Pengolahan, Analisis Deskriptif, dan Visualisasi Data Biologi

E-Modul Pertemuan 7 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)

Dari Data Mentah ke Grafik yang Jujur

Pengolahan, Analisis Deskriptif, dan Visualisasi Data Biologi untuk Riset dan Sekolah

BiologiPendidikan Biologi

Jurusan Biologi · FMIPA Universitas Negeri Medan · Semester Ganjil 2026/2027
Penyusun: Eko Prasetya, S.Pd., M.Sc.

Pengantar

Dari Pasar ke Meja Makan

Arsik ikan mas tidak disa­ji­kan lang­sung dari pasar. Ikan­nya diber­sih­kan dulu, sisik­nya dibu­ang, bum­bu­nya diha­lus­kan, anda­li­man­nya dipi­lih, lalu semu­a­nya dima­sak dengan urutan yang tepat. Baru­lah hida­ngan ditata di piring. Juru masak yang baik juga tahu bahwa ikan yang busuk tidak akan men­jadi enak hanya karena disa­ji­kan di piring yang indah.

Data pene­li­tian bekerja dengan cara serupa. Angka yang baru dica­tat dari lembar penga­ma­tan atau diun­duh dari GBIF dan BPS adalah bahan mentah. Angka itu perlu ditata, diber­sih­kan, diolah men­jadi sta­tis­tik, lalu disa­ji­kan seba­gai tabel dan grafik yang jujur. Pada Per­te­muan 3 Anda sudah menge­nal jenis dan format data bio­logi. Per­te­muan ini menga­jak Anda mengo­lah data itu sen­diri dengan spre­ads­heet sampai men­jadi grafik dan info­gra­fis yang siap dibaca orang lain.

Dari pasar ke meja makanPerjalanan data dalam sebelas detik
perlakuanulangantinggi_cmgelap Gelap114114,1GELAPGelap213,8Gelap30NACahaya 50%18,7 cm8,7n15rerata14,2 cmSD1,0 cmPerlakuan Gelap, data simulasi0481216Tinggi (cm)GelapCahaya 25%Cahaya 50%Cahaya 100%Kecambah di tempat gelap tumbuh paling tinggi
  1. PasarData mentah berserakan
  2. DapurDibersihkan dan ditata
  3. KomporDiolah menjadi statistik
  4. Meja makanDisajikan sebagai grafik
Angka merah adalah kesalahan khas data mentah: spasi berlebih, huruf kapital tidak seragam, koma desimal hilang, data hilang yang diisi 0, dan satuan di dalam sel. Animasi diputar setiap kali halaman ini dibuka; data simulasi.
Riset · Biologi

Anda akan mengolah data pengamatan

Misal­nya tinggi kecam­bah dari prak­ti­kum, data oku­rensi GBIF, atau sta­tis­tik peri­ka­nan BPS, sampai siap dila­por­kan dalam arti­kel atau Mini Riset.

Sekolah · Pendidikan Biologi

Anda akan mengolah data pembelajaran

Misal­nya data prak­ti­kum per­ke­cam­ba­han siswa SMA atau skor tes dan angket, lalu menya­ji­kan­nya dengan grafik yang mudah dipa­hami siswa.

Apersepsi: mana grafik yang lebih jujur?

Dua grafik di bawah ini dibuat dari data yang sama persis: tinggi kecam­bah pada dua per­la­kuan, sepu­luh ula­ngan masing-masing. Grafik mana yang lebih jujur meng­gam­bar­kan data­nya? Ten­tu­kan pili­han Anda beserta ala­san­nya, baru buka pem­ba­ha­san.

Grafik A · batang rerata0481216Tinggi kecambah (cm)10,05Perlakuan P10,05Perlakuan Q
Grafik B · setiap titik data0481216Tinggi kecambah (cm)rerataPerlakuan PrerataPerlakuan Q
Gambar 1. Dua grafik dari data simulasi yang sama: tinggi kecambah (cm) pada perlakuan P dan Q, n = 10 per perlakuan.
Lihat pembahasan

Grafik B lebih jujur. Pada Grafik A kedua per­la­kuan tampak sama persis karena rera­ta­nya memang sama, yaitu 10,05 cm. Grafik B mem­per­li­hat­kan apa yang disem­bu­nyi­kan batang: kecam­bah per­la­kuan P tumbuh sera­gam di seki­tar 10 cm, sedang­kan per­la­kuan Q ter­be­lah men­jadi dua kelom­pok, seki­tar 6 sampai 7 cm dan seki­tar 13 sampai 14 cm. Pola seperti itu bisa menan­da­kan dua kelom­pok benih yang ber­beda atau kesa­la­han pen­ca­ta­tan, dan perlu dipe­riksa sebe­lum disim­pul­kan.

Inilah peri­nga­tan Weiss­ger­ber et al. (2015): grafik batang rerata untuk data kon­tinu dapat menyem­bu­nyi­kan seba­ran data. Bab 4 mem­ba­has cara memi­lih grafik yang tepat.

Studi Kasus Mini · Raka dan Nadira Mengolah Data Pertama MerekaKisah rekaan untuk ilustrasi, lanjutan dari Pertemuan 5 dan 6
RN
Raka dan Nadiramalam sebelum praktikum olah data
RakaNad, data kecambah kelompokku aneh. Harusnya 60 baris, kok jadi 62?
RakaAda satu sel kosong, kuisi 0 saja supaya rumusnya jalan.
RakaLabel perlakuannya juga campur: gelap, Gelap, GELAP. Terus ada kecambah umur tujuh hari yang tingginya 141 cm.
RakaAnehnya, di grafik batangku perlakuan gelap malah paling rendah. Padahal dugaanku paling tinggi.
NadiraAku juga lagi mengolah skor angket literasi data dua kelas SMA buat tugas.
NadiraKubuat diagram lingkaran 3D, sembilan potongan, warnanya merah dan hijau biar meriah.
NadiraKesimpulanku: rerata kelas A lebih tinggi. Sudah, begitu saja cukup, kan?

Apa saja yang perlu diperbaiki Raka dan Nadira? Catat dugaan Anda. Kita kembali ke mereka di Pojok Refleksi.

“Data yang kotor tidak menjadi bersih hanya karena grafiknya indah.”Begitu pula manusia hanyalah seonggok daging penuh cela yang tidak menjadi abadi hanya karena status sosialnya tinggi dan feed Instagram-nya rapi.
Poin Penting
  • Per­te­muan 7 ber­fo­kus pada mengo­lah, menga­na­li­sis, dan menya­ji­kan data bio­logi dengan spre­ads­heet.
  • Uru­tan­nya tetap: tata, ber­sih­kan, hitung, lalu saji­kan. Melom­pati satu tahap mem­buat hasil akhir menye­sat­kan.
  • Semua kete­ram­pi­lan ini dipa­kai untuk Mini Riset 1, tugas kelom­pok yang ber­lan­jut sampai sete­lah UTS.
Bab 1

Alur Pengolahan Data dan Bentuk Tidy

Sebe­lum menyen­tuh rumus atau grafik, kenali dulu alur­nya. Data mele­wati bebe­rapa tahap, dan setiap tahap punya peker­jaan yang jelas di spre­ads­heet. Bab ini juga mem­ba­has satu kepu­tu­san seder­hana yang menen­tu­kan mudah atau sulit­nya selu­ruh tahap beri­kut­nya: bentuk tabel.

Alur kerja Bab 1Alur data dari lapangan sampai pembaca
  1. Langkah 1KumpulkanLembar pengamatan praktikum, unduhan GBIF, atau tabel BPS.
  2. Langkah 2Tata menjadi tidySatu kolom satu variabel, satu baris satu pengamatan, plus kamus data.
  3. Langkah 3BersihkanLabel, sel teks, data hilang, baris ganda, dan pencilan.
  4. Langkah 4Analisisn, rerata, median, SD, dan SE per kelompok.
  5. Langkah 5SajikanGrafik bertajuk lengkap, infografis, atau dasbor.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

1.1 Tahap-tahap pengolahan data

Model siklus hidup data DataONE (Mic­he­ner, 2015) menye­but dela­pan tahap: Plan, Col­lect, Assure, Desc­ribe, Pre­serve, Dis­co­ver, Inte­grate, dan Analyze. Tabel 1 meme­ta­kan tahap itu ke peker­jaan yang Anda laku­kan di spre­ads­heet. Visu­a­li­sasi dan komu­ni­kasi bukan tahap ter­sen­diri di DataONE, sehingga di sini diper­la­ku­kan seba­gai lan­ju­tan ana­li­sis.

Tahap di kelasDataONEKegiatan di spreadsheet
PengumpulanCollectLembar pengamatan praktikum, unduhan GBIF atau BPS
PengorganisasianDescribeTata letak tidy, kamus data, nama variabel konsisten
PembersihanAssureTRIM, Remove Duplicates, validasi, sel kosong, pencilan
Transformasi dan tabulasiIntegrateMengubah satuan, menggabungkan tabel, PivotTable
AnalisisAnalyzeAVERAGE, STDEV.S, QUARTILE.INC, Analysis ToolPak
Visualisasi dan interpretasiAnalyze + DescribeGrafik bertajuk lengkap dengan satuan
KomunikasiPreserve + DiscoverInfografis atau dasbor, arsip data mentah
Tabel 1. Tahap pengolahan data di kelas dan padanannya pada siklus hidup data DataONE. Sumber: modul TILDA P7, merujuk Michener (2015).
Biologi

Sumber data yang khas

Lembar penga­ma­tan prak­ti­kum, undu­han oku­rensi GBIF, sta­tis­tik peri­ka­nan atau kehu­ta­nan BPS, dan data pene­li­tian di RIN BRIN.

Pendidikan Biologi

Sumber data yang khas

Lembar kerja prak­ti­kum siswa, skor pre­test dan post­test, angket sikap atau lite­rasi, dan hasil obser­vasi keter­lak­sa­naan pem­be­la­ja­ran.

1.2 Bentuk lebar dan bentuk tidy

Tabel BPS dan lembar prak­ti­kum sering ber­ben­tuk lebar: setiap ula­ngan atau tahun dija­di­kan kolom ter­sen­diri. Bentuk ini enak dibaca mata, tetapi PivotTable, Looker Studio, Tableau, dan Power BI mem­bu­tuh­kan bentuk pan­jang yang dise­but tidy. Dalam bentuk tidy, setiap kolom berisi satu vari­a­bel, setiap baris berisi satu penga­ma­tan, dan setiap sel berisi satu nilai. Ban­ding­kan kedu­a­nya pada Gambar 2.

Bentuk tabel:
perlakuanU1U2U3
Gelap14,113,815,0
Cahaya 50%8,79,28,1

Enak dibaca, sulit diolah. Nilai tinggi kecambah tersebar di tiga kolom (U1, U2, U3). Nomor ulangan bersembunyi di nama kolom, bukan di dalam data.

Akibatnya PivotTable tidak bisa langsung menghitung rerata per perlakuan, dan menambah ulangan keempat berarti menambah kolom baru.

perlakuanulangantinggi_cm
Gelap114,1
Gelap213,8
Gelap315,0
Cahaya 50%18,7
Cahaya 50%29,2
Cahaya 50%38,1

Satu kolom satu variabel: perlakuan, ulangan, dan tinggi masing-masing punya kolom sendiri.

Satu baris satu pengamatan: satu kecambah, satu baris.

Satu sel satu nilai: angka saja, tanpa satuan; satuannya ditulis di nama kolom.

Gambar 2. Data yang sama dalam bentuk lebar dan bentuk tidy. Angka ilustratif dari modul TILDA P7.

Bentuk tidy juga memu­dah­kan pem­ber­si­han. Broman dan Woo (2018) menya­ran­kan data disim­pan seba­gai satu per­segi pan­jang yang rapi, dengan satu nilai di setiap sel dan nama vari­a­bel yang kon­sis­ten. Kete­ra­ngan ten­tang setiap kolom ditu­lis di kamus data, bukan di dalam sel atau dengan warna sel.

KolomArtiAturan isian
id_sampelKode unik setiap kecambahTeks, tidak boleh ganda
perlakuanKondisi cahayaGelap, Cahaya 25%, Cahaya 50%, atau Cahaya 100%
ulanganNomor ulangan dalam perlakuanBilangan bulat 1 sampai 15
tinggi_cm_h7Tinggi kecambah hari ke-7Angka dalam cm, satu desimal; NA bila tidak terukur
tanggal_ukurTanggal pengukuranFormat YYYY-MM-DD
Tabel 2. Contoh kamus data untuk data kecambah. Sesuaikan nama kolom dengan dataset Anda.
Tips: nama variabel yang baik

Pakai huruf kecil, ganti spasi dengan garis bawah, dan ser­ta­kan satuan bila perlu: tinggi_cm_h7 lebih jelas dari­pada Tinggi (cm) hari 7. Nama yang kon­sis­ten mem­buat rumus, PivotTable, dan dasbor lebih mudah disu­sun.

Cek Pemahaman · Bab 1Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Tabel praktikum menuliskan ulangan U1, U2, dan U3 sebagai kolom terpisah. Bentuk tabel apakah ini?

Tepat. Dalam bentuk lebar, nilai satu variabel tersebar di beberapa kolom. Untuk diolah dengan PivotTable atau dasbor, ubah menjadi tidy.
Belum tepat. Perhatikan bahwa nilai tinggi kecambah tersebar di tiga kolom. Bandingkan dengan Gambar 2.
2

Mana yang sesuai dengan prinsip data tidy?

Tepat. Satuan ditulis di nama kolom, bukan di dalam sel, dan warna sel bukan data.
Belum tepat. Ingat tiga aturan pada Gambar 2: kolom, baris, dan sel.
3

Pada siklus hidup data DataONE, pembersihan data termasuk tahap apa?

Tepat. Assure berarti memastikan mutu data: label, sel kosong, baris ganda, dan pencilan diperiksa di tahap ini.
Belum tepat. Lihat lagi Tabel 1 pada baris Pembersihan.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • Pengo­la­han data ber­ge­rak dari pengum­pu­lan, pengor­ga­ni­sa­sian, pem­ber­si­han, trans­for­masi, ana­li­sis, sampai visu­a­li­sasi dan komu­ni­kasi.
  • Bentuk tidy: satu kolom satu vari­a­bel, satu baris satu penga­ma­tan, satu sel satu nilai.
  • Kamus data men­je­las­kan arti dan aturan isian setiap kolom.
Jeda Sejenak

Ingat satu tabel prak­ti­kum yang pernah Anda isi. Apakah ben­tuk­nya lebar atau tidy? Kolom mana yang harus dipe­cah agar men­jadi tidy?

Bab 2

Membersihkan Data: Deteksi Dulu, Perbaiki Kemudian

Data mentah hampir selalu kotor: label ditu­lis bera­gam, ada sel kosong, ada baris yang ter­ca­tat dua kali, dan ada angka yang ter­lalu besar atau ter­lalu kecil. Mem­ber­sih­kan data bukan berarti mengu­bah data sesuka hati. Setiap peru­ba­han harus punya alasan dan ter­ca­tat, sehingga orang lain bisa mene­lu­su­ri­nya kem­bali.

Alur kerja Bab 2Urutan membersihkan data dengan aman
  1. Langkah 1Amankan data mentahSimpan salinan; data asli tidak pernah diubah.
  2. Langkah 2Deteksi masalahTemukan label beragam, sel kosong, baris ganda, dan pencilan tanpa mengubah apa pun.
  3. Langkah 3Perbaiki di salinanGunakan kolom bantu atau sheet kerja, bukan data mentah.
  4. Langkah 4Catat di logBaris, nilai lama, nilai baru, dan alasannya.
  5. Langkah 5Baru hapus baris gandaSetelah label dibersihkan dan barisnya diperiksa satu per satu.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

2.1 Urutan yang aman

Urutan yang aman adalah: aman­kan data mentah, deteksi masa­lah tanpa mengu­bah apa pun, per­baiki di kolom bantu atau sheet sali­nan, catat setiap peru­ba­han, dan baru hapus baris ganda. Fitur Remove Dupli­ca­tes di Excel meng­ha­pus data secara per­ma­nen dan meni­lai kesa­maan ber­da­sar­kan nilai yang tampil. Aki­bat­nya “Gelap” dan “Gelap ” (dengan spasi di akhir) diang­gap ber­beda sampai spa­si­nya diber­sih­kan.

KeperluanExcelGoogle Sheets
Hapus baris gandaData > Data Tools > Remove DuplicatesData > Data cleanup > Remove duplicates
Sorot baris gandaHome > Conditional Formatting > Highlight Cells Rules > Duplicate ValuesFormat bersyarat dengan rumus COUNTIF
Hapus spasi berlebih=TRIM(B2)Data > Data cleanup > Trim whitespace, atau =TRIM(B2)
Pecah teks ke kolomData > Data Tools > Text to ColumnsData > Split text to columns
Batasi isianData > Data Tools > Data ValidationData > Data validation
Temukan sel kosongHome > Find & Select > Go To Special > BlanksData > Column stats
Ringkasan cepat per kolomAnalysis ToolPak (desktop)Data > Column stats; Data > Data cleanup > Cleanup suggestions
Tabel 3. Menu pembersihan data di Excel dan Google Sheets. Sumber: modul TILDA P7; Google (t.t.).
Perhatian: pengaturan regional mengubah tanda pemisah

Excel mengam­bil pemi­sah argu­men rumus dari penga­tu­ran regi­o­nal Win­dows (File > Opti­ons > Advan­ced > Use system sepa­ra­tors). Pada penga­tu­ran Indo­ne­sia, koma adalah tanda desi­mal sehingga argu­men rumus dipi­sah titik koma: =COUNTIF(A2:A61;"Gelap"). Akibat lain­nya, berkas CSV inter­na­si­o­nal yang mema­kai titik desi­mal (misal­nya 39.1) bisa ter­baca salah bila dibuka dengan klik ganda. Buka lewat Data > Get Data > From Text/CSV, atau pakai =NUMBERVALUE(A2;".";",").

2.2 Data hilang: jangan diisi nol

Nol adalah hasil pengu­ku­ran, misal­nya nol indi­vidu ter­ca­tat dalam satu petak, bukan tanda “tidak ada data”. Broman dan Woo (2018) menya­ran­kan kode tetap seperti NA yang dije­las­kan di kamus data. Fungsi AVERAGE, MEDIAN, dan STDEV.S mele­wati sel kosong maupun teks NA, tetapi tidak mele­wati angka 0. Coba sen­diri pada Gambar 3.

Sel yang hilang diisi:
A
1tinggi_cm
240
342
4NA0
5=AVERAGE(A2:A4)
4127,3
Tepat. AVERAGE melewati NA dan menghitung (40 + 42) ÷ 2 = 41.Menyesatkan. Nol ikut dihitung sebagai hasil ukur: (40 + 42 + 0) ÷ 3 = 27,3.
Gambar 3. Pengaruh mengisi data hilang dengan nol. Contoh dari modul TILDA P7.

2.3 Pencilan: tandai, periksa, putuskan

Menu­rut aturan pagar Tukey (1977), nilai di bawah Q1 − 1,5 × IQR atau di atas Q3 + 1,5 × IQR, dengan IQR = Q3 − Q1, adalah calon pen­ci­lan. Pen­ci­lan tidak oto­ma­tis diha­pus. Periksa dulu: salah ketik? salah satuan, misal­nya gram dan kilo­gram? atau memang nilai bio­lo­gis yang eks­trem? Kepu­tu­san­nya dica­tat di log. Ikuti keem­pat lang­kah­nya pada Gambar 4, mema­kai sebe­las nilai tinggi kecam­bah per­la­kuan Gelap.

12,8 · 13,4 · 13,8 · 14,0 · 14,1 · 14,3 · 14,6 · 14,9 · 15,0 · 15,4 · 141
121314151617Tinggi kecambah (cm)141Q1 = 13,9Q3 = 14,95pagar bawah 12,325pagar atas 16,525calon pencilan

1 · Urutkan data

Urutkan nilai dari yang terkecil. Satu nilai langsung mencolok: 141 cm untuk kecambah berumur tujuh hari, jauh di luar sumbu.

2 · Hitung Q1 dan Q3

=QUARTILE.INC(D2:D12;1) menghasilkan Q1 = 13,9 cm dan =QUARTILE.INC(D2:D12;3) menghasilkan Q3 = 14,95 cm. Separuh data berada di antara keduanya.

3 · Hitung IQR dan pagar

IQR = 14,95 − 13,9 = 1,05. Pagar bawah = 13,9 − 1,5 × 1,05 = 12,325. Pagar atas = 14,95 + 1,5 × 1,05 = 16,525. Nilai 12,8 masih di dalam pagar; nilai 141 jauh di luar.

4 · Periksa dan putuskan

Nilai 141 sekitar sepuluh kali lipat nilai lain, jadi kemungkinan besar koma desimalnya hilang dan nilai sebenarnya 14,1. Cocokkan dengan lembar pengamatan asli. Bila memang salah ketik, perbaiki dan catat di log: baris, nilai lama, nilai baru, dan alasannya.

Gambar 4. Empat langkah aturan pagar Tukey (1977) pada data simulasi. Kuartil dihitung dengan QUARTILE.INC.

2.4 Baris ganda

Ten­tu­kan dulu defi­nisi “reka­man yang sama”: ID sampel yang sama, atau gabu­ngan spe­sies, tang­gal, lokasi, dan penga­mat. Tandai calon baris ganda dengan COUNTIF atau COUNTIFS, periksa satu per satu, baru hapus di sheet sali­nan. Jangan lang­sung mene­kan Remove Dupli­ca­tes pada data mentah.

=COUNTIF($A$2:$A$63;A2)>1
Contoh 1. Rumus penanda baris ganda berdasarkan kolom id_sampel. Hasil TRUE berarti ID itu muncul lebih dari sekali.
Biologi

Pencilan yang nyata

Tidak semua pen­ci­lan adalah kesa­la­han. Ikan beru­ku­ran jauh lebih besar dari rata-rata tang­ka­pan bisa memang ada. Bila tidak ada bukti salah ketik atau salah satuan, nilai itu diper­ta­han­kan dan diba­has.

Pendidikan Biologi

Kesalahan yang khas di data kelas

Skor 110 pada tes bers­kala 0 sampai 100 pasti salah ketik. Siswa yang tidak hadir saat post­test diberi NA, bukan 0, karena nol berarti siswa hadir tetapi tidak men­ja­wab benar satu soal pun.

Cek Pemahaman · Bab 2Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Satu kecambah tidak terukur karena patah. Sel tingginya diisi apa?

Tepat. Nol adalah hasil ukur. NA atau sel kosong dilewati oleh AVERAGE, MEDIAN, dan STDEV.S.
Belum tepat. Ingat Gambar 3: apa yang terjadi pada rerata bila sel yang hilang diisi 0?
2

Diketahui Q1 = 13,9 dan Q3 = 14,95. Berapa pagar atas Tukey?

Tepat. IQR = 14,95 − 13,9 = 1,05, sehingga pagar atas = 14,95 + 1,5 × 1,05 = 16,525.
Belum tepat. Hitung dulu IQR = Q3 − Q1, lalu tambahkan 1,5 × IQR pada Q3.
3

Mengapa “Gelap” dan “Gelap ” (dengan spasi di akhir) bisa lolos dari Remove Duplicates?

Tepat. Bersihkan dulu dengan TRIM, baru hapus baris ganda.
Belum tepat. Perhatikan perbedaan kedua label itu: hanya satu spasi di akhir.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • Aman­kan data mentah, deteksi, per­baiki di sali­nan, catat, baru hapus baris ganda.
  • Data hilang ditu­lis NA atau dibi­ar­kan kosong, tidak pernah diisi 0.
  • Pen­ci­lan ditan­dai dengan pagar Tukey, dipe­riksa, lalu dipu­tus­kan dengan alasan yang dica­tat.
Jeda Sejenak

Bila teman Anda mem­buka data hasil pem­ber­si­han Anda, apa yang ia butuh­kan untuk menge­ta­hui apa saja yang sudah diubah?

Bab 3

Statistik Deskriptif: Meringkas Data dengan Angka

Enam puluh angka tinggi kecam­bah sulit dibaca satu per satu. Sta­tis­tik des­krip­tif mering­kas­nya men­jadi bebe­rapa angka yang ber­makna: berapa banyak data­nya, di mana pusat­nya, dan sebe­rapa lebar seba­ran­nya. Angka-angka inilah yang nanti ditu­lis di tabel hasil dan digam­bar di grafik.

Alur kerja Bab 3Dari angka mentah ke tabel hasil
  1. Langkah 1Pastikan data bersihStatistik dari data kotor akan ikut salah.
  2. Langkah 2Ukuran pusatHitung n, rerata, dan median dengan COUNT, AVERAGE, dan MEDIAN.
  3. Langkah 3Ukuran sebaranSD dengan STDEV.S, kuartil dengan QUARTILE.INC, SE = SD/√n.
  4. Langkah 4Per kelompokPivotTable, AVERAGEIF, atau Analysis ToolPak untuk setiap perlakuan.
  5. Langkah 5Laporkan lengkapRerata ± SD atau SE, n, satuan, dan dua angka desimal.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

3.1 Rumus statistik deskriptif di spreadsheet

StatistikRumus (data di D2:D61)Catatan
n=COUNT(D2:D61)Hanya menghitung sel berisi angka
Rerata=AVERAGE(D2:D61)Peka terhadap pencilan
Median=MEDIAN(D2:D61)Tahan terhadap pencilan
Minimum, maksimum=MIN(D2:D61), =MAX(D2:D61)Berguna untuk menemukan nilai janggal
Simpangan baku sampel=STDEV.S(D2:D61)Pembagi n − 1. Dipakai untuk sampel praktikum atau lapangan
Simpangan baku populasi=STDEV.P(D2:D61)Hanya bila data mencakup seluruh populasi
Kuartil 1 dan 3=QUARTILE.INC(D2:D61;1), ;3Untuk IQR dan pagar pencilan
Galat baku (SE)=STDEV.S(D2:D61)/SQRT(COUNT(D2:D61))SE = s/√n; menunjukkan ketelitian rerata
Rerata per kelompok=AVERAGEIF(B2:B61;"Gelap";D2:D61)Atau AVERAGEIFS untuk beberapa syarat
Tabel 4. Rumus statistik deskriptif di Excel dengan pengaturan regional Indonesia (pemisah argumen titik koma). Sumber: modul TILDA P7.

3.2 Rerata atau median?

Rerata mema­kai semua nilai, sehingga satu pen­ci­lan bisa mena­rik­nya jauh. Median hanya meli­hat nilai tengah, sehingga hampir tidak ter­pe­nga­ruh. Gambar 4 di Bab 2 mem­per­li­hat­kan nilai 141 yang seha­rus­nya 14,1. Lihat pada Gambar 5 apa yang ter­jadi pada sta­tis­tik­nya bila kesa­la­han itu tidak diper­baiki.

Kondisi data:
Rerata25,7514,22Melonjak hampir dua kali lipatKembali wajar
Median14,3014,10Hampir tidak terpengaruhBergeser sedikit
SD38,230,75Sebaran tampak sangat lebarSebaran sebenarnya sempit
0255075100125150Tinggi kecambah (cm)median 14,30rerata 25,751213141516Tinggi kecambah (cm)median 14,10rerata 14,22
Gambar 5. Rerata, median, dan simpangan baku sebelas nilai tinggi kecambah (cm) sebelum dan sesudah salah ketik diperbaiki. Data simulasi.

Pela­ja­ran­nya: bila rerata dan median ber­beda jauh, curi­gai pen­ci­lan atau seba­ran yang miring sebe­lum menu­lis kesim­pu­lan.

3.3 SD atau SE?

Sim­pa­ngan baku (SD) meng­gam­bar­kan sebe­rapa lebar seba­ran data. Galat baku (SE) meng­gam­bar­kan sebe­rapa teliti rerata diper­ki­ra­kan, dan nilai­nya menge­cil bila n ber­tam­bah karena SE = SD/√n. Lapor­kan “rerata ± SD” untuk meng­gam­bar­kan seba­ran data, dan “rerata ± SE” atau selang keper­ca­yaan 95% untuk menun­juk­kan kete­li­tian rerata. Sebut­kan mana yang dipa­kai di kete­ra­ngan tabel atau grafik. Gambar 6 mem­per­li­hat­kan per­be­da­an­nya.

Jumlah kecambah per perlakuan (SD tetap 1,2 cm):
11121314151617Tinggi kecambah (cm)± 1,20 cmRerata ± SD± 0,54 cmRerata ± SE
11121314151617Tinggi kecambah (cm)± 1,20 cmRerata ± SD± 0,31 cmRerata ± SE
11121314151617Tinggi kecambah (cm)± 1,20 cmRerata ± SD± 0,15 cmRerata ± SE

Yang berubah hanya SE

Sebaran kecambah tidak berubah walaupun sampelnya ditambah, jadi batang SD tetap sepanjang 1,2 cm. Yang menyempit adalah batang SE: 0,54 cm untuk n = 5, 0,31 cm untuk n = 15, dan 0,15 cm untuk n = 60. Karena itu, batang galat tanpa keterangan “SD” atau “SE” tidak bisa ditafsirkan.

Gambar 6. Rerata 14,2 cm dengan SD 1,2 cm pada tiga ukuran sampel. Angka ilustratif.

3.4 Statistik per kelompok

Per­ban­di­ngan antar­per­la­kuan mem­bu­tuh­kan sta­tis­tik per kelom­pok. Ada tiga cara di spre­ads­heet: PivotTable, rumus seperti AVERAGEIF dan COUNTIFS, atau Analy­sis ToolPak. Di PivotTable, pili­han StdDev meng­hi­tung sim­pa­ngan baku sampel, sama dengan STDEV.S. Analy­sis ToolPak meng­ha­sil­kan nilai statis yang tidak ikut beru­bah bila data diubah, jadi jalan­kan ulang setiap kali data diper­baiki. Lang­kah rin­ci­nya ada di Pro­se­dur C3.

Biologi

Contoh pelaporan

“Tinggi kecam­bah hari ke-7 pada per­la­kuan Gelap 14,20 ± 1,00 cm (rerata ± SD, n = 15).” Dua desi­mal, satuan, jenis seba­ran, dan n dise­but leng­kap.

Pendidikan Biologi

Contoh pelaporan

“Skor post­test kelas X-2 adalah 78,4 ± 9,6 (rerata ± SD, n = 32 siswa).” Tanpa n dan SD, pem­baca tidak tahu apakah per­be­daan antar­ke­las berarti.

Tips: STDEV.S atau STDEV.P?

Data prak­ti­kum dan lapa­ngan hampir selalu meru­pa­kan sampel dari popu­lasi yang lebih besar, jadi pakai STDEV.S. STDEV.P hanya dipa­kai bila data Anda men­ca­kup selu­ruh ang­gota popu­lasi, misal­nya selu­ruh siswa di satu seko­lah yang memang men­jadi satu-satu­nya sasa­ran.

Cek Pemahaman · Bab 3Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Data Anda memuat satu pencilan besar yang belum diperiksa. Ukuran pusat mana yang paling tahan terhadapnya?

Tepat. Median hanya melihat nilai tengah, jadi hampir tidak terpengaruh satu nilai ekstrem.
Belum tepat. Lihat Gambar 5: angka mana yang hampir tidak berubah ketika nilai 141 diperbaiki?
2

Tinggi kecambah dari 15 ulangan praktikum. Simpangan bakunya dihitung dengan fungsi apa?

Tepat. Data praktikum adalah sampel, jadi pakai STDEV.S dengan pembagi n − 1.
Belum tepat. Apakah 15 kecambah itu seluruh populasi kecambah kacang hijau?
3

Bila n diperbesar dari 15 menjadi 60 dan SD tetap, apa yang terjadi pada SE?

Tepat. SE = SD/√n. Karena √60 = 2 × √15, SE menjadi separuhnya: dari 0,31 menjadi 0,15 cm.
Belum tepat. Ingat rumus SE = SD/√n dan lihat Gambar 6.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • Lapor­kan selalu n, ukuran pusat, dan ukuran seba­ran beserta satu­an­nya.
  • Median tahan ter­ha­dap pen­ci­lan; rerata tidak.
  • SD meng­gam­bar­kan seba­ran data; SE meng­gam­bar­kan kete­li­tian rerata dan menge­cil bila n ber­tam­bah.
Jeda Sejenak

Sebuah lapo­ran menu­lis “rerata tinggi 12,3 ± 0,4 cm” tanpa kete­ra­ngan lain. Infor­masi apa yang hilang?

Bab 4

Grafik, Infografis, dan Dasbor yang Jujur

Grafik adalah cara ter­ce­pat menyam­pai­kan hasil, seka­li­gus cara ter­ce­pat menye­sat­kan pem­baca. Grafik yang baik dimu­lai dari per­ta­nyaan yang ingin dija­wab, bukan dari tombol Insert Chart. Bab ini mem­ba­has cara memi­lih jenis grafik, mera­pi­kan­nya, lalu merang­kai­nya men­jadi info­gra­fis atau dasbor.

Alur kerja Bab 4Dari tabel hasil ke grafik dan infografis
  1. Langkah 1Tentukan pertanyaanMembandingkan, melihat tren, sebaran, hubungan, atau proporsi?
  2. Langkah 2Pilih jenis grafikBatang, garis, histogram, box plot, scatter, atau lingkaran.
  3. Langkah 3Tampilkan datanyaUntuk sampel kecil, tunjukkan titik data atau box plot.
  4. Langkah 4RapikanSumbu dari nol, satuan, warna Okabe-Ito, batang galat, dan n.
  5. Langkah 5Rangkai dan bagikanInfografis atau dasbor dengan judul berupa kesimpulan dan sumber data.
Animasi berulang setiap 15 detik dan menyorot satu langkah setiap kali. Tekan Jeda untuk berhenti di langkah yang sedang dibaca.

4.1 Pertanyaan menentukan jenis grafik

Pilih per­ta­nyaan Anda pada Gambar 7 untuk meli­hat jenis grafik yang cocok beserta con­toh­nya di riset dan di kelas.

Grafik batang

Sumbu y wajib dimulai dari nol, sertakan n dan batang galat.

Biologi

Rerata tinggi kecambah per perlakuan cahaya.

Pendidikan Biologi

Rerata skor posttest per kelas.

Grafik garis

Sumbu x berupa waktu yang berurutan dengan selang yang sama.

Biologi

Produksi perikanan Sumatera Utara per tahun.

Pendidikan Biologi

Skor literasi data siswa dari pertemuan ke pertemuan.

Histogram

Batang saling menempel karena sumbu x adalah rentang angka, bukan kategori.

Biologi

Sebaran panjang tubuh ikan hasil tangkapan.

Pendidikan Biologi

Sebaran skor tes satu kelas.

Box and whisker

Menampilkan median, kuartil, dan pencilan setiap kelompok sekaligus.

Biologi

Tinggi kecambah per perlakuan cahaya.

Pendidikan Biologi

Skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Diagram pencar (scatter)

Tambahkan garis tren bila polanya kira-kira lurus; hubungan belum tentu sebab-akibat.

Biologi

Jumlah daun terhadap tinggi kecambah.

Pendidikan Biologi

Skor pretest terhadap skor posttest.

Lingkaran atau batang bertumpuk 100%

Maksimal lima bagian. Lebih dari itu, pakai grafik batang biasa.

Biologi

Proporsi famili ikan dalam sampel.

Pendidikan Biologi

Proporsi jawaban angket: setuju, ragu, tidak setuju.

Gambar 7. Pemilihan grafik berdasarkan pertanyaan. Pasangan pertanyaan dan contoh biologi dari modul TILDA P7; contoh kelas ditambahkan untuk Pendidikan Biologi. Grafik mini memakai data rekaan.

4.2 Grafik batang bisa menyembunyikan data

Weiss­ger­ber et al. (2015) mengi­ngat­kan bahwa grafik batang rerata untuk data kon­tinu menyem­bu­nyi­kan seba­ran data: banyak kum­pu­lan data yang sangat ber­beda bisa meng­ha­sil­kan grafik batang yang sama. Untuk sampel kecil, tam­pil­kan titik-titik data­nya atau pakai box plot. Gambar 8 mema­kai data aper­sepsi: ganti tam­pi­lan­nya dan per­ha­ti­kan kapan per­be­daan per­la­kuan P dan Q ter­li­hat.

Tampilan:
0481216Tinggi kecambah (cm)10,05Perlakuan P10,05Perlakuan Q

Tampak hampir sama

Rerata P dan Q sama-sama 10,05 cm. Batang SD Q lebih panjang (3,63 cm dibanding 0,50 cm), tetapi grafik tidak memberi tahu mengapa.

0481216Tinggi kecambah (cm)rerataPerlakuan PrerataPerlakuan Q

Perlakuan Q terbelah dua

Sepuluh titik Q mengelompok di dua tempat, sekitar 6 sampai 7 cm dan 13 sampai 14 cm, dan tidak ada satu pun yang mendekati reratanya. Pola ini harus diselidiki sebelum menyimpulkan apa pun.

0481216Tinggi kecambah (cm)Perlakuan PPerlakuan Q

Kotak Q jauh lebih lebar

Box plot memperlihatkan bahwa separuh data tengah Q membentang dari 6,68 sampai 13,33 cm, sedangkan P hanya dari 9,75 sampai 10,38 cm. Untuk sampel kecil, titik data tetap paling jujur.

Gambar 8. Data simulasi yang sama dengan Gambar 1 dalam tiga tampilan. Kuartil dihitung dengan QUARTILE.INC.

Rou­gier, Dro­ett­boom, dan Bourne (2014) meru­mus­kan sepu­luh aturan grafik yang baik. Di anta­ra­nya: kenali pem­baca, ten­tu­kan pesan, kete­ra­ngan gambar wajib ada, jangan per­caya penga­tu­ran bawaan, pakai warna secara efek­tif, jangan menye­sat­kan pem­baca, dan hin­dari hiasan yang tidak mem­bawa data.

4.3 Merapikan grafik

Penga­tu­ran bawaan Excel jarang meng­ha­sil­kan grafik ilmiah yang baik. Ban­ding­kan grafik sebe­lum dan sesu­dah dira­pi­kan pada Gambar 9, lalu cocok­kan dengan daftar periksa di bawah­nya.

Versi grafik:
6789101112131415GelapCahaya 25%Cahaya 50%Cahaya 100%Chart TitleSeries112345

Lima masalah

1 Judul dan label tanpa makna (“Chart Title”, “Series1”). 2 Sumbu y dimulai dari 6, sehingga Gelap tampak hampir enam kali lebih tinggi daripada Cahaya 100%, padahal sebenarnya kurang dari dua kali. 3 Merah dan hijau sulit dibedakan pembaca buta warna. 4 Tanpa satuan, tanpa n, tanpa batang galat. 5 Garis kisi rapat yang mengganggu.

0481216Tinggi kecambah hari ke-7 (cm)GelapCahaya 25%Cahaya 50%Cahaya 100%

Yang diperbaiki

Sumbu y dimulai dari 0 dan diberi satuan, warna memakai palet Okabe-Ito, batang galat SD ditambahkan, garis kisi seperlunya, dan informasi n serta jenis batang galat dipindah ke keterangan gambar.

Gambar 9. Rerata tinggi kecambah Vigna radiata hari ke-7 pada empat perlakuan cahaya (n = 15 per perlakuan). Batang galat = SD. Sumber: data simulasi latihan TILDA.

Daftar periksa grafik dan tabel

  • Nomor dan keterangan informatif: keterangan gambar di bawah gambar, judul tabel di atas tabel
  • Label sumbu atau kepala kolom dengan satuan, misalnya “Tinggi kecambah (cm)”
  • Sumbu y grafik batang dimulai dari nol
  • Tanpa efek 3D, bayangan, atau gradasi; garis kisi seperlunya

 

  • Jenis batang galat (SD, SE, atau SK 95%) dan n disebutkan
  • Warna ramah buta warna dan tetap terbaca bila dicetak hitam putih
  • Desimal konsisten dalam satu kolom; teks berbahasa Indonesia memakai koma desimal
  • Baris sumber data di bawah grafik

Wong (2011) menya­ran­kan meng­hin­dari pasa­ngan merah dan hijau dan mema­kai palet Okabe-Ito (Okabe & Ito, 2008). Empat warna beri­kut cukup untuk empat per­la­kuan.

WarnaKode hexSaran pemakaian
Oranye#E69F00Gelap
Biru langit#56B4E9Cahaya 25%
Hijau kebiruan#009E73Cahaya 50%
Biru#0072B2Cahaya 100%
Tabel 5. Empat warna palet Okabe-Ito untuk empat perlakuan. Sumber: Okabe dan Ito (2008); Wong (2011).

4.4 Infografis dan dasbor

AlatStatus dan syaratCatatan
CanvaPaket gratis perorangan tersedia. Canva Education gratis hanya untuk sekolah dasar dan menengah.Tanyakan ke fakultas apakah ada lisensi kampus.
Looker Studio (Data Studio)Gratis, berjalan di peramban, tersambung langsung ke Google Sheets.Pilihan paling mudah untuk laptop apa pun.
Tableau PublicGratis. Sejak 30 April 2024, Tableau Desktop Public Edition dapat menyimpan berkas di komputer; terbit ke profil publik bersifat opsional.Data yang diterbitkan dapat dilihat semua orang.
Power BI DesktopGratis, hanya untuk Windows. Fitur Publish to web memerlukan lisensi Pro atau PPU dan izin admin.Ekspor ke PDF atau PowerPoint sebagai gantinya.
Tabel 6. Pilihan alat infografis dan dasbor pada 2026. Sumber: modul TILDA P7; Tableau (2024); Microsoft (t.t.-a).

Info­gra­fis ilmiah yang baik punya satu pesan utama yang ditu­lis seba­gai judul berupa kesim­pu­lan. Dua sampai empat grafik masing-masing men­ja­wab satu sub-per­ta­nyaan. Angka kunci (n, rerata ± SD) ditu­lis besar beserta satu­an­nya. Satu kate­gori mema­kai satu warna yang sama di semua grafik, ikon hanya peleng­kap, dan kaki hala­man berisi sumber data, lisensi, penyu­sun, tang­gal, serta alat yang dipa­kai.

Judul berupa kesimpulanKecambah di tempat gelap tumbuh paling tinggi
60kecambah, 4 perlakuan
14,2 cmrerata tertinggi (Gelap)
± 1,0 cmSD terbesar
Grafik 1Rerata ± SD per perlakuan
Grafik 2Box plot sebaran
Metode singkatKacang hijau, 7 hari, 15 ulangan per perlakuan
Sumber data · lisensi · penyusun · tanggal · alat yang dipakai
Gambar 10. Kerangka infografis ilmiah sederhana. Angka dalam kerangka adalah contoh dari data simulasi.
Perhatian: pikirkan dulu sebelum menerbitkan

Jangan mener­bit­kan data pri­badi, misal­nya nama dan nilai siswa, atau koor­di­nat persis spe­sies teran­cam ke plat­form publik. Ingat bahwa data yang diter­bit­kan lewat Tableau Public dapat dili­hat semua orang.

Cek Pemahaman · Bab 4Tiga soal singkat sebelum lanjut
1

Anda ingin membandingkan sebaran skor posttest dua kelas. Grafik apa yang paling tepat?

Tepat. Box plot dan titik data memperlihatkan median, kuartil, dan sebaran setiap kelas sekaligus.
Belum tepat. Pertanyaannya tentang sebaran antarkelompok. Lihat pilihan 4 pada Gambar 7.
2

Grafik batang dengan sumbu y yang dimulai dari 6 membuat …

Tepat. Panjang batang harus sebanding dengan nilainya, karena itu sumbu y grafik batang dimulai dari nol.
Belum tepat. Bandingkan versi sebelum dan sesudah pada Gambar 9.
3

Pasangan warna apa yang sebaiknya dihindari agar grafik ramah buta warna?

Tepat. Wong (2011) menyarankan menghindari merah dan hijau serta memakai palet Okabe-Ito.
Belum tepat. Ingat masalah nomor 3 pada Gambar 9.

Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.

Poin Penting
  • Per­ta­nyaan menen­tu­kan jenis grafik: batang, garis, his­to­gram, box plot, scat­ter, atau ling­ka­ran.
  • Untuk sampel kecil, tam­pil­kan titik data atau box plot, bukan hanya batang rerata.
  • Grafik yang rapi: sumbu dari nol untuk batang, satuan, warna Okabe-Ito, jenis batang galat dan n, serta sumber data.
Jeda Sejenak

Cari satu grafik di berita atau media sosial minggu ini. Butir daftar periksa mana yang dilang­gar­nya?

Workshop

Praktik C1 sampai C6: Dari Data Kotor ke Infografis

Bagian ini diker­ja­kan di laptop sambil mengi­kuti lang­kah ber­no­mor. Sesi bersih (25 menit) men­ca­kup C1 dan C2, sesi ana­li­sis (15 menit) men­ca­kup C3, sesi grafik (20 menit) men­ca­kup C4 dan C5, dan sesi info­gra­fis (10 menit) men­ca­kup C6. Teks ber­muka monos­pace adalah sesu­atu yang dike­tik atau diklik di kom­pu­ter.

Dataset latihan

Sheet P07_kecambah di berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx berisi tinggi kecam­bah kacang hijau (Vigna radiata) hari ke-7 pada empat per­la­kuan cahaya, 15 ula­ngan per per­la­kuan, kolom A sampai G. Selu­ruh angka adalah data simu­lasi untuk lati­han dan sengaja memuat kesa­la­han. Kelom­pok yang mema­kai data GBIF atau BPS mengi­kuti lang­kah yang sama dengan menye­su­ai­kan nama kolom.

Alur kerja PraktikDari data kotor ke infografis
  1. Langkah 1C1 · Buka dengan amanSalin berkas, buat sheet kerja dan log perubahan.
  2. Langkah 2C2 · BersihkanLabel, sel teks, sel kosong, baris ganda, pencilan, dan tanggal.
  3. Langkah 3C3 · Statistikn, rerata, SD, dan SE per perlakuan.
  4. Langkah 4C4 · GrafikBox plot dan batang ± SD yang sudah dirapikan.
  5. Langkah 5C5 · Nilai saran AIBandingkan saran grafik AI dengan prinsip visualisasi.
  6. Langkah 6C6 · InfografisSatu pesan, angka kunci, dan sumber data.
Gambar 11. Enam prosedur praktik Pertemuan 7. Animasi berulang setiap 15 detik; tekan Jeda untuk berhenti.

C1. Membuka data dengan aman

  1. Salin berkas. Simpan seba­gai Kelompok_P07_kecambah_v01.xlsx. Dupli­kasi sheet P07_kecambah men­jadi kerja dan tam­bah­kan sheet log_perubahan.
  2. Jika mema­kai CSV dari luar. Guna­kan Data > Get Data > From Text/CSV dan pilih pemi­sah yang benar. Di Power Query, pakai Trans­form > Data Type > Using Locale > Eng­lish (United States) untuk kolom angka ber­ti­tik desi­mal.

C2. Membersihkan data

  1. Sera­gam­kan label per­la­kuan. Tulis rumus beri­kut di kolom bantu H2, lalu salin ke bawah.
=PROPER(TRIM(SUBSTITUTE(B2;" %";"%")))

Periksa dengan filter bahwa hanya tersisa empat label: Gelap, Cahaya 25%, Cahaya 50%, dan Cahaya 100%. Salin kolom H, lalu Paste Special > Values ke kolom B.

  1. Per­baiki sel teks di kolom tinggi. Cari sel yang rata kiri atau berisi satuan, misal­nya 12,4 cm. Ketik ulang ang­ka­nya saja dan catat di log.
  2. Hitung sel kosong. Biar­kan kosong atau isi NA. Jangan diisi 0.
=COUNTBLANK(D2:D63)
  1. Tandai baris ganda. Tulis rumus beri­kut di kolom I. Periksa baris ber­tanda TRUE, lalu Data > Remove Dupli­ca­tes dengan kolom id_sampel saja. Hasil­nya 60 baris data.
=COUNTIF($A$2:$A$63;A2)>1
  1. Tandai pen­ci­lan dengan pagar IQR. Tulis rumus kuar­til dan pagar di sel kosong L2 sampai L6, lalu rumus penanda di kolom J.
L2  =QUARTILE.INC(D2:D61;1)
L3  =QUARTILE.INC(D2:D61;3)
L4  =L3-L2
L5  =L2-1,5*L4
L6  =L3+1,5*L4

J2  =IF(D2="";"";IF(OR(D2<$L$5;D2>$L$6);"pencilan";"ok"))
  1. Putus­kan pen­ci­lan. Ban­ding­kan nilai pen­ci­lan dengan ang­gota kelom­pok­nya. Bila nilai­nya seki­tar sepu­luh kali lipat nilai lain, kemung­ki­nan besar koma desi­mal­nya hilang. Per­baiki hanya bila ala­san­nya kuat, dan catat di log.
  2. Sera­gam­kan tang­gal. Ubah tang­gal yang tidak ber­for­mat YYYY-MM-DD dan catat di log.
Lebih tepat: pagar per perlakuan

Pagar IQR di atas dihi­tung untuk semua per­la­kuan seka­li­gus. Cara yang lebih tepat adalah meng­hi­tung­nya per per­la­kuan, karena tiap per­la­kuan punya seba­ran sen­diri. Kecam­bah Gelap yang tinggi bisa tampak seba­gai pen­ci­lan bila dicam­pur dengan kecam­bah Cahaya 100% yang pendek.

C3. Statistik deskriptif per perlakuan

  1. Cara 1: PivotTable. Klik di dalam data, lalu Insert > PivotTable > New Works­heet. Seret perlakuan ke Rows dan tinggi_cm_h7 ke Values tiga kali. Atur Value Field Set­tings men­jadi Count, Ave­rage, dan StdDev (StdDev di PivotTable adalah sim­pa­ngan baku sampel).
  2. Cara 2: rumus. Tulis keem­pat label per­la­kuan di N2:N5. Isi O2 (n), P2 (rerata), Q2 (SD, Excel 365), dan R2 (SE), lalu salin ke bawah.
O2  =COUNTIFS($B$2:$B$61;N2;$D$2:$D$61;"<>")
P2  =AVERAGEIF($B$2:$B$61;N2;$D$2:$D$61)
Q2  =STDEV.S(FILTER($D$2:$D$61;($B$2:$B$61=N2)*($D$2:$D$61<>"")))
R2  =Q2/SQRT(O2)

Excel 2019 ke bawah tidak memiliki FILTER; gunakan nilai StdDev dari PivotTable.

  1. Cara 3: Analy­sis ToolPak. Aktif­kan lewat File > Opti­ons > Add-ins > Manage: Excel Add-ins > Go > Analy­sis ToolPak. Lalu Data > Data Analy­sis > Desc­rip­tive Sta­tis­tics, cen­tang Labels in first row dan Sum­mary sta­tis­tics. Hasil­nya nilai statis yang tidak ikut beru­bah bila data diubah.
  2. Rekap hasil. Susun tabel ring­ka­san berisi n, rerata, median, SD, dan SE per per­la­kuan dengan dua angka desi­mal.

C4. Membuat grafik

  1. Box plot. Pilih kolom B dan D (label dan tinggi), lalu Insert > Insert Sta­tis­tic Chart > Box and Whis­ker. Box plot menun­juk­kan median, kuar­til, dan pen­ci­lan setiap per­la­kuan.
  2. Grafik batang rerata ± SD. Pilih tabel rerata (N1:P5), lalu Insert > Clus­te­red Column. Tam­bah­kan batang galat: Chart Ele­ments > Error Bars > More Opti­ons > Custom > Spe­cify Value, lalu isi ren­tang SD (Q2:Q5) untuk nilai posi­tif dan nega­tif.
  3. Rapi­kan. Beri judul sumbu “Tinggi kecam­bah hari ke-7 (cm)”, mulai sumbu y dari 0, hapus garis kisi ber­le­bih, warnai dengan palet Okabe-Ito, dan hapus legenda bila tidak perlu.
  4. Tulis kete­ra­ngan gambar. Ikuti pola beri­kut.
Gambar 1. Rerata tinggi kecambah Vigna radiata hari ke-7 pada empat
perlakuan cahaya (n per perlakuan ditulis). Batang galat = SD.
Sumber: data simulasi latihan TILDA.

C5. Menilai rekomendasi grafik dari AI

  1. Ajukan prompt beri­kut ke asis­ten AI pili­han Anda.
Saya punya data tinggi kecambah (cm) pada 4 perlakuan cahaya,
sekitar 15 ulangan per perlakuan. Grafik apa yang paling tepat
untuk membandingkan keempat perlakuan? Jelaskan alasannya.
  1. Eva­lu­asi. Ban­ding­kan saran AI dengan pemi­li­han grafik di Gambar 7, Weiss­ger­ber et al. (2015), dan Rou­gier et al. (2014). Catat grafik yang disa­ran­kan AI, ala­san­nya, kese­su­ai­an­nya dengan prin­sip visu­a­li­sasi, dan kepu­tu­san kelom­pok Anda.

C6. Infografis sederhana

  1. Ten­tu­kan satu pesan. Tulis kesim­pu­lan utama seba­gai judul, ber­da­sar­kan hasil per­hi­tu­ngan kelom­pok Anda sen­diri.
  2. Pilih alat. Canva (paket gratis) untuk info­gra­fis statis; Looker Studio atau Tableau Public untuk dasbor seder­hana.
  3. Susun. Judul kesim­pu­lan, dua sampai tiga grafik dari C4, angka kunci (n, rerata ± SD), metode sing­kat, dan kaki hala­man berisi sumber data serta penyu­sun. Ikuti kerangka di Gambar 10.
  4. Ekspor. Simpan seba­gai PDF atau PNG dengan nama Kelompok_P07_infografis.pdf.
Poin Penting
  • Ker­ja­kan selalu di sali­nan dan catat setiap peru­ba­han di sheet log.
  • Label dise­ra­gam­kan dengan rumus, data hilang dibi­ar­kan NA, baris ganda dan pen­ci­lan dipe­riksa sebe­lum dipu­tus­kan.
  • Sta­tis­tik dihi­tung per per­la­kuan; grafik diberi satuan, batang galat yang jelas, dan kete­ra­ngan leng­kap.
Aktivitas dan Penugasan

Dari Data ke Cerita: Aktivitas dan Tugas Pertemuan 7

Di tatap muka, Anda mem­ber­sih­kan data kecam­bah, meng­hi­tung sta­tis­tik des­krip­tif, mem­buat grafik, meni­lai saran grafik dari AI, dan mem­buat sketsa info­gra­fis. Di luar kelas, kelom­pok Anda menye­le­sai­kan Mini Riset 1. Rang­kaian ini mela­tih kete­ku­nan, keman­di­rian, kerja sama, kebe­ri­ni­si­a­ti­fan, dan tang­gung jawab.

A. Alur kegiatan tatap muka (2 × 50 menit)

Buka5′
Teori15′
Bersih25′
Analisis15′
Grafik20′
Infografis10′
Tutup10′
0 menit25 menit
Gambar 12. Panjang batang sebanding dengan durasi; pembersihan data dan pembuatan grafik (kuning) adalah porsi terbesar. Total 100 menit.
TahapWaktuKegiatan
Buka5 menitDosen menampilkan dua grafik dari data yang sama, yaitu batang rerata dan box plot. “Mana yang lebih jujur?”
Teori15 menitBab 1 sampai 4 secara ringkas; detailnya dibaca di modul
Bersih25 menitProsedur C1 dan C2 pada sheet P07_kecambah
Analisis15 menitProsedur C3: tabel statistik deskriptif per perlakuan
Grafik20 menitProsedur C4 dan C5: box plot, grafik batang ± SD, dan evaluasi rekomendasi AI
Infografis10 menitProsedur C6: sketsa infografis; penyelesaiannya menjadi bagian Mini Riset 1
Tutup10 menitPenjelasan Mini Riset, pembagian topik, dan dataset untuk setelah UTS
Tabel 7. Rancangan kegiatan tatap muka. Sumber: modul TILDA P7.

B. Mini Riset 1, tugas kelompok

Mini Riset adalah tugas kelom­pok yang ber­lan­jut sampai sete­lah UTS. Produk tahap 1 dikum­pul­kan sete­lah per­te­muan ini. Topik dan data­set dite­tap­kan dosen, atau diu­sul­kan kelom­pok dari sumber ter­buka (GBIF, BPS, RIN BRIN) maupun data prak­ti­kum.

1 · Dataset bersih

Berkas spreadsheet berbentuk tidy, lengkap dengan kamus data dan sheet log perubahan.

2 · Tabel hasil olahan

n, rerata, median, SD, dan SE per kelompok dengan dua angka desimal.

3 · Grafik

Minimal satu box plot atau grafik titik dan satu grafik batang ± SD yang lolos daftar periksa.

4 · Infografis sederhana

Satu halaman dengan judul berupa kesimpulan, mengikuti kerangka di Gambar 10.

5 · Rancangan awal

Judul sementara, pertanyaan penelitian, sumber data (nama, URL, DOI, lisensi), variabel, tujuan, dan pembagian tugas.

Bila memakai AI

Catat prompt, klaim AI, sumber yang dipakai untuk mengeceknya, dan statusnya, seperti di Pertemuan 6.

Bobot rubrik Mini Riset 1

Kualitas data20
Data cleaning15
Pengolahan data20
Analisis dan interpretasi25
Visualisasi10
Etika akademik10
025
Gambar 13. Bobot aspek rubrik khusus tugas analisis data di RPS, total 100. Analisis dan interpretasi (kuning) berbobot terbesar: grafik yang indah tanpa tafsiran yang tepat belum cukup.

C. Kriteria penilaian

ProdukKriteria utama
Mini Riset 1Dinilai dengan rubrik khusus tugas analisis data RPS: kualitas data (20), data cleaning (15), pengolahan data (20), analisis dan interpretasi (25), visualisasi (10), dan etika akademik (10).
Produk praktikKelengkapan log pembersihan, ketepatan statistik, dan kualitas grafik menurut daftar periksa.
Tabel 8. Kriteria penilaian Pertemuan 7. Sumber: modul TILDA P7; bobot mengikuti RPS. Bobot Mini Riset 1: 9% dari nilai akhir.
Poin Penting Pengumpulan
  • Teng­gat Mini Riset 1: Satu minggu setelah tugas diberikan.
  • Kum­pul­kan data mentah dan data bersih seba­gai dua berkas ter­pi­sah, beserta sheet log peru­ba­han.
  • Can­tum­kan sumber dan lisensi setiap data­set dari luar, dan jangan mener­bit­kan data pri­badi.
Pojok Refleksi

Kembali ke Raka dan Nadira

Ingat tabel kecam­bah kelom­pok Raka yang berisi 62 baris? Kini Anda tahu lang­kah­nya. Raka perlu menan­dai baris ganda dengan COUNTIF ber­da­sar­kan id_sampel, meme­rik­sa­nya, lalu meng­ha­pus­nya di sali­nan sampai ter­sisa 60 baris. Label gelap, Gelap, dan GELAP dise­ra­gam­kan dengan PROPER dan TRIM. Sel kosong dibi­ar­kan NA, bukan diisi 0, karena nol menye­ret rerata ke bawah. Itulah salah satu sebab per­la­kuan gelap tampak paling rendah. Nilai 141 cm ditan­dai pagar Tukey, dico­cok­kan dengan lembar penga­ma­tan, lalu diper­baiki men­jadi 14,1 cm. Setiap peru­ba­han dica­tat di log. Sete­lah diber­sih­kan, kecam­bah di tempat gelap justru tumbuh paling tinggi, sesuai peris­tiwa eti­o­lasi.

Nadira perlu meng­ganti dia­gram ling­ka­ran tiga dimen­si­nya. Untuk mem­ban­ding­kan skor dua kelas, box plot atau grafik titik jauh lebih jujur. War­na­nya diganti dengan palet Okabe-Ito agar ter­baca oleh pem­baca buta warna. Kali­mat “rerata kelas A lebih tinggi” juga perlu dileng­kapi dengan rerata ± SD dan jumlah siswa setiap kelas, agar pem­baca bisa meni­lai sen­diri sebe­rapa besar per­be­da­an­nya.

Pertanyaan untuk Direnungkan

1. Per­nah­kah Anda mengisi sel kosong dengan 0 atau meng­ha­pus nilai jang­gal tanpa men­ca­tat­nya? Apa aki­bat­nya pada hasil Anda?

2. Bila orang lain mem­buka berkas data Anda, bisa­kah ia mene­lu­suri setiap peru­ba­han yang Anda buat?

3. Grafik apa yang bia­sa­nya Anda pakai di lapo­ran prak­ti­kum? Apakah grafik itu benar-benar men­ja­wab per­ta­nyaan pene­li­tian Anda?

4. Seba­gai calon pene­liti atau calon guru, bagai­mana Anda akan menga­jari orang lain mem­baca grafik dengan kritis?

Janji kecil untuk mengolah data

  • Saya selalu bekerja di sali­nan dan menyim­pan data mentah apa adanya.
  • Saya men­ca­tat setiap peru­ba­han data di sheet log.
  • Saya menu­lis NA untuk data hilang, tidak pernah 0.
  • Saya meme­riksa pen­ci­lan sebe­lum memu­tus­kan, bukan lang­sung meng­ha­pus­nya.
  • Saya selalu menye­but n dan jenis batang galat di kete­ra­ngan grafik.
  • Saya memi­lih grafik ber­da­sar­kan per­ta­nyaan, bukan ber­da­sar­kan tam­pi­lan­nya.

Jawa­ban Anda tidak dini­lai; guna­kan untuk meli­hat kebi­a­saan mana yang perlu diubah lebih dulu. Mulai­lah dari yang paling kecil: buat sheet log sebe­lum mengu­bah satu sel pun. Sete­lah UTS, kelom­pok Anda melan­jut­kan Mini Riset dengan data dan topik yang diba­gi­kan di akhir per­te­muan ini.

“Grafik yang jujur menunjukkan data apa adanya, termasuk bagian yang tidak sesuai harapan.”
Rujukan

Glosarium dan Daftar Pustaka

Glosarium

IstilahArti sederhana
Data mentahData asli hasil pencatatan atau unduhan, disimpan tanpa diubah
Data tidyBentuk tabel dengan satu variabel per kolom, satu pengamatan per baris, dan satu nilai per sel
Kamus dataKeterangan arti, satuan, dan aturan isian setiap kolom
Log perubahanCatatan setiap perubahan data: baris, nilai lama, nilai baru, dan alasannya
NAKode untuk data hilang atau tidak terukur; berbeda dari angka 0
Baris gandaRekaman yang tercatat lebih dari sekali menurut definisi yang ditetapkan
Pencilan (potential outlier)Data yang memiliki nilai sangat jauh atau berbeda secara signifikan dari mayoritas data lainnya, sehingga dicurigai sebagai pencilan (outlier)
Kuartil dan IQRQ1 dan Q3 membatasi separuh data bagian tengah; IQR = Q3 − Q1
Pagar TukeyBatas Q1 − 1,5 × IQR dan Q3 + 1,5 × IQR untuk menandai calon pencilan
Rerata dan medianRerata adalah jumlah dibagi n; median adalah nilai tengah data yang diurutkan
Simpangan baku (SD)Ukuran lebar sebaran data di sekitar rerata
Galat baku (SE)SD dibagi akar n; menunjukkan ketelitian rerata
Batang galatGaris pada grafik yang menunjukkan SD, SE, atau selang kepercayaan
PivotTableFitur spreadsheet untuk meringkas data per kelompok
Analysis ToolPakAdd-in Excel untuk statistik deskriptif dan analisis lain
Box plotGrafik yang menampilkan median, kuartil, dan pencilan setiap kelompok
HistogramGrafik sebaran satu variabel dengan batang yang saling menempel
Palet Okabe-ItoKumpulan warna yang tetap dapat dibedakan oleh pembaca buta warna
InfografisSatu halaman visual yang menyampaikan satu pesan utama dengan grafik dan angka kunci
DasborTampilan beberapa grafik yang tersambung ke sumber data, misalnya di Looker Studio
Mini RisetTugas kelompok analisis data yang berlanjut sampai setelah UTS

Daftar Pustaka

Broman, K. W., & Woo, K. H. (2018). Data organization in spreadsheets. The American Statistician, 72(1), 2-10. https://doi.org/10.1080/00031305.2017.1375989

Google. (t.t.). Split text, remove duplicates, or trim whitespace. Google Docs Editors Help. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://support.google.com/docs/answer/6325535

Michener, W. K. (2015). Ten simple rules for creating a good data management plan. PLOS Computational Biology, 11(10), e1004525. https://doi.org/10.1371/journal.pcbi.1004525

Microsoft. (t.t.-a). Publish to web from Power BI. Microsoft Learn. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://learn.microsoft.com/en-us/power-bi/collaborate-share/service-publish-to-web

Microsoft. (t.t.-b). Use the Analysis ToolPak to perform complex data analysis. Microsoft Support. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://support.microsoft.com/en-us/office/use-the-analysis-toolpak-to-perform-complex-data-analysis-6c67ccf0-f4a9-487c-8dec-bdb5a2cefab6

Okabe, M., & Ito, K. (2008). Color universal design (CUD): How to make figures and presentations that are friendly to colorblind people. https://jfly.uni-koeln.de/color/

Rougier, N. P., Droettboom, M., & Bourne, P. E. (2014). Ten simple rules for better figures. PLOS Computational Biology, 10(9), e1003833. https://doi.org/10.1371/journal.pcbi.1003833

Tableau. (2024, 30 April). Local file save with Tableau Desktop Public Edition. https://www.tableau.com/blog/local-file-save-tableau-desktop-public-edition

Tukey, J. W. (1977). Exploratory data analysis. Addison-Wesley.

Weissgerber, T. L., Milic, N. M., Winham, S. J., & Garovic, V. D. (2015). Beyond bar and line graphs: Time for a new data presentation paradigm. PLOS Biology, 13(4), e1002128. https://doi.org/10.1371/journal.pbio.1002128

Wong, B. (2011). Points of view: Color blindness. Nature Methods, 8(6), 441. https://doi.org/10.1038/nmeth.1618

Beranda

Selamat Datang di Pertemuan 7

Sela­mat datang di per­te­muan ketu­juh, per­te­muan tera­khir sebe­lum UTS. Di per­te­muan sebe­lum­nya Anda bela­jar meni­lai sumber dan men­jaga inte­gri­tas aka­de­mik. Kali ini Anda mengo­lah data sen­diri: menata tabel ke bentuk tidy, mem­ber­sih­kan kesa­la­han dengan ter­ca­tat, meng­hi­tung sta­tis­tik des­krip­tif, lalu menya­ji­kan­nya seba­gai grafik dan info­gra­fis yang jujur. Modul ini disu­sun untuk maha­siswa Bio­logi dan Pen­di­di­kan Bio­logi seka­li­gus, dengan contoh dari labo­ra­to­rium riset dan dari ruang kelas.

Identitas Modul
Mata kuliahTeknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)
PertemuanKe-7: Pengolahan, Analisis Deskriptif, dan Visualisasi Data Biologi
SasaranMahasiswa Prodi Biologi dan Prodi Pendidikan Biologi
Sub-CPMKMengolah, menganalisis, memvisualisasikan, dan menyajikan data biologi menggunakan perangkat lunak atau aplikasi digital secara sistematis.
IndikatorMengolah dan menyajikan data biologi menggunakan perangkat lunak atau aplikasi digital dalam bentuk tabel, grafik, atau visualisasi.
MetodeWorkshop, project-based learning, demonstrasi, praktik komputer
MediaLaptop/PC, proyektor, LMS, Microsoft Excel atau Google Sheets, Canva, Looker Studio/Tableau Public/Power BI, ChatGPT/Copilot/Gemini, berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx, internet
Nilai karakterKetekunan, kemandirian, kerja sama, keberinisiatifan, tanggung jawab
TagihanMini Riset 1 (kelompok): dataset bersih, tabel hasil olahan, grafik, infografis sederhana, rancangan awal Mini Riset (judul, sumber data, tujuan)
Bobot penilaianMini Riset 1: 9% dari nilai akhir
Alokasi waktu2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri

Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:

  1. Men­je­las­kan tahap pengo­la­han data dan mengu­bah tabel lebar men­jadi bentuk tidy dengan kamus data.
  2. Mem­ber­sih­kan data secara ter­do­ku­men­tasi: label, sel teks, data hilang, baris ganda, pen­ci­lan, dan tang­gal.
  3. Meng­hi­tung sta­tis­tik des­krip­tif per kelom­pok dan memi­lih antara rerata atau median, serta SD atau SE.
  4. Memi­lih jenis grafik sesuai per­ta­nyaan dan mera­pi­kan­nya menu­rut daftar periksa grafik ilmiah.
  5. Meni­lai reko­men­dasi grafik dari AI dan menyu­sun info­gra­fis seder­hana.
  6. Menyu­sun produk Mini Riset 1 ber­sama kelom­pok.
1Alur dan tidyTahap data, bentuk tabel, kamus data.
2MembersihkanData hilang, pencilan, baris ganda.
3StatistikRerata, median, SD, SE.
4Grafik dan infografisPilih, rapikan, sajikan.
5Praktik dan tugasC1 sampai C6, Mini Riset 1.
Peta modul. Urutannya tetap: tata, bersihkan, hitung, lalu sajikan.
Cara Memakai E-Modul Ini

Guna­kan menu di atas untuk ber­pin­dah bagian, atau tombol di bawah setiap hala­man untuk melan­jut­kan. Setiap bagian punya alamat sen­diri, jadi Anda bisa menyim­pan atau mem­ba­gi­kan tautan ke bab ter­tentu, dan tombol Back di peram­ban mem­bawa Anda ke bagian sebe­lum­nya.

Setiap bab dibuka dengan time­line ber­ge­rak yang merang­kum lang­kah ker­ja­nya dan ditu­tup dengan kuis Cek Pema­ha­man. Modul ini juga memuat dela­pan gambar inte­rak­tif; klik tombol di dalam gambar untuk ber­pin­dah tam­pi­lan. Siap­kan berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx sebe­lum masuk ke hala­man Prak­tik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Kredibilitas Sumber Informasi dan Integritas Akademik
Next post Animasi 3D Interaktif: Organel Sel Eukariotik