Teknologi Informasi, Transformasi Digital, dan Literasi Data
E-Modul Pertemuan 1 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)
Data, Teknologi, dan Cara Berpikir Biolog
Teknologi Informasi, Transformasi Digital, dan Literasi Data dalam Biologi untuk Riset dan Sekolah
Dari Hitungan Bakau ke Keputusan
Bayangkan Anda ikut survei hutan bakau di pesisir timur Sumatera Utara. Di buku lapangan tertulis empat angka: 12, 15, 9, 14. Tanpa keterangan, keempat angka itu tidak berarti apa-apa. Lain halnya bila Anda tahu bahwa angka itu jumlah pohon Rhizophora di empat petak, lalu menghitung reratanya dan melihat petak mana yang paling sedikit. Angka itu mulai bercerita. Ceritanya makin dalam ketika Anda membuka peta dan mendapati petak paling jarang itu berbatasan dengan tambak.
Perjalanan dari angka mentah sampai keputusan seperti itu adalah inti mata kuliah Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA). Pertemuan pertama ini memperkenalkan peta perjalanan satu semester, arti teknologi informasi, cara data naik nilai menjadi informasi dan pengetahuan, makna transformasi digital dan literasi data, serta aturan memakai AI generatif dengan jujur.
Anda akan belajar membaca data penelitian
Misalnya hitungan pohon bakau per petak, catatan kamera jebak, atau hasil sekuensing eDNA: dari mana datanya, bagaimana diolah, dan seberapa jauh kesimpulannya boleh ditarik.
Anda akan belajar membaca data pembelajaran
Misalnya nilai ulangan, hasil praktikum siswa, atau simulasi interaktif di kelas: kapan angka itu sekadar data, dan kapan ia menjadi dasar keputusan mengajar.
Apersepsi: mana yang termasuk teknologi informasi?
Berikut enam alat yang biasa dipakai mahasiswa biologi dalam seminggu kuliah. Mana yang termasuk teknologi informasi? Tentukan pilihan Anda beserta alasannya, baru buka pembahasan.
Lihat pembahasan
Keenamnya termasuk teknologi informasi. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mendefinisikan teknologi informasi sebagai teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi. Kamera mengumpulkan, spreadsheet memproses dan menganalisis, grup percakapan mengumumkan dan menyebarkan, LMS menyimpan, Google Scholar membantu mengumpulkan, dan chatbot AI memproses teks.
Yang membuat sesuatu disebut teknologi informasi bukan bentuknya, melainkan apa yang dikerjakannya terhadap informasi. Chatbot AI perlu catatan khusus: ia memproses teks berdasarkan pola bahasa, bukan mencari fakta di basis data. Bab 4 membahas akibatnya.
Apa yang keliru pada langkah Raka dan Nadira? Catat dugaan Anda. Kita kembali ke mereka di Pojok Refleksi.
- Pertemuan 1 memperkenalkan kontrak perkuliahan, konsep teknologi informasi, hierarki DIKW, transformasi digital, literasi data, dan aturan memakai AI.
- Mahasiswa Biologi membaca data penelitian; mahasiswa Pendidikan Biologi membaca data pembelajaran. Keduanya memakai cara berpikir yang sama.
- Produk pertemuan ini adalah Tugas Rutin 1: mind map hubungan TI, literasi data, dan biologi.
Kontrak Perkuliahan dan Capaian Pembelajaran
Sebelum masuk ke konsep, kenali dulu medan perjalanannya: berapa pertemuan, kapan ujian, tugas apa saja yang dinilai, bagaimana tugas itu dinilai, dan kemampuan apa yang hendak dicapai. Pengetahuan ini membantu Anda mengatur tenaga sejak minggu pertama.
- Langkah 1Baca RPS dan kontrakUnduh dari LMS; kenali 16 pertemuan dan bobotnya.
- Langkah 2Kenali rubrikLima aspek, termasuk integritas dan etika akademik.
- Langkah 3Pahami capaianCPMK 1 dan 2 menjadi fokus P1 sampai P7.
- Langkah 4Sepakati aturan kelasKeterlambatan, pengumpulan tugas, dan kebijakan AI.
- Langkah 5Siapkan folder kerjaSatu folder dan satu pola nama berkas sepanjang semester.
1.1 TILDA dalam satu semester
TILDA berbobot 2 SKS dan berjalan 16 pertemuan: 14 pertemuan pembelajaran, UTS di pertemuan 8, dan UAS di pertemuan 16. Bobot penilaian dibagi ke setiap pertemuan, sehingga tugas kecil di awal semester ikut menentukan nilai akhir. Tujuh pertemuan pertama saja sudah menyumbang 47% nilai akhir.
| P | Fokus | Produk yang dinilai | Bobot |
|---|---|---|---|
| 01 | Konsep TI, transformasi digital, literasi data | Tugas Rutin 1: mind map | 5% |
| 02 | Pemanfaatan TI dan literasi data di biologi | Tugas Rutin 2: mind map dan esai analitis | 5% |
| 03 | Jenis, sumber, dan format data biologi | CBR tahap 1 | 5% |
| 04 | Kualitas data, metadata, prinsip FAIR | CBR final dan analisis kualitas dataset | 5% |
| 05 | Penelusuran literatur dan manajemen referensi | CJR tahap 1 | 9% |
| 06 | Kredibilitas sumber dan integritas akademik | CJR final | 9% |
| 07 | Pengolahan dan visualisasi data | Mini Riset 1 | 9% |
| 08 | UTS | Tes tertulis dan praktik melalui LMS | 8% |
1.2 Bagaimana tugas dinilai
Semua tugas dinilai dengan rubrik umum RPS yang terdiri atas lima aspek: pemahaman konsep, ketepatan penggunaan teknologi, pengolahan dan analisis data, kualitas produk, serta integritas dan etika akademik. Aspek 1 sampai 4 berskor maksimum 25, sedangkan aspek integritas berskor maksimum 20. Pilih satu aspek pada Gambar 3 untuk melihat perbedaan setiap tingkat.
Seberapa tepat dan lengkap Anda menjelaskan konsep?
Penjelasan sangat tepat, lengkap, sistematis, memakai konsep yang relevan.
Tepat dan cukup lengkap, dengan sedikit kekurangan.
Sebagian benar, masih ada kekeliruan konsep.
Tidak tepat, tidak lengkap, tidak menunjukkan penguasaan.
Apakah teknologi yang dipilih sesuai dan dipakai dengan benar?
Teknologi sangat sesuai dan efektif mendukung tujuan tugas.
Sesuai dan dipakai dengan baik, tetapi belum optimal.
Kurang sesuai atau ada beberapa kesalahan pemakaian.
Tidak sesuai atau banyak kesalahan teknis.
Apakah data lengkap, diolah tepat, dan ditafsirkan sesuai bukti?
Data lengkap dan valid; pengolahan tepat; analisis logis; interpretasi sesuai bukti.
Cukup tepat; kesalahan kecil tidak memengaruhi kesimpulan utama.
Beberapa kesalahan; interpretasi terbatas.
Data tidak tertata, analisis tidak tepat, interpretasi tanpa bukti.
Apakah produk relevan, akurat, komunikatif, dan memenuhi ketentuan?
Sangat relevan, akurat, inovatif, komunikatif, memenuhi seluruh ketentuan.
Relevan dan memenuhi sebagian besar ketentuan.
Cukup relevan, ada kekurangan isi, tampilan, atau ketepatan data.
Tidak sesuai tujuan dan tidak lengkap.
Apakah sumber, pemakaian AI, hak cipta, dan privasi dipertanggungjawabkan?
Semua sumber disitasi benar, tanpa plagiarisme, pemakaian AI transparan, hak cipta dan privasi dijaga.
Sedikit kesalahan teknis sitasi atau pelaporan AI.
Sebagian sumber belum disitasi tepat atau etika digital kurang.
Tanpa sumber, indikasi plagiarisme, atau pemakaian data atau teknologi yang tidak etis.
Skor akhir mata kuliah dikonversi ke huruf menurut Tabel 2.
| Skor | Kategori | Nilai |
|---|---|---|
| 85-100 | Sangat baik | A |
| 80-84 | Baik | A- |
| 75-79 | Baik | B+ |
| 70-74 | Cukup baik | B |
| 65-69 | Cukup | B- |
| 60-64 | Kurang | C+ |
| 55-59 | Kurang | C |
| < 55 | Sangat kurang | D/E |
1.3 Capaian pembelajaran
Mata kuliah ini membawa tiga capaian pembelajaran lulusan prodi (CPL 2, CPL 4, dan CPL 8) dan menurunkannya menjadi empat capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Pertemuan 1 sampai 7 terutama melatih CPMK 1 dan CPMK 2. CPMK 3 dan CPMK 4 baru menjadi fokus setelah UTS, walaupun sikap etis sudah dinilai sejak pertemuan pertama melalui aspek integritas di rubrik.
Menganalisis konsep TI, literasi data, serta jenis, sumber, dan kualitas data biologi.
Menerapkan TI dan sumber data digital untuk memperoleh, mengelola, menganalisis, dan menyajikan data biologi.
Berkaitan dengan perancangan penelitian; menjadi fokus setelah UTS.
Berkaitan dengan sikap profesional; menjadi fokus setelah UTS.
Pertemuan ini sendiri melatih Sub-CPMK 1: menjelaskan konsep dasar teknologi informasi, literasi data, transformasi digital, dan perannya dalam ilmu biologi.
1.4 Kesepakatan kelas
Di pertemuan ini dosen memaparkan CPL, CPMK, jadwal, bobot, dan rubrik, lalu kelas menyepakati aturan bersama: keterlambatan, cara pengumpulan tugas, dan kebijakan pemakaian AI. Hasil kesepakatan diunggah dosen ke LMS. Satu kebiasaan kecil disepakati sejak awal, yaitu pola nama berkas yang sama sepanjang semester.
NIM_P01_TR1_Nama.pdf
│ │ └─ nama mahasiswa
│ └────── Tugas Rutin 1
└────────── pertemuan ke-1
Contoh 1. Pola nama berkas tugas TILDA. Pola ini memudahkan pencarian dan penilaian.
Tugas P1 dan P2 hanya berbobot 5%, tetapi keduanya melatih kebiasaan yang dipakai di tugas berbobot 9%: menyitasi dengan APA 7, mencatat pemakaian AI, dan menamai berkas dengan rapi. Kebiasaan yang terbentuk di minggu pertama jauh lebih murah daripada memperbaikinya menjelang UTS.
Berapa bobot gabungan Pertemuan 1 sampai 7 terhadap nilai akhir TILDA?
Aspek rubrik umum mana yang berskor maksimum 20, bukan 25?
Mind map Tugas Rutin 1 milik Andi akan diunggah. Nama berkas mana yang sesuai kesepakatan kelas?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- TILDA terdiri atas 16 pertemuan; P1 sampai P7 menyumbang 47% nilai akhir dan UTS 8%.
- Semua tugas dinilai dengan lima aspek rubrik umum, termasuk integritas dan etika akademik.
- Pertemuan 1 sampai 7 melatih CPMK 1 dan CPMK 2.
Dari lima aspek rubrik, aspek mana yang menurut Anda paling sulit dicapai di tingkat sangat baik? Apa yang bisa Anda mulai lakukan minggu ini?
Teknologi Informasi dan Hierarki DIKW
Bab ini menjawab dua pertanyaan dasar. Apa sebenarnya teknologi informasi itu? Lalu, apa yang terjadi pada data ketika ia diolah oleh teknologi itu dan ditafsirkan oleh manusia?
- Langkah 1Kumpulkan dataFakta mentah: angka, foto, atau sekuens.
- Langkah 2Olah dan beri konteksData menjadi informasi: siapa, apa, di mana, kapan.
- Langkah 3Hubungkan dengan teoriInformasi menjadi pengetahuan: mengapa dan bagaimana.
- Langkah 4Uji dugaanPengetahuan yang masih dugaan diuji dengan data baru.
- Langkah 5PutuskanKebijaksanaan: keputusan yang tepat berdasarkan bukti.
2.1 Teknologi informasi menurut undang-undang
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Pasal 1 angka 3) mendefinisikan teknologi informasi sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi. Definisi hukum ini berguna karena menyebut kata kerjanya satu per satu, dan setiap kata kerja itu punya padanan dalam kerja biologi.
Istilah TIK (teknologi informasi dan komunikasi) menambahkan sisi komunikasi, yaitu jaringan, internet, dan perangkat yang memungkinkan informasi berpindah antarorang. Dalam modul ini kedua istilah dipakai bergantian, dengan penekanan pada apa yang dikerjakan teknologi itu terhadap data.
2.2 Lima komponen sistem TI
Secara praktis, sebuah sistem TI tersusun atas lima komponen. Sistem baru berjalan bila kelimanya hadir. Kamera jebak yang canggih tidak berguna tanpa orang yang tahu cara memasang dan membaca rekamannya.
| Komponen | Penjelasan | Contoh di biologi |
|---|---|---|
| Perangkat keras | Komponen fisik untuk menangkap, mengolah, dan menyimpan data. | Mikroskop digital, sensor suhu dan pH, kamera jebak, sequencer DNA, laptop. |
| Perangkat lunak | Program yang mengolah data menjadi informasi. | Microsoft Excel, ImageJ, MEGA, QGIS, R. |
| Data | Bahan mentah berupa angka, teks, gambar, atau sekuens. | Jumlah individu per plot, foto daun, sekuens gen 16S rRNA. |
| Jaringan | Infrastruktur yang menghubungkan perangkat dan pengguna. | Internet kampus, LMS, repositori data daring. |
| Manusia dan prosedur | Orang yang memakai sistem beserta aturan kerjanya. | Asisten laboratorium yang mengikuti SOP pencatatan data. |
Gambar 5 memperlihatkan kelima komponen itu bekerja dalam dua situasi, satu di lapangan penelitian dan satu di kelas.
2.3 Data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan
Hierarki DIKW (data, information, knowledge, wisdom) yang dipopulerkan Ackoff (1989) dan dikaji ulang oleh Rowley (2007) menjelaskan bagaimana data naik nilainya. Data adalah fakta mentah tanpa konteks. Informasi adalah data yang sudah diolah dan diberi konteks sehingga menjawab pertanyaan siapa, apa, di mana, dan kapan. Pengetahuan muncul ketika informasi dihubungkan dengan teori dan pengalaman sehingga dapat menjelaskan mengapa dan bagaimana. Kebijaksanaan adalah kemampuan memakai pengetahuan untuk mengambil keputusan yang tepat.
data : 12, 15, 9, 14 (jumlah individu Rhizophora di 4 plot)
informasi : rata-rata 12,5 individu per plot; plot 3 paling rendah
pengetahuan : plot 3 berada di dekat tambak, kemungkinan ada tekanan
konversi lahan yang perlu diuji lebih lanjut
Contoh 2. Satu set data yang sama berubah makna setelah diolah dan ditafsirkan. Angka di atas adalah ilustrasi, bukan data lapangan.
Naiki tangga itu satu per satu pada Gambar 6. Perhatikan pertanyaan apa yang dijawab di setiap anak tangga.
12, 15, 9, 14
Empat angka di buku lapangan. Tanpa keterangan, kita tidak tahu apakah itu jumlah pohon, suhu, atau nomor petak.
Deretan nilai ulangan 68, 74, 81, 59 di daftar nilai, sebelum diketahui kelas dan materi apa.
Rata-rata 12,5 individu Rhizophora per plot; plot 3 paling rendah.
Angka sudah diberi konteks (organisme, satuan, lokasi) dan diolah menjadi rerata serta peringkat.
Rerata kelas XI-2 pada ulangan sistem pencernaan adalah 70,5; nilai terendah ada pada soal enzim.
Plot 3 berada di dekat tambak; kemungkinan ada tekanan konversi lahan yang perlu diuji lebih lanjut.
Informasi dihubungkan dengan teori dan pengalaman: alih fungsi lahan dapat menekan tegakan mangrove. Perhatikan kata “kemungkinan”: pengetahuan ini masih dugaan.
Soal enzim memerlukan pemahaman konsep abstrak; siswa yang belum pernah melihat percobaan enzim cenderung kesulitan.
Uji dugaan dengan petak pembanding sebelum mengusulkan perlindungan plot 3.
Keputusan yang bijak tidak langsung menyalahkan tambak, tetapi merancang pengamatan yang bisa membuktikan atau membantah dugaan itu.
Guru menambahkan praktikum sederhana uji enzim sebelum ulangan berikutnya, lalu membandingkan hasilnya.
Rowley (2007) menemukan bahwa buku teks umumnya sepakat pada urutan jenjangnya, tetapi kurang sepakat tentang proses perpindahan antarjenjang. Frické (2009) bahkan mengkritik model ini sebagai terlalu linear.
Apakah pengetahuan selalu lahir dari data? Seorang ahli taksonomi bisa langsung mengenali spesies dari pengalaman bertahun-tahun, tanpa menghitung apa pun. Sebaliknya, data yang dikumpulkan tanpa pertanyaan bisa menumpuk bertahun-tahun tanpa pernah menjadi pengetahuan. Kritik Frické (2009) mengingatkan bahwa tangga DIKW adalah alat bantu berpikir, bukan hukum alam.
Asisten laboratorium yang mengikuti SOP pencatatan data termasuk komponen sistem TI yang mana?
“Suhu rata-rata kolam budidaya pekan ini 27,5 °C.” Pernyataan ini termasuk jenjang apa?
“Ikan nila tumbuh lebih lambat bila suhu air di bawah kisaran optimumnya, sehingga kolam perlu dipantau setiap pagi.” Termasuk jenjang apa?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Teknologi informasi didefinisikan oleh apa yang dikerjakannya terhadap informasi: mengumpulkan sampai menyebarkan.
- Sistem TI terdiri atas perangkat keras, perangkat lunak, data, jaringan, serta manusia dan prosedur.
- Data menjadi informasi setelah diolah dan diberi konteks, menjadi pengetahuan setelah dihubungkan dengan teori, dan menjadi dasar keputusan yang bijak setelah diuji.
Ingat laporan praktikum terakhir Anda. Bagian mana yang masih berupa data, dan bagian mana yang sudah menjadi pengetahuan?
Transformasi Digital, Society 5.0, dan Literasi Data
Hampir semua hal kini disebut “digital”. Bab ini memisahkan dua hal yang sering tertukar, yaitu digitalisasi dan transformasi digital, lalu membahas Society 5.0 dan kemampuan yang dibutuhkan agar kita tidak sekadar ikut arus: literasi data.
- Langkah 1DigitalisasiBentuk berubah menjadi digital, misalnya dipindai.
- Langkah 2Terstruktur dan terbukaData diberi keterangan dan dapat dicari orang lain.
- Langkah 3TransformasiSifat dan cara pakainya berubah; manfaatnya meluas.
- Langkah 4Baca dengan kritisLiterasi data: pahami, temukan, dan tafsirkan.
- Langkah 5Kelola dan gunakanSimpan rapi, sajikan jujur, dan sitasi sumbernya.
3.1 Digitalisasi belum tentu transformasi
Transformasi digital lebih dari sekadar memindahkan dokumen kertas ke komputer. Vial (2019), dari tinjauan atas 282 karya, mendefinisikannya sebagai proses yang bertujuan memperbaiki suatu entitas dengan memicu perubahan berarti pada sifat-sifatnya melalui kombinasi teknologi informasi, komputasi, komunikasi, dan konektivitas. Kata kuncinya adalah perubahan sifat. Bandingkan dua nasib lembar herbarium pada Gambar 7.
- Lembar herbarium dipindai satu per satu dan disimpan sebagai berkas gambar di komputer laboratorium.
- Nama berkas berupa nomor urut pemindaian; keterangan spesies, lokasi, dan tanggal masih hanya tertulis di label kertas.
- Peneliti dari kampus lain tetap harus datang dan meminta izin untuk melihatnya.
- Setiap spesimen diberi data terstruktur: nama ilmiah, koordinat, tanggal, dan pengumpul.
- Datanya terbuka di GBIF dan dapat dicari menurut koordinat oleh siapa pun.
- Peneliti lain memakainya untuk memodelkan sebaran spesies.
3.2 Society 5.0
Society 5.0 adalah konsep kebijakan Pemerintah Jepang yang pertama kali diajukan dalam 5th Science and Technology Basic Plan tahun 2016. Kantor Kabinet Jepang menggambarkannya sebagai masyarakat yang berpusat pada manusia, tempat pertumbuhan ekonomi dan penyelesaian masalah sosial berjalan bersamaan melalui sistem yang memadukan ruang siber dan ruang fisik. Society 5.0 menyusul empat bentuk masyarakat sebelumnya.
Mekanismenya berupa putaran: data dari dunia nyata dimodelkan di ruang siber, dianalisis, lalu hasilnya dikembalikan ke dunia nyata dalam bentuk layanan atau keputusan. Gambar 8 memperlihatkan putaran itu pada pemantauan kualitas air sungai.
Society 5.0 sering disamakan dengan Industri 4.0. Teknologi intinya memang sama, tetapi asal, fokus, dan tujuannya berbeda.
| Aspek | Industri 4.0 | Society 5.0 |
|---|---|---|
| Asal | Inisiatif manufaktur Jerman, sekitar 2011 | Kebijakan Kantor Kabinet Jepang, 2016 |
| Fokus | Pabrik dan proses produksi | Seluruh masyarakat: kesehatan, pangan, kebencanaan, lingkungan |
| Tujuan | Produktivitas dan efisiensi | Penyelesaian masalah sosial dan kesejahteraan manusia |
| Teknologi inti | Sistem siber-fisik, IoT, AI, big data | Sama, tetapi diarahkan ke kebutuhan manusia |
| Contoh biologi | Fermentor industri yang dipantau sensor otomatis | Pemantauan kualitas air sungai berbasis sensor yang memberi peringatan ke warga |
3.3 Literasi data
Ridsdale et al. (2015) memberikan definisi yang paling ringkas: literasi data adalah kemampuan mengumpulkan, mengelola, mengevaluasi, dan menerapkan data secara kritis. Wolff et al. (2016) menambahkan unsur inkuiri dan etika: kemampuan mengajukan dan menjawab pertanyaan dunia nyata dari kumpulan data besar maupun kecil melalui proses inkuiri, dengan memperhatikan penggunaan data yang etis. Calzada Prado dan Marzal (2013) menempatkan literasi data sebagai bagian dari literasi informasi dan merinci lima kelompok kompetensi yang dipakai sebagai kerangka di modul ini. Pilih setiap kelompok pada Gambar 9.
Apa jenis data ini, dari mana asalnya, dan apa aturan pakainya?
Membedakan data kuantitatif dan kualitatif, mengenali bahwa data punya siklus hidup dan lisensi.
Membedakan skor tes (kuantitatif) dan catatan observasi sikap siswa (kualitatif), serta tahu bahwa data siswa tidak boleh disebarkan sembarangan.
Haruskah saya mengambil data sendiri, atau sudah ada data yang tepat?
Tahu kapan cukup memakai data GBIF atau BPS, dan kapan harus mengambil data sendiri di lapangan.
Tahu kapan cukup memakai data rapor atau asesmen sekolah, dan kapan perlu menyusun tes atau angket sendiri.
Apakah kesimpulan ini benar-benar didukung datanya?
Membaca grafik di artikel, memeriksa metode pengambilan sampel, menilai apakah kesimpulan didukung data.
Memeriksa apakah klaim “metode baru meningkatkan hasil belajar” didukung kelas pembanding dan jumlah siswa yang memadai.
Bisakah saya, atau orang lain, menemukan dan memahami data ini setahun lagi?
Menyimpan data dengan nama berkas yang konsisten, membuat metadata, memakai Zotero atau Mendeley.
Menyimpan nilai dan hasil kerja siswa per kelas dan per pertemuan dengan nama berkas yang konsisten dan cadangan yang aman.
Bagaimana data ini disajikan tanpa menyesatkan dan dengan menyebut sumbernya?
Memilih analisis dan grafik yang tepat, menyajikan tanpa menyesatkan, menyitasi sumber data.
Menyajikan perkembangan belajar siswa dengan grafik sederhana yang mudah dibaca orang tua, tanpa menampilkan nama siswa lain.
Biologi modern menghasilkan data dalam jumlah yang tidak lagi bisa dibaca satu per satu: sekuens genom, citra satelit tutupan hutan, ribuan rekaman kamera jebak, dan catatan keberadaan spesies dari warga. Mahasiswa yang tidak literat data akan bergantung pada kesimpulan orang lain tanpa bisa memeriksanya. Bagi calon peneliti dan pendidik biologi, literasi data juga menentukan apakah skripsi mereka nanti dibangun di atas data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Literasi data bukan hanya urusan peneliti. Siswa SMA setiap hari menerima grafik, persentase, dan klaim kesehatan di media sosial. Guru biologi yang literat data bisa mengajak siswa bertanya: data ini dari mana, diukur bagaimana, dan apakah kesimpulannya masuk akal?
Sebuah kebun raya memindai seluruh lembar herbariumnya dan menyimpan gambarnya di komputer kantor. Belum ada data spesies dan lokasi yang dapat dicari. Ini contoh apa?
Apa yang paling membedakan Society 5.0 dari Industri 4.0?
Mahasiswa memeriksa metode pengambilan sampel sebelum mempercayai grafik di sebuah artikel. Kelompok kompetensi literasi data mana yang dilatih?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Digitalisasi mengubah bentuk; transformasi digital mengubah sifat dan cara sesuatu dipakai.
- Society 5.0 memadukan ruang fisik dan ruang siber untuk menyelesaikan masalah sosial, dengan manusia sebagai pusatnya.
- Literasi data mencakup lima kelompok kompetensi: memahami, menemukan, menafsirkan, mengelola, dan menggunakan data.
Dari lima kelompok kompetensi literasi data, mana yang paling sering Anda latih selama ini, dan mana yang paling jarang?
TI di Lima Ranah Biologi dan AI Generatif
Konsep di bab sebelumnya kini dibawa ke lapangan. Bab ini memberi satu contoh nyata pemakaian TI untuk setiap ranah biologi, lalu membahas alat yang paling sering dipakai mahasiswa sekarang, sekaligus paling sering disalahpahami: AI generatif.
- Langkah 1Ajukan promptAI boleh dipakai untuk mencari arah.
- Langkah 2Catat di logPrompt, alat dan tanggal, serta klaim inti.
- Langkah 3Cek setiap rujukanDOI di doi.org atau Crossref; judul dan penulis cocok?
- Langkah 4Bandingkan isiCocokkan klaim AI dengan sumber aslinya.
- Langkah 5Jaga data pribadiData pribadi dan data belum terbit tidak ditempel ke AI.
4.1 Satu contoh nyata untuk setiap ranah
RPS TILDA menyebut lima ranah pemanfaatan TI di biologi: pendidikan, penelitian, laboratorium, konservasi, serta bioinformatika dan bioindustri. Pilih ranah pada Gambar 10. Perhatikan bahwa di setiap contoh, teknologi baru bermanfaat karena ada data yang dicatat dengan baik dan orang yang mampu membacanya.
Simulasi PhET
Simulasi interaktif dari University of Colorado Boulder, misalnya Natural Selection dan Gene Expression Essentials. Banyak simulasinya tersedia dalam bahasa Indonesia.
Fungsinya: memvisualisasikan proses yang sulit diamati langsung, seperti seleksi alam dari generasi ke generasi atau ekspresi gen di dalam sel.
Metabarcoding eDNA dengan sekuenser Oxford Nanopore MinION
Di Taman Nasional Karimunjawa, peneliti mengambil 1 L air laut per lokasi dan membaca DNA lingkungan (eDNA) di dalamnya (Al Malik et al., 2025).
Fungsinya: mendeteksi keanekaragaman ikan tanpa harus melihat atau menangkap ikannya.
Laboratory Information Management System (LIMS)
Sistem perangkat lunak yang melacak sampel, uji, hasil, dan instrumen di laboratorium.
Fungsinya: memastikan setiap sampel dapat ditelusuri dari datang sampai hasil keluar. LIMS lazim dipakai laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025.
Patroli berbasis aplikasi SMART di Rimbang Baling, Riau
Data patroli hutan dicatat dengan aplikasi SMART sehingga temuan ancaman dapat dibandingkan per satuan upaya patroli (Fardilla et al., 2024).
Fungsinya: menilai apakah perlindungan kawasan berjalan efektif, berdasarkan data, bukan kesan.
AlphaFold dan basis data strukturnya di EMBL-EBI
AlphaFold memprediksi struktur protein tiga dimensi dari sekuens asam amino (Jumper et al., 2021). Pengembangnya ikut menerima Nobel Kimia 2024.
Fungsinya: mempercepat riset enzim dan obat, karena struktur protein yang dulu perlu bertahun-tahun ditentukan di laboratorium kini dapat diperkirakan lebih cepat.
Peneliti di Taman Nasional Karimunjawa mengambil 1 liter air laut dari beberapa lokasi di empat zona pengelolaan. DNA lingkungan di dalam air diperbanyak dengan penanda 12S, lalu disekuensing memakai MinION. Hasil sekuens dicocokkan dengan basis data referensi. Mereka menemukan 147 spesies ikan dari 31 famili, dan sekitar 60% spesies itu tidak tercatat dalam sensus visual oleh penyelam. Keragaman tertinggi berada di zona pariwisata (Al Malik et al., 2025).
Pikirkan sendiri lima menit, diskusikan berpasangan tujuh menit: bagian mana dari kasus ini yang merupakan data, informasi, dan pengetahuan? Teknologi apa saja yang terlibat? Apa risikonya bila sebagian data salah catat?
4.2 AI generatif: alat bantu, bukan sumber
AI generatif seperti ChatGPT, Copilot, dan Gemini menyusun teks berdasarkan pola bahasa, bukan dengan mencari fakta di basis data. Akibatnya, jawaban yang terdengar meyakinkan bisa salah. Walters dan Wilder (2023) memeriksa 636 sitasi yang dihasilkan ChatGPT. Hasilnya pada Gambar 11.
GPT-4 memang lebih jarang mengarang dibanding GPT-3.5, tetapi hampir satu dari lima sitasinya tetap fiktif. UNESCO (Miao & Holmes, 2023) dan Kemendikbudristek melalui Panduan Penggunaan Generative AI pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, 2024) sama-sama tidak melarang AI, tetapi menegaskan bahwa AI adalah alat bantu dan penilaian kritis tetap di tangan manusia.
- Ungkapkan pemakaian AI di setiap tugas memakai log verifikasi.
- Periksa setiap rujukan yang diberikan AI: keberadaannya, kecocokan metadatanya, dan apakah isinya benar-benar mendukung klaim.
- Jangan menempelkan data pribadi, data kesehatan atau genetik manusia, maupun data penelitian yang belum terbit ke chatbot publik. UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data kesehatan dan data genetika sebagai data pribadi yang bersifat spesifik.
4.3 Log verifikasi AI
Hampir setiap pertemuan TILDA meminta Anda memakai AI lalu memverifikasi hasilnya. Agar langkah itu terukur, semua tugas memakai satu format log yang sama.
| Kolom log | Yang ditulis |
|---|---|
prompt | Perintah yang diketik ke AI, disalin utuh. |
alat_ai | Nama alat dan tanggal akses, misalnya ChatGPT, 2 September 2026. |
klaim_ai | Satu sampai tiga klaim inti dari jawaban AI, diringkas dengan kata-kata sendiri. |
sumber_cek | Buku, artikel (dengan DOI), atau situs resmi yang dipakai untuk mengecek klaim. |
status | Sesuai, sebagian, atau keliru, ditambah satu kalimat alasan. |
Aturan dasarnya: AI boleh dipakai untuk mencari arah, tetapi setiap klaim yang masuk ke tugas harus punya sumber manusia yang bisa ditelusuri. Rujukan yang hanya muncul di jawaban AI dan tidak ditemukan di Crossref, Google Scholar, atau situs penerbit dianggap tidak ada.
Menurut Walters dan Wilder (2023), berapa persen sitasi buatan GPT-4 yang fiktif?
Mana yang boleh ditempel ke chatbot publik?
Rujukan dari AI tidak ditemukan di Crossref, Google Scholar, maupun situs penerbit. Apa statusnya?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- TI dipakai di pendidikan, penelitian, laboratorium, konservasi, serta bioinformatika dan bioindustri; manfaatnya bergantung pada data dan orang yang membacanya.
- AI generatif menyusun teks dari pola bahasa, sehingga rujukannya bisa fiktif atau keliru.
- Setiap pemakaian AI dicatat dalam log verifikasi lima kolom, dan data pribadi tidak pernah ditempel ke chatbot publik.
Pernahkah Anda menyalin rujukan dari jawaban AI tanpa membukanya? Bagaimana Anda tahu rujukan itu benar-benar ada?
Praktik C1 sampai C3: LMS, Verifikasi AI, dan Mind Map
Bagian ini dikerjakan di laptop atau ponsel sambil mengikuti langkah bernomor. C1 dan C2 dikerjakan di kelas (20 menit), sedangkan C3 adalah panduan menyusun Tugas Rutin 1 di luar kelas. Teks bermuka monospace adalah sesuatu yang diketik atau diklik di komputer.
- Langkah 1C1 · Masuk LMSGabung kelas; unduh RPS, kontrak, dan modul.
- Langkah 2C1 · Susun folderFolder TILDA_2026 dan pola nama berkas.
- Langkah 3C2 · Tanya AIDefinisi literasi data dengan tiga rujukan.
- Langkah 4C2 · VerifikasiCek rujukan di Crossref, lalu beri status.
- Langkah 5C3 · Mind mapTiga simpul, kata kerja, cabang, rujukan, unggah.
C1. Mengakses LMS dan bahan ajar
- Masuk ke LMS. Buka alamat LMS yang ditetapkan dosen (SIPDA, Google Classroom, atau Moodle) dan masuk memakai akun mahasiswa Unimed.
- Bergabung ke kelas TILDA. Masukkan kode kelas dari dosen. Pastikan nama kelas dan nama dosen sesuai.
- Unduh dokumen wajib. Simpan RPS, kontrak kuliah, dan modul ini ke satu folder kerja dengan susunan berikut.
TILDA_2026/ ├── 00_admin/ (RPS, kontrak kuliah) ├── 01_P01/ (catatan, log verifikasi AI, mind map) └── 02_P02/
- Biasakan pola nama berkas. Pola yang dipakai sepanjang semester adalah
NIM_P01_TR1_Nama.pdf. Pola ini memudahkan pencarian dan penilaian.
C2. Eksplorasi definisi dengan AI, lalu verifikasi
- Ajukan prompt berikut ke satu alat AI pilihan Anda.
Jelaskan pengertian literasi data menurut para ahli. Sertakan 3 rujukan lengkap dengan DOI.
- Catat di log verifikasi. Tulis prompt, nama alat dan tanggal, lalu ringkas klaim utamanya dengan kata-kata sendiri (lihat Tabel 5 di Bab 4).
- Cek setiap rujukan. Tempel judul atau DOI rujukan ke
https://search.crossref.orgatau Google Scholar. Catat apakah rujukan itu ada, judulnya sama, dan penulisnya sama. - Bandingkan isi. Buka satu rujukan yang benar-benar ada. Cocokkan definisi versi AI dengan definisi di sumber aslinya, misalnya Ridsdale et al. (2015) atau Wolff et al. (2016).
- Beri status. Isi kolom status: sesuai, sebagian, atau keliru, lalu tulis satu kalimat alasan.
Jangan dicari terus sampai “ketemu yang mirip”. Rujukan yang tidak muncul di Crossref, Google Scholar, atau situs penerbit dianggap tidak ada. Tulis statusnya “keliru” dan catat alasannya. Temuan seperti ini justru bahan berharga untuk ringkasan diskusi di Tugas Rutin 1.
C3. Menyusun mind map Tugas Rutin 1
- Pilih alat. Gunakan Canva, Miro, XMind, draw.io, atau kertas yang difoto dengan jelas.
- Tempatkan tiga simpul utama: Teknologi Informasi, Literasi Data, dan Biologi. Tarik garis antarsimpul dan beri label kata kerja pada garis, misalnya “menghasilkan”, “membutuhkan”, atau “dianalisis dengan”.
- Isi cabang. Minimal empat cabang per simpul. Setiap cabang biologi memuat satu contoh nyata: nama alat, platform, atau jenis data.
- Cantumkan sumber. Tulis minimal tiga rujukan APA 7 di bagian bawah mind map. Lampirkan log verifikasi AI jika memakai AI.
- Unggah. Ekspor ke PDF atau PNG, beri nama
NIM_P01_TR1_Nama, lalu unggah ke LMS sebelum batas waktu.
- Semua berkas disimpan di satu folder kerja dan dinamai dengan pola
NIM_P01_TR1_Nama. - Rujukan dari AI diperiksa satu per satu di Crossref atau Google Scholar dan dicatat statusnya.
- Mind map yang baik menghubungkan simpul dengan kata kerja dan memberi contoh biologi yang nyata.
Memetakan Hubungan: Aktivitas dan Tugas Pertemuan 1
Di tatap muka, Anda menyepakati kontrak kuliah, mendiskusikan kasus eDNA Karimunjawa secara berpasangan, mengakses LMS, dan memverifikasi jawaban AI. Di luar kelas, Anda menyusun Tugas Rutin 1. Rangkaian ini melatih kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, keberinisiatifan, dan tanggung jawab.
A. Alur kegiatan tatap muka (2 × 50 menit)
| Tahap | Waktu | Kegiatan |
|---|---|---|
| Buka | 10 menit | Salam, presensi di LMS, apersepsi: “Aplikasi apa saja yang kalian pakai minggu ini untuk urusan kuliah biologi?” Jawaban ditulis di papan sebagai bahan awal. |
| Kontrak | 15 menit | Dosen memaparkan CPL, CPMK, Sub-CPMK, jadwal, bobot, dan rubrik. Mahasiswa menyepakati aturan kelas (keterlambatan, pengumpulan tugas, kebijakan AI). Kesepakatan diunggah dosen ke LMS. |
| Teori | 25 menit | Ceramah interaktif Bab 2 sampai Bab 4. Setiap 7 sampai 8 menit dosen menyisipkan satu pertanyaan cepat. |
| TPS | 20 menit | Think-Pair-Share kasus eDNA Karimunjawa: think 5 menit, pair 7 menit, share 8 menit untuk 3 sampai 4 pasangan. |
| Praktik | 20 menit | Prosedur C1 dan C2: akses LMS dan verifikasi jawaban AI. Mahasiswa mengisi log verifikasi AI. |
| Tutup | 10 menit | Penjelasan Tugas Rutin 1 (Prosedur C3). Refleksi satu kalimat: “Hal yang baru saya sadari hari ini adalah …” |
B. Tugas Rutin 1, tugas individu
Tugas Rutin 1 meminta Anda memetakan hubungan teknologi informasi, literasi data, dan biologi dalam satu mind map, beserta ringkasan diskusi kelas. Langkah pembuatannya ada di Prosedur C3 halaman Praktik. Bobotnya 5% dari nilai akhir.
1 · Tiga simpul utama
Teknologi Informasi, Literasi Data, dan Biologi, dihubungkan garis berlabel kata kerja.
2 · Cabang berisi contoh nyata
Minimal empat cabang per simpul. Cabang biologi menyebut nama alat, platform, atau jenis data.
3 · Rujukan APA 7
Minimal tiga rujukan ilmiah di bagian bawah mind map, semuanya dapat ditemukan di Crossref atau Google Scholar.
4 · Ringkasan diskusi
Ringkasan singkat hasil Think-Pair-Share dan temuan Anda saat memverifikasi jawaban AI di Prosedur C2.
5 · Berkas
PDF atau PNG bernama NIM_P01_TR1_Nama, diunggah ke LMS sebelum batas waktu.
Bila memakai AI
Lampirkan log verifikasi lima kolom: prompt, alat_ai, klaim_ai, sumber_cek, dan status.
Skor maksimum rubrik umum
C. Kriteria penilaian
| Produk | Kriteria utama |
|---|---|
| Tugas Rutin 1: mind map | Ketepatan konsep dan hubungan antarsimpul; contoh biologi nyata; minimal tiga rujukan APA 7; log verifikasi AI terisi jika memakai AI. Dinilai dengan rubrik umum RPS. |
| Aktivitas kelas | Kelengkapan jawaban diskusi, ketepatan membedakan data, informasi, dan pengetahuan, serta kejujuran status pada log verifikasi AI. |
- Tenggat Tugas Rutin 1: 3 hari setelah P1.
- Satu berkas PDF atau PNG bernama
NIM_P01_TR1_Nama; log verifikasi AI dilampirkan bila memakai AI. - Mind map yang sama akan diperbarui di Tugas Rutin 2, jadi simpan berkas sumbernya, bukan hanya hasil ekspornya.
Kembali ke Raka dan Nadira
Ingat tiga rujukan ber-DOI yang Raka salin dari chatbot? Kini Anda tahu langkahnya. Setiap DOI ditempel ke https://doi.org/ atau dicari di Crossref, lalu judul, penulis, dan isinya dicocokkan. Rujukan yang membuka artikel ekonomi jelas tidak cocok, dan rujukan yang tidak ditemukan dianggap tidak ada. Temuan Walters dan Wilder (2023) menunjukkan hal seperti ini bukan kebetulan: sebagian sitasi buatan ChatGPT memang fiktif. Raka perlu mencari definisi literasi data dari sumber aslinya, misalnya Ridsdale et al. (2015), dan mencatat pemakaian AI di log verifikasi.
Kesalahan Nadira lebih serius karena menyangkut orang lain. Daftar nilai yang memuat nama siswa dan nomor telepon orang tua adalah data pribadi. Menempelkannya ke chatbot publik melanggar aturan kelas yang ketiga dan semangat UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Bila perlu bantuan menghitung, nama dan nomor telepon dihapus lebih dulu, atau rerata cukup dihitung sendiri di spreadsheet. Lalu, rerata 72 itu baru informasi. Ia menjadi pengetahuan bila Nadira bisa menjelaskan mengapa nilainya seperti itu, misalnya soal mana yang paling banyak salah dan apa sebabnya.
1. Data apa saja tentang orang lain yang tersimpan di ponsel atau laptop Anda saat ini? Siapa saja yang bisa mengaksesnya?
2. Kapan terakhir kali Anda memeriksa sumber sebuah informasi sebelum memakainya di tugas kuliah?
3. Ambil satu angka dari laporan praktikum Anda. Bisakah Anda membawanya naik sampai anak tangga pengetahuan?
4. Sebagai calon peneliti atau calon guru, kebiasaan apa yang ingin Anda tularkan kepada orang lain tentang memakai AI?
Janji kecil untuk semester ini
- Saya menyimpan semua berkas TILDA di satu folder kerja dengan nama berkas yang konsisten.
- Saya mencatat setiap pemakaian AI di log verifikasi lima kolom.
- Saya membuka dan mencocokkan setiap rujukan sebelum memakainya.
- Saya tidak menempelkan data pribadi, data kesehatan, atau data penelitian yang belum terbit ke chatbot publik.
- Saya membedakan data, informasi, dan pengetahuan saat menulis laporan.
- Saya membaca rubrik sebelum mengerjakan tugas, bukan sesudahnya.
Jawaban Anda tidak dinilai; gunakan untuk melihat kebiasaan mana yang perlu dibangun lebih dulu. Mulailah dari yang paling kecil: buat folder TILDA_2026 hari ini. Di Pertemuan 2, Raka dan Nadira kembali dengan tugas kelompok dan pertanyaan baru tentang memilih teknologi yang tepat.
Glosarium dan Daftar Pustaka
Glosarium
| Istilah | Arti sederhana |
|---|---|
| Teknologi informasi (TI) | Teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi (UU No. 11 Tahun 2008) |
| TIK | Teknologi informasi dan komunikasi; menambahkan sisi jaringan dan perpindahan informasi antarorang |
| Sistem TI | Gabungan perangkat keras, perangkat lunak, data, jaringan, serta manusia dan prosedur |
| Data | Fakta mentah tanpa konteks |
| Informasi | Data yang sudah diolah dan diberi konteks sehingga menjawab siapa, apa, di mana, dan kapan |
| Pengetahuan | Informasi yang dihubungkan dengan teori dan pengalaman sehingga menjelaskan mengapa dan bagaimana |
| Kebijaksanaan | Kemampuan memakai pengetahuan untuk mengambil keputusan yang tepat |
| Hierarki DIKW | Model jenjang data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan (Ackoff, 1989; Rowley, 2007) |
| Digitalisasi | Mengubah bentuk sesuatu menjadi digital, misalnya memindai dokumen, tanpa mengubah cara pakainya |
| Transformasi digital | Perubahan berarti pada sifat suatu entitas melalui kombinasi TI, komputasi, komunikasi, dan konektivitas (Vial, 2019) |
| Society 5.0 | Konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dengan memadukan ruang siber dan ruang fisik, diajukan Pemerintah Jepang tahun 2016 |
| Literasi data | Kemampuan mengumpulkan, mengelola, mengevaluasi, dan menerapkan data secara kritis (Ridsdale et al., 2015) |
| eDNA | DNA lingkungan; DNA organisme yang terbawa di air, tanah, atau udara dan dapat dibaca untuk mendeteksi keberadaan spesies |
| LIMS | Laboratory Information Management System; sistem untuk melacak sampel, uji, hasil, dan instrumen |
| AI generatif | Program yang menyusun teks, gambar, atau kode berdasarkan pola dari data pelatihannya, misalnya ChatGPT, Copilot, dan Gemini |
| Sitasi fiktif | Rujukan yang tampak lengkap tetapi tidak pernah ada |
| Log verifikasi AI | Catatan pemakaian AI dengan kolom prompt, alat_ai, klaim_ai, sumber_cek, dan status |
| Data pribadi spesifik | Golongan data pribadi yang perlu perlindungan lebih, termasuk data kesehatan dan data genetika (UU No. 27 Tahun 2022) |
| Rubrik | Panduan penilaian yang menjelaskan kriteria setiap tingkat skor |
| CPL dan CPMK | Capaian pembelajaran lulusan prodi dan capaian pembelajaran mata kuliah yang diturunkan darinya |
Daftar Pustaka
Ackoff, R. L. (1989). From data to wisdom. Journal of Applied Systems Analysis, 16, 3-9.
Al Malik, M. D., Ambariyanto, A., Hartati, R., Nursalim, N., Kholilah, N., Kurniasih, E. M., et al. (2025). eDNA uncovers hidden fish diversity in the coral reef ecosystems of Karimunjawa National Park, Indonesia. Regional Studies in Marine Science, 81, 103945. https://doi.org/10.1016/j.rsma.2024.103945
Cabinet Office, Government of Japan. (t.t.). Society 5.0. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://www8.cao.go.jp/cstp/english/society5_0/index.html
Calzada Prado, F. J., & Marzal, M. Á. (2013). Incorporating data literacy into information literacy programs: Core competencies and contents. Libri, 63(2), 123-134. https://doi.org/10.1515/libri-2013-0010
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. (2024). Panduan penggunaan generative artificial intelligence (GenAI) pada pembelajaran di perguruan tinggi. Kemendikbudristek. https://s.id/PanduanGenAI
Fardilla, A., Novarino, W., Widodo, F. A., Hendra, J., & Aadrean. (2024). Measuring effectiveness of SMART patrol in biodiversity protection of Rimbang Baling and Bukit Betabuh, Sumatra. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 30(2), 180. https://doi.org/10.7226/jtfm.30.2.180
Frické, M. (2009). The knowledge pyramid: A critique of the DIKW hierarchy. Journal of Information Science, 35(2), 131-142. https://doi.org/10.1177/0165551508094050
Jumper, J., Evans, R., Pritzel, A., et al. (2021). Highly accurate protein structure prediction with AlphaFold. Nature, 596(7873), 583-589. https://doi.org/10.1038/s41586-021-03819-2
Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386693
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Ridsdale, C., Rothwell, J., Smit, M., Ali-Hassan, H., Bliemel, M., Irvine, D., Kelley, D., Matwin, S., & Wuetherick, B. (2015). Strategies and best practices for data literacy education: Knowledge synthesis report. Dalhousie University. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.1922.5044
Rowley, J. (2007). The wisdom hierarchy: Representations of the DIKW hierarchy. Journal of Information Science, 33(2), 163-180. https://doi.org/10.1177/0165551506070706
Vial, G. (2019). Understanding digital transformation: A review and a research agenda. The Journal of Strategic Information Systems, 28(2), 118-144. https://doi.org/10.1016/j.jsis.2019.01.003
Walters, W. H., & Wilder, E. I. (2023). Fabrication and errors in the bibliographic citations generated by ChatGPT. Scientific Reports, 13, 14045. https://doi.org/10.1038/s41598-023-41032-5
Wolff, A., Gooch, D., Cavero Montaner, J. J., Rashid, U., & Kortuem, G. (2016). Creating an understanding of data literacy for a data-driven society. The Journal of Community Informatics, 12(3), 9-26.
Selamat Datang di Pertemuan 1
Selamat datang di mata kuliah Teknologi Informasi dan Literasi Data. Pertemuan pertama ini memetakan perjalanan satu semester dan meletakkan fondasinya: apa itu teknologi informasi, bagaimana data naik nilai menjadi pengetahuan, apa makna transformasi digital dan literasi data bagi biologi, dan bagaimana memakai AI generatif dengan jujur. Modul ini disusun untuk mahasiswa Biologi dan Pendidikan Biologi sekaligus, dengan contoh dari lapangan penelitian dan dari ruang kelas.
| Identitas Modul | |
|---|---|
| Mata kuliah | Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA), 2 SKS, semester 3 |
| Pertemuan | Ke-1: Teknologi Informasi, Transformasi Digital, dan Literasi Data |
| Sasaran | Mahasiswa Prodi Biologi dan Prodi Pendidikan Biologi |
| Sub-CPMK | Sub-CPMK 1. Menjelaskan konsep dasar teknologi informasi, literasi data, transformasi digital, dan perannya dalam ilmu biologi. |
| Indikator | Menjelaskan konsep teknologi informasi, transformasi digital, dan literasi data dalam konteks ilmu biologi. |
| Metode | Ceramah interaktif, diskusi interaktif, Think-Pair-Share, tanya jawab |
| Media | Laptop/PC, proyektor, LMS (SIPDA/Google Classroom/Moodle), internet, ChatGPT/Copilot/Gemini, Google Scholar, buku ajar, jurnal ilmiah |
| Nilai karakter | Kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, keberinisiatifan, tanggung jawab |
| Tagihan | Tugas Rutin 1 (individu): mind map hubungan TI, literasi data, dan biologi, beserta ringkasan diskusi |
| Bobot penilaian | Tugas Rutin 1: 5% dari nilai akhir |
| Alokasi waktu | 2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri |
Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:
- Menjelaskan struktur perkuliahan TILDA, bobot penilaian, dan rubrik umum tugas.
- Menjelaskan teknologi informasi beserta lima komponen sistemnya dengan contoh biologi.
- Membedakan data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan pada contoh biologi.
- Membedakan digitalisasi dan transformasi digital, serta menjelaskan Society 5.0.
- Menjelaskan lima kelompok kompetensi literasi data dan perannya bagi peneliti dan guru biologi.
- Memverifikasi jawaban AI generatif terhadap sumber ilmiah dan mencatatnya di log verifikasi.
- Menyusun mind map Tugas Rutin 1.
Gunakan menu di atas untuk berpindah bagian, atau tombol di bawah setiap halaman untuk melanjutkan. Setiap bagian punya alamat sendiri, jadi Anda bisa menyimpan atau membagikan tautan ke bab tertentu, dan tombol Back di peramban membawa Anda ke bagian sebelumnya.
Setiap bab dibuka dengan timeline bergerak yang merangkum langkah kerjanya dan ditutup dengan kuis Cek Pemahaman. Modul ini juga memuat enam gambar interaktif; klik tombol di dalam gambar untuk berpindah tampilan. Siapkan akun LMS dan satu alat AI sebelum masuk ke halaman Praktik.