Pengolahan, Analisis Deskriptif, dan Visualisasi Data Biologi
E-Modul Pertemuan 7 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)
Dari Data Mentah ke Grafik yang Jujur
Pengolahan, Analisis Deskriptif, dan Visualisasi Data Biologi untuk Riset dan Sekolah
Dari Pasar ke Meja Makan
Arsik ikan mas tidak disajikan langsung dari pasar. Ikannya dibersihkan dulu, sisiknya dibuang, bumbunya dihaluskan, andalimannya dipilih, lalu semuanya dimasak dengan urutan yang tepat. Barulah hidangan ditata di piring. Juru masak yang baik juga tahu bahwa ikan yang busuk tidak akan menjadi enak hanya karena disajikan di piring yang indah.
Data penelitian bekerja dengan cara serupa. Angka yang baru dicatat dari lembar pengamatan atau diunduh dari GBIF dan BPS adalah bahan mentah. Angka itu perlu ditata, dibersihkan, diolah menjadi statistik, lalu disajikan sebagai tabel dan grafik yang jujur. Pada Pertemuan 3 Anda sudah mengenal jenis dan format data biologi. Pertemuan ini mengajak Anda mengolah data itu sendiri dengan spreadsheet sampai menjadi grafik dan infografis yang siap dibaca orang lain.
Anda akan mengolah data pengamatan
Misalnya tinggi kecambah dari praktikum, data okurensi GBIF, atau statistik perikanan BPS, sampai siap dilaporkan dalam artikel atau Mini Riset.
Anda akan mengolah data pembelajaran
Misalnya data praktikum perkecambahan siswa SMA atau skor tes dan angket, lalu menyajikannya dengan grafik yang mudah dipahami siswa.
Apersepsi: mana grafik yang lebih jujur?
Dua grafik di bawah ini dibuat dari data yang sama persis: tinggi kecambah pada dua perlakuan, sepuluh ulangan masing-masing. Grafik mana yang lebih jujur menggambarkan datanya? Tentukan pilihan Anda beserta alasannya, baru buka pembahasan.
Lihat pembahasan
Grafik B lebih jujur. Pada Grafik A kedua perlakuan tampak sama persis karena reratanya memang sama, yaitu 10,05 cm. Grafik B memperlihatkan apa yang disembunyikan batang: kecambah perlakuan P tumbuh seragam di sekitar 10 cm, sedangkan perlakuan Q terbelah menjadi dua kelompok, sekitar 6 sampai 7 cm dan sekitar 13 sampai 14 cm. Pola seperti itu bisa menandakan dua kelompok benih yang berbeda atau kesalahan pencatatan, dan perlu diperiksa sebelum disimpulkan.
Inilah peringatan Weissgerber et al. (2015): grafik batang rerata untuk data kontinu dapat menyembunyikan sebaran data. Bab 4 membahas cara memilih grafik yang tepat.
Apa saja yang perlu diperbaiki Raka dan Nadira? Catat dugaan Anda. Kita kembali ke mereka di Pojok Refleksi.
- Pertemuan 7 berfokus pada mengolah, menganalisis, dan menyajikan data biologi dengan spreadsheet.
- Urutannya tetap: tata, bersihkan, hitung, lalu sajikan. Melompati satu tahap membuat hasil akhir menyesatkan.
- Semua keterampilan ini dipakai untuk Mini Riset 1, tugas kelompok yang berlanjut sampai setelah UTS.
Alur Pengolahan Data dan Bentuk Tidy
Sebelum menyentuh rumus atau grafik, kenali dulu alurnya. Data melewati beberapa tahap, dan setiap tahap punya pekerjaan yang jelas di spreadsheet. Bab ini juga membahas satu keputusan sederhana yang menentukan mudah atau sulitnya seluruh tahap berikutnya: bentuk tabel.
- Langkah 1KumpulkanLembar pengamatan praktikum, unduhan GBIF, atau tabel BPS.
- Langkah 2Tata menjadi tidySatu kolom satu variabel, satu baris satu pengamatan, plus kamus data.
- Langkah 3BersihkanLabel, sel teks, data hilang, baris ganda, dan pencilan.
- Langkah 4Analisisn, rerata, median, SD, dan SE per kelompok.
- Langkah 5SajikanGrafik bertajuk lengkap, infografis, atau dasbor.
1.1 Tahap-tahap pengolahan data
Model siklus hidup data DataONE (Michener, 2015) menyebut delapan tahap: Plan, Collect, Assure, Describe, Preserve, Discover, Integrate, dan Analyze. Tabel 1 memetakan tahap itu ke pekerjaan yang Anda lakukan di spreadsheet. Visualisasi dan komunikasi bukan tahap tersendiri di DataONE, sehingga di sini diperlakukan sebagai lanjutan analisis.
| Tahap di kelas | DataONE | Kegiatan di spreadsheet |
|---|---|---|
| Pengumpulan | Collect | Lembar pengamatan praktikum, unduhan GBIF atau BPS |
| Pengorganisasian | Describe | Tata letak tidy, kamus data, nama variabel konsisten |
| Pembersihan | Assure | TRIM, Remove Duplicates, validasi, sel kosong, pencilan |
| Transformasi dan tabulasi | Integrate | Mengubah satuan, menggabungkan tabel, PivotTable |
| Analisis | Analyze | AVERAGE, STDEV.S, QUARTILE.INC, Analysis ToolPak |
| Visualisasi dan interpretasi | Analyze + Describe | Grafik bertajuk lengkap dengan satuan |
| Komunikasi | Preserve + Discover | Infografis atau dasbor, arsip data mentah |
Sumber data yang khas
Lembar pengamatan praktikum, unduhan okurensi GBIF, statistik perikanan atau kehutanan BPS, dan data penelitian di RIN BRIN.
Sumber data yang khas
Lembar kerja praktikum siswa, skor pretest dan posttest, angket sikap atau literasi, dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran.
1.2 Bentuk lebar dan bentuk tidy
Tabel BPS dan lembar praktikum sering berbentuk lebar: setiap ulangan atau tahun dijadikan kolom tersendiri. Bentuk ini enak dibaca mata, tetapi PivotTable, Looker Studio, Tableau, dan Power BI membutuhkan bentuk panjang yang disebut tidy. Dalam bentuk tidy, setiap kolom berisi satu variabel, setiap baris berisi satu pengamatan, dan setiap sel berisi satu nilai. Bandingkan keduanya pada Gambar 2.
| perlakuan | U1 | U2 | U3 |
|---|---|---|---|
| Gelap | 14,1 | 13,8 | 15,0 |
| Cahaya 50% | 8,7 | 9,2 | 8,1 |
Enak dibaca, sulit diolah. Nilai tinggi kecambah tersebar di tiga kolom (U1, U2, U3). Nomor ulangan bersembunyi di nama kolom, bukan di dalam data.
Akibatnya PivotTable tidak bisa langsung menghitung rerata per perlakuan, dan menambah ulangan keempat berarti menambah kolom baru.
| perlakuan | ulangan | tinggi_cm |
|---|---|---|
| Gelap | 1 | 14,1 |
| Gelap | 2 | 13,8 |
| Gelap | 3 | 15,0 |
| Cahaya 50% | 1 | 8,7 |
| Cahaya 50% | 2 | 9,2 |
| Cahaya 50% | 3 | 8,1 |
Satu kolom satu variabel: perlakuan, ulangan, dan tinggi masing-masing punya kolom sendiri.
Satu baris satu pengamatan: satu kecambah, satu baris.
Satu sel satu nilai: angka saja, tanpa satuan; satuannya ditulis di nama kolom.
Bentuk tidy juga memudahkan pembersihan. Broman dan Woo (2018) menyarankan data disimpan sebagai satu persegi panjang yang rapi, dengan satu nilai di setiap sel dan nama variabel yang konsisten. Keterangan tentang setiap kolom ditulis di kamus data, bukan di dalam sel atau dengan warna sel.
| Kolom | Arti | Aturan isian |
|---|---|---|
id_sampel | Kode unik setiap kecambah | Teks, tidak boleh ganda |
perlakuan | Kondisi cahaya | Gelap, Cahaya 25%, Cahaya 50%, atau Cahaya 100% |
ulangan | Nomor ulangan dalam perlakuan | Bilangan bulat 1 sampai 15 |
tinggi_cm_h7 | Tinggi kecambah hari ke-7 | Angka dalam cm, satu desimal; NA bila tidak terukur |
tanggal_ukur | Tanggal pengukuran | Format YYYY-MM-DD |
Pakai huruf kecil, ganti spasi dengan garis bawah, dan sertakan satuan bila perlu: tinggi_cm_h7 lebih jelas daripada Tinggi (cm) hari 7. Nama yang konsisten membuat rumus, PivotTable, dan dasbor lebih mudah disusun.
Tabel praktikum menuliskan ulangan U1, U2, dan U3 sebagai kolom terpisah. Bentuk tabel apakah ini?
Mana yang sesuai dengan prinsip data tidy?
Pada siklus hidup data DataONE, pembersihan data termasuk tahap apa?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Pengolahan data bergerak dari pengumpulan, pengorganisasian, pembersihan, transformasi, analisis, sampai visualisasi dan komunikasi.
- Bentuk tidy: satu kolom satu variabel, satu baris satu pengamatan, satu sel satu nilai.
- Kamus data menjelaskan arti dan aturan isian setiap kolom.
Ingat satu tabel praktikum yang pernah Anda isi. Apakah bentuknya lebar atau tidy? Kolom mana yang harus dipecah agar menjadi tidy?
Membersihkan Data: Deteksi Dulu, Perbaiki Kemudian
Data mentah hampir selalu kotor: label ditulis beragam, ada sel kosong, ada baris yang tercatat dua kali, dan ada angka yang terlalu besar atau terlalu kecil. Membersihkan data bukan berarti mengubah data sesuka hati. Setiap perubahan harus punya alasan dan tercatat, sehingga orang lain bisa menelusurinya kembali.
- Langkah 1Amankan data mentahSimpan salinan; data asli tidak pernah diubah.
- Langkah 2Deteksi masalahTemukan label beragam, sel kosong, baris ganda, dan pencilan tanpa mengubah apa pun.
- Langkah 3Perbaiki di salinanGunakan kolom bantu atau sheet kerja, bukan data mentah.
- Langkah 4Catat di logBaris, nilai lama, nilai baru, dan alasannya.
- Langkah 5Baru hapus baris gandaSetelah label dibersihkan dan barisnya diperiksa satu per satu.
2.1 Urutan yang aman
Urutan yang aman adalah: amankan data mentah, deteksi masalah tanpa mengubah apa pun, perbaiki di kolom bantu atau sheet salinan, catat setiap perubahan, dan baru hapus baris ganda. Fitur Remove Duplicates di Excel menghapus data secara permanen dan menilai kesamaan berdasarkan nilai yang tampil. Akibatnya “Gelap” dan “Gelap ” (dengan spasi di akhir) dianggap berbeda sampai spasinya dibersihkan.
| Keperluan | Excel | Google Sheets |
|---|---|---|
| Hapus baris ganda | Data > Data Tools > Remove Duplicates | Data > Data cleanup > Remove duplicates |
| Sorot baris ganda | Home > Conditional Formatting > Highlight Cells Rules > Duplicate Values | Format bersyarat dengan rumus COUNTIF |
| Hapus spasi berlebih | =TRIM(B2) | Data > Data cleanup > Trim whitespace, atau =TRIM(B2) |
| Pecah teks ke kolom | Data > Data Tools > Text to Columns | Data > Split text to columns |
| Batasi isian | Data > Data Tools > Data Validation | Data > Data validation |
| Temukan sel kosong | Home > Find & Select > Go To Special > Blanks | Data > Column stats |
| Ringkasan cepat per kolom | Analysis ToolPak (desktop) | Data > Column stats; Data > Data cleanup > Cleanup suggestions |
Excel mengambil pemisah argumen rumus dari pengaturan regional Windows (File > Options > Advanced > Use system separators). Pada pengaturan Indonesia, koma adalah tanda desimal sehingga argumen rumus dipisah titik koma: =COUNTIF(A2:A61;"Gelap"). Akibat lainnya, berkas CSV internasional yang memakai titik desimal (misalnya 39.1) bisa terbaca salah bila dibuka dengan klik ganda. Buka lewat Data > Get Data > From Text/CSV, atau pakai =NUMBERVALUE(A2;".";",").
2.2 Data hilang: jangan diisi nol
Nol adalah hasil pengukuran, misalnya nol individu tercatat dalam satu petak, bukan tanda “tidak ada data”. Broman dan Woo (2018) menyarankan kode tetap seperti NA yang dijelaskan di kamus data. Fungsi AVERAGE, MEDIAN, dan STDEV.S melewati sel kosong maupun teks NA, tetapi tidak melewati angka 0. Coba sendiri pada Gambar 3.
2.3 Pencilan: tandai, periksa, putuskan
Menurut aturan pagar Tukey (1977), nilai di bawah Q1 − 1,5 × IQR atau di atas Q3 + 1,5 × IQR, dengan IQR = Q3 − Q1, adalah calon pencilan. Pencilan tidak otomatis dihapus. Periksa dulu: salah ketik? salah satuan, misalnya gram dan kilogram? atau memang nilai biologis yang ekstrem? Keputusannya dicatat di log. Ikuti keempat langkahnya pada Gambar 4, memakai sebelas nilai tinggi kecambah perlakuan Gelap.
12,8 · 13,4 · 13,8 · 14,0 · 14,1 · 14,3 · 14,6 · 14,9 · 15,0 · 15,4 · 1411 · Urutkan data
Urutkan nilai dari yang terkecil. Satu nilai langsung mencolok: 141 cm untuk kecambah berumur tujuh hari, jauh di luar sumbu.
2 · Hitung Q1 dan Q3
=QUARTILE.INC(D2:D12;1) menghasilkan Q1 = 13,9 cm dan =QUARTILE.INC(D2:D12;3) menghasilkan Q3 = 14,95 cm. Separuh data berada di antara keduanya.
3 · Hitung IQR dan pagar
IQR = 14,95 − 13,9 = 1,05. Pagar bawah = 13,9 − 1,5 × 1,05 = 12,325. Pagar atas = 14,95 + 1,5 × 1,05 = 16,525. Nilai 12,8 masih di dalam pagar; nilai 141 jauh di luar.
4 · Periksa dan putuskan
Nilai 141 sekitar sepuluh kali lipat nilai lain, jadi kemungkinan besar koma desimalnya hilang dan nilai sebenarnya 14,1. Cocokkan dengan lembar pengamatan asli. Bila memang salah ketik, perbaiki dan catat di log: baris, nilai lama, nilai baru, dan alasannya.
2.4 Baris ganda
Tentukan dulu definisi “rekaman yang sama”: ID sampel yang sama, atau gabungan spesies, tanggal, lokasi, dan pengamat. Tandai calon baris ganda dengan COUNTIF atau COUNTIFS, periksa satu per satu, baru hapus di sheet salinan. Jangan langsung menekan Remove Duplicates pada data mentah.
=COUNTIF($A$2:$A$63;A2)>1Contoh 1. Rumus penanda baris ganda berdasarkan kolom id_sampel. Hasil TRUE berarti ID itu muncul lebih dari sekali.
Pencilan yang nyata
Tidak semua pencilan adalah kesalahan. Ikan berukuran jauh lebih besar dari rata-rata tangkapan bisa memang ada. Bila tidak ada bukti salah ketik atau salah satuan, nilai itu dipertahankan dan dibahas.
Kesalahan yang khas di data kelas
Skor 110 pada tes berskala 0 sampai 100 pasti salah ketik. Siswa yang tidak hadir saat posttest diberi NA, bukan 0, karena nol berarti siswa hadir tetapi tidak menjawab benar satu soal pun.
Satu kecambah tidak terukur karena patah. Sel tingginya diisi apa?
Diketahui Q1 = 13,9 dan Q3 = 14,95. Berapa pagar atas Tukey?
Mengapa “Gelap” dan “Gelap ” (dengan spasi di akhir) bisa lolos dari Remove Duplicates?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Amankan data mentah, deteksi, perbaiki di salinan, catat, baru hapus baris ganda.
- Data hilang ditulis NA atau dibiarkan kosong, tidak pernah diisi 0.
- Pencilan ditandai dengan pagar Tukey, diperiksa, lalu diputuskan dengan alasan yang dicatat.
Bila teman Anda membuka data hasil pembersihan Anda, apa yang ia butuhkan untuk mengetahui apa saja yang sudah diubah?
Statistik Deskriptif: Meringkas Data dengan Angka
Enam puluh angka tinggi kecambah sulit dibaca satu per satu. Statistik deskriptif meringkasnya menjadi beberapa angka yang bermakna: berapa banyak datanya, di mana pusatnya, dan seberapa lebar sebarannya. Angka-angka inilah yang nanti ditulis di tabel hasil dan digambar di grafik.
- Langkah 1Pastikan data bersihStatistik dari data kotor akan ikut salah.
- Langkah 2Ukuran pusatHitung n, rerata, dan median dengan COUNT, AVERAGE, dan MEDIAN.
- Langkah 3Ukuran sebaranSD dengan STDEV.S, kuartil dengan QUARTILE.INC, SE = SD/√n.
- Langkah 4Per kelompokPivotTable, AVERAGEIF, atau Analysis ToolPak untuk setiap perlakuan.
- Langkah 5Laporkan lengkapRerata ± SD atau SE, n, satuan, dan dua angka desimal.
3.1 Rumus statistik deskriptif di spreadsheet
| Statistik | Rumus (data di D2:D61) | Catatan |
|---|---|---|
| n | =COUNT(D2:D61) | Hanya menghitung sel berisi angka |
| Rerata | =AVERAGE(D2:D61) | Peka terhadap pencilan |
| Median | =MEDIAN(D2:D61) | Tahan terhadap pencilan |
| Minimum, maksimum | =MIN(D2:D61), =MAX(D2:D61) | Berguna untuk menemukan nilai janggal |
| Simpangan baku sampel | =STDEV.S(D2:D61) | Pembagi n − 1. Dipakai untuk sampel praktikum atau lapangan |
| Simpangan baku populasi | =STDEV.P(D2:D61) | Hanya bila data mencakup seluruh populasi |
| Kuartil 1 dan 3 | =QUARTILE.INC(D2:D61;1), ;3 | Untuk IQR dan pagar pencilan |
| Galat baku (SE) | =STDEV.S(D2:D61)/SQRT(COUNT(D2:D61)) | SE = s/√n; menunjukkan ketelitian rerata |
| Rerata per kelompok | =AVERAGEIF(B2:B61;"Gelap";D2:D61) | Atau AVERAGEIFS untuk beberapa syarat |
3.2 Rerata atau median?
Rerata memakai semua nilai, sehingga satu pencilan bisa menariknya jauh. Median hanya melihat nilai tengah, sehingga hampir tidak terpengaruh. Gambar 4 di Bab 2 memperlihatkan nilai 141 yang seharusnya 14,1. Lihat pada Gambar 5 apa yang terjadi pada statistiknya bila kesalahan itu tidak diperbaiki.
Pelajarannya: bila rerata dan median berbeda jauh, curigai pencilan atau sebaran yang miring sebelum menulis kesimpulan.
3.3 SD atau SE?
Simpangan baku (SD) menggambarkan seberapa lebar sebaran data. Galat baku (SE) menggambarkan seberapa teliti rerata diperkirakan, dan nilainya mengecil bila n bertambah karena SE = SD/√n. Laporkan “rerata ± SD” untuk menggambarkan sebaran data, dan “rerata ± SE” atau selang kepercayaan 95% untuk menunjukkan ketelitian rerata. Sebutkan mana yang dipakai di keterangan tabel atau grafik. Gambar 6 memperlihatkan perbedaannya.
Yang berubah hanya SE
Sebaran kecambah tidak berubah walaupun sampelnya ditambah, jadi batang SD tetap sepanjang 1,2 cm. Yang menyempit adalah batang SE: 0,54 cm untuk n = 5, 0,31 cm untuk n = 15, dan 0,15 cm untuk n = 60. Karena itu, batang galat tanpa keterangan “SD” atau “SE” tidak bisa ditafsirkan.
3.4 Statistik per kelompok
Perbandingan antarperlakuan membutuhkan statistik per kelompok. Ada tiga cara di spreadsheet: PivotTable, rumus seperti AVERAGEIF dan COUNTIFS, atau Analysis ToolPak. Di PivotTable, pilihan StdDev menghitung simpangan baku sampel, sama dengan STDEV.S. Analysis ToolPak menghasilkan nilai statis yang tidak ikut berubah bila data diubah, jadi jalankan ulang setiap kali data diperbaiki. Langkah rincinya ada di Prosedur C3.
Contoh pelaporan
“Tinggi kecambah hari ke-7 pada perlakuan Gelap 14,20 ± 1,00 cm (rerata ± SD, n = 15).” Dua desimal, satuan, jenis sebaran, dan n disebut lengkap.
Contoh pelaporan
“Skor posttest kelas X-2 adalah 78,4 ± 9,6 (rerata ± SD, n = 32 siswa).” Tanpa n dan SD, pembaca tidak tahu apakah perbedaan antarkelas berarti.
Data praktikum dan lapangan hampir selalu merupakan sampel dari populasi yang lebih besar, jadi pakai STDEV.S. STDEV.P hanya dipakai bila data Anda mencakup seluruh anggota populasi, misalnya seluruh siswa di satu sekolah yang memang menjadi satu-satunya sasaran.
Data Anda memuat satu pencilan besar yang belum diperiksa. Ukuran pusat mana yang paling tahan terhadapnya?
Tinggi kecambah dari 15 ulangan praktikum. Simpangan bakunya dihitung dengan fungsi apa?
Bila n diperbesar dari 15 menjadi 60 dan SD tetap, apa yang terjadi pada SE?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Laporkan selalu n, ukuran pusat, dan ukuran sebaran beserta satuannya.
- Median tahan terhadap pencilan; rerata tidak.
- SD menggambarkan sebaran data; SE menggambarkan ketelitian rerata dan mengecil bila n bertambah.
Sebuah laporan menulis “rerata tinggi 12,3 ± 0,4 cm” tanpa keterangan lain. Informasi apa yang hilang?
Grafik, Infografis, dan Dasbor yang Jujur
Grafik adalah cara tercepat menyampaikan hasil, sekaligus cara tercepat menyesatkan pembaca. Grafik yang baik dimulai dari pertanyaan yang ingin dijawab, bukan dari tombol Insert Chart. Bab ini membahas cara memilih jenis grafik, merapikannya, lalu merangkainya menjadi infografis atau dasbor.
- Langkah 1Tentukan pertanyaanMembandingkan, melihat tren, sebaran, hubungan, atau proporsi?
- Langkah 2Pilih jenis grafikBatang, garis, histogram, box plot, scatter, atau lingkaran.
- Langkah 3Tampilkan datanyaUntuk sampel kecil, tunjukkan titik data atau box plot.
- Langkah 4RapikanSumbu dari nol, satuan, warna Okabe-Ito, batang galat, dan n.
- Langkah 5Rangkai dan bagikanInfografis atau dasbor dengan judul berupa kesimpulan dan sumber data.
4.1 Pertanyaan menentukan jenis grafik
Pilih pertanyaan Anda pada Gambar 7 untuk melihat jenis grafik yang cocok beserta contohnya di riset dan di kelas.
Sumbu y wajib dimulai dari nol, sertakan n dan batang galat.
Rerata tinggi kecambah per perlakuan cahaya.
Rerata skor posttest per kelas.
Sumbu x berupa waktu yang berurutan dengan selang yang sama.
Produksi perikanan Sumatera Utara per tahun.
Skor literasi data siswa dari pertemuan ke pertemuan.
Batang saling menempel karena sumbu x adalah rentang angka, bukan kategori.
Sebaran panjang tubuh ikan hasil tangkapan.
Sebaran skor tes satu kelas.
Menampilkan median, kuartil, dan pencilan setiap kelompok sekaligus.
Tinggi kecambah per perlakuan cahaya.
Skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Tambahkan garis tren bila polanya kira-kira lurus; hubungan belum tentu sebab-akibat.
Jumlah daun terhadap tinggi kecambah.
Skor pretest terhadap skor posttest.
Maksimal lima bagian. Lebih dari itu, pakai grafik batang biasa.
Proporsi famili ikan dalam sampel.
Proporsi jawaban angket: setuju, ragu, tidak setuju.
4.2 Grafik batang bisa menyembunyikan data
Weissgerber et al. (2015) mengingatkan bahwa grafik batang rerata untuk data kontinu menyembunyikan sebaran data: banyak kumpulan data yang sangat berbeda bisa menghasilkan grafik batang yang sama. Untuk sampel kecil, tampilkan titik-titik datanya atau pakai box plot. Gambar 8 memakai data apersepsi: ganti tampilannya dan perhatikan kapan perbedaan perlakuan P dan Q terlihat.
Tampak hampir sama
Rerata P dan Q sama-sama 10,05 cm. Batang SD Q lebih panjang (3,63 cm dibanding 0,50 cm), tetapi grafik tidak memberi tahu mengapa.
Perlakuan Q terbelah dua
Sepuluh titik Q mengelompok di dua tempat, sekitar 6 sampai 7 cm dan 13 sampai 14 cm, dan tidak ada satu pun yang mendekati reratanya. Pola ini harus diselidiki sebelum menyimpulkan apa pun.
Kotak Q jauh lebih lebar
Box plot memperlihatkan bahwa separuh data tengah Q membentang dari 6,68 sampai 13,33 cm, sedangkan P hanya dari 9,75 sampai 10,38 cm. Untuk sampel kecil, titik data tetap paling jujur.
Rougier, Droettboom, dan Bourne (2014) merumuskan sepuluh aturan grafik yang baik. Di antaranya: kenali pembaca, tentukan pesan, keterangan gambar wajib ada, jangan percaya pengaturan bawaan, pakai warna secara efektif, jangan menyesatkan pembaca, dan hindari hiasan yang tidak membawa data.
4.3 Merapikan grafik
Pengaturan bawaan Excel jarang menghasilkan grafik ilmiah yang baik. Bandingkan grafik sebelum dan sesudah dirapikan pada Gambar 9, lalu cocokkan dengan daftar periksa di bawahnya.
Lima masalah
1 Judul dan label tanpa makna (“Chart Title”, “Series1”). 2 Sumbu y dimulai dari 6, sehingga Gelap tampak hampir enam kali lebih tinggi daripada Cahaya 100%, padahal sebenarnya kurang dari dua kali. 3 Merah dan hijau sulit dibedakan pembaca buta warna. 4 Tanpa satuan, tanpa n, tanpa batang galat. 5 Garis kisi rapat yang mengganggu.
Yang diperbaiki
Sumbu y dimulai dari 0 dan diberi satuan, warna memakai palet Okabe-Ito, batang galat SD ditambahkan, garis kisi seperlunya, dan informasi n serta jenis batang galat dipindah ke keterangan gambar.
Daftar periksa grafik dan tabel
- Nomor dan keterangan informatif: keterangan gambar di bawah gambar, judul tabel di atas tabel
- Label sumbu atau kepala kolom dengan satuan, misalnya “Tinggi kecambah (cm)”
- Sumbu y grafik batang dimulai dari nol
- Tanpa efek 3D, bayangan, atau gradasi; garis kisi seperlunya
- Jenis batang galat (SD, SE, atau SK 95%) dan n disebutkan
- Warna ramah buta warna dan tetap terbaca bila dicetak hitam putih
- Desimal konsisten dalam satu kolom; teks berbahasa Indonesia memakai koma desimal
- Baris sumber data di bawah grafik
Wong (2011) menyarankan menghindari pasangan merah dan hijau dan memakai palet Okabe-Ito (Okabe & Ito, 2008). Empat warna berikut cukup untuk empat perlakuan.
| Warna | Kode hex | Saran pemakaian |
|---|---|---|
| Oranye | #E69F00 | Gelap |
| Biru langit | #56B4E9 | Cahaya 25% |
| Hijau kebiruan | #009E73 | Cahaya 50% |
| Biru | #0072B2 | Cahaya 100% |
4.4 Infografis dan dasbor
| Alat | Status dan syarat | Catatan |
|---|---|---|
| Canva | Paket gratis perorangan tersedia. Canva Education gratis hanya untuk sekolah dasar dan menengah. | Tanyakan ke fakultas apakah ada lisensi kampus. |
| Looker Studio (Data Studio) | Gratis, berjalan di peramban, tersambung langsung ke Google Sheets. | Pilihan paling mudah untuk laptop apa pun. |
| Tableau Public | Gratis. Sejak 30 April 2024, Tableau Desktop Public Edition dapat menyimpan berkas di komputer; terbit ke profil publik bersifat opsional. | Data yang diterbitkan dapat dilihat semua orang. |
| Power BI Desktop | Gratis, hanya untuk Windows. Fitur Publish to web memerlukan lisensi Pro atau PPU dan izin admin. | Ekspor ke PDF atau PowerPoint sebagai gantinya. |
Infografis ilmiah yang baik punya satu pesan utama yang ditulis sebagai judul berupa kesimpulan. Dua sampai empat grafik masing-masing menjawab satu sub-pertanyaan. Angka kunci (n, rerata ± SD) ditulis besar beserta satuannya. Satu kategori memakai satu warna yang sama di semua grafik, ikon hanya pelengkap, dan kaki halaman berisi sumber data, lisensi, penyusun, tanggal, serta alat yang dipakai.
Jangan menerbitkan data pribadi, misalnya nama dan nilai siswa, atau koordinat persis spesies terancam ke platform publik. Ingat bahwa data yang diterbitkan lewat Tableau Public dapat dilihat semua orang.
Anda ingin membandingkan sebaran skor posttest dua kelas. Grafik apa yang paling tepat?
Grafik batang dengan sumbu y yang dimulai dari 6 membuat …
Pasangan warna apa yang sebaiknya dihindari agar grafik ramah buta warna?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Pertanyaan menentukan jenis grafik: batang, garis, histogram, box plot, scatter, atau lingkaran.
- Untuk sampel kecil, tampilkan titik data atau box plot, bukan hanya batang rerata.
- Grafik yang rapi: sumbu dari nol untuk batang, satuan, warna Okabe-Ito, jenis batang galat dan n, serta sumber data.
Cari satu grafik di berita atau media sosial minggu ini. Butir daftar periksa mana yang dilanggarnya?
Praktik C1 sampai C6: Dari Data Kotor ke Infografis
Bagian ini dikerjakan di laptop sambil mengikuti langkah bernomor. Sesi bersih (25 menit) mencakup C1 dan C2, sesi analisis (15 menit) mencakup C3, sesi grafik (20 menit) mencakup C4 dan C5, dan sesi infografis (10 menit) mencakup C6. Teks bermuka monospace adalah sesuatu yang diketik atau diklik di komputer.
Sheet P07_kecambah di berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx berisi tinggi kecambah kacang hijau (Vigna radiata) hari ke-7 pada empat perlakuan cahaya, 15 ulangan per perlakuan, kolom A sampai G. Seluruh angka adalah data simulasi untuk latihan dan sengaja memuat kesalahan. Kelompok yang memakai data GBIF atau BPS mengikuti langkah yang sama dengan menyesuaikan nama kolom.
- Langkah 1C1 · Buka dengan amanSalin berkas, buat sheet kerja dan log perubahan.
- Langkah 2C2 · BersihkanLabel, sel teks, sel kosong, baris ganda, pencilan, dan tanggal.
- Langkah 3C3 · Statistikn, rerata, SD, dan SE per perlakuan.
- Langkah 4C4 · GrafikBox plot dan batang ± SD yang sudah dirapikan.
- Langkah 5C5 · Nilai saran AIBandingkan saran grafik AI dengan prinsip visualisasi.
- Langkah 6C6 · InfografisSatu pesan, angka kunci, dan sumber data.
C1. Membuka data dengan aman
- Salin berkas. Simpan sebagai
Kelompok_P07_kecambah_v01.xlsx. Duplikasi sheetP07_kecambahmenjadikerjadan tambahkan sheetlog_perubahan. - Jika memakai CSV dari luar. Gunakan Data > Get Data > From Text/CSV dan pilih pemisah yang benar. Di Power Query, pakai Transform > Data Type > Using Locale > English (United States) untuk kolom angka bertitik desimal.
C2. Membersihkan data
- Seragamkan label perlakuan. Tulis rumus berikut di kolom bantu H2, lalu salin ke bawah.
=PROPER(TRIM(SUBSTITUTE(B2;" %";"%")))
Periksa dengan filter bahwa hanya tersisa empat label: Gelap, Cahaya 25%, Cahaya 50%, dan Cahaya 100%. Salin kolom H, lalu Paste Special > Values ke kolom B.
- Perbaiki sel teks di kolom tinggi. Cari sel yang rata kiri atau berisi satuan, misalnya
12,4 cm. Ketik ulang angkanya saja dan catat di log. - Hitung sel kosong. Biarkan kosong atau isi NA. Jangan diisi 0.
=COUNTBLANK(D2:D63)
- Tandai baris ganda. Tulis rumus berikut di kolom I. Periksa baris bertanda TRUE, lalu Data > Remove Duplicates dengan kolom
id_sampelsaja. Hasilnya 60 baris data.
=COUNTIF($A$2:$A$63;A2)>1
- Tandai pencilan dengan pagar IQR. Tulis rumus kuartil dan pagar di sel kosong L2 sampai L6, lalu rumus penanda di kolom J.
L2 =QUARTILE.INC(D2:D61;1) L3 =QUARTILE.INC(D2:D61;3) L4 =L3-L2 L5 =L2-1,5*L4 L6 =L3+1,5*L4 J2 =IF(D2="";"";IF(OR(D2<$L$5;D2>$L$6);"pencilan";"ok"))
- Putuskan pencilan. Bandingkan nilai pencilan dengan anggota kelompoknya. Bila nilainya sekitar sepuluh kali lipat nilai lain, kemungkinan besar koma desimalnya hilang. Perbaiki hanya bila alasannya kuat, dan catat di log.
- Seragamkan tanggal. Ubah tanggal yang tidak berformat YYYY-MM-DD dan catat di log.
Pagar IQR di atas dihitung untuk semua perlakuan sekaligus. Cara yang lebih tepat adalah menghitungnya per perlakuan, karena tiap perlakuan punya sebaran sendiri. Kecambah Gelap yang tinggi bisa tampak sebagai pencilan bila dicampur dengan kecambah Cahaya 100% yang pendek.
C3. Statistik deskriptif per perlakuan
- Cara 1: PivotTable. Klik di dalam data, lalu Insert > PivotTable > New Worksheet. Seret
perlakuanke Rows dantinggi_cm_h7ke Values tiga kali. Atur Value Field Settings menjadi Count, Average, dan StdDev (StdDev di PivotTable adalah simpangan baku sampel). - Cara 2: rumus. Tulis keempat label perlakuan di N2:N5. Isi O2 (n), P2 (rerata), Q2 (SD, Excel 365), dan R2 (SE), lalu salin ke bawah.
O2 =COUNTIFS($B$2:$B$61;N2;$D$2:$D$61;"<>") P2 =AVERAGEIF($B$2:$B$61;N2;$D$2:$D$61) Q2 =STDEV.S(FILTER($D$2:$D$61;($B$2:$B$61=N2)*($D$2:$D$61<>""))) R2 =Q2/SQRT(O2)
Excel 2019 ke bawah tidak memiliki FILTER; gunakan nilai StdDev dari PivotTable.
- Cara 3: Analysis ToolPak. Aktifkan lewat File > Options > Add-ins > Manage: Excel Add-ins > Go > Analysis ToolPak. Lalu Data > Data Analysis > Descriptive Statistics, centang Labels in first row dan Summary statistics. Hasilnya nilai statis yang tidak ikut berubah bila data diubah.
- Rekap hasil. Susun tabel ringkasan berisi n, rerata, median, SD, dan SE per perlakuan dengan dua angka desimal.
C4. Membuat grafik
- Box plot. Pilih kolom B dan D (label dan tinggi), lalu Insert > Insert Statistic Chart > Box and Whisker. Box plot menunjukkan median, kuartil, dan pencilan setiap perlakuan.
- Grafik batang rerata ± SD. Pilih tabel rerata (N1:P5), lalu Insert > Clustered Column. Tambahkan batang galat: Chart Elements > Error Bars > More Options > Custom > Specify Value, lalu isi rentang SD (Q2:Q5) untuk nilai positif dan negatif.
- Rapikan. Beri judul sumbu “Tinggi kecambah hari ke-7 (cm)”, mulai sumbu y dari 0, hapus garis kisi berlebih, warnai dengan palet Okabe-Ito, dan hapus legenda bila tidak perlu.
- Tulis keterangan gambar. Ikuti pola berikut.
Gambar 1. Rerata tinggi kecambah Vigna radiata hari ke-7 pada empat perlakuan cahaya (n per perlakuan ditulis). Batang galat = SD. Sumber: data simulasi latihan TILDA.
C5. Menilai rekomendasi grafik dari AI
- Ajukan prompt berikut ke asisten AI pilihan Anda.
Saya punya data tinggi kecambah (cm) pada 4 perlakuan cahaya, sekitar 15 ulangan per perlakuan. Grafik apa yang paling tepat untuk membandingkan keempat perlakuan? Jelaskan alasannya.
- Evaluasi. Bandingkan saran AI dengan pemilihan grafik di Gambar 7, Weissgerber et al. (2015), dan Rougier et al. (2014). Catat grafik yang disarankan AI, alasannya, kesesuaiannya dengan prinsip visualisasi, dan keputusan kelompok Anda.
C6. Infografis sederhana
- Tentukan satu pesan. Tulis kesimpulan utama sebagai judul, berdasarkan hasil perhitungan kelompok Anda sendiri.
- Pilih alat. Canva (paket gratis) untuk infografis statis; Looker Studio atau Tableau Public untuk dasbor sederhana.
- Susun. Judul kesimpulan, dua sampai tiga grafik dari C4, angka kunci (n, rerata ± SD), metode singkat, dan kaki halaman berisi sumber data serta penyusun. Ikuti kerangka di Gambar 10.
- Ekspor. Simpan sebagai PDF atau PNG dengan nama
Kelompok_P07_infografis.pdf.
- Kerjakan selalu di salinan dan catat setiap perubahan di sheet log.
- Label diseragamkan dengan rumus, data hilang dibiarkan NA, baris ganda dan pencilan diperiksa sebelum diputuskan.
- Statistik dihitung per perlakuan; grafik diberi satuan, batang galat yang jelas, dan keterangan lengkap.
Dari Data ke Cerita: Aktivitas dan Tugas Pertemuan 7
Di tatap muka, Anda membersihkan data kecambah, menghitung statistik deskriptif, membuat grafik, menilai saran grafik dari AI, dan membuat sketsa infografis. Di luar kelas, kelompok Anda menyelesaikan Mini Riset 1. Rangkaian ini melatih ketekunan, kemandirian, kerja sama, keberinisiatifan, dan tanggung jawab.
A. Alur kegiatan tatap muka (2 × 50 menit)
| Tahap | Waktu | Kegiatan |
|---|---|---|
| Buka | 5 menit | Dosen menampilkan dua grafik dari data yang sama, yaitu batang rerata dan box plot. “Mana yang lebih jujur?” |
| Teori | 15 menit | Bab 1 sampai 4 secara ringkas; detailnya dibaca di modul |
| Bersih | 25 menit | Prosedur C1 dan C2 pada sheet P07_kecambah |
| Analisis | 15 menit | Prosedur C3: tabel statistik deskriptif per perlakuan |
| Grafik | 20 menit | Prosedur C4 dan C5: box plot, grafik batang ± SD, dan evaluasi rekomendasi AI |
| Infografis | 10 menit | Prosedur C6: sketsa infografis; penyelesaiannya menjadi bagian Mini Riset 1 |
| Tutup | 10 menit | Penjelasan Mini Riset, pembagian topik, dan dataset untuk setelah UTS |
B. Mini Riset 1, tugas kelompok
Mini Riset adalah tugas kelompok yang berlanjut sampai setelah UTS. Produk tahap 1 dikumpulkan setelah pertemuan ini. Topik dan dataset ditetapkan dosen, atau diusulkan kelompok dari sumber terbuka (GBIF, BPS, RIN BRIN) maupun data praktikum.
1 · Dataset bersih
Berkas spreadsheet berbentuk tidy, lengkap dengan kamus data dan sheet log perubahan.
2 · Tabel hasil olahan
n, rerata, median, SD, dan SE per kelompok dengan dua angka desimal.
3 · Grafik
Minimal satu box plot atau grafik titik dan satu grafik batang ± SD yang lolos daftar periksa.
4 · Infografis sederhana
Satu halaman dengan judul berupa kesimpulan, mengikuti kerangka di Gambar 10.
5 · Rancangan awal
Judul sementara, pertanyaan penelitian, sumber data (nama, URL, DOI, lisensi), variabel, tujuan, dan pembagian tugas.
Bila memakai AI
Catat prompt, klaim AI, sumber yang dipakai untuk mengeceknya, dan statusnya, seperti di Pertemuan 6.
Bobot rubrik Mini Riset 1
C. Kriteria penilaian
| Produk | Kriteria utama |
|---|---|
| Mini Riset 1 | Dinilai dengan rubrik khusus tugas analisis data RPS: kualitas data (20), data cleaning (15), pengolahan data (20), analisis dan interpretasi (25), visualisasi (10), dan etika akademik (10). |
| Produk praktik | Kelengkapan log pembersihan, ketepatan statistik, dan kualitas grafik menurut daftar periksa. |
- Tenggat Mini Riset 1: Satu minggu setelah tugas diberikan.
- Kumpulkan data mentah dan data bersih sebagai dua berkas terpisah, beserta sheet log perubahan.
- Cantumkan sumber dan lisensi setiap dataset dari luar, dan jangan menerbitkan data pribadi.
Kembali ke Raka dan Nadira
Ingat tabel kecambah kelompok Raka yang berisi 62 baris? Kini Anda tahu langkahnya. Raka perlu menandai baris ganda dengan COUNTIF berdasarkan id_sampel, memeriksanya, lalu menghapusnya di salinan sampai tersisa 60 baris. Label gelap, Gelap, dan GELAP diseragamkan dengan PROPER dan TRIM. Sel kosong dibiarkan NA, bukan diisi 0, karena nol menyeret rerata ke bawah. Itulah salah satu sebab perlakuan gelap tampak paling rendah. Nilai 141 cm ditandai pagar Tukey, dicocokkan dengan lembar pengamatan, lalu diperbaiki menjadi 14,1 cm. Setiap perubahan dicatat di log. Setelah dibersihkan, kecambah di tempat gelap justru tumbuh paling tinggi, sesuai peristiwa etiolasi.
Nadira perlu mengganti diagram lingkaran tiga dimensinya. Untuk membandingkan skor dua kelas, box plot atau grafik titik jauh lebih jujur. Warnanya diganti dengan palet Okabe-Ito agar terbaca oleh pembaca buta warna. Kalimat “rerata kelas A lebih tinggi” juga perlu dilengkapi dengan rerata ± SD dan jumlah siswa setiap kelas, agar pembaca bisa menilai sendiri seberapa besar perbedaannya.
1. Pernahkah Anda mengisi sel kosong dengan 0 atau menghapus nilai janggal tanpa mencatatnya? Apa akibatnya pada hasil Anda?
2. Bila orang lain membuka berkas data Anda, bisakah ia menelusuri setiap perubahan yang Anda buat?
3. Grafik apa yang biasanya Anda pakai di laporan praktikum? Apakah grafik itu benar-benar menjawab pertanyaan penelitian Anda?
4. Sebagai calon peneliti atau calon guru, bagaimana Anda akan mengajari orang lain membaca grafik dengan kritis?
Janji kecil untuk mengolah data
- Saya selalu bekerja di salinan dan menyimpan data mentah apa adanya.
- Saya mencatat setiap perubahan data di sheet log.
- Saya menulis NA untuk data hilang, tidak pernah 0.
- Saya memeriksa pencilan sebelum memutuskan, bukan langsung menghapusnya.
- Saya selalu menyebut n dan jenis batang galat di keterangan grafik.
- Saya memilih grafik berdasarkan pertanyaan, bukan berdasarkan tampilannya.
Jawaban Anda tidak dinilai; gunakan untuk melihat kebiasaan mana yang perlu diubah lebih dulu. Mulailah dari yang paling kecil: buat sheet log sebelum mengubah satu sel pun. Setelah UTS, kelompok Anda melanjutkan Mini Riset dengan data dan topik yang dibagikan di akhir pertemuan ini.
Glosarium dan Daftar Pustaka
Glosarium
| Istilah | Arti sederhana |
|---|---|
| Data mentah | Data asli hasil pencatatan atau unduhan, disimpan tanpa diubah |
| Data tidy | Bentuk tabel dengan satu variabel per kolom, satu pengamatan per baris, dan satu nilai per sel |
| Kamus data | Keterangan arti, satuan, dan aturan isian setiap kolom |
| Log perubahan | Catatan setiap perubahan data: baris, nilai lama, nilai baru, dan alasannya |
| NA | Kode untuk data hilang atau tidak terukur; berbeda dari angka 0 |
| Baris ganda | Rekaman yang tercatat lebih dari sekali menurut definisi yang ditetapkan |
| Pencilan (potential outlier) | Data yang memiliki nilai sangat jauh atau berbeda secara signifikan dari mayoritas data lainnya, sehingga dicurigai sebagai pencilan (outlier) |
| Kuartil dan IQR | Q1 dan Q3 membatasi separuh data bagian tengah; IQR = Q3 − Q1 |
| Pagar Tukey | Batas Q1 − 1,5 × IQR dan Q3 + 1,5 × IQR untuk menandai calon pencilan |
| Rerata dan median | Rerata adalah jumlah dibagi n; median adalah nilai tengah data yang diurutkan |
| Simpangan baku (SD) | Ukuran lebar sebaran data di sekitar rerata |
| Galat baku (SE) | SD dibagi akar n; menunjukkan ketelitian rerata |
| Batang galat | Garis pada grafik yang menunjukkan SD, SE, atau selang kepercayaan |
| PivotTable | Fitur spreadsheet untuk meringkas data per kelompok |
| Analysis ToolPak | Add-in Excel untuk statistik deskriptif dan analisis lain |
| Box plot | Grafik yang menampilkan median, kuartil, dan pencilan setiap kelompok |
| Histogram | Grafik sebaran satu variabel dengan batang yang saling menempel |
| Palet Okabe-Ito | Kumpulan warna yang tetap dapat dibedakan oleh pembaca buta warna |
| Infografis | Satu halaman visual yang menyampaikan satu pesan utama dengan grafik dan angka kunci |
| Dasbor | Tampilan beberapa grafik yang tersambung ke sumber data, misalnya di Looker Studio |
| Mini Riset | Tugas kelompok analisis data yang berlanjut sampai setelah UTS |
Daftar Pustaka
Broman, K. W., & Woo, K. H. (2018). Data organization in spreadsheets. The American Statistician, 72(1), 2-10. https://doi.org/10.1080/00031305.2017.1375989
Google. (t.t.). Split text, remove duplicates, or trim whitespace. Google Docs Editors Help. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://support.google.com/docs/answer/6325535
Michener, W. K. (2015). Ten simple rules for creating a good data management plan. PLOS Computational Biology, 11(10), e1004525. https://doi.org/10.1371/journal.pcbi.1004525
Microsoft. (t.t.-a). Publish to web from Power BI. Microsoft Learn. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://learn.microsoft.com/en-us/power-bi/collaborate-share/service-publish-to-web
Microsoft. (t.t.-b). Use the Analysis ToolPak to perform complex data analysis. Microsoft Support. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://support.microsoft.com/en-us/office/use-the-analysis-toolpak-to-perform-complex-data-analysis-6c67ccf0-f4a9-487c-8dec-bdb5a2cefab6
Okabe, M., & Ito, K. (2008). Color universal design (CUD): How to make figures and presentations that are friendly to colorblind people. https://jfly.uni-koeln.de/color/
Rougier, N. P., Droettboom, M., & Bourne, P. E. (2014). Ten simple rules for better figures. PLOS Computational Biology, 10(9), e1003833. https://doi.org/10.1371/journal.pcbi.1003833
Tableau. (2024, 30 April). Local file save with Tableau Desktop Public Edition. https://www.tableau.com/blog/local-file-save-tableau-desktop-public-edition
Tukey, J. W. (1977). Exploratory data analysis. Addison-Wesley.
Weissgerber, T. L., Milic, N. M., Winham, S. J., & Garovic, V. D. (2015). Beyond bar and line graphs: Time for a new data presentation paradigm. PLOS Biology, 13(4), e1002128. https://doi.org/10.1371/journal.pbio.1002128
Wong, B. (2011). Points of view: Color blindness. Nature Methods, 8(6), 441. https://doi.org/10.1038/nmeth.1618
Selamat Datang di Pertemuan 7
Selamat datang di pertemuan ketujuh, pertemuan terakhir sebelum UTS. Di pertemuan sebelumnya Anda belajar menilai sumber dan menjaga integritas akademik. Kali ini Anda mengolah data sendiri: menata tabel ke bentuk tidy, membersihkan kesalahan dengan tercatat, menghitung statistik deskriptif, lalu menyajikannya sebagai grafik dan infografis yang jujur. Modul ini disusun untuk mahasiswa Biologi dan Pendidikan Biologi sekaligus, dengan contoh dari laboratorium riset dan dari ruang kelas.
| Identitas Modul | |
|---|---|
| Mata kuliah | Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA) |
| Pertemuan | Ke-7: Pengolahan, Analisis Deskriptif, dan Visualisasi Data Biologi |
| Sasaran | Mahasiswa Prodi Biologi dan Prodi Pendidikan Biologi |
| Sub-CPMK | Mengolah, menganalisis, memvisualisasikan, dan menyajikan data biologi menggunakan perangkat lunak atau aplikasi digital secara sistematis. |
| Indikator | Mengolah dan menyajikan data biologi menggunakan perangkat lunak atau aplikasi digital dalam bentuk tabel, grafik, atau visualisasi. |
| Metode | Workshop, project-based learning, demonstrasi, praktik komputer |
| Media | Laptop/PC, proyektor, LMS, Microsoft Excel atau Google Sheets, Canva, Looker Studio/Tableau Public/Power BI, ChatGPT/Copilot/Gemini, berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx, internet |
| Nilai karakter | Ketekunan, kemandirian, kerja sama, keberinisiatifan, tanggung jawab |
| Tagihan | Mini Riset 1 (kelompok): dataset bersih, tabel hasil olahan, grafik, infografis sederhana, rancangan awal Mini Riset (judul, sumber data, tujuan) |
| Bobot penilaian | Mini Riset 1: 9% dari nilai akhir |
| Alokasi waktu | 2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri |
Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:
- Menjelaskan tahap pengolahan data dan mengubah tabel lebar menjadi bentuk tidy dengan kamus data.
- Membersihkan data secara terdokumentasi: label, sel teks, data hilang, baris ganda, pencilan, dan tanggal.
- Menghitung statistik deskriptif per kelompok dan memilih antara rerata atau median, serta SD atau SE.
- Memilih jenis grafik sesuai pertanyaan dan merapikannya menurut daftar periksa grafik ilmiah.
- Menilai rekomendasi grafik dari AI dan menyusun infografis sederhana.
- Menyusun produk Mini Riset 1 bersama kelompok.
Gunakan menu di atas untuk berpindah bagian, atau tombol di bawah setiap halaman untuk melanjutkan. Setiap bagian punya alamat sendiri, jadi Anda bisa menyimpan atau membagikan tautan ke bab tertentu, dan tombol Back di peramban membawa Anda ke bagian sebelumnya.
Setiap bab dibuka dengan timeline bergerak yang merangkum langkah kerjanya dan ditutup dengan kuis Cek Pemahaman. Modul ini juga memuat delapan gambar interaktif; klik tombol di dalam gambar untuk berpindah tampilan. Siapkan berkas Dataset_Latihan_TILDA_P04_P07.xlsx sebelum masuk ke halaman Praktik.