Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Literasi Data dalam Pembelajaran, Penelitian, dan Pengembangan Biologi

E-Modul Pertemuan 2 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)

Teknologi yang Tepat untuk Biologi

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Literasi Data dalam Pembelajaran, Penelitian, dan Pengembangan Biologi

BiologiPendidikan Biologi

Jurusan Biologi · FMIPA Universitas Negeri Medan · Semester Ganjil 2026/2027
Penyusun: Eko Prasetya, S.Pd., M.Sc.

Pengantar

Pahat, Kayu, dan Tangan Pengukir

Pengu­kir gorga, orna­men ukir pada rumah adat Batak, tidak memi­lih pahat yang paling mahal. Ia memi­lih pahat yang cocok dengan kayu dan motif yang hendak dibuat, lalu meng­ge­rak­kan­nya dengan teknik yang ia latih ber­ta­hun-tahun. Pahat ter­baik di tangan yang belum ter­la­tih, atau untuk motif yang salah, justru bisa meru­sak kayu. Kein­da­han ukiran lahir ketika alat, bahan, dan teknik ber­temu.

Tek­no­logi dalam bio­logi bekerja dengan cara serupa. Pada Per­te­muan 1 Anda sudah menge­nal tek­no­logi infor­masi dan lite­rasi data. Per­te­muan ini ber­ta­nya lebih jauh: kapan tek­no­logi benar-benar mem­bantu? Anda akan mema­kai kerangka TPACK untuk pem­be­la­ja­ran, meme­ta­kan alat di setiap tahap pene­li­tian, ber­la­tih mengam­bil kepu­tu­san dengan siklus PPDAC, menge­nal plat­form data bio­logi, dan menim­bang pelu­ang serta tan­ta­ngan AI.

Pahat, kayu, dan tangan pengukirTiga pengetahuan yang harus bertemu
CKontenkayu dan motifPPedagogiteknik tanganTTeknologipahatTPACKKonten (C): kayu dan motifApa konsep biologinya?Mitosis: profase, metafase,anafase, dan telofase.Pedagogi (P): teknik tanganBagaimana siswa belajar?Inkuiri terbimbing: siswamengurutkan sendiri fase daripengamatan.Teknologi (T): pahatAlat apa yang dikuasai?Mikroskop virtual, videotime-lapse, atau simulasi PhET.TPACK: ketiganya bertemuCMitosis sebagai satu prosesPSiswa mengurutkan fasenyaTVideo time-lapse sel hidupAlat dipilih karena cocokdengan konsep dan carabelajarnya.Pahat terbaik adalah yang paling cocok, bukan yang paling mahal
Geser gambar ke samping untuk melihat seluruhnya.
  1. KontenKayu dan motifnya
  2. PedagogiTeknik tangan pengukir
  3. TeknologiPahat yang dipilih
  4. TPACKKetiganya bertemu
Kayu dan motif melambangkan konten, teknik tangan melambangkan pedagogi, dan pahat melambangkan teknologi. Bidang kuning di tengah adalah TPACK, tempat ketiganya bertemu. Contoh mitosis berasal dari Tabel 1 di Bab 1 (Mishra & Koehler, 2006). Animasi diputar setiap kali halaman ini dibuka.
Riset · Biologi

Anda akan memilih alat untuk setiap tahap penelitian

Misal­nya Google Scho­lar untuk kajian pus­taka, GBIF untuk data kebe­ra­daan spe­sies, BLAST untuk men­duga iden­ti­tas seku­ens, dan spre­ads­heet untuk ana­li­sis awal.

Sekolah · Pendidikan Biologi

Anda akan memilih teknologi untuk tujuan belajar

Misal­nya kapan video time-lapse, simu­lasi PhET, atau mikros­kop vir­tual paling tepat untuk materi mito­sis, dan kapan justru tidak perlu.

Apersepsi: realitas virtual atau layar biasa?

Dua kelom­pok siswa bela­jar dari simu­lasi labo­ra­to­rium yang sama. Kelom­pok A mema­kai head­set rea­li­tas vir­tual (VR) yang imer­sif, kelom­pok B mema­kai layar kom­pu­ter biasa. Kelom­pok mana yang merasa lebih hadir di labo­ra­to­rium, dan kelom­pok mana yang bela­jar lebih banyak? Tebak dulu, baru buka pem­ba­ha­san.

Kelompok A · headset VR imersifSiswa seolah berdiri di dalam laboratorium dan bisa menoleh ke segala arah.Rasa hadir: ?Hasil belajar: ?
Kelompok B · layar komputer biasaSimulasi yang sama dijalankan di monitor dengan tetikus.Rasa hadir: ?Hasil belajar: ?
Gambar 1. Dua cara memakai simulasi laboratorium yang sama, mengikuti rancangan penelitian Makransky et al. (2019).
Lihat pembahasan

Dalam uji acak yang dila­por­kan Makransky, Ter­kild­sen, dan Mayer (2019), versi VR imer­sif mem­buat siswa merasa lebih hadir, tetapi mereka justru bela­jar lebih sedi­kit diban­ding siswa yang mema­kai layar biasa. Tek­no­logi yang lebih cang­gih tidak oto­ma­tis lebih baik untuk bela­jar.

Per­ta­nya­an­nya bukan “tek­no­logi apa yang paling cang­gih?”, melain­kan “mengapa alat ini, untuk konsep ini, dengan cara ini?”. Itulah per­ta­nyaan inti TPACK yang diba­has di Bab 1.

Studi Kasus Mini · Raka dan Nadira Mendapat Tugas KelompokKisah rekaan untuk ilustrasi, lanjutan dari Pertemuan 1
RN
Raka dan Nadirasetelah pembagian kelompok ranah
RakaNad, kelompokku kebagian ranah konservasi. Aku minta chatbot lima artikel soal kamera jebak harimau Sumatera, terbitan 2021-2025, lengkap dengan DOI.
RakaLangsung kumasukkan ke slide presentasi. Toh semuanya ada DOI-nya.
RakaDi Google Scholar hasilnya ribuan. Berarti topiknya kuat dan artikelnya pasti bagus, kan?
NadiraKelompokku ranah pendidikan. Aku mau pakai VR untuk materi mitosis. Paling canggih, pasti siswa paling paham.
NadiraBuat contoh literasi data, minggu lalu aku menghitung kupu-kupu di taman kampus sekali. Cuma tiga ekor, berarti populasinya menurun.
NadiraPenyebabnya pasti pestisida dari taman sebelah. Sudah, itu kesimpulanku.

Apa yang perlu dipertimbangkan ulang oleh Raka dan Nadira? Catat dugaan Anda. Kita kembali ke mereka di Pojok Refleksi.

“Pahat terbaik adalah yang paling cocok, bukan yang paling mahal.”
Poin Penting
  • Per­te­muan 2 ber­fo­kus pada peman­fa­a­tan TI dan lite­rasi data dalam pem­be­la­ja­ran, pene­li­tian, dan pengem­ba­ngan bio­logi.
  • Tek­no­logi dini­lai dari keco­co­kan­nya dengan konsep dan cara bela­jar atau cara mene­liti, bukan dari kecang­gi­han­nya.
  • Produk per­te­muan ini adalah Tugas Rutin 2: mind map digi­tal yang diper­ba­rui dan esai ana­li­tis 2 sampai 3 hala­man.
Bab 1

TI dalam Pembelajaran Biologi: Kerangka TPACK

Mema­kai tek­no­logi di kelas tidak oto­ma­tis mem­buat bela­jar lebih baik. Bab ini mem­ba­has satu kerangka yang mem­bantu guru, dan siapa pun yang men­je­las­kan bio­logi kepada orang lain, memi­lih tek­no­logi dengan alasan yang jelas.

Alur kerja Bab 1Memilih teknologi untuk belajar
  1. Langkah 1Tentukan kontenKonsep biologi apa yang diajarkan?
  2. Langkah 2Tentukan pedagogiBagaimana siswa paling baik mempelajarinya?
  3. Langkah 3Pilih teknologiAlat yang cocok dengan konten dan cara belajar.
  4. Langkah 4Uji kecocokanMengapa alat ini, untuk konsep ini, dengan cara ini?
  5. Langkah 5Nilai dampaknyaApakah siswa paham, bukan hanya terpukau?
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

1.1 Tiga pengetahuan yang harus bertemu

Mishra dan Koeh­ler (2006) meru­mus­kan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Menu­rut kerangka ini, inte­grasi tek­no­logi yang baik ter­jadi di irisan tiga penge­ta­huan: penge­ta­huan tek­no­logi (T), peda­gogi (P), dan konten (C). Kerangka ini mengem­bang­kan konsep pedagogical content knowledge dari Shul­man dengan menam­bah­kan unsur tek­no­logi, sehingga ter­ben­tuk tujuh kom­po­nen: TK, PK, CK, PCK, TCK, TPK, dan TPACK. Pilih setiap kom­po­nen pada Gambar 2 untuk meli­hat con­toh­nya pada materi mito­sis.

TPC

CK · Pengetahuan konten

Apa konsep biologinya?

Tahapan profase, metafase, anafase, dan telofase.

PK · Pengetahuan pedagogi

Bagaimana siswa belajar?

Inkuiri terbimbing: siswa mengurutkan sendiri fase dari pengamatan.

TK · Pengetahuan teknologi

Alat apa yang dikuasai?

Mikroskop virtual, video time-lapse, simulasi PhET.

PCK · Pedagogi dan konten

Bagaimana konsep ini sebaiknya diajarkan?

Guru tahu bahwa fase mitosis mudah dihafal tetapi sulit dipahami sebagai satu rangkaian, sehingga ia meminta siswa mengurutkan sendiri gambar sel dari preparat.

TCK · Teknologi dan konten

Bagaimana teknologi mengubah cara konsep ini ditampilkan?

Video time-lapse memperlihatkan perubahan kromosom secara berkelanjutan, sesuatu yang tidak bisa ditunjukkan oleh empat gambar diam.

TPK · Teknologi dan pedagogi

Bagaimana teknologi mengubah cara mengajar?

Dalam diskusi kelompok, siswa menghentikan video di setiap perubahan penting dan sepakat memberi label fasenya.

TPACK · Ketiganya bertemu

Mengapa alat ini, untuk konsep ini, dengan cara ini?

Video time-lapse sel hidup dipakai agar siswa melihat mitosis sebagai proses kontinu, bukan empat gambar statis.

Gambar 2. Tujuh komponen TPACK (Mishra & Koehler, 2006). Lingkaran yang menyala menunjukkan pengetahuan yang terlibat. Contoh CK, PK, TK, dan TPACK dari modul TILDA P2; contoh PCK, TCK, dan TPK disusun untuk modul ini.
KomponenPertanyaan kunciContoh: materi mitosis
CKApa konsep biologinya?Tahapan profase, metafase, anafase, telofase
PKBagaimana siswa belajar?Inkuiri terbimbing: siswa mengurutkan sendiri fase dari pengamatan
TKAlat apa yang dikuasai?Mikroskop virtual, video time-lapse, simulasi PhET
TPACKMengapa alat ini, untuk konsep ini, dengan cara ini?Video time-lapse sel hidup dipakai agar siswa melihat mitosis sebagai proses kontinu, bukan empat gambar statis
Tabel 1. Komponen utama TPACK dengan contoh materi mitosis. Sumber: modul TILDA P2, merujuk Mishra dan Koehler (2006).

1.2 Lebih canggih belum tentu lebih baik

Makransky, Ter­kild­sen, dan Mayer (2019) mem­beri contoh mengapa per­ta­nyaan “mengapa alat ini” pen­ting. Dalam uji acak pada simu­lasi labo­ra­to­rium, versi rea­li­tas vir­tual imer­sif mem­buat siswa merasa lebih hadir, tetapi justru bela­jar lebih sedi­kit diban­ding versi layar biasa. Rasa takjub tidak sama dengan pema­ha­man. Tek­no­logi yang lebih cang­gih bisa saja menyita per­ha­tian yang seha­rus­nya dipa­kai untuk mema­hami konsep.

Pendidikan Biologi

Mulai dari tujuan belajar

Ten­tu­kan dulu konsep dan cara siswa bela­jar, baru pilih alat. Bila gambar di papan tulis sudah cukup untuk tujuan itu, tidak perlu memak­sa­kan apli­kasi.

Biologi

Logika yang sama berlaku di luar kelas

Saat men­jadi asis­ten prak­ti­kum atau mem­pre­sen­ta­si­kan hasil pene­li­tian, Anda juga memi­lih alat untuk men­je­las­kan. Per­ta­nya­an­nya tetap sama: alat ini mem­bantu pema­ha­man atau hanya memu­kau?

Tips untuk calon guru

Sebe­lum mema­kai tek­no­logi di ren­cana pem­be­la­ja­ran, tulis satu kali­mat jawa­ban untuk per­ta­nyaan TPACK: “Saya mema­kai … untuk konsep … dengan cara … karena …”. Bila kali­mat itu sulit dileng­kapi, mung­kin tek­no­lo­gi­nya belum perlu.

Cek Pemahaman · Bab 1Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Guru memakai video time-lapse sel hidup agar siswa melihat mitosis sebagai proses kontinu. Pertimbangan ini paling tepat disebut apa?

Tepat. Pertimbangan ini menjawab ketiga pertanyaan sekaligus: alat apa, untuk konsep apa, dan dengan cara apa.
Belum tepat. Pertimbangannya melibatkan alat, konsep, dan cara belajar sekaligus.
2

Menurut Makransky et al. (2019), apa yang terjadi pada siswa yang memakai VR imersif dibanding layar biasa?

Tepat. Rasa hadir naik, tetapi hasil belajar turun. Teknologi yang lebih canggih tidak otomatis lebih baik.
Belum tepat. Buka kembali pembahasan apersepsi di Pengantar.
3

TPACK mengembangkan konsep pedagogical content knowledge dari siapa?

Tepat. Mishra dan Koehler (2006) menambahkan unsur teknologi pada gagasan Shulman.
Belum tepat. Wild dan Pfannkuch dikenal lewat PPDAC, Ackoff lewat DIKW.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • TPACK menun­tut tiga penge­ta­huan ber­temu: tek­no­logi, peda­gogi, dan konten.
  • Per­ta­nyaan inti­nya: mengapa alat ini, untuk konsep ini, dengan cara ini?
  • Tek­no­logi yang lebih cang­gih tidak selalu lebih baik untuk bela­jar (Makransky et al., 2019).
Jeda Sejenak

Ingat satu pela­ja­ran bio­logi di SMA yang mema­kai tek­no­logi. Apakah tek­no­logi itu benar-benar mem­bantu Anda mema­hami kon­sep­nya?

Bab 2

TI dalam Penelitian Biologi

Hampir setiap tahap pene­li­tian bio­logi kini meli­bat­kan perang­kat digi­tal, dari men­cari pus­taka sampai menya­ji­kan hasil. Bab ini meme­ta­kan alat-alat itu ke tahap pene­li­tian, lalu menge­nal­kan dua alat bioin­for­ma­tika yang wajib dike­nal maha­siswa bio­logi.

Alur kerja Bab 2Alat di setiap tahap penelitian
  1. Langkah 1Kajian pustakaGoogle Scholar, PubMed, Garuda, Zotero.
  2. Langkah 2Kumpulkan dataFormulir daring, SMART, iNaturalist, kamera jebak.
  3. Langkah 3Simpan dan bagikanGoogle Drive, RIN BRIN, GBIF.
  4. Langkah 4Olah dan analisisExcel, Google Sheets, BLAST, R, QGIS.
  5. Langkah 5SajikanGrafik, Canva, Tableau Public, Power BI.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

2.1 Alat di setiap tahap penelitian

Gambar 3 dan Tabel 2 meme­ta­kan tahap pene­li­tian ke contoh alat. Alat yang sama akan diprak­tik­kan ber­ta­hap sepan­jang semes­ter, sehingga Anda bisa meli­hat di per­te­muan mana setiap alat dila­tih.

1Kajian pustakaGoogle ScholarPubMed, GarudaZotero, MendeleyP05, P062PengumpulandataFormulir daringSMART, iNaturalistGPS, kamera jebak,sekuenserP03, Mini Riset3Penyimpanandan berbagiGoogle DriveRIN BRINGBIFP03, P04, P094Pengolahandan analisisExcel, Google SheetsNCBI BLASTR, QGISP07, Mini Riset5PenyajianGrafik spreadsheetCanvaTableau Public,Power BIP07, Proyek
Geser gambar ke samping untuk melihat seluruhnya.
Gambar 3. Lima tahap penelitian dan contoh alat digitalnya. Label kuning menunjukkan pertemuan tempat alat itu dipraktikkan.
Tahap penelitianContoh alatDipraktikkan di
Kajian pustakaGoogle Scholar, PubMed, Garuda, Zotero, MendeleyP05, P06
Pengumpulan dataFormulir daring, aplikasi SMART, iNaturalist, GPS, kamera jebak, sekuenserP03, Mini Riset
Penyimpanan dan berbagiGoogle Drive, repositori RIN BRIN (data.brin.go.id), GBIFP03, P04, P09
Pengolahan dan analisisExcel, Google Sheets, NCBI BLAST, R, QGISP07, Mini Riset
PenyajianGrafik spreadsheet, Canva, Tableau Public, Power BIP07, Proyek
Tabel 2. Tahap penelitian, contoh alat, dan pertemuan tempat alat itu dipraktikkan. Sumber: modul TILDA P2.
Biologi

Untuk skripsi penelitian

Bayang­kan alur skripsi Anda nanti: pus­taka dari Google Scho­lar, data lapa­ngan dari for­mu­lir daring atau kamera jebak, ana­li­sis di spre­ads­heet atau R, lalu grafik untuk semi­nar. Setiap tahap punya alat­nya.

Pendidikan Biologi

Untuk penelitian pendidikan

Alur­nya sama: kajian pus­taka ten­tang model pem­be­la­ja­ran, data dari tes dan angket daring, ana­li­sis skor di spre­ads­heet, lalu penya­jian hasil untuk guru dan seko­lah.

2.2 Dua alat bioinformatika yang wajib dikenal

Dua alat ini sering dise­but di arti­kel bio­logi modern. Anda tidak harus mengu­a­sai­nya seka­rang, tetapi perlu tahu apa yang diker­ja­kan­nya. Pilih alat pada Gambar 4.

Alat:
1 · MasukanSekuens DNA atau protein, misalnya fragmen gen dari sampel ikan yang belum dikenali.
2 · ProsesSekuens dicocokkan dengan sekuens di basis data NCBI untuk mencari yang paling mirip.
3 · KeluaranDaftar sekuens paling mirip sebagai dasar menduga identitas organisme atau gen.

BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) diperkenalkan oleh Altschul et al. (1990). Hasilnya berupa dugaan berdasarkan kemiripan, sehingga tetap perlu ditafsirkan: sekuens rujukan di basis data pun bisa salah identifikasi.

1 · MasukanSekuens asam amino suatu protein.
2 · ProsesModel AI memperkirakan cara rantai asam amino itu melipat.
3 · KeluaranPerkiraan struktur tiga dimensi protein, tersedia di basis data struktur di EMBL-EBI.

AlphaFold (Jumper et al., 2021) memprediksi struktur tiga dimensi protein dari sekuens asam amino. Hasilnya tetap prediksi, bukan pengukuran, tetapi telah mempercepat riset enzim dan obat.

Gambar 4. Cara kerja BLAST dan AlphaFold secara garis besar, merujuk Altschul et al. (1990) dan Jumper et al. (2021). Contoh fragmen gen ikan adalah ilustrasi.
Mengapa ini urusan literasi data?

Kelu­a­ran BLAST dan AlphaFold tampak meya­kin­kan: angka kemi­ri­pan yang tinggi, gambar pro­tein yang ber­warna. Maha­siswa yang lite­rat data tetap ber­ta­nya: sebe­rapa mirip yang diang­gap cukup, dari mana seku­ens ruju­kan­nya, dan apakah ini pengu­ku­ran atau pre­diksi?

Cek Pemahaman · Bab 2Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Anda punya fragmen sekuens DNA dari ikan yang belum dikenali dan ingin menduga spesiesnya. Alat apa yang tepat?

Tepat. BLAST mencocokkan sekuens dengan basis data NCBI untuk menduga identitas organisme atau gen.
Belum tepat. Anda butuh alat yang mencocokkan sekuens, bukan memprediksi struktur protein.
2

Keluaran AlphaFold berupa apa?

Tepat. AlphaFold memprediksi, bukan mengukur. Hasilnya tetap perlu dibaca sebagai perkiraan.
Belum tepat. Perhatikan kata “memprediksi” dalam penjelasan AlphaFold.
3

Repositori RIN BRIN paling tepat dipakai pada tahap penelitian yang mana?

Tepat. RIN BRIN adalah repositori berbasis Dataverse untuk menyimpan, mengutip, dan berbagi data penelitian.
Belum tepat. Lihat baris tahap yang memuat Google Drive dan GBIF pada Tabel 2.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • Setiap tahap pene­li­tian bio­logi punya alat digi­tal­nya, dari kajian pus­taka sampai penya­jian.
  • BLAST men­co­cok­kan seku­ens dengan basis data NCBI untuk men­duga iden­ti­tas orga­nisme atau gen.
  • AlphaFold mem­pre­diksi struk­tur tiga dimensi pro­tein dari seku­ens asam amino.
Jeda Sejenak

Pikir­kan satu topik yang mung­kin Anda pilih untuk skripsi. Alat apa yang akan Anda pakai di setiap tahap­nya?

Bab 3

Literasi Data dalam Pengambilan Keputusan Ilmiah

Kepu­tu­san ilmiah tidak diam­bil dari satu angka. Ia lahir dari rang­kaian lang­kah, dan setiap lang­kah bisa salah. Bab ini mema­kai satu siklus seder­hana untuk mela­tih kebi­a­saan itu.

Alur kerja Bab 3Siklus PPDAC
  1. Langkah 1ProblemRumuskan masalah yang bisa dijawab data.
  2. Langkah 2PlanTentukan data dan cara mengambilnya.
  3. Langkah 3DataCatat dan bersihkan dengan rapi.
  4. Langkah 4AnalysisPilih analisis dan pembanding yang tepat.
  5. Langkah 5ConclusionSimpulkan beserta batasnya.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

3.1 Siklus PPDAC

Wolff et al. (2016) mengait­kan lite­rasi data dengan siklus inku­iri PPDAC dari Wild dan Pfann­kuch (1999): Pro­blem, Plan, Data, Analy­sis, dan Conc­lu­sion. Siklus ini mem­bantu Anda meli­hat bahwa kepu­tu­san ilmiah tidak diam­bil dari satu angka, tetapi dari rang­kaian lang­kah yang masing-masing bisa salah. Telu­suri setiap tahap­nya pada Gambar 5 dengan contoh penu­ru­nan popu­lasi kupu-kupu di taman kampus.

PProblemPPlanDDataAAnalysisCConclusion

Problem · apa masalah yang mau dijawab?

Apakah jumlah kupu-kupu di taman kampus menurun dalam lima tahun?

Jebakan: pertanyaan yang terlalu luas, misalnya “Bagaimana keadaan serangga di kampus?”, sulit dijawab dengan data apa pun.

Plan · data apa yang dibutuhkan, bagaimana mengambilnya?

Transek tetap, hitung setiap pagi selama 4 minggu, catat cuaca.

Jebakan: menghitung sekali saja, di jam yang berubah-ubah, atau di rute yang berbeda setiap hari.

Data · bagaimana data dicatat dan dibersihkan?

Spreadsheet dengan kolom tanggal, transek, spesies, jumlah, dan suhu.

Jebakan: mencampur nama lokal dan nama ilmiah dalam satu kolom, atau membiarkan sel kosong tanpa keterangan.

Analysis · analisis apa yang tepat?

Bandingkan rerata per tahun dengan data pengamatan sebelumnya, lalu buat grafik garis.

Jebakan: menyatakan “menurun” tanpa data tahun-tahun sebelumnya sebagai pembanding.

Conclusion · apa yang boleh dan tidak boleh disimpulkan?

Tren hanya berlaku untuk taman kampus; penyebab belum bisa dipastikan.

Jebakan: langsung menunjuk penyebab, misalnya pestisida, padahal penyebab tidak pernah diukur. Kesimpulan sering memunculkan pertanyaan baru, dan siklus dimulai lagi.

Gambar 5. Siklus PPDAC (Wild & Pfannkuch, 1999). Contoh kupu-kupu dari modul TILDA P2; baris “jebakan” disusun untuk modul ini.
TahapPertanyaanContoh: penurunan populasi kupu-kupu di kampus
ProblemApa masalah yang mau dijawab?Apakah jumlah kupu-kupu di taman kampus menurun dalam lima tahun?
PlanData apa yang dibutuhkan, bagaimana mengambilnya?Transek tetap, hitung setiap pagi selama 4 minggu, catat cuaca
DataBagaimana data dicatat dan dibersihkan?Spreadsheet dengan kolom tanggal, transek, spesies, jumlah, suhu
AnalysisAnalisis apa yang tepat?Bandingkan rerata per tahun dengan data pengamatan sebelumnya, buat grafik garis
ConclusionApa yang boleh dan tidak boleh disimpulkan?Tren hanya berlaku untuk taman kampus; penyebab belum bisa dipastikan
Tabel 3. Siklus PPDAC dengan contoh kupu-kupu di taman kampus. Sumber: modul TILDA P2, merujuk Wild dan Pfannkuch (1999) dan Wolff et al. (2016).

3.2 Tahap yang paling sering dilompati

Dari lima tahap, dua yang paling sering dilom­pati adalah Plan dan Conc­lu­sion. Tanpa ren­cana, data dikum­pul­kan sea­da­nya sehingga tidak bisa men­ja­wab per­ta­nyaan. Tanpa kesim­pu­lan yang hati-hati, temuan kecil di satu tempat dinya­ta­kan ber­laku umum, atau hubu­ngan dinya­ta­kan seba­gai sebab. Lite­rasi data berarti berani menu­lis “belum dapat disim­pul­kan” ketika data­nya memang belum cukup.

Biologi

PPDAC di penelitian lapangan

Survei bakau, penga­ma­tan burung, atau uji eks­trak di labo­ra­to­rium semu­a­nya bisa dibaca dengan PPDAC. Per­ha­ti­kan teru­tama batas kesim­pu­lan: di mana, kapan, dan pada orga­nisme apa temuan itu ber­laku.

Pendidikan Biologi

PPDAC di kelas

PPDAC seja­lan dengan pem­be­la­ja­ran inku­iri. Siswa meru­mus­kan per­ta­nyaan, meren­ca­na­kan penga­ma­tan, men­ca­tat data, menga­na­li­sis, lalu menyim­pul­kan dengan hati-hati. Guru bisa mema­kai­nya seba­gai kerangka lembar kerja prak­ti­kum.

Cek Pemahaman · Bab 3Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Mahasiswa menghitung kupu-kupu sekali saja di jam yang tidak tetap, lalu menyimpulkan populasinya menurun. Tahap PPDAC mana yang paling jelas dilompati?

Tepat. Tanpa rencana (transek tetap, waktu tetap, beberapa minggu), data tidak mampu menjawab pertanyaan.
Belum tepat. Masalahnya bukan pada pencatatan, tetapi pada cara data diambil.
2

Kesimpulan mana yang paling sesuai untuk contoh kupu-kupu di Tabel 3?

Tepat. Kesimpulan yang baik menyebut batasnya: tempat berlakunya dan hal yang belum diukur.
Belum tepat. Data hanya diambil di taman kampus, dan penyebab tidak pernah diukur.
3

Pada tahap Analysis, apa yang dibutuhkan agar kata “menurun” dapat dipertanggungjawabkan?

Tepat. “Menurun” adalah perbandingan, jadi perlu data pembanding dari waktu sebelumnya.
Belum tepat. Turun dibanding apa? Perbandingan selalu butuh pembanding.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • PPDAC ter­diri atas Pro­blem, Plan, Data, Analy­sis, dan Conc­lu­sion; setiap tahap bisa salah.
  • Ren­cana pengam­bi­lan data menen­tu­kan apakah data mampu men­ja­wab per­ta­nyaan.
  • Kesim­pu­lan yang baik menye­but batas­nya: di mana ber­laku, dan apa yang belum bisa dipas­ti­kan.
Jeda Sejenak

Ingat satu kesim­pu­lan di lapo­ran prak­ti­kum Anda. Apakah kesim­pu­lan itu menye­but batas­nya, atau ber­laku ter­lalu luas?

Bab 4

Platform Digital Biologi serta Peluang dan Tantangan AI

Data dan lite­ra­tur bio­logi ter­se­bar di banyak plat­form. Setiap plat­form punya jenis isi dan aturan pakai yang ber­beda. Memi­lih plat­form yang tepat adalah bagian dari kom­pe­tensi “mene­mu­kan dan mem­pe­ro­leh data” (Cal­zada Prado & Marzal, 2013). Bab ini ditu­tup dengan menim­bang pelu­ang dan tan­ta­ngan AI secara berim­bang.

Alur kerja Bab 4Dari kebutuhan ke platform
  1. Langkah 1Tentukan kebutuhanArtikel, data spesies, sekuens, atau statistik?
  2. Langkah 2Pilih platformGoogle Scholar, GBIF, NCBI, BPS, RIN BRIN.
  3. Langkah 3Cek mutu sumberScopus Preview dan DOAJ untuk jurnal.
  4. Langkah 4Pakai AI seperlunyaKata kunci, draf kode, ringkasan awal.
  5. Langkah 5VerifikasiSetiap klaim dan rujukan AI dicek ke sumber asli.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

4.1 Butuh apa, buka di mana?

Mulai­lah dari kebu­tu­han, bukan dari plat­form yang paling sering dipa­kai teman. Pilih kebu­tu­han Anda pada Gambar 6.

Saya butuh:
Google Scholarscholar.google.comMesin pencari literatur ilmiah (artikel, tesis, buku) dengan hitungan “Cited by”. Bukan indeks yang dikurasi, sehingga kualitas hasil harus dinilai sendiri.
Dimensionsapp.dimensions.aiMenghubungkan publikasi, hibah, paten, dan dataset; publikasi dapat dicari gratis.
Scopus Previewscopus.com/sourcesAkses gratis terbatas ke daftar jurnal terindeks Scopus, profil penulis, dan metrik CiteScore.
DOAJdoaj.orgDirektori jurnal akses terbuka yang telah melewati penilaian. Banyak jurnal Indonesia terdaftar.
GBIFgbif.orgData keberadaan (occurrence) dan daftar spesies dari seluruh dunia. Setiap unduhan mendapat DOI.
1.644.653rekaman yang telah diterbitkan lembaga Indonesia di GBIF, per laporan negara Januari 2026
NCBIncbi.nlm.nih.govPusat informasi bioteknologi AS: GenBank, BLAST, PubMed, PMC, Taxonomy, dan SRA.
BPSbps.go.id, sumut.bps.go.idStatistik resmi Indonesia: pertanian, perikanan, kehutanan, lingkungan, kependudukan.
Satu Data Indonesiadata.go.idPortal data terbuka pemerintah berdasarkan Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
RIN BRINdata.brin.go.idRepositori Ilmiah Nasional berbasis Dataverse untuk menyimpan, mengutip, dan berbagi data penelitian.
Kagglekaggle.comKumpulan dataset dan notebook publik milik Google, termasuk sebagian dataset biologi. Periksa asal-usul dan lisensi setiap dataset sebelum dipakai.
Gambar 6. Platform yang cocok untuk enam kebutuhan umum mahasiswa biologi. Sumber: modul TILDA P2 dan GBIF Secretariat (2026).
PlatformAlamatIsi utama
Google Scholarscholar.google.comMesin pencari literatur ilmiah dengan hitungan “Cited by”; bukan indeks yang dikurasi
DOAJdoaj.orgDirektori jurnal akses terbuka yang telah melewati penilaian
GBIFgbif.orgData keberadaan dan daftar spesies dari seluruh dunia; setiap unduhan mendapat DOI
NCBIncbi.nlm.nih.govGenBank, BLAST, PubMed, PMC, Taxonomy, SRA
BPSbps.go.id, sumut.bps.go.idStatistik resmi Indonesia: pertanian, perikanan, kehutanan, lingkungan, kependudukan
RIN BRINdata.brin.go.idRepositori Ilmiah Nasional berbasis Dataverse untuk data penelitian
Kagglekaggle.comDataset dan notebook publik, termasuk sebagian dataset biologi
Satu Data Indonesiadata.go.idPortal data terbuka pemerintah (Perpres No. 39 Tahun 2019)
Dimensionsapp.dimensions.aiPublikasi, hibah, paten, dan dataset yang saling terhubung; publikasi dapat dicari gratis
Scopus Previewscopus.com/sourcesDaftar jurnal terindeks Scopus, profil penulis, dan CiteScore
Tabel 4. Sepuluh platform digital bidang biologi. Sumber: modul TILDA P2. Tampilan dan fitur platform dapat berubah sewaktu-waktu.

4.2 Peluang dan tantangan AI

AI gene­ra­tif mem­buka pelu­ang nyata bagi pem­be­la­ja­ran dan pene­li­tian bio­logi, tetapi mem­bawa tan­ta­ngan yang sama nya­ta­nya. Pilih ranah­nya pada Gambar 7 dan ban­ding­kan kedua kolom.

Ranah:
Peluang
  • Menjelaskan ulang konsep sulit dengan bahasa sederhana.
  • Membuat soal latihan.
  • Menerjemahkan artikel berbahasa Inggris.
Tantangan
  • Jawaban keliru yang terdengar meyakinkan.
  • Ketergantungan yang melemahkan latihan berpikir.
  • Risiko plagiarisme.
Peluang
  • Membantu menyusun kata kunci pencarian.
  • Menulis draf kode analisis R atau Python.
  • Meringkas artikel sebagai titik awal.
Tantangan
  • Rujukan fiktif (Walters & Wilder, 2023).
  • Fakta taksonomi atau biokimia yang salah.
  • Bias terhadap data negara maju dan bahasa Inggris.
  • Kebocoran data penelitian.
Gambar 7. Peluang dan tantangan AI dalam pembelajaran dan penelitian biologi. Sumber: modul TILDA P2.

Pan­duan GenAI Kemen­dik­bu­dris­tek (Direk­to­rat Jen­de­ral Pen­di­di­kan Tinggi, Riset, dan Tek­no­logi, 2024) mene­kan­kan empat hal yang seja­lan dengan aturan kelas TILDA:

AI sebagai alat bantuBukan pengganti berpikir kritis.
Literasi AIMemahami cara kerja dan keterbatasan AI.
Kenali risiko dan mitigasinyaTahu apa yang bisa salah dan cara mencegahnya.
Kriteria memilih alatMemilih alat AI dengan pertimbangan, bukan ikut-ikutan.

UNESCO (Miao & Holmes, 2023) juga menyo­roti per­lin­du­ngan pri­vasi data dan risiko penye­ra­ga­man pen­da­pat. Bila semua orang ber­ta­nya kepada alat yang sama, jawa­ban yang dite­rima pun cen­de­rung sera­gam.

Ingat aturan dari Pertemuan 1

Setiap pema­kaian AI dica­tat di log veri­fi­kasi, setiap ruju­kan dari AI dipe­riksa kebe­ra­da­an­nya, dan data pri­badi atau data pene­li­tian yang belum terbit tidak ditem­pel ke chat­bot publik.

Cek Pemahaman · Bab 4Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Anda ingin mengunduh data keberadaan spesies Rasbora di Sumatera Utara. Platform mana yang paling tepat?

Tepat. GBIF menyimpan data keberadaan (okurensi) spesies, dan setiap unduhan mendapat DOI.
Belum tepat. Anda mencari data spesies, bukan artikel atau daftar jurnal.
2

Mengapa jumlah hasil Google Scholar tidak bisa dipakai sebagai ukuran mutu?

Tepat. Google Scholar mengumpulkan apa saja yang tampak ilmiah, sehingga mutu hasilnya harus dinilai sendiri.
Belum tepat. Lihat keterangan Google Scholar pada Tabel 4.
3

Mana yang termasuk tantangan AI dalam penelitian biologi?

Tepat. Dua pilihan lain adalah peluang. Fakta yang salah adalah tantangan yang harus diwaspadai.
Belum tepat. Buka panel Penelitian pada Gambar 7 dan bandingkan kedua kolom.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • Pilih plat­form dari kebu­tu­han: arti­kel, repu­tasi jurnal, data spe­sies, seku­ens, sta­tis­tik resmi, atau tempat menyim­pan data.
  • Google Scho­lar bukan indeks ter­ku­rasi; kua­li­tas hasil­nya dini­lai sen­diri.
  • AI mem­buka pelu­ang dan mem­bawa tan­ta­ngan di pem­be­la­ja­ran maupun pene­li­tian; kedu­a­nya harus ditim­bang.
Jeda Sejenak

Plat­form mana yang paling ber­guna untuk topik skripsi yang mung­kin Anda ambil nanti, dan mengapa?

Praktik

Praktik C1 sampai C3: Basis Data, Verifikasi AI, dan Tugas Rutin 2

C1 dan C2 diker­ja­kan ber­ke­lom­pok di kelas (25 menit), sedang­kan C3 adalah pan­duan menyu­sun Tugas Rutin 2 secara indi­vidu di luar kelas. Teks ber­muka monos­pace adalah sesu­atu yang dike­tik atau diklik di kom­pu­ter.

Alur kerja PraktikDari basis data sampai esai
  1. Langkah 1C1 · Cari di ScholarKata kunci kelompok, Since 2021.
  2. Langkah 2C1 · Dimensions dan ScopusBandingkan hasil dan cek jurnalnya.
  3. Langkah 3C2 · Minta 5 artikel ke AILengkap dengan penulis, jurnal, DOI.
  4. Langkah 4C2 · Beri labelValid, metadata salah, tidak mendukung, fiktif.
  5. Langkah 5C3 · Tugas Rutin 2Mind map, esai, rujukan, bukti AI.
Gambar 8. Tiga prosedur praktik Pertemuan 2. Animasi berulang setiap 15 detik; tekan Jeda untuk berhenti.

C1. Pencarian artikel di tiga basis data

  1. Ten­tu­kan topik kelom­pok. Contoh topik: eDNA biodiversity monitoring Indonesia, virtual laboratory biology learning, atau camera trap Sumatran tiger.
  2. Cari di Google Scho­lar. Buka scholar.google.com, ketik kata kunci, lalu batasi tahun di panel kiri dengan Since 2021. Catat jumlah hasil dan tiga judul tera­tas.
  3. Cari di Dimen­si­ons. Buka app.dimensions.ai dan ketik kata kunci yang sama. Cen­tang filter Open Access bila perlu. Catat jumlah hasil dan tiga judul tera­tas.
  4. Cek jur­nal­nya di Scopus Pre­view. Buka scopus.com/sources dan ketik nama jurnal dari salah satu arti­kel. Catat apakah jurnal itu terin­deks dan berapa CiteScore-nya.
  5. Simpan bukti. Ambil tang­ka­pan layar hasil pen­ca­rian dan simpan di folder 02_P02.
Jumlah hasil bukan ukuran mutu

Google Scho­lar sering menam­pil­kan ribuan hasil, tetapi bukan indeks yang diku­rasi. Jumlah hasil yang besar tidak berarti topik­nya kuat atau arti­kel­nya ber­mutu. Yang Anda ban­ding­kan adalah rele­vansi tiga judul tera­tas dan repu­tasi jur­nal­nya.

C2. Membandingkan hasil pencarian dengan jawaban AI

  1. Ajukan prompt beri­kut dengan topik kelom­pok Anda.
Sebutkan 5 artikel ilmiah tentang <topik kelompok>
yang terbit 2021-2025, lengkap dengan penulis, jurnal, dan DOI.
  1. Periksa setiap arti­kel. Tempel DOI ke https://doi.org/ dii­kuti DOI-nya. Jika tidak ada DOI, cari judul­nya di search.crossref.org atau Google Scho­lar.
  2. Ban­ding­kan per kolom. Cocok­kan penu­lis, tahun, judul, nama jurnal, volume, dan hala­man.
  3. Beri label mengi­kuti alur pada Gambar 9: valid, meta­data salah, tidak men­du­kung klaim, atau fiktif. Hitung per­sen­ta­se­nya dan ban­ding­kan dengan temuan Wal­ters dan Wilder (2023).
Artikel dari AIDitemukan?di doi.org atau CrossrefMetadata cocok?penulis, judul, jurnal, tahunIsi mendukung klaim?cek kalimat di artikel asliyayayavalidtidakfiktiftidakmetadata salahtidaktidak mendukung klaimPersentase fiktif kelompok = jumlah artikel berlabel fiktif ÷ 5 artikel × 100%.
Geser gambar ke samping untuk melihat seluruhnya.
Gambar 9. Alur memberi label pada artikel yang disebut AI. Empat label mengikuti modul TILDA P2; urutan pemeriksaannya mengikuti langkah C2.

C3. Menyusun Tugas Rutin 2

  1. Per­ba­rui mind map P01. Tam­bah­kan cabang baru: plat­form digi­tal, TPACK, PPDAC, serta pelu­ang dan tan­ta­ngan AI. Guna­kan alat digi­tal seperti Canva, Miro, XMind, atau draw.io.
  2. Tulis esai ana­li­tis 2 sampai 3 hala­man dengan struk­tur beri­kut.
    • Pen­da­hu­luan: satu masa­lah bio­logi yang dipi­lih.
    • Ana­li­sis: TI dan data apa yang dipa­kai untuk masa­lah itu, serta keter­ba­ta­san­nya.
    • Peran AI: man­faat dan risiko, ber­da­sar­kan penga­la­man di C2.
    • Sim­pu­lan: satu reko­men­dasi kon­kret.
  3. Pakai mini­mal 5 ruju­kan ilmiah dalam format APA 7. Setiap ruju­kan harus bisa dite­mu­kan di Google Scho­lar atau Cross­ref.
  4. Lam­pir­kan bukti AI: prompt, cupli­kan jawa­ban, dan log veri­fi­kasi dari C2, ditam­bah refleksi satu para­graf ten­tang proses veri­fi­kasi.
  5. Unggah satu PDF ber­nama NIM_P02_TR2_Nama.pdf.
Analitis, bukan deskriptif

Esai des­krip­tif ber­henti di “apa”: GBIF adalah portal data kebe­ra­daan spe­sies. Esai ana­li­tis ber­ta­nya “lalu apa”: data GBIF untuk Suma­tera Utara mung­kin tidak merata antar­wi­la­yah, sehingga peta seba­ran yang dibuat dari­nya perlu ditaf­sir­kan hati-hati. Setiap para­graf ana­li­sis sebaik­nya memuat satu klaim, buk­ti­nya, dan keter­ba­ta­san­nya.

Poin Penting
  • Ban­ding­kan bebe­rapa basis data dan periksa repu­tasi jur­nal­nya, bukan hanya jumlah hasil.
  • Setiap arti­kel dari AI diberi satu label: valid, meta­data salah, tidak men­du­kung klaim, atau fiktif.
  • Tugas Rutin 2 meng­ga­bung­kan mind map yang diper­ba­rui, esai ana­li­tis, mini­mal lima ruju­kan, dan bukti pema­kaian AI.
Aktivitas dan Penugasan

Dari Ranah ke Esai: Aktivitas dan Tugas Pertemuan 2

Di tatap muka, kelom­pok Anda menga­na­li­sis satu ranah bio­logi, men­cari arti­kel di bebe­rapa basis data, mem­ban­ding­kan­nya dengan jawa­ban AI, lalu mem­pre­sen­ta­si­kan temu­an­nya. Di luar kelas, Anda menyu­sun Tugas Rutin 2 secara indi­vidu. Rang­kaian ini mela­tih keman­di­rian, kebe­ri­ni­si­a­ti­fan, etika ber­ko­mu­ni­kasi, kerja sama, dan tang­gung jawab.

A. Alur kegiatan tatap muka (2 × 50 menit)

Buka10′
Teori20′
Kasus20′
Praktik25′
Presentasi15′
Tutup10′
0 menit25 menit
Gambar 10. Panjang batang sebanding dengan durasi; praktik pencarian dan verifikasi (kuning) adalah porsi terbesar. Total 100 menit.
TahapWaktuKegiatan
Buka10 menitPresensi, tinjau ulang mind map P01 secara acak (2 mahasiswa). Pembentukan kelompok 4 sampai 5 orang.
Teori20 menitCeramah interaktif Bab 1 sampai Bab 4 dengan fokus pada TPACK dan PPDAC.
Kasus20 menitSetiap kelompok mendapat satu ranah (pendidikan, laboratorium, konservasi, bioinformatika, penelitian) dan menganalisis teknologi, jenis data, kemampuan literasi data, serta keterbatasannya.
Praktik25 menitProsedur C1 dan C2: pencarian di Google Scholar, Dimensions, atau Scopus Preview, lalu dibandingkan dengan jawaban AI.
Presentasi15 menitTiap kelompok 3 menit. Kelompok lain memberi satu pertanyaan.
Tutup10 menitPenjelasan Tugas Rutin 2 (Prosedur C3) dan refleksi tertulis.
Tabel 5. Rancangan kegiatan tatap muka Pertemuan 2. Sumber: modul TILDA P2.

B. Tugas Rutin 2, tugas individu

Tugas Rutin 2 melan­jut­kan mind map Tugas Rutin 1 dan menam­bah­kan esai ana­li­tis. Lang­kah pem­bu­a­tan­nya ada di Pro­se­dur C3 hala­man Prak­tik. Bobot­nya 5% dari nilai akhir.

1 · Mind map digital

Mind map P01 diperbarui dengan cabang platform digital, TPACK, PPDAC, serta peluang dan tantangan AI.

2 · Esai analitis

2 sampai 3 halaman: pendahuluan, analisis TI dan data, peran AI, serta simpulan berupa satu rekomendasi konkret.

3 · Minimal 5 rujukan

Rujukan ilmiah dalam format APA 7, semuanya dapat ditelusuri di Google Scholar atau Crossref.

4 · Bukti pemakaian AI

Prompt, cuplikan jawaban, dan log verifikasi dari Prosedur C2.

5 · Refleksi verifikasi

Satu paragraf tentang proses memverifikasi jawaban AI: apa yang ditemukan dan apa yang dipelajari.

Berkas

Satu PDF bernama NIM_P02_TR2_Nama.pdf, diunggah ke LMS sebelum batas waktu.

Skor maksimum rubrik umum

Pemahaman konsep25
Penggunaan teknologi25
Pengolahan data25
Kualitas produk25
Integritas dan etika20
025
Gambar 11. Skor maksimum lima aspek rubrik umum RPS. Untuk esai analitis, aspek pengolahan dan analisis data (kuning) menuntut interpretasi yang sesuai bukti, bukan sekadar deskripsi.

C. Kriteria penilaian

ProdukKriteria utama
Tugas Rutin 2Mind map digital yang lengkap dan akurat; esai yang analitis, bukan deskriptif; minimal 5 rujukan APA 7 yang dapat ditelusuri; bukti dan refleksi pemakaian AI. Dinilai dengan rubrik umum RPS.
Presentasi kelompokKetepatan contoh, kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan.
Tabel 6. Kriteria penilaian Pertemuan 2. Sumber: modul TILDA P2; bobot mengikuti RPS. Bobot Tugas Rutin 2: 5% dari nilai akhir.
Poin Penting Pengumpulan
  • Teng­gat Tugas Rutin 2: 3 hari setelah P2.
  • Satu PDF ber­nama NIM_P02_TR2_Nama.pdf berisi mind map, esai, daftar pus­taka, bukti AI, dan refleksi.
  • Setiap ruju­kan harus dapat dite­mu­kan di Google Scho­lar atau Cross­ref; ruju­kan yang hanya muncul di jawa­ban AI tidak dihi­tung.
Pojok Refleksi

Kembali ke Raka dan Nadira

Raka mema­suk­kan lima arti­kel dari chat­bot ke slide hanya karena semu­a­nya ber-DOI. Kini Anda tahu bahwa DOI pun bisa dika­rang. Setiap arti­kel perlu ditem­pel ke https://doi.org/, dico­cok­kan meta­da­ta­nya, lalu diberi label: valid, meta­data salah, tidak men­du­kung klaim, atau fiktif. Ribuan hasil di Google Scho­lar juga tidak berarti topik­nya kuat atau arti­kel­nya ber­mutu, karena Google Scho­lar bukan indeks yang diku­rasi. Raka perlu meme­riksa rele­vansi judul tera­tas dan repu­tasi jur­nal­nya di Scopus Pre­view atau DOAJ.

Nadira ter­goda oleh tek­no­logi paling cang­gih. Makransky et al. (2019) menun­juk­kan bahwa VR imer­sif mem­buat siswa merasa lebih hadir tetapi bela­jar lebih sedi­kit. Per­ta­nyaan TPACK-nya belum ter­ja­wab: mengapa VR, untuk konsep mito­sis, dengan cara apa? Data kupu-kupu­nya juga melom­pati dua tahap PPDAC. Satu kali hitu­ngan tanpa ren­cana dan tanpa data tahun sebe­lum­nya tidak bisa menun­juk­kan penu­ru­nan. Penye­bab­nya pun tidak pernah diukur, sehingga kesim­pu­lan yang jujur adalah “belum dapat dipas­ti­kan”.

Pertanyaan untuk Direnungkan

1. Tek­no­logi apa yang paling sering Anda pakai untuk bela­jar bio­logi? Apakah Anda memi­lih­nya karena cocok atau karena ter­bi­asa?

2. Per­nah­kah Anda meni­lai mutu sumber dari jumlah hasil pen­ca­rian atau jumlah sita­si­nya saja?

3. Tahap PPDAC mana yang paling sering Anda lewati saat menu­lis lapo­ran prak­ti­kum?

4. Seba­gai calon pene­liti atau calon guru, pelu­ang AI mana yang ingin Anda man­fa­at­kan, dan tan­ta­ngan mana yang paling perlu Anda was­pa­dai?

Janji kecil untuk memilih teknologi

  • Saya memi­lih tek­no­logi ber­da­sar­kan konsep dan tujuan, bukan karena paling cang­gih.
  • Saya men­cari di lebih dari satu basis data dan meme­riksa repu­tasi jur­nal­nya.
  • Saya mem­buka setiap DOI dari jawa­ban AI dan mem­be­ri­nya label.
  • Saya meren­ca­na­kan pengam­bi­lan data sebe­lum mengum­pul­kan­nya.
  • Saya menu­lis batas kesim­pu­lan: di mana ber­laku dan apa yang belum dapat dipas­ti­kan.
  • Saya menu­lis esai yang menga­na­li­sis, bukan hanya meng­gam­bar­kan.

Jawa­ban Anda tidak dini­lai; guna­kan untuk meli­hat kebi­a­saan mana yang perlu diba­ngun lebih dulu. Mulai­lah dari yang paling kecil: sebe­lum mema­kai alat baru, tulis satu kali­mat jawa­ban untuk per­ta­nyaan “mengapa alat ini?”. Di Per­te­muan 3, Anda akan mem­buka sen­diri data dari GBIF dan NCBI dan menge­nali bentuk serta for­mat­nya.

“Pertanyaan yang tepat memilih alatnya; alat yang canggih tidak bisa memilihkan pertanyaan.”
Rujukan

Glosarium dan Daftar Pustaka

Glosarium

IstilahArti sederhana
TPACKTechnological Pedagogical Content Knowledge; integrasi teknologi yang baik terjadi di irisan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten (Mishra & Koehler, 2006)
PCKPedagogical content knowledge; pengetahuan tentang cara mengajarkan suatu konten, gagasan Shulman yang dikembangkan menjadi TPACK
Realitas virtual imersifTampilan lewat headset yang membuat pengguna seolah berada di dalam lingkungan buatan
BLASTBasic Local Alignment Search Tool; alat untuk mencocokkan sekuens DNA atau protein dengan basis data NCBI
AlphaFoldModel AI yang memprediksi struktur tiga dimensi protein dari sekuens asam amino
PPDACSiklus inkuiri Problem, Plan, Data, Analysis, Conclusion (Wild & Pfannkuch, 1999)
TransekJalur pengamatan tetap yang dilalui dengan cara yang sama setiap kali pengamatan
OkurensiCatatan keberadaan suatu spesies di tempat dan waktu tertentu
Indeks terkurasiBasis data yang memilih jurnal berdasarkan penilaian mutu, misalnya Scopus dan DOAJ; Google Scholar bukan indeks terkurasi
CiteScoreMetrik sitasi jurnal yang ditampilkan Scopus
DOIDigital Object Identifier; pengenal persisten untuk artikel atau dataset, dapat dibuka lewat doi.org
Repositori dataTempat menyimpan, mengutip, dan berbagi data penelitian, misalnya RIN BRIN
Metadata salahLabel untuk artikel dari AI yang ada, tetapi penulis, tahun, judul, jurnal, volume, atau halamannya tidak cocok
Esai analitisEsai yang tidak berhenti pada penjelasan, tetapi menimbang bukti, keterbatasan, dan implikasinya

Daftar Pustaka

Altschul, S. F., Gish, W., Miller, W., Myers, E. W., & Lipman, D. J. (1990). Basic local alignment search tool. Journal of Molecular Biology, 215(3), 403-410. https://doi.org/10.1016/S0022-2836(05)80360-2

Calzada Prado, F. J., & Marzal, M. Á. (2013). Incorporating data literacy into information literacy programs: Core competencies and contents. Libri, 63(2), 123-134. https://doi.org/10.1515/libri-2013-0010

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. (2024). Panduan penggunaan generative artificial intelligence (GenAI) pada pembelajaran di perguruan tinggi. Kemendikbudristek. https://s.id/PanduanGenAI

GBIF Secretariat. (2026). Activity report: Indonesia. https://analytics-files.gbif.org/country/ID/GBIF_CountryReport_ID.pdf

Jumper, J., Evans, R., Pritzel, A., et al. (2021). Highly accurate protein structure prediction with AlphaFold. Nature, 596(7873), 583-589. https://doi.org/10.1038/s41586-021-03819-2

Makransky, G., Terkildsen, T. S., & Mayer, R. E. (2019). Adding immersive virtual reality to a science lab simulation causes more presence but less learning. Learning and Instruction, 60, 225-236. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2017.12.007

Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386693

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017-1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x

Walters, W. H., & Wilder, E. I. (2023). Fabrication and errors in the bibliographic citations generated by ChatGPT. Scientific Reports, 13, 14045. https://doi.org/10.1038/s41598-023-41032-5

Wild, C. J., & Pfannkuch, M. (1999). Statistical thinking in empirical enquiry. International Statistical Review, 67(3), 223-248. https://doi.org/10.1111/j.1751-5823.1999.tb00442.x

Wolff, A., Gooch, D., Cavero Montaner, J. J., Rashid, U., & Kortuem, G. (2016). Creating an understanding of data literacy for a data-driven society. The Journal of Community Informatics, 12(3), 9-26.

Beranda

Selamat Datang di Pertemuan 2

Sela­mat datang di per­te­muan kedua. Di Per­te­muan 1 Anda menge­nal tek­no­logi infor­masi, hie­rarki DIKW, trans­for­masi digi­tal, dan lite­rasi data. Kali ini Anda meli­hat semu­a­nya bekerja: bagai­mana tek­no­logi dipi­lih untuk pem­be­la­ja­ran, alat apa yang dipa­kai di setiap tahap pene­li­tian, bagai­mana kepu­tu­san ilmiah diam­bil dari data, plat­form mana yang menyim­pan data bio­logi, dan apa pelu­ang serta tan­ta­ngan AI. Modul ini disu­sun untuk maha­siswa Bio­logi dan Pen­di­di­kan Bio­logi seka­li­gus.

Identitas Modul
Mata kuliahTeknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA), 2 SKS, semester 3
PertemuanKe-2: Pemanfaatan TI dan Literasi Data dalam Biologi
SasaranMahasiswa Prodi Biologi dan Prodi Pendidikan Biologi
Sub-CPMKSub-CPMK 1. Menjelaskan konsep dasar teknologi informasi, literasi data, transformasi digital, dan perannya dalam ilmu biologi.
IndikatorMengidentifikasi manfaat teknologi informasi dan literasi data dalam pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu biologi.
MetodeCase method, diskusi kelompok, presentasi, refleksi
MediaLaptop/PC, proyektor, LMS, Google Scholar, Scopus Preview, Dimensions, NCBI, GBIF, ChatGPT/Copilot/Gemini, PowerPoint, internet
Nilai karakterKemandirian, keberinisiatifan, etika berkomunikasi, kerja sama, tanggung jawab
TagihanTugas Rutin 2 (individu): mind map digital, esai analitis 2-3 halaman, minimal 5 rujukan APA 7, bukti pemakaian AI dan refleksi verifikasinya
Bobot penilaianTugas Rutin 2: 5% dari nilai akhir
Alokasi waktu2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri

Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:

  1. Men­je­las­kan tujuh kom­po­nen TPACK dan mema­kai­nya untuk meni­lai pema­kaian tek­no­logi dalam pem­be­la­ja­ran bio­logi.
  2. Meme­ta­kan alat digi­tal ke setiap tahap pene­li­tian bio­logi, ter­ma­suk BLAST dan AlphaFold.
  3. Mene­rap­kan siklus PPDAC untuk meni­lai sebuah kepu­tu­san ilmiah, ter­ma­suk batas kesim­pu­lan­nya.
  4. Memi­lih plat­form digi­tal yang tepat untuk kebu­tu­han lite­ra­tur dan data bio­logi.
  5. Mem­ban­ding­kan hasil basis data ilmiah dengan jawa­ban AI dan mem­beri label pada setiap arti­kel.
  6. Menim­bang pelu­ang dan tan­ta­ngan AI secara berim­bang, lalu menyu­sun Tugas Rutin 2.
1TPACKTeknologi yang cocok untuk belajar.
2PenelitianAlat di setiap tahap, BLAST, AlphaFold.
3PPDACKeputusan dari rangkaian langkah.
4Platform dan AISumber data, peluang, tantangan.
5Praktik dan tugasC1 sampai C3, Tugas Rutin 2.
Peta modul. Dari memilih alat, ke memakai data, ke menimbang AI, lalu ke tugas.
Cara Memakai E-Modul Ini

Guna­kan menu di atas untuk ber­pin­dah bagian, atau tombol di bawah setiap hala­man untuk melan­jut­kan. Setiap bagian punya alamat sen­diri, jadi Anda bisa menyim­pan atau mem­ba­gi­kan tautan ke bab ter­tentu, dan tombol Back di peram­ban mem­bawa Anda ke bagian sebe­lum­nya.

Setiap bab dibuka dengan time­line ber­ge­rak yang merang­kum lang­kah ker­ja­nya dan ditu­tup dengan kuis Cek Pema­ha­man. Modul ini juga memuat lima gambar inte­rak­tif; klik tombol di dalam gambar untuk ber­pin­dah tam­pi­lan. Siap­kan mind map Tugas Rutin 1 dan satu alat AI sebe­lum masuk ke hala­man Prak­tik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Teknologi Informasi, Transformasi Digital, dan Literasi Data
Next post Jenis, Sumber, Struktur, dan Format Data Biologi