Kredibilitas Sumber Informasi dan Integritas Akademik
E-Modul Pertemuan 6 · Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA)
Menimbang Sumber, Menjaga Kejujuran
Kredibilitas Sumber Informasi dan Integritas Akademik untuk Riset dan Sekolah
Ulos Tenun dan Ulos Cetak
Di pasar, ulos cetakan mesin bisa dipajang serapi ulos tenun tangan. Pembeli yang berpengalaman tidak berhenti pada warna dan motif yang tampak di depan mata. Ia bertanya siapa penenunnya, dari kampung mana kain itu berasal, lalu mencocokkan cerita penjual dengan keterangan pedagang lain. Penampilan mudah ditiru; asal-usul jauh lebih sulit dipalsukan.
Literatur ilmiah bekerja dengan cara serupa. Pada Pertemuan 5 Anda sudah menjaring artikel, mencatat log pencarian, dan menyimpan rujukan di Zotero. Pertemuan ini menjawab dua pertanyaan berikutnya. Pertama, layakkah artikel itu dipercaya? Kedua, apakah cara Anda memakainya jujur? Keduanya bermuara pada tugas yang sama: Critical Journal Review (CJR) tahap final.
Anda akan menimbang bukti penelitian
Misalnya artikel uji antibakteri ekstrak andaliman: terbit di jurnal apa, adakah kontrol positif, cukupkah ulangannya, dan cocokkah angka di teks dengan tabel.
Anda akan menimbang bukti pembelajaran
Misalnya artikel pengembangan LKPD: validkah instrumennya, berapa siswa yang diuji, adakah kelas pembanding, dan wajarkah klaim peningkatan hasil belajarnya.
Apersepsi: mana situs jurnal yang asli?
Dua situs di bawah ini memakai nama jurnal yang sama. Satu adalah situs resmi, satu lagi tiruan. Amati keduanya, tentukan pilihan Anda beserta alasannya, baru buka pembahasan.
10.5555 adalah awalan contoh yang memang disediakan Crossref untuk ilustrasi.Lihat pembahasan
Situs A yang asli. Situs B memperlihatkan lima tanda bahaya sekaligus: nama domainnya berbeda dari yang tercatat di indeks, ia memamerkan “Global Impact Factor” yang bukan metrik resmi, menjanjikan keputusan dalam 72 jam (telaah sejawat yang sungguh-sungguh tidak secepat itu), menyembunyikan biaya sampai naskah diterima, dan memberi DOI berawalan 20. Padahal DOI yang sah selalu diawali 10.
Perhatikan juga apa yang tidak membedakan keduanya: logo, warna, dan nama jurnal sama persis. Inilah sebabnya Bab 1 mengajak Anda keluar dari situs untuk memeriksanya, dan Bab 2 membahas jurnal yang dibajak.
Apa yang keliru pada langkah Raka dan Nadira? Catat dugaan Anda. Kita kembali ke mereka di Pojok Refleksi.
- Pertemuan 6 berfokus pada menilai kredibilitas sumber dan menjaga integritas saat memakai sumber itu.
- Mahasiswa Biologi menimbang bukti penelitian; mahasiswa Pendidikan Biologi menimbang bukti pembelajaran dan kelak mengajarkannya kepada siswa.
- Semua keterampilan di modul ini dipakai untuk menyelesaikan CJR final beserta presentasinya.
Menilai Sumber: Membaca Vertikal, Membaca Lateral
- Langkah 1BerhentiJangan langsung percaya atau membagikan. Tanyakan: apakah saya mengenal sumber ini?
- Langkah 2Buka tab baruCari nama situs, penulis, atau akunnya. Apa kata pihak lain tentang sumber itu?
- Langkah 3Cari liputan lainBandingkan dengan sumber kredibel di Google Scholar, PubMed, atau Garuda.
- Langkah 4Telusuri ke asalnyaTemukan artikel atau data aslinya, lalu periksa konteksnya.
- Langkah 5Nilai dengan CRAAPUntuk sumber CJR, jawab lima pertanyaan CRAAP, lalu putuskan: pakai atau ganti.
1.1 Mengapa tampilan bisa menipu
Cara menilai sumber yang paling umum adalah membaca vertikal: menilai sebuah situs dari tampilan dan isinya sendiri. Kita menggulir ke bawah, melihat logo, membaca halaman “Tentang Kami”, lalu memutuskan. Masalahnya, semua yang ada di dalam situs ditulis oleh pemilik situs itu sendiri.
Wineburg dan McGrew (2019) membandingkan cara kerja pemeriksa fakta profesional dengan sejarawan dan mahasiswa Stanford. Pemeriksa fakta ternyata lebih cepat dan lebih tepat. Mereka tidak membaca lebih banyak isi situs, tetapi justru lebih sedikit. Begitu menemukan sumber yang belum dikenal, mereka segera membuka tab baru untuk mencari tahu siapa di balik sumber itu. Cara ini disebut membaca lateral. Tampilan yang profesional mudah dipalsukan, sedangkan reputasi di mata pihak lain jauh lebih sulit dipalsukan.
Coba sendiri pada Gambar 2. Situs yang dinilai adalah Situs B dari apersepsi. Pilih cara membaca, lalu bandingkan kesimpulannya.
1.2 CRAAP: menilai satu sumber secara mendalam
CRAAP dikembangkan Blakeslee (2004) di Meriam Library, California State University, Chico. Namanya adalah singkatan lima pertanyaan: Currency (kebaruan), Relevance (relevansi), Authority (otoritas), Accuracy (akurasi), dan Purpose (tujuan). CRAAP cocok untuk menilai satu sumber secara mendalam, misalnya artikel yang akan Anda ulas dalam CJR. Klik setiap huruf pada Gambar 3 untuk melihat pertanyaannya dan contoh penerapannya di kedua prodi.
Kapan sumber ini terbit atau diperbarui, dan apakah usianya masih wajar untuk topik Anda?
Artikel uji difusi cakram tahun 2014 masih bisa dipakai karena metodenya baku. Sebaliknya, data sebaran spesies atau status taksonomi sebaiknya dicek di basis data terbaru.
Artikel LKPD tahun 2012 masih mengacu pada KTSP. Untuk merancang pembelajaran Kurikulum Merdeka Fase E, cari artikel yang lebih baru atau sesuaikan isinya.
Apakah sumber ini menjawab pertanyaan PICO atau PCC Anda, pada tingkat yang tepat?
Pertanyaan Anda tentang ekstrak buah. Artikel tentang minyak atsiri daun andaliman hanya relevan sebagian. Catat perbedaan bagian tanaman dan bentuk sediaannya di matriks CJR.
Pertanyaan Anda tentang siswa SMA. Artikel sejenis di jenjang perguruan tinggi hanya relevan sebagian karena karakter peserta didiknya berbeda.
Siapa penulisnya, apa keahliannya, dan di mana karyanya diterbitkan?
Cek afiliasi dan ORCID penulis serta rekam jejaknya di mikrobiologi atau fitokimia. Cek juga status jurnalnya di Scopus Sources, DOAJ, atau SINTA.
Apakah penulis berpengalaman di pendidikan biologi? Apakah artikelnya terbit di jurnal pendidikan bertelaah sejawat, bukan di blog penjual perangkat ajar?
Apakah klaimnya didukung data dan metode yang dapat diperiksa?
Adakah kontrol positif antibiotik dan kontrol negatif pelarut? Berapa ulangannya? Apakah angka zona hambat di abstrak sama dengan angka di tabel hasil?
Apakah instrumen tesnya sudah divalidasi? Adakah kelas pembanding? Apakah klaim “meningkat” disertai angka dan analisis yang dilaporkan dengan jelas?
Untuk apa sumber ini dibuat: memberi informasi, membujuk, atau menjual?
Halaman produsen jamu yang mengutip “penelitian andaliman” bertujuan menjual. Jangan berhenti di sana; telusuri penelitian aslinya.
Artikel pengembang aplikasi belajar tentang keunggulan aplikasinya sendiri memiliki kepentingan. Tidak otomatis salah, tetapi perlu dibaca lebih kritis.
1.3 SIFT: menilai cepat informasi yang beredar
Tidak semua informasi perlu dibedah lima huruf. Untuk unggahan media sosial, berita, atau pesan berantai, Caulfield (2019) menawarkan empat langkah cepat bernama SIFT: Stop (berhenti sejenak), Investigate the source (selidiki sumbernya), Find better coverage (cari liputan yang lebih baik), dan Trace claims to the original context (telusuri klaim ke konteks aslinya). Pilih prodi pada Gambar 4, lalu jalankan keempat langkah pada sebuah unggahan viral.
S · Stop
Perhatikan dulu reaksi Anda. Angka bulat seperti 99%, kata “terbukti ilmiah”, dan ajakan membagikan adalah sinyal untuk berhenti. Tanyakan: apakah saya mengenal akun ini, dan apa yang benar-benar saya ketahui tentang klaimnya?
Tindakan: jangan bagikan dan jangan kutip dulu.
I · Investigate the source
Buka tab baru dan cari nama akunnya. Ternyata akun itu milik toko yang menjual bubuk andaliman kemasan. Ada kepentingan dagang, sehingga klaimnya harus dibuktikan dari sumber lain.
Tindakan: catat siapa penyebarnya dan apa kepentingannya.
F · Find better coverage
Cari andaliman antibakteri atau "Zanthoxylum acanthopodium" antibacterial di Google Scholar dan Garuda. Perhatikan jenis penelitiannya. Uji di laboratorium (in vitro) mengukur zona hambat ekstrak di cawan petri; hasilnya tidak bisa langsung diartikan sebagai obat diare bagi manusia.
Tindakan: bandingkan beberapa sumber yang kredibel, bukan satu unggahan.
T · Trace claims to the original context
Unggahan itu menyebut “peneliti kampus”. Dalam ilustrasi ini, artikel aslinya menguji ekstrak etanol buah andaliman terhadap E. coli di cawan petri dan melaporkan zona hambat kategori sedang. Angka 99% tidak ada di artikel, dan kata “air rebusan” juga tidak. Konteks in vitro hilang ketika klaim berpindah ke media sosial.
Simpulan: klaim menyesatkan; jangan dipakai sebagai rujukan.
S · Stop
Kenaikan 300% terdengar luar biasa, dan unggahan yang sama sekaligus menjual produk. Dua hal itu cukup menjadi alasan untuk berhenti sebelum percaya.
Tindakan: tahan dulu keinginan membeli atau membagikan ke grup guru.
I · Investigate the source
Akun itu milik penjual perangkat ajar. Ia berkepentingan agar produknya tampak efektif. Itu tidak membuat klaimnya pasti salah, tetapi membuatnya wajib diperiksa.
Tindakan: catat siapa penyebarnya dan apa kepentingannya.
F · Find better coverage
Cari LKPD digital hasil belajar biologi di Garuda dan Google Scholar. Bandingkan beberapa penelitian. Besarnya peningkatan sangat bergantung pada desain penelitian, jumlah siswa, dan ada tidaknya kelas pembanding.
Tindakan: lihat pola dari beberapa penelitian, bukan satu angka mencolok.
T · Trace claims to the original context
Dalam ilustrasi ini, “sudah diteliti” merujuk pada satu kelas berisi 30 siswa tanpa kelas pembanding. Rata-rata pretest 20 dan posttest 80. Secara hitungan, (80 − 20) ÷ 20 memang 300%. Namun tanpa kelas pembanding, kita tidak tahu berapa bagian kenaikan yang disebabkan LKPD dan berapa yang disebabkan pembelajaran biasa atau karena siswa sudah pernah mengerjakan soal yang mirip.
Simpulan: angkanya benar, tetapi kesimpulannya berlebihan.
| Metode | Langkah | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| CRAAP | Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose (Blakeslee, 2004) | Menilai satu sumber secara mendalam, misalnya artikel untuk CJR |
| SIFT | Stop; Investigate the source; Find better coverage; Trace claims to the original context (Caulfield, 2019) | Menilai cepat informasi di internet atau media sosial sebelum dipercaya atau dibagikan |
Kedua metode saling melengkapi. CRAAP yang dipakai sendirian bisa terkecoh oleh situs jurnal predator yang tampak rapi, karena semua pertanyaannya dijawab dari dalam situs. SIFT memaksa kita keluar dari situs tersebut dan memeriksanya dari luar.
SIFT cukup sederhana untuk diajarkan kepada siswa SMA. Hoaks kesehatan dan klaim “obat herbal ajaib” sering beredar di grup keluarga. Melatih siswa berhenti, menyelidiki sumber, dan menelusuri klaim ke asalnya adalah bagian dari literasi sains.
Menurut Wineburg dan McGrew (2019), pemeriksa fakta profesional lebih cepat dan tepat karena mereka …
Sebuah unggahan viral mengklaim “terbukti ilmiah”. Apa langkah SIFT yang pertama?
Huruf A kedua dalam CRAAP, yaitu Accuracy, menanyakan apa?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Membaca vertikal menilai sumber dari dalam; membaca lateral memeriksanya dari luar lewat tab baru.
- CRAAP untuk penilaian mendalam satu sumber; SIFT untuk penilaian cepat informasi yang beredar.
- Angka yang benar pun bisa menyesatkan bila konteks aslinya hilang.
Ingat satu unggahan tentang kesehatan atau pendidikan yang pernah Anda bagikan. Langkah SIFT mana yang dulu Anda lewati?
Kualitas Artikel Ilmiah dan Jurnal Predator
CRAAP dan SIFT berlaku untuk sumber apa pun. Artikel ilmiah punya lapisan pemeriksaan tambahan karena ia lahir dari proses yang panjang: ditulis peneliti, ditelaah sejawat, diterbitkan jurnal, lalu dibaca dan disitasi ilmuwan lain. Setiap tahap itu bisa diperiksa.
- Langkah 1Klik DOITempel ke doi.org. Apakah diawali 10. dan membuka artikel yang sama?
- Langkah 2Cocokkan domainAlamat situs harus sama dengan yang tercatat di Scopus, DOAJ, atau SINTA.
- Langkah 3Cek daftar bahayaPeriksa situs yang meragukan di Hijacked Journal Checker dan WHOIS.
- Langkah 4Baca metode dan dataKontrol, ulangan, sampel, dan kecocokan angka di teks dengan tabel.
- Langkah 5Cek penerimaan, lalu putuskanLihat Cited by dan Retraction Watch. Kredibel, meragukan, atau predator?
2.1 Enam lapisan pemeriksaan artikel
Bayangkan artikel sebagai buah andaliman yang hendak Anda beli. Kemasan dan label (wadah) diperiksa lebih dulu, lalu asal kebunnya (proses dan penulis), kemudian isinya sendiri (metode dan data), dan akhirnya kesan pembeli lain (penerimaan). Makin dalam lapisannya, makin banyak waktu yang dibutuhkan, tetapi makin kuat pula penilaian Anda.
| Lapisan | Pertanyaan | Alat bantu |
|---|---|---|
| Wadah | Apakah jurnal terindeks Scopus, Web of Science, atau DOAJ? Berapa peringkat SINTA-nya (S1 tertinggi sampai S6)? Apakah ISSN dan situsnya asli? | Scopus Preview (Sources), DOAJ, SINTA, Retraction Watch Hijacked Journal Checker |
| Proses | Apakah kebijakan telaah sejawat dijelaskan? Apakah tanggal diterima dan disetujui masuk akal? Apakah dewan editornya nyata? | Situs jurnal, pembacaan lateral |
| Penulis | Afiliasi, ORCID, dan rekam jejak di bidang itu. | ORCID, profil Google Scholar, Scopus Preview |
| Metode | Desainnya jelas? Ada kontrol, misalnya kontrol positif antibiotik pada uji antibakteri? Ulangannya cukup? Ada identifikasi spesies dan spesimen voucher? | Bagian Metode |
| Data | Apakah data mentah atau lampiran tersedia? Apakah angka di teks cocok dengan tabel dan grafik? | Lampiran, repositori data |
| Penerimaan | Disitasi siapa? Pernah dikoreksi atau ditarik? | Cited by di Google Scholar, Crossref, Retraction Watch Database |
Pertanyaan khas di lapisan metode
- Adakah kontrol positif (antibiotik) dan kontrol negatif (pelarut)?
- Berapa ulangan per perlakuan?
- Apakah spesies diidentifikasi dan spesimen voucher disimpan di herbarium?
Pertanyaan khas di lapisan metode
- Apakah instrumen tes dan angket divalidasi?
- Berapa siswa yang terlibat, dan adakah kelas pembanding?
- Apakah peningkatan dilaporkan dengan angka dan analisis yang jelas, bukan hanya kesan guru?
SINTA (Science and Technology Index) memeringkat jurnal nasional dari S1 sampai S6. Peringkat ini berguna untuk membandingkan jurnal Indonesia, tetapi tetap cocokkan alamat situs jurnal dengan yang tercatat di portal SINTA, karena situs tiruan juga bisa mencatut nama jurnal nasional.
2.2 Jurnal predator
Grudniewicz et al. (2019) menyusun definisi konsensus melalui pertemuan peneliti, penerbit, dan pustakawan. Menurut definisi itu, jurnal dan penerbit predator adalah entitas yang mendahulukan kepentingan sendiri dengan mengorbankan keilmuan. Cirinya adalah informasi palsu atau menyesatkan, penyimpangan dari praktik editorial dan publikasi yang baik, kurangnya transparansi, dan/atau ajakan menulis yang agresif dan tanpa pandang bulu.
Bagi pembaca, artikel di jurnal predator berbahaya karena belum tentu ditelaah dengan sungguh-sungguh. Bagi penulis, mengirim naskah ke sana berarti membayar untuk menempatkan hasil kerja di tempat yang tidak dihargai komunitas ilmiah.
2.3 Jurnal yang dibajak
Jurnal yang dibajak (hijacked journal) lebih licin. Jurnalnya sah dan terindeks, tetapi penipu membuat situs tiruan dengan nama, logo, dan ISSN yang sama, lalu memungut biaya dari penulis yang tertipu. Itulah yang terjadi pada Situs B di apersepsi. Retraction Watch mengelola Hijacked Journal Checker sejak Mei 2022, dan pada Desember 2025 daftarnya sudah melewati 400 entri (Retraction Watch, 2025). Daftar Beall yang dulu populer sudah tidak dirawat sejak penyusunnya menutupnya pada Januari 2017, jadi jangan dijadikan satu-satunya acuan.
Undangan menulis lewat email adalah pintu masuk paling umum. Gambar 6 memperlihatkan contohnya. Klik setiap nomor untuk menyorot tanda bahaya dan melihat cara mengeceknya.
Dear Esteemed Researcher,
We have read your excellent work and are pleased to invite you to submit your manuscript to the Global Journal of Advanced Life and All Sciences (GJALS). Publication is guaranteed within 72 hours after submission.1
Our journal has a Global Impact Factor of 4.822 and is indexed in Scopus and more than 50 international databases.
We welcome manuscripts in all fields of science, engineering, education, and business3. The publication fee will be informed after acceptance.3
Every article receives a permanent DOI, for example 20.4528/gjals.2026.01174.
Please submit through our official website www.gjals-journal.com5 before 31 October to receive a 50% discount.
Best regards,
Prof. Dr. Editor-in-Chief
Lima tanda bahaya dalam satu email
Sapaan umum “Dear Esteemed Researcher” menunjukkan email ini dikirim massal tanpa membaca karya Anda. Klik nomor 1 sampai 5 untuk melihat setiap tanda bahaya beserta cara mengeceknya.
1 · Undangan agresif dan terbit kilat
Email dikirim dari alamat surel gratis dan menjanjikan terbit dalam 72 jam. Telaah sejawat yang sungguh-sungguh membutuhkan waktu berminggu-minggu.
Cara mengecek: abaikan undangan. Cari jurnal lewat basis data, bukan lewat email.
2 · Faktor dampak palsu
“Global Impact Factor” dan nama sejenisnya bukan metrik resmi. Angkanya bisa dibeli atau dikarang.
Cara mengecek: cek metrik jurnal di Scopus Preview atau Journal Citation Reports.
3 · Cakupan terlalu luas, biaya disembunyikan
Jurnal yang menerima “semua bidang”, dari biologi sampai bisnis, tidak mungkin punya dewan editor yang ahli untuk semuanya. Biaya yang baru diumumkan setelah naskah diterima adalah jebakan.
Cara mengecek: baca kebijakan biaya di situs resmi; jawab daftar pertanyaan Think. Check. Submit.
4 · DOI tidak diawali “10.”
DOI yang sah selalu diawali 10., misalnya 10.1038/d41586-019-03759-y. Awalan “20.” atau “16.” pasti palsu.
Cara mengecek: tempel DOI ke https://doi.org/. DOI palsu tidak akan membuka artikel apa pun.
5 · Domain berbeda dari yang tercatat di indeks
Email mengaku terindeks Scopus, tetapi menautkan ke domain yang tidak tercatat di Scopus atau DOAJ. Ini pola khas jurnal yang dibajak.
Cara mengecek: cocokkan alamat situs dengan yang tercatat di Scopus Sources atau DOAJ, cek di Hijacked Journal Checker, dan periksa umur domain lewat layanan WHOIS.
| Tanda bahaya | Cara mengecek |
|---|---|
| Undangan menulis lewat email yang agresif, menjanjikan terbit dalam hitungan hari | Abaikan undangan. Cari jurnal lewat basis data, bukan lewat email. |
| Faktor dampak palsu (“Global Impact Factor” dan sejenisnya) | Cek metrik di Scopus Preview atau Journal Citation Reports. |
| Cakupan topik terlalu luas, biaya tidak jelas atau baru muncul setelah naskah diterima | Baca kebijakan biaya; cocokkan dengan daftar Think. Check. Submit. |
| DOI tidak diawali “10.” (misalnya diawali “16” atau “20”) | Tempel DOI ke doi.org. DOI sah selalu diawali 10. |
| Domain situs tidak sama dengan situs resmi di Scopus atau DOAJ | Cek di Hijacked Journal Checker; periksa umur domain lewat layanan WHOIS. |
Satu tanda bahaya belum tentu berarti jurnal predator, dan jurnal yang tampak bersih belum tentu asli. Jangan menyimpulkan dari kesan. Jalankan pemeriksaannya, lalu catat buktinya: tangkapan layar Scopus Sources, hasil Hijacked Journal Checker, atau hasil klik DOI.
DOI manakah yang pasti palsu?
Jurnal tercatat di DOAJ dengan alamat e-journal.biosainstropis.ac.id, tetapi Anda sedang membuka biosainstropis-journal.org. Kemungkinan besar situs itu …
Pada artikel uji antibakteri, pertanyaan mana yang termasuk lapisan metode?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Artikel diperiksa berlapis: wadah, proses, penulis, metode, data, dan penerimaan.
- Jurnal predator mendahulukan keuntungan di atas keilmuan; jurnal yang dibajak meniru situs jurnal sah.
- Cocokkan domain situs dengan indeks resmi, klik DOI di doi.org, dan curigai metrik yang tidak resmi.
Ambil satu artikel CJR Anda. Dari enam lapisan, mana yang sudah Anda periksa dan mana yang belum?
Integritas Akademik dan Laporan Kemiripan
Bab 1 dan 2 membahas apakah sumber layak dipercaya. Bab ini membalik arah pertanyaannya: apakah karya Anda sendiri layak dipercaya orang lain? Pembaca CJR, dosen penguji, atau guru yang kelak memakai rancangan pembelajaran Anda hanya bisa mempercayai karya itu bila data dan rujukannya jujur.
- Langkah 1Catat data apa adanyaTulis hasil asli di buku catatan, termasuk ulangan yang gagal.
- Langkah 2Sitasi sambil menulisSetiap gagasan orang lain langsung diberi sitasi lewat Zotero.
- Langkah 3Unggah ke TurnitinGunakan tautan di LMS atau perangkat yang disediakan prodi.
- Langkah 4Nyalakan tiga filterKecualikan daftar pustaka, kutipan, dan kecocokan kecil, lalu baca sumbernya.
- Langkah 5Perbaiki dan lampirkanBeri sitasi pada teks yang belum dirujuk; simpan laporan kemiripannya.
3.1 Aturan yang berlaku di Indonesia
Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang plagiat sudah dicabut. Aturan yang berlaku sekarang adalah Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah, yang ditetapkan pada 9 Desember 2021 (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021). Pasal 9 dan 10 menyebut enam bentuk pelanggaran. Plagiat hanyalah salah satunya.
| Pelanggaran | Arti menurut Pasal 10 | Contoh situasi mahasiswa |
|---|---|---|
| Fabrikasi | Pembuatan data penelitian dan/atau informasi fiktif | Mengarang ulangan praktikum yang tidak pernah dilakukan |
| Falsifikasi | Perekayasaan data dan/atau informasi penelitian | “Merapikan” diameter zona hambat agar sesuai hipotesis |
| Plagiat | Mengambil sebagian atau seluruh karya orang lain tanpa menyebut sumber secara tepat, termasuk memakai ulang karya sendiri yang sudah terbit tanpa sitasi | Menyalin paragraf tinjauan pustaka dari skripsi kakak tingkat |
| Kepengarangan tidak sah | Mencantumkan diri sebagai penulis tanpa kontribusi, menghapus nama kontributor, atau meminta orang lain menulis lalu mengakuinya sebagai karya sendiri | Memakai jasa joki laporan atau skripsi |
| Konflik kepentingan | Menghasilkan karya yang mengikuti keinginan untuk menguntungkan dan/atau merugikan pihak tertentu | Menyimpulkan produk sponsor efektif tanpa data yang mendukung |
| Pengajuan jamak | Mengajukan naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal sehingga terbit lebih dari sekali | Mengirim artikel yang sama ke dua jurnal SINTA |
Uji pemahaman Anda dengan Gambar 7. Setiap kasus terjadi di laboratorium atau di kelas. Pilih jenis pelanggarannya; umpan balik muncul langsung.
Ulangan ketiga uji zona hambat tidak sempat dikerjakan karena cawannya terkontaminasi. Agar tabel lengkap, Dina menuliskan angka ulangan ketiga yang mirip dengan dua ulangan sebelumnya.
Zona hambat terukur 7,8 mm. Karena kategori “kuat” di laporannya dimulai dari 10 mm, Yosua menuliskan 10,2 mm.
Untuk kajian teori LKPD dalam makalahnya, Sari menyalin dua paragraf dari skripsi kakak tingkat tanpa tanda kutip dan tanpa sitasi.
Bima membayar jasa joki untuk membuat laporan CJR, lalu mengumpulkannya atas nama sendiri.
Penelitian Lia didanai produsen sabun cair berbahan andaliman. Datanya tidak menunjukkan perbedaan nyata dengan sabun biasa, tetapi simpulannya menyebut sabun sponsor “efektif membunuh bakteri”.
Agar cepat terbit, Rina mengirim artikel PTK yang sama ke dua jurnal SINTA sekaligus. Ternyata keduanya menerbitkannya.
Sanksi bagi mahasiswa diatur dalam Pasal 17 dan bersifat berjenjang sesuai berat pelanggarannya. Prosedur pemeriksaan dan penetapannya diatur oleh setiap perguruan tinggi.
3.2 Membaca laporan kemiripan Turnitin
Indeks kemiripan (similarity index) adalah persentase teks yang cocok dengan sumber di basis data Turnitin. Angka ini bukan vonis plagiat. Kemiripan 25% yang seluruhnya berasal dari daftar pustaka dan kutipan bertanda kutip yang disitasi dengan benar bukan plagiat. Sebaliknya, kemiripan 8% dari satu paragraf yang disalin tanpa sitasi bisa jadi plagiat. Yang menentukan adalah daftar sumber yang cocok dan cara teks itu dirujuk.
Laporan Turnitin menyediakan tiga filter: kecualikan daftar pustaka, kecualikan kutipan, dan kecualikan kecocokan kecil. Gambar 9 memperlihatkan laporan untuk draf CJR Nadira. Nyalakan filter satu per satu dan perhatikan sumber mana yang tersisa.
Draf CJR · Nadira
Lembar Kerja Peserta Didik merupakan sarana pembelajaran yang berisi panduan kegiatan bagi siswa untuk memahami konsep melalui aktivitas yang terarah dan sistematis.1 Dalam CJR ini saya membandingkan dua artikel tentang LKPD berbasis proyek untuk melatih literasi data siswa SMA.
Artikel pertama menyimpulkan bahwa “LKPD berbasis proyek mendorong siswa mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data ekosistem di sekitar sekolah”4 (Lestari et al., 2024, hlm. 5). Artikel kedua juga melaporkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa5 skor literasi data meningkat, tetapi tanpa kelas pembanding.
Daftar Pustaka
Broman, K. W., & Woo, K. H. (2018). Data organization in spreadsheets. The American Statistician, 72(1), 2-10.2
Wineburg, S., & McGrew, S. (2019). Lateral reading and the nature of expertise: Reading less and learning more when evaluating digital information. Teachers College Record, 121(11), 1-40.3
Perhatikan pelajaran dari Gambar 9. Rencana Nadira memparafrasekan daftar pustaka tidak perlu dan justru keliru, karena daftar pustaka memang harus sama persis dengan sumber aslinya. Yang harus diperbaiki adalah paragraf pertama: beri tanda kutip dan sitasi, atau tulis ulang dengan kata-kata sendiri lalu sitasi skripsi tersebut.
3.3 Detektor tulisan AI tidak kebal salah
Turnitin (2023) sendiri menyatakan bahwa detektor tulisan AI-nya punya tingkat positif palsu yang tidak nol. Artinya, tulisan manusia kadang ditandai sebagai tulisan AI. Turnitin meminta dosen memakai pertimbangan profesional, bukan hanya angka detektor.
Aktifkan riwayat versi di Microsoft Word (OneDrive) atau Google Docs. Riwayat itu menunjukkan bagaimana tulisan Anda tumbuh dari draf kasar sampai versi akhir, sehingga bisa menjadi bukti bila hasil detektor dipertanyakan.
Aturan integritas akademik yang berlaku sekarang adalah …
Indeks kemiripan naskah Anda 25%, seluruhnya dari daftar pustaka dan kutipan bertanda kutip yang disitasi. Kesimpulannya?
Detektor tulisan AI menandai esai Anda, padahal Anda menulisnya sendiri. Bukti apa yang paling membantu?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- Permendikbudristek No. 39 Tahun 2021 menggantikan Permendiknas No. 17 Tahun 2010 dan mengatur enam bentuk pelanggaran.
- Fabrikasi mengarang data; falsifikasi merekayasa data yang ada; plagiat memakai karya tanpa sitasi yang tepat.
- Indeks kemiripan bukan vonis. Baca daftar sumbernya dan pakai filter sebelum menyimpulkan.
Dari enam bentuk pelanggaran, mana yang paling mungkin terjadi tanpa disadari oleh mahasiswa semester tiga? Mengapa?
AI sebagai Asisten Baca dan Laporan CJR Final
- Langkah 1Unduh artikel sendiriAI hanya dipakai pada artikel yang sudah Anda temukan dan unduh.
- Langkah 2Minta ringkasanMinta lima poin ringkasan lengkap dengan nomor halaman.
- Langkah 3Cocokkan per poinSesuai, sebagian, keliru, atau tidak ada di artikel?
- Langkah 4Tulis ulang sendiriRingkasan di laporan CJR adalah tulisan Anda, bukan tulisan AI.
- Langkah 5UngkapkanTulis pernyataan pemakaian AI dan lampirkan prompt-nya.
4.1 Apa kata penerbit dan lembaga etika publikasi
Kebijakan penerbit besar sejalan dalam dua hal: AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis, dan pemakaiannya wajib diungkapkan. Kebijakan Elsevier (2026), yang diperbarui pada Juni 2026, juga melarang AI dipakai untuk membuat atau mengubah citra penelitian primer, seperti foto mikroskop, dan melarang penelaah mengunggah naskah yang sedang ditelaah ke alat AI. Committee on Publication Ethics (COPE, 2023) menegaskan bahwa AI tidak dapat memenuhi syarat kepengarangan karena tidak dapat bertanggung jawab atas karya.
Bagi mahasiswa, prinsipnya sederhana. AI boleh membantu Anda membaca, tetapi tanggung jawab atas setiap kalimat dan angka dalam laporan tetap ada pada Anda.
- Pakai AI hanya pada artikel yang sudah Anda temukan dan unduh sendiri.
- Cocokkan setiap angka atau klaim dari ringkasan AI dengan halaman atau tabel aslinya.
- Jangan unggah naskah yang belum terbit atau bersifat rahasia.
- Ungkapkan pemakaian AI dalam satu kalimat pernyataan dan lampirkan prompt-nya.
- Teks buatan AI yang diakui sebagai tulisan sendiri tanpa pengungkapan dapat dinilai sebagai plagiat atau kepengarangan tidak sah, tergantung aturan universitas.
4.2 Mengapa ringkasan AI wajib dicocokkan
Ringkasan AI biasanya terdengar rapi dan yakin. Masalahnya, ringkasan yang rapi bisa melewatkan detail, menukar angka, atau menambahkan kesimpulan yang tidak pernah ditulis penulis artikel. Gambar 10 memperlihatkan lima klaim dari ringkasan AI. Klik setiap klaim untuk membandingkannya dengan artikel asli. Tebak dulu statusnya sebelum membuka.
1TujuanMenguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah andaliman terhadap S. aureus dan E. coli (hlm. 1).CekSesuai
Kalimat terakhir Pendahuluan menyatakan tujuan yang sama persis.
2MetodeDifusi cakram dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, tiga ulangan (hlm. 3).CekSebagian
Ada empat konsentrasi (25, 50, 75, dan 100%), kontrol positif kloramfenikol, dan kontrol negatif etanol. AI melewatkan konsentrasi 100% dan kedua kontrol.
3TemuanZona hambat terbesar 21,4 mm terjadi pada E. coli (hlm. 5).CekKeliru
Zona 21,4 mm terjadi pada S. aureus di konsentrasi 100%. Pada E. coli hanya 12,1 mm. AI menukar bakterinya, persis kesalahan yang masuk ke laporan Raka.
4SimpulanEkstrak andaliman lebih kuat daripada antibiotik kloramfenikol.CekTidak ada
Tidak ada kalimat seperti itu. Tabel 2 justru menunjukkan zona kloramfenikol 28,6 mm, lebih besar daripada semua konsentrasi ekstrak.
5KeterbatasanPenelitian belum menguji konsentrasi hambat minimum (hlm. 6).CekSesuai
Penulis menyarankan uji konsentrasi hambat minimum pada penelitian lanjutan.
1TujuanMengembangkan LKPD berbasis proyek ekosistem yang valid dan praktis (hlm. 1).CekSesuai
Tujuan di akhir Pendahuluan sama dengan ringkasan AI.
2MetodeModel ADDIE, diuji coba di tiga sekolah (hlm. 3).CekSebagian
Model ADDIE benar, tetapi uji coba hanya dilakukan di satu kelas berisi 32 siswa di satu sekolah. “Tiga sekolah” adalah tambahan AI.
3ValidasiValidasi ahli memperoleh 92%, kategori sangat valid (hlm. 4).CekSesuai
Angka dan kategorinya sama dengan tabel hasil validasi.
4TemuanLiterasi data meningkat dengan N-gain 0,72, kategori tinggi.CekKeliru
N-gain yang dilaporkan 0,52, kategori sedang. Selisih angka seperti ini mengubah kesimpulan CJR.
5SimpulanLKPD terbukti lebih efektif daripada pembelajaran konvensional.CekTidak ada
Penelitian ini tidak memakai kelas pembanding. Penulis hanya menyimpulkan bahwa LKPD layak dan praktis digunakan.
Dari lima klaim yang terdengar meyakinkan, hanya dua yang benar-benar sesuai. Ringkasan yang masuk laporan CJR adalah ringkasan yang Anda tulis ulang sendiri setelah pencocokan ini, bukan ringkasan buatan AI.
Jika Anda memakai AI, tulis pernyataan singkat seperti contoh berikut di lampiran laporan.
Pernyataan pemakaian AI Saya memakai ChatGPT (OpenAI) pada 20 Oktober 2026 untuk membuat ringkasan awal bagian metode dua artikel yang saya ulas. Setiap poin ringkasan saya cocokkan dengan artikel asli, lalu saya tulis ulang dengan kata-kata sendiri. Prompt yang saya pakai terlampir.Contoh 1. Pernyataan pemakaian AI. Sesuaikan nama alat, tanggal, dan keperluannya.
4.3 Struktur laporan CJR final
CJR tahap 1 di Pertemuan 5 menghasilkan dua artikel terpilih dan matriks perbandingan awal. Di tahap final, matriks itu dikembangkan menjadi laporan sepuluh bagian. Bagian 5 sampai 7 adalah inti telaah kritis: di sinilah Anda memakai lapisan pemeriksaan dari Bab 2.
Arah bagian relevansi
Jelaskan sumbangan kedua artikel bagi pengetahuan tentang organisme, metode laboratorium, atau pengolahan data biologi, misalnya pemanfaatan andaliman sebagai sumber senyawa antibakteri.
Arah bagian relevansi
Jelaskan sumbangan kedua artikel bagi pembelajaran biologi di sekolah, misalnya gagasan yang dapat dipakai untuk merancang LKPD atau melatih literasi data siswa.
Satu Halaman untuk Menimbang dan Menjaga
Menilai sumber
- Baca lateral: buka tab baru
- CRAAP untuk artikel CJR
- SIFT untuk unggahan viral
Kualitas artikel
- Wadah, proses, penulis
- Metode, data, penerimaan
- Angka teks = angka tabel?
Predator dan dibajak
- DOI selalu diawali
10. - Domain = yang tercatat di indeks
- Abaikan undangan email
Integritas
- Permendikbudristek 39/2021
- Fabrikasi, falsifikasi, plagiat
- Joki, sponsor, pengajuan jamak
Laporan kemiripan
- Angka bukan vonis
- Baca daftar sumber
- Pakai tiga filter
AI
- Asisten baca, bukan sumber
- Cocokkan setiap angka
- Ungkapkan dan lampirkan prompt
Menurut COPE (2023), mengapa AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis?
Ringkasan AI menyebut N-gain 0,72, tetapi Tabel 3 artikel menulis 0,52. Apa status klaim itu?
Bagian mana yang menjadi inti telaah kritis dalam laporan CJR final?
Pilih satu jawaban; umpan balik muncul langsung. Jawaban tidak disimpan dan tidak dinilai.
- AI tidak bisa menjadi penulis; pemakaiannya wajib diungkapkan.
- Setiap klaim ringkasan AI dicocokkan dengan halaman atau tabel aslinya, lalu ringkasan ditulis ulang sendiri.
- Laporan CJR final terdiri atas sepuluh bagian dan lima lampiran wajib.
Bila AI dan artikel asli berbeda pendapat tentang sebuah angka, mana yang Anda pakai, dan bagaimana Anda membuktikannya kepada dosen?
Praktik C1 sampai C4: Dari Evaluasi Artikel ke Laporan yang Bersih
Bagian ini mengubah teori menjadi kebiasaan tangan. Sesi evaluasi (25 menit) mencakup C1 dan C2, sesi AI (15 menit) mencakup C3, dan C4 dikerjakan di akhir pertemuan sebelum laporan diunggah. Siapkan laptop yang terhubung ke internet, dua artikel CJR beserta matriks awal dari Pertemuan 5, dan akun LMS untuk mengakses Turnitin.
- Langkah 1C1 · Evaluasi dua artikelPeriksa wadah dan DOI, baca lateral, lalu nilai tujuh kriteria.
- Langkah 2C2 · Periksa jurnal predatorJawab Think. Check. Submit. dan simpulkan dengan bukti.
- Langkah 3C3 · Verifikasi ringkasan AICocokkan setiap poin dengan artikel asli, lalu tulis ulang.
- Langkah 4C4 · Periksa kemiripanUnggah ke Turnitin, baca daftar sumber, lalu perbaiki.
- Langkah 5Unggah CJR finalLengkapi sepuluh bagian dan lima lampiran, lalu unggah ke LMS.
C1. Mengevaluasi dua artikel CJR
- Siapkan artikel. Buka dua artikel dari koleksi Zotero
TILDA_CJR(Pertemuan 5) beserta matriks awalnya. - Periksa wadah. Cek nama jurnal di
scopus.com/sources,doaj.org, dan portal SINTA. Catat status indeksasi dan peringkatnya. - Periksa DOI. Tempel DOI ke
https://doi.org/. Pastikan halaman yang terbuka berada di domain resmi jurnal. - Baca lateral. Cari nama jurnal dan penerbit di mesin pencari ditambah kata
predatoryatauhijacked. Cek juga di Retraction Watch Hijacked Journal Checker. - Nilai isi. Beri skor 1 (kurang) sampai 4 (sangat baik) untuk kedua artikel pada tujuh kriteria berikut, dan tulis bukti singkat di bawah setiap skor.
Kriteria wadah dan penulis
- Reputasi dan indeksasi jurnal
- Kejelasan proses telaah sejawat
- Kredibilitas penulis
Kriteria isi
- Kesesuaian metode dengan tujuan
- Kualitas dan ketersediaan data
- Kesesuaian simpulan dengan data
- Relevansi untuk biologi
Hasil penilaian ini menjadi lampiran “hasil evaluasi artikel dengan rubrik” pada laporan CJR final.
C2. Daftar periksa jurnal predator
- Gunakan Think. Check. Submit. Buka
thinkchecksubmit.org. Jawab daftar pertanyaannya untuk jurnal yang paling meragukan dari hasil pencarian Anda di Pertemuan 5. - Simpulkan. Tentukan apakah jurnal itu kredibel, meragukan, atau predator, dan tuliskan buktinya. Bila jurnalnya meragukan, ganti artikel CJR Anda dengan artikel yang lebih kredibel.
“Situsnya kelihatan abal-abal” bukan bukti. Bukti yang baik misalnya: “Domain di DOAJ adalah e-journal.contoh.ac.id, sedangkan situs yang saya buka adalah contoh-journal.org” atau “DOI 20.xxxx tidak membuka halaman apa pun di doi.org”.
C3. Ringkasan AI lalu verifikasi
- Ajukan prompt pada artikel milik Anda. Unggah atau tempel abstrak dan bagian metode artikel yang sudah terbit, lalu ajukan prompt berikut.
Ringkas tujuan, metode, jenis data, temuan utama, dan keterbatasan artikel berikut dalam 5 poin. Sertakan nomor halaman untuk setiap poin.
- Cocokkan per poin. Untuk setiap poin, cari kalimat atau tabel aslinya. Catat klaim AI, isi artikel asli, nomor halaman, dan statusnya: sesuai, sebagian, keliru, atau tidak ada di artikel. Contohnya ada di Gambar 10.
- Perbaiki ringkasan. Tulis ulang ringkasan dengan kata-kata sendiri berdasarkan artikel asli. Ringkasan inilah yang masuk laporan CJR.
C4. Pemeriksaan kemiripan naskah
- Unggah ke Turnitin. Unggah laporan CJR ke tautan Turnitin di LMS, atau perangkat sejenis yang disediakan program studi.
- Baca daftar sumber. Jangan berhenti di persentase. Buka setiap sumber yang cocok dan periksa apakah bagian itu sudah dikutip dan disitasi.
- Perbaiki. Parafrasekan, atau beri tanda kutip dan sitasi, pada bagian yang belum dirujuk. Simpan laporan kemiripan sebagai lampiran.
Ketersediaan Turnitin dan batas kemiripan mengikuti ketentuan program studi dan universitas.
Kecocokan di daftar pustaka itu wajar, karena rujukan memang harus ditulis sama persis dengan sumbernya. Pakai filter “kecualikan daftar pustaka”, lalu pusatkan perhatian pada kecocokan di badan teks.
Latihan: uji tiga DOI
Tempel ketiga DOI berikut satu per satu ke https://doi.org/. Tentukan mana yang sah sebelum membuka pembahasan.
DOI A
10.1038/d41586-019-03759-y
DOI B
20.4528/gjals.2026.0117
DOI C
10.1177/016146811912101102
Lihat pembahasan
DOI A sah dan membuka artikel Grudniewicz et al. (2019) di Nature. DOI C juga sah dan membuka artikel Wineburg dan McGrew (2019) di Teachers College Record. DOI B tidak sah karena diawali “20.”; ini DOI dari email undangan di Gambar 6.
Ingat, DOI yang sah pun belum cukup. Pastikan judul, penulis, dan jurnal di halaman yang terbuka sama dengan yang tertulis di rujukan Anda.
- Evaluasi artikel dimulai dari wadah dan DOI, lalu baca lateral, baru menilai isi.
- Simpulan tentang jurnal harus disertai bukti yang spesifik.
- Ringkasan AI dicocokkan per poin, lalu ditulis ulang sendiri.
- Laporan kemiripan dibaca per sumber; yang diperbaiki adalah teks yang belum dirujuk.
Dari Menimbang ke Menyajikan: Aktivitas dan Tugas Pertemuan 6
Di tatap muka, Anda menilai dua artikel CJR, memeriksa jurnal yang meragukan, mencocokkan ringkasan AI, menyaksikan presentasi teman, dan memeriksa kemiripan laporan. Di luar kelas, Anda menyelesaikan CJR final beserta lampirannya. Rangkaian ini melatih kejujuran, berpikir kritis, etika berkomunikasi, ketekunan, dan tanggung jawab.
A. Alur kegiatan tatap muka (2 × 50 menit)
| Tahap | Waktu | Kegiatan |
|---|---|---|
| Buka | 5 menit | Dosen menampilkan dua situs jurnal, satu sah dan satu tiruan. Mahasiswa menebak mana yang asli dan menyebutkan alasannya. |
| Teori | 20 menit | Bab 1 sampai 4, dengan penekanan pada pembacaan lateral dan Permendikbudristek No. 39 Tahun 2021 |
| Evaluasi | 25 menit | Prosedur C1 dan C2: menilai dua artikel CJR dengan tujuh kriteria dan memeriksa jurnal yang meragukan |
| AI | 15 menit | Prosedur C3: ringkasan AI dicocokkan dengan artikel asli |
| Presentasi | 25 menit | Presentasi CJR 3 menit oleh mahasiswa terpilih; audiens memberi peer assessment |
| Tutup | 10 menit | Prosedur C4: pemeriksaan kemiripan dan pengunggahan laporan CJR final |
B. Critical Journal Review (CJR) final, tugas individu
| Produk | Isi |
|---|---|
| Laporan CJR final | Sepuluh bagian sesuai Gambar 11, dari sampul sampai daftar pustaka APA 7 |
| Matriks perbandingan | Pengembangan matriks awal dari Pertemuan 5: identitas, tujuan, metode, jenis data, temuan utama, dan indeksasi jurnal |
| Hasil evaluasi artikel | Skor tujuh kriteria untuk kedua artikel beserta buktinya (Prosedur C1) |
| Laporan kemiripan naskah | Laporan Turnitin atau perangkat sejenis setelah perbaikan (Prosedur C4) |
| Pernyataan pemakaian AI | Satu paragraf pernyataan beserta prompt, atau pernyataan bahwa AI tidak dipakai |
| Presentasi dan hasil peer assessment | Presentasi 3 menit dan umpan balik dari teman |
Panduan presentasi 3 menit
C. Peer assessment presentasi
Saat teman Anda presentasi, Anda menilai dengan skor 1 sampai 4 dan menulis satu komentar yang membangun untuk setiap kriteria. Umpan balik yang baik menyebut bagian yang spesifik dan memberi saran perbaikan, bukan sekadar “bagus” atau “kurang jelas”.
Ketepatan ringkasan
Apakah isi kedua artikel disampaikan dengan benar?
Kedalaman analisis
Apakah metode dan data ditelaah, bukan hanya diceritakan?
Ketajaman perbandingan
Apakah perbandingannya berdasar bukti?
Kejelasan dan waktu
Apakah penyampaiannya runtut dan tepat waktu?
D. Kriteria penilaian
| Produk | Kriteria utama |
|---|---|
| CJR final | Struktur sepuluh bagian; analisis metodologi dan data yang tajam; perbandingan berdasar bukti; lampiran lengkap termasuk laporan kemiripan dan pernyataan AI. Aspek integritas dinilai dengan aspek 5 rubrik umum RPS. |
| Presentasi dan peer assessment | Ketepatan isi, kejelasan, dan kualitas umpan balik kepada teman. |
- Tenggat CJR final: [isi tanggal dan cara pengumpulan].
- Pastikan setiap rujukan memiliki DOI atau tautan yang bisa diklik dan sudah Anda buka sendiri.
- Lampirkan pernyataan pemakaian AI apa adanya, termasuk bila ringkasan AI ternyata keliru dan Anda memperbaikinya.
Kembali ke Raka dan Nadira
Ingat jurnal dengan “Global Impact Factor 4.82” yang dipakai Raka? Kini Anda tahu bahwa metrik itu bukan metrik resmi, dan DOI yang tidak membuka halaman apa pun adalah tanda bahaya. Dengan membaca lateral, Raka akan menemukan bahwa situs itu tiruan dari jurnal sah, lalu mencari artikelnya di situs resmi atau menggantinya dengan artikel lain. Ringkasan AI-nya pun harus dicocokkan dengan Tabel 2 artikel asli. Di sana ia akan melihat bahwa zona hambat terbesar terjadi pada Staphylococcus aureus, bukan Escherichia coli.
Nadira tidak perlu panik melihat angka 27%. Setelah ketiga filter dinyalakan, sebagian besar kecocokan ternyata berasal dari daftar pustaka dan kutipan yang sudah disitasi. Yang tersisa 7%: paragraf pendahuluan yang disalin dari skripsi kakak tingkat. Bagian itulah yang wajib diperbaiki dengan kutipan dan sitasi atau dengan parafrase yang disitasi. Daftar pustakanya justru tidak boleh diubah.
1. Saat menemukan sumber baru, apakah Anda biasanya menilai dari tampilannya atau membuka tab baru untuk memeriksanya?
2. Pernahkah Anda membagikan informasi kesehatan atau pendidikan sebelum memeriksa sumbernya?
3. Dari enam bentuk pelanggaran integritas, mana yang paling mungkin Anda hadapi selama kuliah, dan apa yang akan Anda lakukan untuk menghindarinya?
4. Sebagai calon peneliti atau calon guru, bagaimana Anda akan mengajari orang lain membedakan sumber yang kredibel?
Janji kecil untuk menimbang dan menjaga
- Saya membuka tab baru untuk memeriksa sumber yang belum saya kenal.
- Saya mengeklik setiap DOI dan memastikan halamannya berada di domain resmi jurnal.
- Saya mencocokkan setiap angka dari ringkasan AI dengan tabel aslinya.
- Saya melaporkan data apa adanya, termasuk hasil yang tidak sesuai harapan.
- Saya membaca daftar sumber laporan kemiripan, bukan hanya angkanya.
- Saya mengungkapkan pemakaian AI dalam setiap tugas.
Jawaban Anda tidak dinilai; gunakan untuk melihat kebiasaan mana yang perlu diubah lebih dulu. Mulailah dari yang paling kecil: buka satu tab baru sebelum mempercayai sumber yang belum Anda kenal. Di Pertemuan 7, Anda akan beralih dari membaca data orang lain ke mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data biologi Anda sendiri.
Glosarium dan Daftar Pustaka
Glosarium
| Istilah | Arti sederhana |
|---|---|
| Membaca vertikal | Menilai sumber dari tampilan dan isi sumber itu sendiri |
| Membaca lateral | Menilai sumber dengan membuka tab baru untuk melihat apa kata pihak lain tentang sumber itu |
| CRAAP | Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose; lima pertanyaan untuk menilai satu sumber secara mendalam |
| SIFT | Stop, Investigate the source, Find better coverage, Trace claims; empat langkah menilai cepat informasi yang beredar |
| Telaah sejawat | Penilaian naskah oleh ahli di bidang yang sama sebelum naskah diterbitkan (peer review) |
| SINTA | Science and Technology Index; sistem pemeringkatan jurnal nasional dari S1 (tertinggi) sampai S6 |
| ORCID | Kode pengenal unik untuk peneliti, berguna untuk menelusuri rekam jejak penulis |
| Jurnal predator | Jurnal yang mendahulukan kepentingan sendiri di atas keilmuan, dengan informasi menyesatkan dan praktik editorial yang menyimpang |
| Jurnal yang dibajak | Situs tiruan yang mencatut nama, logo, dan ISSN jurnal sah untuk memungut biaya dari penulis |
| Retraction Watch | Lembaga pemantau penarikan artikel yang juga mengelola Hijacked Journal Checker |
| Fabrikasi | Membuat data atau informasi penelitian yang fiktif |
| Falsifikasi | Merekayasa data atau informasi penelitian yang sudah ada |
| Plagiat | Memakai karya orang lain, atau karya sendiri yang sudah terbit, tanpa menyebut sumber secara tepat |
| Kepengarangan tidak sah | Mengaku sebagai penulis tanpa kontribusi, menghapus kontributor, atau mengakui tulisan orang lain sebagai karya sendiri |
| Pengajuan jamak | Mengirim naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal sehingga terbit lebih dari sekali |
| Indeks kemiripan | Persentase teks yang cocok dengan sumber di basis data pemeriksa kemiripan; bukan vonis plagiat |
| Positif palsu | Hasil detektor yang keliru menandai tulisan manusia sebagai tulisan AI |
| Peer assessment | Penilaian dan umpan balik dari sesama mahasiswa |
| CJR | Critical Journal Review, telaah kritis atas dua artikel jurnal |
Daftar Pustaka
Blakeslee, S. (2004). The CRAAP test. LOEX Quarterly, 31(3), Article 4. https://commons.emich.edu/loexquarterly/vol31/iss3/4
Caulfield, M. (2019, 19 Juni). SIFT (the four moves). Hapgood. https://hapgood.us/2019/06/19/sift-the-four-moves/
Committee on Publication Ethics. (2023). Authorship and AI tools [Position statement]. https://publicationethics.org/cope-position-statements/ai-author
Elsevier. (2026). Generative AI policies for journals. Diakses 15 Oktober 2026 dari https://www.elsevier.com/about/policies-and-standards/generative-ai-policies-for-journals
Grudniewicz, A., Moher, D., Cobey, K. D., et al. (2019). Predatory journals: No definition, no defence. Nature, 576(7786), 210-212. https://doi.org/10.1038/d41586-019-03759-y
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah. https://www.peraturan.go.id/files/bn1363-2021.pdf
Retraction Watch. (2025, 26 Desember). Retraction Watch Hijacked Journal Checker now has 400 entries. https://retractionwatch.com/2025/12/26/retraction-watch-hijacked-journal-checker-now-has-400-entries
Turnitin. (2023, 16 Maret). Understanding false positives within our AI writing detection capabilities. https://www.turnitin.co.uk/blog/understanding-false-positives-within-our-ai-writing-detection-capabilities
Wineburg, S., & McGrew, S. (2019). Lateral reading and the nature of expertise: Reading less and learning more when evaluating digital information. Teachers College Record, 121(11), 1-40. https://doi.org/10.1177/016146811912101102
Selamat Datang di Pertemuan 6
Selamat datang di pertemuan keenam. Di pertemuan sebelumnya Anda sudah menjaring literatur dengan string Boolean, mencatat log pencarian, dan mengelola rujukan di Zotero. Kali ini kita menimbang apa yang sudah terjaring: bagaimana menilai kredibilitas sebuah sumber, bagaimana mengenali jurnal predator dan jurnal yang dibajak, apa saja bentuk pelanggaran integritas akademik, bagaimana membaca laporan kemiripan, dan bagaimana memakai AI secara jujur. Semua itu bermuara pada CJR final. Modul ini disusun untuk mahasiswa Biologi dan Pendidikan Biologi sekaligus, dengan contoh dari laboratorium riset dan dari ruang kelas.
| Identitas Modul | |
|---|---|
| Mata kuliah | Teknologi Informasi dan Literasi Data (TILDA) |
| Pertemuan | Ke-6: Kredibilitas Sumber dan Integritas Akademik |
| Sasaran | Mahasiswa Prodi Biologi dan Prodi Pendidikan Biologi |
| Sub-CPMK | Menggunakan berbagai platform digital, mesin pencari ilmiah, basis data akademik, dan perangkat lunak pengelolaan referensi untuk memperoleh informasi ilmiah secara efektif. |
| Indikator | Mengevaluasi kredibilitas sumber informasi digital berdasarkan relevansi, validitas, dan etika akademik. |
| Metode | Case method, critical review, diskusi kelompok, presentasi, peer assessment |
| Media | Laptop/PC, proyektor, LMS, Google Scholar, PubMed, Scopus Preview, Zotero/Mendeley, Turnitin, ChatGPT/Copilot/Gemini, Microsoft Word, rubrik CJR |
| Nilai karakter | Kejujuran, berpikir kritis, etika berkomunikasi, ketekunan, tanggung jawab |
| Tagihan | CJR final (individu): laporan lengkap, matriks perbandingan, evaluasi kualitas artikel dengan rubrik, presentasi, hasil peer assessment, laporan kemiripan naskah |
| Bobot penilaian | CJR final: 9% dari nilai akhir |
| Alokasi waktu | 2 × 50 menit tatap muka, ditambah penugasan terstruktur dan belajar mandiri |
Setelah mempelajari modul ini, Anda mampu:
- Membedakan membaca vertikal dan lateral, serta memakai CRAAP dan SIFT untuk menilai sumber.
- Menilai kualitas artikel ilmiah dari enam lapisan: wadah, proses, penulis, metode, data, dan penerimaan.
- Mengenali tanda jurnal predator dan jurnal yang dibajak, lalu membuktikannya dengan pemeriksaan.
- Menjelaskan enam bentuk pelanggaran integritas akademik menurut Permendikbudristek No. 39 Tahun 2021.
- Menafsirkan laporan kemiripan dan memverifikasi ringkasan AI terhadap artikel asli.
- Menyusun dan mempresentasikan CJR final beserta lampirannya.
Gunakan menu di atas untuk berpindah bagian, atau tombol di bawah setiap halaman untuk melanjutkan. Setiap bagian punya alamat sendiri, jadi Anda bisa menyimpan atau membagikan tautan ke bab tertentu, dan tombol Back di peramban membawa Anda ke bagian sebelumnya.
Modul ini memuat tujuh gambar interaktif. Klik tombol, huruf, atau nomor di dalam gambar untuk berpindah tampilan; semuanya berjalan tanpa perlu mengunduh apa pun. Kotak bergaris tepi hijau tua berisi Poin Penting, kotak kuning berisi Tips, kotak bergaris putus-putus berisi Studi Kasus, kotak hijau tua penuh berisi Jeda Sejenak, dan kotak merah muda berisi Perhatian. Label hijau tua menandai contoh untuk prodi Biologi (riset), label kuning menandai contoh untuk prodi Pendidikan Biologi (sekolah).