Mengenal Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum J.B. Comber & Nasution)

Anggrek Tien Soeharto merupakan salah satu flora Indonesia yang dilindungi dan dilarang di perjual belikan. Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999. Menurut World Conservation Monitoring Centre Status konservasinya adalah endangered dan merupakan kategori A untuk spesies prioritas konservasi tumbuhan Indonesia (Risna et al. 2010). Anggrek ini juga merupakan salah satu anggrek endemik di Sumatera (Handini, 2018). Ciri dari anggrek ini adalah bunga hijau dengan bibir ungu, tandan bunga yang besar dan tegak serta memiliki warna hijau.

Anggrek Tien Soeharto
(Cymbidium hartinahianum Comber & Nasution)
(Dokumentasi : Hary Prakasa, 2019)

Anggrek ini adalah salah satu anggrek yang di beri nama orang Indonesia yaitu Ibu Tien Soeharto/Hartinah selaku Ibu Negara di era kepemimpinan pak Soeharto. Pemberian nama ini di dasari atas jasanya Ibu Tien dalam melakukan upaya pelestarian anggrek di Indonesia.

Anggrek Tien Soeharto hanya di temukan di daerah tinggi dan kering di Sumatera Utara (Handini, 2017). Anggrek ini pertama kali di temukan pada tahun 1976 oleh peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) di Desa Baniara Kecamatan Harian Sumatera Utara, Indonesia (Manullang, 2017). Anggrek Tien Soeharto tersebar di dusun Baneara Samosir dan di Gunung Leuser (Comber, 2001). Pada tahun 2017, Yusran Efendi Ritonga dan TIM pendaki berhasil menemukan habitat baru anggrek Tien Soeharto di puncak Gunung Sibuatan (Ritonga, 2019).

Upaya konservasi anggrek Tien Soeharto sudah dilakukan oleh beberapa orang. seperti ibu Elizabeth Handini & teman teman pada tahun 2017 dengan melakukan penelitian Regenerasi Protokorm secara In Vitro dan Aklimatisasi Planlet Anggrek Cymbidium hartinahianum J.B. Comber & Nasution dan TIM PKM-P dari Unimed Febry Indriani Syahfitri dan teman temannya yang di bimbing oleh Bapak Tri Harsono dan Eko Prasetya membuat peta persebaran beserta data habitat nya. Anggrek ini sudah sulit ditemukan, oleh karena itu marilah kita menjaga kelestarian alam kita.

DENGAN MEMBACA KITA MENGENAL DUNIA, DENGAN MENULIS KITA DIKENAL DUNIA. (Armin Martajasa)

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *