di semua tugas TILDA. Sumber: modul TILDA, protokol verifikasi AI generatif.

Aturan dasar­nya: AI boleh dipa­kai untuk men­cari arah, tetapi setiap klaim yang masuk ke tugas harus punya sumber manu­sia yang bisa dite­lu­suri. Ruju­kan yang hanya muncul di jawa­ban AI dan tidak dite­mu­kan di Cross­ref, Google Scho­lar, atau situs pener­bit diang­gap tidak ada.

Cek Pemahaman · Bab 4Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Menurut Walters dan Wilder (2023), berapa persen sitasi buatan GPT-4 yang fiktif?

Tepat. GPT-4 lebih jarang mengarang dibanding GPT-3.5 (55%), tetapi hampir satu dari lima sitasinya tetap fiktif.
Belum tepat. Lihat panel kiri Gambar 11.
2

Mana yang boleh ditempel ke chatbot publik?

Tepat. Definisi dari buku tidak memuat data pribadi atau data rahasia. Tetap catat pemakaiannya di log.
Belum tepat. Aturan kelas ketiga melarang data pribadi dan data penelitian yang belum terbit.
3

Rujukan dari AI tidak ditemukan di Crossref, Google Scholar, maupun situs penerbit. Apa statusnya?

Tepat. DOI yang ditulis AI bisa saja karangan. Rujukan yang tidak dapat ditelusuri dianggap tidak ada.
Belum tepat. Ingat aturan dasar log verifikasi di akhir Bab 4.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • TI dipa­kai di pen­di­di­kan, pene­li­tian, labo­ra­to­rium, kon­ser­vasi, serta bioin­for­ma­tika dan bioin­dus­tri; man­fa­at­nya ber­gan­tung pada data dan orang yang mem­ba­ca­nya.
  • AI gene­ra­tif menyu­sun teks dari pola bahasa, sehingga ruju­kan­nya bisa fiktif atau keliru.
  • Setiap pema­kaian AI dica­tat dalam log veri­fi­kasi lima kolom, dan data pri­badi tidak pernah ditem­pel ke chat­bot publik.
Jeda Sejenak

Per­nah­kah Anda menya­lin ruju­kan dari jawa­ban AI tanpa mem­bu­ka­nya? Bagai­mana Anda tahu ruju­kan itu benar-benar ada?

Praktik

Praktik C1 sampai C3: LMS, Verifikasi AI, dan Mind Map

Bagian ini diker­ja­kan di laptop atau ponsel sambil mengi­kuti lang­kah ber­no­mor. C1 dan C2 diker­ja­kan di kelas (20 menit), sedang­kan C3 adalah pan­duan menyu­sun Tugas Rutin 1 di luar kelas. Teks ber­muka monos­pace adalah sesu­atu yang dike­tik atau diklik di kom­pu­ter.

Alur kerja PraktikDari LMS sampai mind map
  1. Langkah 1C1 · Masuk LMSGabung kelas; unduh RPS, kontrak, dan modul.
  2. Langkah 2C1 · Susun folderFolder TILDA_2026 dan pola nama berkas.
  3. Langkah 3C2 · Tanya AIDefinisi literasi data dengan tiga rujukan.
  4. Langkah 4C2 · VerifikasiCek rujukan di Crossref, lalu beri status.
  5. Langkah 5C3 · Mind mapTiga simpul, kata kerja, cabang, rujukan, unggah.
Gambar 12. Tiga prosedur praktik Pertemuan 1. Animasi berulang setiap 15 detik; tekan Jeda untuk berhenti.

C1. Mengakses LMS dan bahan ajar

  1. Masuk ke LMS. Buka alamat LMS yang dite­tap­kan dosen (SIPDA, Google Class­room, atau Moodle) dan masuk mema­kai akun maha­siswa Unimed.
  2. Ber­ga­bung ke kelas TILDA. Masuk­kan kode kelas dari dosen. Pas­ti­kan nama kelas dan nama dosen sesuai.
  3. Unduh doku­men wajib. Simpan RPS, kon­trak kuliah, dan modul ini ke satu folder kerja dengan susu­nan beri­kut.
TILDA_2026/
├── 00_admin/   (RPS, kontrak kuliah)
├── 01_P01/     (catatan, log verifikasi AI, mind map)
└── 02_P02/
  1. Bia­sa­kan pola nama berkas. Pola yang dipa­kai sepan­jang semes­ter adalah NIM_P01_TR1_Nama.pdf. Pola ini memu­dah­kan pen­ca­rian dan peni­laian.

C2. Eksplorasi definisi dengan AI, lalu verifikasi

  1. Ajukan prompt beri­kut ke satu alat AI pili­han Anda.
Jelaskan pengertian literasi data menurut para ahli.
Sertakan 3 rujukan lengkap dengan DOI.
  1. Catat di log veri­fi­kasi. Tulis prompt, nama alat dan tang­gal, lalu ring­kas klaim uta­ma­nya dengan kata-kata sen­diri (lihat Tabel 5 di Bab 4).
  2. Cek setiap ruju­kan. Tempel judul atau DOI ruju­kan ke https://search.crossref.org atau Google Scho­lar. Catat apakah ruju­kan itu ada, judul­nya sama, dan penu­lis­nya sama.
  3. Ban­ding­kan isi. Buka satu ruju­kan yang benar-benar ada. Cocok­kan defi­nisi versi AI dengan defi­nisi di sumber asli­nya, misal­nya Rids­dale et al. (2015) atau Wolff et al. (2016).
  4. Beri status. Isi kolom status: sesuai, seba­gian, atau keliru, lalu tulis satu kali­mat alasan.
Bila rujukan AI tidak ditemukan

Jangan dicari terus sampai “ketemu yang mirip”. Ruju­kan yang tidak muncul di Cross­ref, Google Scho­lar, atau situs pener­bit diang­gap tidak ada. Tulis sta­tus­nya “keliru” dan catat ala­san­nya. Temuan seperti ini justru bahan ber­harga untuk ring­ka­san dis­kusi di Tugas Rutin 1.

C3. Menyusun mind map Tugas Rutin 1

  1. Pilih alat. Guna­kan Canva, Miro, XMind, draw.io, atau kertas yang difoto dengan jelas.
  2. Tem­pat­kan tiga simpul utama: Tek­no­logi Infor­masi, Lite­rasi Data, dan Bio­logi. Tarik garis antar­sim­pul dan beri label kata kerja pada garis, misal­nya “meng­ha­sil­kan”, “mem­bu­tuh­kan”, atau “dia­na­li­sis dengan”.
  3. Isi cabang. Mini­mal empat cabang per simpul. Setiap cabang bio­logi memuat satu contoh nyata: nama alat, plat­form, atau jenis data.
  4. Can­tum­kan sumber. Tulis mini­mal tiga ruju­kan APA 7 di bagian bawah mind map. Lam­pir­kan log veri­fi­kasi AI jika mema­kai AI.
  5. Unggah. Ekspor ke PDF atau PNG, beri nama NIM_P01_TR1_Nama, lalu unggah ke LMS sebe­lum batas waktu.
Prosedur C3 bergerakMind map Tugas Rutin 1, langkah demi langkah
dianalisis denganmenghasilkanmembutuhkancabangkamera jebakcabangcabangcabangcabangmembaca grafikcabangcabangcabangcabangeDNA KarimunjawacabangcabangcabangTeknologi InformasiLiterasi DataBiologiRujukan (APA 7), minimal tigaCalzada Prado, F. J., & Marzal, M. Á. (2013). Libri, 63(2)Ridsdale, C., et al. (2015). Dalhousie UniversityWolff, A., et al. (2016). J. Community InformaticsNIM_P01_TR1_Nama.pdf atau .pngdiunggah ke LMS
Geser gambar ke samping untuk melihat seluruhnya.
  1. SimpulTiga simpul utama
  2. Kata kerjaGaris antarsimpul
  3. CabangMinimal empat per simpul
  4. RujukanMinimal tiga, APA 7
  5. UnggahPDF atau PNG ke LMS
Gambar 13. Lima langkah Prosedur C3. Garis antarsimpul diberi label kata kerja; kotak bergaris putus adalah cabang yang Anda isi sendiri, minimal empat per simpul. Isi contoh pada beberapa cabang hanya pemantik; rujukan yang tertera berasal dari Daftar Pustaka modul ini. Animasi diputar setiap kali halaman ini dibuka.
Poin Penting
  • Semua berkas disim­pan di satu folder kerja dan dina­mai dengan pola NIM_P01_TR1_Nama.
  • Ruju­kan dari AI dipe­riksa satu per satu di Cross­ref atau Google Scho­lar dan dica­tat sta­tus­nya.
  • Mind map yang baik meng­hu­bung­kan simpul dengan kata kerja dan mem­beri contoh bio­logi yang nyata.
Aktivitas dan Penugasan

Memetakan Hubungan: Aktivitas dan Tugas Pertemuan 1

Di tatap muka, Anda menye­pa­kati kon­trak kuliah, men­dis­ku­si­kan kasus eDNA Kari­mun­jawa secara ber­pa­sa­ngan, mengak­ses LMS, dan mem­ve­ri­fi­kasi jawa­ban AI. Di luar kelas, Anda menyu­sun Tugas Rutin 1. Rang­kaian ini mela­tih keju­ju­ran, kedi­si­pli­nan, keman­di­rian, kebe­ri­ni­si­a­ti­fan, dan tang­gung jawab.

A. Alur kegiatan tatap muka (2 × 50 menit)

Buka10′
Kontrak15′
Teori25′
TPS20′
Praktik20′
Tutup10′
0 menit25 menit
Gambar 14. Panjang batang sebanding dengan durasi; ceramah interaktif (kuning) adalah porsi terbesar. Total 100 menit.
TahapWaktuKegiatan
Buka10 menitSalam, presensi di LMS, apersepsi: “Aplikasi apa saja yang kalian pakai minggu ini untuk urusan kuliah biologi?” Jawaban ditulis di papan sebagai bahan awal.
Kontrak15 menitDosen memaparkan CPL, CPMK, Sub-CPMK, jadwal, bobot, dan rubrik. Mahasiswa menyepakati aturan kelas (keterlambatan, pengumpulan tugas, kebijakan AI). Kesepakatan diunggah dosen ke LMS.
Teori25 menitCeramah interaktif Bab 2 sampai Bab 4. Setiap 7 sampai 8 menit dosen menyisipkan satu pertanyaan cepat.
TPS20 menitThink-Pair-Share kasus eDNA Karimunjawa: think 5 menit, pair 7 menit, share 8 menit untuk 3 sampai 4 pasangan.
Praktik20 menitProsedur C1 dan C2: akses LMS dan verifikasi jawaban AI. Mahasiswa mengisi log verifikasi AI.
Tutup10 menitPenjelasan Tugas Rutin 1 (Prosedur C3). Refleksi satu kalimat: “Hal yang baru saya sadari hari ini adalah …”
Tabel 6. Rancangan kegiatan tatap muka Pertemuan 1. Sumber: modul TILDA P1.

B. Tugas Rutin 1, tugas individu

Tugas Rutin 1 meminta Anda meme­ta­kan hubu­ngan tek­no­logi infor­masi, lite­rasi data, dan bio­logi dalam satu mind map, beserta ring­ka­san dis­kusi kelas. Lang­kah pem­bu­a­tan­nya ada di Pro­se­dur C3 hala­man Prak­tik. Bobot­nya 5% dari nilai akhir.

1 · Tiga simpul utama

Teknologi Informasi, Literasi Data, dan Biologi, dihubungkan garis berlabel kata kerja.

2 · Cabang berisi contoh nyata

Minimal empat cabang per simpul. Cabang biologi menyebut nama alat, platform, atau jenis data.

3 · Rujukan APA 7

Minimal tiga rujukan ilmiah di bagian bawah mind map, semuanya dapat ditemukan di Crossref atau Google Scholar.

4 · Ringkasan diskusi

Ringkasan singkat hasil Think-Pair-Share dan temuan Anda saat memverifikasi jawaban AI di Prosedur C2.

5 · Berkas

PDF atau PNG bernama NIM_P01_TR1_Nama, diunggah ke LMS sebelum batas waktu.

Bila memakai AI

Lampirkan log verifikasi lima kolom: prompt, alat_ai, klaim_ai, sumber_cek, dan status.

Skor maksimum rubrik umum

Pemahaman konsep25
Penggunaan teknologi25
Pengolahan data25
Kualitas produk25
Integritas dan etika20
025
Gambar 15. Skor maksimum lima aspek rubrik umum RPS. Untuk mind map, pemahaman konsep (kuning) paling menentukan: ketepatan hubungan antarsimpul lebih penting daripada tampilan yang meriah.

C. Kriteria penilaian

ProdukKriteria utama
Tugas Rutin 1: mind mapKetepatan konsep dan hubungan antarsimpul; contoh biologi nyata; minimal tiga rujukan APA 7; log verifikasi AI terisi jika memakai AI. Dinilai dengan rubrik umum RPS.
Aktivitas kelasKelengkapan jawaban diskusi, ketepatan membedakan data, informasi, dan pengetahuan, serta kejujuran status pada log verifikasi AI.
Tabel 7. Kriteria penilaian Pertemuan 1. Sumber: modul TILDA P1; bobot mengikuti RPS. Bobot Tugas Rutin 1: 5% dari nilai akhir.
Poin Penting Pengumpulan
  • Teng­gat Tugas Rutin 1: 3 hari setelah P1.
  • Satu berkas PDF atau PNG ber­nama NIM_P01_TR1_Nama; log veri­fi­kasi AI dilam­pir­kan bila mema­kai AI.
  • Mind map yang sama akan diper­ba­rui di Tugas Rutin 2, jadi simpan berkas sum­ber­nya, bukan hanya hasil eks­por­nya.
Pojok Refleksi

Kembali ke Raka dan Nadira

Ingat tiga ruju­kan ber-DOI yang Raka salin dari chat­bot? Kini Anda tahu lang­kah­nya. Setiap DOI ditem­pel ke https://doi.org/ atau dicari di Cross­ref, lalu judul, penu­lis, dan isinya dico­cok­kan. Ruju­kan yang mem­buka arti­kel eko­nomi jelas tidak cocok, dan ruju­kan yang tidak dite­mu­kan diang­gap tidak ada. Temuan Wal­ters dan Wilder (2023) menun­juk­kan hal seperti ini bukan kebe­tu­lan: seba­gian sitasi buatan ChatGPT memang fiktif. Raka perlu men­cari defi­nisi lite­rasi data dari sumber asli­nya, misal­nya Rids­dale et al. (2015), dan men­ca­tat pema­kaian AI di log veri­fi­kasi.

Kesa­la­han Nadira lebih serius karena menyang­kut orang lain. Daftar nilai yang memuat nama siswa dan nomor tele­pon orang tua adalah data pri­badi. Menem­pel­kan­nya ke chat­bot publik melang­gar aturan kelas yang ketiga dan sema­ngat UU No. 27 Tahun 2022 ten­tang Pelin­du­ngan Data Pri­badi. Bila perlu ban­tuan meng­hi­tung, nama dan nomor tele­pon diha­pus lebih dulu, atau rerata cukup dihi­tung sen­diri di spre­ads­heet. Lalu, rerata 72 itu baru infor­masi. Ia men­jadi penge­ta­huan bila Nadira bisa men­je­las­kan mengapa nilai­nya seperti itu, misal­nya soal mana yang paling banyak salah dan apa sebab­nya.

Pertanyaan untuk Direnungkan

1. Data apa saja ten­tang orang lain yang ter­sim­pan di ponsel atau laptop Anda saat ini? Siapa saja yang bisa mengak­ses­nya?

2. Kapan tera­khir kali Anda meme­riksa sumber sebuah infor­masi sebe­lum mema­kai­nya di tugas kuliah?

3. Ambil satu angka dari lapo­ran prak­ti­kum Anda. Bisa­kah Anda mem­ba­wa­nya naik sampai anak tangga penge­ta­huan?

4. Seba­gai calon pene­liti atau calon guru, kebi­a­saan apa yang ingin Anda tular­kan kepada orang lain ten­tang mema­kai AI?

Janji kecil untuk semester ini

  • Saya menyim­pan semua berkas TILDA di satu folder kerja dengan nama berkas yang kon­sis­ten.
  • Saya men­ca­tat setiap pema­kaian AI di log veri­fi­kasi lima kolom.
  • Saya mem­buka dan men­co­cok­kan setiap ruju­kan sebe­lum mema­kai­nya.
  • Saya tidak menem­pel­kan data pri­badi, data kese­ha­tan, atau data pene­li­tian yang belum terbit ke chat­bot publik.
  • Saya mem­be­da­kan data, infor­masi, dan penge­ta­huan saat menu­lis lapo­ran.
  • Saya mem­baca rubrik sebe­lum menger­ja­kan tugas, bukan sesu­dah­nya.

Jawa­ban Anda tidak dini­lai; guna­kan untuk meli­hat kebi­a­saan mana yang perlu diba­ngun lebih dulu. Mulai­lah dari yang paling kecil: buat folder TILDA_2026 hari ini. Di Per­te­muan 2, Raka dan Nadira kem­bali dengan tugas kelom­pok dan per­ta­nyaan baru ten­tang memi­lih tek­no­logi yang tepat.

“Teknologi mempercepat langkah; literasi data memastikan langkah itu menuju arah yang benar.”
Rujukan

Glosarium dan Daftar Pustaka

Glosarium

IstilahArti sederhana
Teknologi informasi (TI)Teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi (UU No. 11 Tahun 2008)
TIKTeknologi informasi dan komunikasi; menambahkan sisi jaringan dan perpindahan informasi antarorang
Sistem TIGabungan perangkat keras, perangkat lunak, data, jaringan, serta manusia dan prosedur
DataFakta mentah tanpa konteks
InformasiData yang sudah diolah dan diberi konteks sehingga menjawab siapa, apa, di mana, dan kapan
PengetahuanInformasi yang dihubungkan dengan teori dan pengalaman sehingga menjelaskan mengapa dan bagaimana
KebijaksanaanKemampuan memakai pengetahuan untuk mengambil keputusan yang tepat
Hierarki DIKWModel jenjang data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan (Ackoff, 1989; Rowley, 2007)
DigitalisasiMengubah bentuk sesuatu menjadi digital, misalnya memindai dokumen, tanpa mengubah cara pakainya
Transformasi digitalPerubahan berarti pada sifat suatu entitas melalui kombinasi TI, komputasi, komunikasi, dan konektivitas (Vial, 2019)
Society 5.0Konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dengan memadukan ruang siber dan ruang fisik, diajukan Pemerintah Jepang tahun 2016
Literasi dataKemampuan mengumpulkan, mengelola, mengevaluasi, dan menerapkan data secara kritis (Ridsdale et al., 2015)
eDNADNA lingkungan; DNA organisme yang terbawa di air, tanah, atau udara dan dapat dibaca untuk mendeteksi keberadaan spesies
LIMSLaboratory Information Management System; sistem untuk melacak sampel, uji, hasil, dan instrumen
AI generatifProgram yang menyusun teks, gambar, atau kode berdasarkan pola dari data pelatihannya, misalnya ChatGPT, Copilot, dan Gemini
Sitasi fiktifRujukan yang tampak lengkap tetapi tidak pernah ada
Log verifikasi AICatatan pemakaian AI dengan kolom prompt, alat_ai, klaim_ai, sumber_cek, dan status
Data pribadi spesifikGolongan data pribadi yang perlu perlindungan lebih, termasuk data kesehatan dan data genetika (UU No. 27 Tahun 2022)
RubrikPanduan penilaian yang menjelaskan kriteria setiap tingkat skor
CPL dan CPMKCapaian pembelajaran lulusan prodi dan capaian pembelajaran mata kuliah yang diturunkan darinya

Daftar Pustaka

Ackoff, R. L. (1989). From data to wisdom. Journal of Applied Systems Analysis, 16, 3-9.

Al Malik, M. D., Ambariyanto, A., Hartati, R., Nursalim, N., Kholilah, N., Kurniasih, E. M., et al. (2025). eDNA uncovers hidden fish diversity in the coral reef ecosystems of Karimunjawa National Park, Indonesia. Regional Studies in Marine Science, 81, 103945. https://doi.org/10.1016/j.rsma.2024.103945

Cabinet Office, Government of Japan. (t.t.). Society 5.0. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://www8.cao.go.jp/cstp/english/society5_0/index.html

Calzada Prado, F. J., & Marzal, M. Á. (2013). Incorporating data literacy into information literacy programs: Core competencies and contents. Libri, 63(2), 123-134. https://doi.org/10.1515/libri-2013-0010

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. (2024). Panduan penggunaan generative artificial intelligence (GenAI) pada pembelajaran di perguruan tinggi. Kemendikbudristek. https://s.id/PanduanGenAI

Fardilla, A., Novarino, W., Widodo, F. A., Hendra, J., & Aadrean. (2024). Measuring effectiveness of SMART patrol in biodiversity protection of Rimbang Baling and Bukit Betabuh, Sumatra. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 30(2), 180. https://doi.org/10.7226/jtfm.30.2.180

Frické, M. (2009). The knowledge pyramid: A critique of the DIKW hierarchy. Journal of Information Science, 35(2), 131-142. https://doi.org/10.1177/0165551508094050

Jumper, J., Evans, R., Pritzel, A., et al. (2021). Highly accurate protein structure prediction with AlphaFold. Nature, 596(7873), 583-589. https://doi.org/10.1038/s41586-021-03819-2

Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386693

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Ridsdale, C., Rothwell, J., Smit, M., Ali-Hassan, H., Bliemel, M., Irvine, D., Kelley, D., Matwin, S., & Wuetherick, B. (2015). Strategies and best practices for data literacy education: Knowledge synthesis report. Dalhousie University. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.1922.5044

Rowley, J. (2007). The wisdom hierarchy: Representations of the DIKW hierarchy. Journal of Information Science, 33(2), 163-180. https://doi.org/10.1177/0165551506070706

Vial, G. (2019). Understanding digital transformation: A review and a research agenda. The Journal of Strategic Information Systems, 28(2), 118-144. https://doi.org/10.1016/j.jsis.2019.01.003

Walters, W. H., & Wilder, E. I. (2023). Fabrication and errors in the bibliographic citations generated by ChatGPT. Scientific Reports, 13, 14045. https://doi.org/10.1038/s41598-023-41032-5

Wolff, A., Gooch, D., Cavero Montaner, J. J., Rashid, U., & Kortuem, G. (2016). Creating an understanding of data literacy for a data-driven society. The Journal of Community Informatics, 12(3), 9-26.

Beranda

Selamat Datang di Pertemuan 1

Sela­mat datang di mata kuliah Tek­no­logi Infor­masi dan Lite­rasi Data. Per­te­muan per­tama ini meme­ta­kan per­ja­la­nan satu semes­ter dan mele­tak­kan fon­da­si­nya: apa itu tek­no­logi infor­masi, bagai­mana data naik nilai men­jadi penge­ta­huan, apa makna trans­for­masi digi­tal dan lite­rasi data bagi bio­logi, dan bagai­mana mema­kai AI gene­ra­tif dengan jujur. Modul ini disu­sun untuk maha­siswa Bio­logi dan Pen­di­di­kan Bio­logi seka­li­gus, dengan contoh dari lapa­ngan pene­li­tian dan dari ruang kelas.

Identitas Modul
Mata kuliahTeknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA), 2 SKS, semester 3
PertemuanKe-1: Teknologi Informasi, Transformasi Digital, dan Literasi Data
SasaranMahasiswa Prodi Biologi dan Prodi Pendidikan Biologi
Sub-CPMKSub-CPMK 1. Menjelaskan konsep dasar teknologi informasi, literasi data, transformasi digital, dan perannya dalam ilmu biologi.
IndikatorMenjelaskan konsep teknologi informasi, transformasi digital, dan literasi data dalam konteks ilmu biologi.
MetodeCeramah interaktif, diskusi interaktif, Think-Pair-Share, tanya jawab
MediaLaptop/PC, proyektor, LMS (SIPDA/Google Classroom/Moodle), internet, ChatGPT/Copilot/Gemini, Google Scholar, buku ajar, jurnal ilmiah
Nilai karakterKejujuran, kedisiplinan, kemandirian, keberinisiatifan, tanggung jawab
TagihanTugas Rutin 1 (individu): mind map hubungan TI, literasi data, dan biologi, beserta ringkasan diskusi
Bobot penilaianTugas Rutin 1: 5% dari nilai akhir
Alokasi waktu2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri

Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:

  1. Men­je­las­kan struk­tur per­ku­li­a­han TILDA, bobot peni­laian, dan rubrik umum tugas.
  2. Men­je­las­kan tek­no­logi infor­masi beserta lima kom­po­nen sis­tem­nya dengan contoh bio­logi.
  3. Mem­be­da­kan data, infor­masi, penge­ta­huan, dan kebi­jak­sa­naan pada contoh bio­logi.
  4. Mem­be­da­kan digi­ta­li­sasi dan trans­for­masi digi­tal, serta men­je­las­kan Soci­ety 5.0.
  5. Men­je­las­kan lima kelom­pok kom­pe­tensi lite­rasi data dan peran­nya bagi pene­liti dan guru bio­logi.
  6. Mem­ve­ri­fi­kasi jawa­ban AI gene­ra­tif ter­ha­dap sumber ilmiah dan men­ca­tat­nya di log veri­fi­kasi.
  7. Menyu­sun mind map Tugas Rutin 1.
1Kontrak dan capaianPeta semester, rubrik, CPMK.
2TI dan DIKWDefinisi, komponen, tangga data.
3Digital dan literasiTransformasi, Society 5.0, literasi data.
4Ranah dan AILima ranah biologi, AI generatif.
5Praktik dan tugasC1 sampai C3, Tugas Rutin 1.
Peta modul. Dari aturan main, ke konsep, ke penerapan, lalu ke tugas pertama.
Cara Memakai E-Modul Ini

Guna­kan menu di atas untuk ber­pin­dah bagian, atau tombol di bawah setiap hala­man untuk melan­jut­kan. Setiap bagian punya alamat sen­diri, jadi Anda bisa menyim­pan atau mem­ba­gi­kan tautan ke bab ter­tentu, dan tombol Back di peram­ban mem­bawa Anda ke bagian sebe­lum­nya.

Setiap bab dibuka dengan time­line ber­ge­rak yang merang­kum lang­kah ker­ja­nya dan ditu­tup dengan kuis Cek Pema­ha­man. Modul ini juga memuat enam gambar inte­rak­tif; klik tombol di dalam gambar untuk ber­pin­dah tam­pi­lan. Siap­kan akun LMS dan satu alat AI sebe­lum masuk ke hala­man Prak­tik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Animasi Mitosis pada Sel Tumbuhan
Next post Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Literasi Data dalam Pembelajaran, Penelitian, dan Pengembangan Biologi